My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 19]

Hiiii i’m backkkkk!! sorry banyak kerjaan 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 19

 

Jika kehidupan dia yang sebelumnya menyedihkan, kehidupannya yang sekarang malah semakin lebih parah. Yul tidak bisa melenyapkan suara Hodong dari kepalanya. Semua yang terjadi membuatnya semakin bingung. Ia mengecewakan keluarganya, Jessica dan Yoona. Tindakannya di masa lalu menyebabkan semua orang yang ia kasihi tersakiti. Bahkan dirinya sendiri tak dapat menahan rasa sakit itu lagi. Dalam hati Yul menangis. Jessica menderita karena Yul tidak dapat memercayainya, keluarganya menderita karena ia tidak dapat melindungi Yoona dan satu hal yang sangat ia sesalkan, ia membiarkan Yoona meninggal. Kata-kata Taeng terngiang di telinganya. Semua ini terlalu kebetulan.

‘Siapa yang menginginkan Yoona meninggal? Siapa yang menginginkan Sica menderita?’

‘Donghae.’

‘Aku tidak bisa menuduhnya tanpa bukti yang jelas dan sejauh ini, aku bahkan tidak bisa meghubungkan dia dengan semua ini.’

‘Kyuhyun. Cari dia.’

Yul teringat akan hari ketika Donghae kembali dari Amerika.

FLASHBACK

Taeng mampir untuk memberitahu Yul tentang kepulangan Donghae ke Korea sejak minggu lalu. Yul mengerutkan dahi.

“Kenapa dia tidak memberitahuku?”

Taeng hanya mengangkat bahu. Yul mengeluarkan ponselnya dan mencoba menelopon telepon rumah Donghae namun sambungannya mati.

“Jangan repot-repot Yul. Aku sudah mencobanya sebelum aku kemari. Entah kenapa Donghae sepertinya menghindari kita.”

Yul menghela napas. Mengapa Donghae menghindari mereka? Kyuhyun?

“Kenapa?”

Taeng hanya menggelengkan kepala dan kembali ke mobilnya.

“Kau mau ikut? Aku mau pergi ke rumahnya.”

Yul sepakat dan masuk ke dalam mobil sebelum Taeng melaju ke rumah keluarga Donghae. Mereka tiba di sana dan membunyikan bel pintu rumahnya.

“Kita hanya harus menunggu di sini.”

Setelah beberapa dering, akhirnya pintu itu pun terbuka dan Donghae berada di baliknya. Ia memandang Yul dan Taeng dengan ekspresi benci. Yul mencoba bersikap ramah.

“Kenapa kau tidak memberitahu kami kalau kau pulang? Kami bisa menjemputmu dan pergi jalan-jalan.”

Donghae mendengus padanya dan mendorong Yul. Yul tersandung sedikit namun ia mengembalikan keseimbangannya.

“Ada apa?”

Taeng menatap Donghae namun laki-laki itu hanya tertawa pahit.

“Pergilah dari rumahku, Kwon!”

Yul menatapnya dengan raut bingung. Taeng menyela kata-katanya.

“Yah! Kami datang ke sini karena kau adalah teman kami, Hae!”

Donghae berbalik dan mendorong kenop pintu.

“AKU TIDAK PUNYA TEMAN SEPERTI KALIAN BERDUA! TIDAK SETELAH APA YANG TERJADI! PERGI SEBELUM AKU MEMBUAT KALIAN MENYESAL KARENA DATANG HARI INI!”

Yul baru saja akan menjawabnya namun Taeng meninju Donghae lebih dulu. Donghae menyandarkan punggungnya di pintu rumahnya.

“APA YANG KAU BICARAKAN?”

Donghae menoleh padanya dan tersenyum menyeringai. Ia menyeka darah di bibirnya.

“Jangan berbicara seolah-olah kalian tidak tahu apa-apa! PERGI!”

Taeng hendak meninjunya lagi namun Yul segera menariknya pergi. Yul memandangi Donghae.

“Sebelum aku pergi, bisakah kau memberitahuku apa yang terjadi?”

Donghae menatap Yul dengan penuh kebencian.

“Aku akan pastikan kau membayar segalanya, Kwon! AKU MENJAJIKAN ITU PADAMU!”

END OF FLASHBACK

“Apa yang harus kulakukan?”

Kata-kata Yul terdengar oleh Jessica. Ia menoleh ke samping kanannya dan melihat ekspresi kesulitan di wajah Yul

“Yul? Kau baik-baik saja?”

Yul menoleh ke samping kirinya dan tersenyum pada Jessica. Ia tidak bisa berkonsentrasi lagi. Rasanya waktu seolah berjalan lambat. Ia menghela napas lagi.

“Seobang. Akulah yang sedang memiliki perut besar. Seharusnya akulah yang merasa tertekan.”

Yul langsung meminta maaf padanya. Ia agak melupakan hal itu.

“Maaf. Aku hanya terlalu banyak berpikir.”

Yul berpura-pura untuk terlihat baik-baik saja dan kembali mengalihkan pandangannya ke guru. Tak berapa lama, bel sekolah berbunyi. Waktunya istirahat. Yul berdiri dan mengulurkan tangan pada Jessica yang mencoba untuk berdiri. Ia melirik sekilas pada Sooyoung dan mengisyaratkannya untuk pergi bersama Sunny lebih dulu.

“Hati-hati, sayang. Aku tidak mau kau jatuh.”

Jessica hanya tersenyum pada Yul. Murid-murid yang lain tidak lagi memedulikan Jessica. Bagi mereka, cerita Jessica bukanlah sesuatu yang layak untuk dibicarakan lagi. Bagi Jessica, ini adalah berita baik karena ia akhirnya dapat pergi ke sekolah tanpa ada seorang pun yang menatapnya dingin. Yul meraih tangan Jessica dan keluar dari kelas. Beberapa murid terlihat masih saling berbisik ketika mereka melihat dirinya dan Yul namun Jessica tahu mereka tidak membicarakan sesuatu yang sama seperti sebelumnya.

“Aku ingin punya pacar seperti Yul!”

“Aku iri padanya. Bagaimana bisa dia menemukan seseorang seperti Yul?”

“Kenapa Yul tidak jatuh cinta padaku?”

“Jika aku memiliki Yul, aku sungguh tidak keberatan pergi ke sekolah setiap tahun dalam keadaan hamil.”

Jessica tersenyum ketika ia mendengar para gadis membicarakan dirinya dan Yul. Yul yang juga menyadari mereka, merangkul pinggang Jessica. Ia balas tersenyum pada Jessica. Ketika para gadis itu melihatnya, mereka menoleh pada pacar mereka dan mulai mengeluh.

“Kau menyukainya, huh?”

Jessica tidak bisa menahan senyumnya yang kian melebar ketika Yul menanyakan itu.

“Akhirnya, sekarang tidak ada lagi orang yang menghina atau memanggilku dengan sebutan pelac*r. Mereka bahkan iri dengan hidupku.”

“Kenapa?”

Jessca membiarkan Yul mengencangkan pelukannya di pinggangnya.

“Karena aku memiliki teman-teman yang baik dan SEOBANG yang hebat.”

Yul tertawa kecil dan menuntunnya ke kafe.

+++

Yul, Jessica dan yang lainnya tengah menghabiskan waktu isirahat yang menyenangkan. Mereka membicarakan banyak hal hingga mata Sooyoung melihat ke arah Victoria yang sedang memandanginya. Gadis itu memandanginya sambil tersenyum malu-malu. Sooyoung tersenyum kikuk padanya dan memalingkan wajahnya ke arah Sunny.

‘Kenapa dia tersenyum seperti itu padaku?’

‘Dia hanya bersikap ramah.’

‘Mungkin. Siapa tahu?’

Sunny menyadari Sooyoung yang tengah melamun. Ia langsung menyikutnya dan itu membuat Sooyoung sedikit terkejut.

“Apa?”

Sunny menggenggam tangannya dan menautkan jemari mereka.

“Kau terlihat sibuk memikirkan sesuatu. Itu aneh.”

Sooyoung hanya tersenyum lebar dan membiarkan topik itu berlalu.

“Soo, Taeng. Kalian mau pergi jalan-jalan sore ini?”

Yul berusaha sekeras mungkin untuk tidak membocorkan isi pertemuan mereka hari ini. Jessica menoleh padanya dan mengerutkan kening sedang Taeng hanya mengangkat bahu dan melihat ke Tiffany.

“Yul, bukankah kau sudah menghabiskan cukup waktu dengan mereka?”

Jessica cemberut dan melipat tangan di depan dada. Yul menggaruk belakang kepalanya dan menoleh pada Taeng untuk meminta sedikit bantuan. Jawaban Taeng mengecewakannya.

“Maaf Yul. Malam ini aku ada kencan dengan Fany.”

Yul mengutuk dalam hati dan mengharapkan bantuan Sooyoung. Sooyoung memahaminya dan mencoba membalasnya dengan cara terbaik.

“Jessi, kurasa ‘kami’ harus mengadakan obrolan pria. Ya, obrolan pria.”

Jessica semakin cemberut. Yul tersenyum manis padanya.

“Aku berjanji padamu, aku akan menyenangkanmu malam ini.”

Sunny menoleh pada Yul; menyangsikan apa yang didengarnya. Ia menoleh kepada Sooyoung dan menunjuk Yul.

“YAH KWON YUL! Jangan mengotori pikiran Bunny-ku dengan semua hal yang kalian berdua lakukan!”

Yul dan teman-temannya yang lain tersenyum menyeringai pada mereka. Sooyoung memandangi mereka dengan ekspresi bingung.

“KAMI yang mengotori pikirannya atau KAU?”

Wajah Sunny memerah seketika sedang Sooyoung tersenyum kikuk. Mereka tertangkap basah.

+++

Tiffany berdiri di depan lemarinya. Ia tengah memikirkan pakaian apa yang akan dikenakannya untuk kencannya hari ini. Taeng bersikeras bahwa mereka harus berkencan setiap hari sampai mereka lulus sekolah. Tiffany sudah mencoba semua pakaiannya namun kelihatannya aneh dan karena Taeng belum juga memberitahunya ke mana mereka akan pergi, Tiffany tidak bisa menentukan segalanya. Ia berbalik dan melihat ponselnya. Ia baru saja akan mengirimkan SMS kepada pacarnya ketika ponsel di tangannya berbunyi. Melihat nama pemanggilnya, Tiffany tidak bisa menahan senyumnya.

“Taetae!”

Tiffany bisa mendengar Taeng tertawa di ujung sana.

“Kau sudah ganti baju?”

Tiffany cemberut, ia lupa Taeng tidak bisa melihatnya.

“Belum. Kau mau membawaku ke mana? Aku harus memakai pakaian yang sesuai dengan tema.”

“Pakai saja kaus dan celana olahraga atau celana pendek. Kita akan bermain.”

Tiffany benar-benar bingung namun sebelum ia sempat menjawab, Taeng memutuskan untuk mengakhiri panggilan.

“Main apa?”

Tiffany memandang berkeliling dan melihat kausnya. Ia mengenakan kaus itu bersama dengan celana pendeknya dan menunggu Taeng datang. 10 menit kemudian, ia mendengar suara klakson di depan rumahnya. Tiffany bergegas turun ke lantai bawah dan berlari keluar dengan mengenakan sepatu favoritnya. Taeng membukakan pintu sisi penumpang dan menyuruhnya masuk. Taeng lalu masuk ke dalam mobil namun sebelum ia melajukan mobilnya, ia menoleh dan menghadap Tiffany.

“Tutup matamu.”

Tiffany menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk keras kepala. Taeng menghela napas namun ia tetap tersenyum.

“Mushroom. Aku tidak akan pergi kalau kau tidak mau menutup matamu.”

Tiffany tersenyum dan memejamkan matanya. Taeng menghela napas dan mengecup pipinya. Tiffany membuka mata.

“Kau ingin aku menutup mataku hanya untuk kecupan di pipi?”

Taeng tertawa kecil.

“Ya. Tapi bukan hanya kecupan itu. Aku ingin kau memiliki ini.”

Taeng menyerahkan sebuah amplop padanya. Tiffany mengerutkan dahi, ia menatap Taeng.

“Jangan dibuka sampai kelulusan nanti. Oke?”

Tiffany tidak menyukai cara Taeng melakukan semua ini. Ini mengingatkannya pada hari ketika mereka berdua akan berpisah.

“Tae..”

Taeng menaruh jarinya di bibir Tiffany. Ia menggelengkan kepalanya.

“Tidak ada tapi-tapian. Bukalah di malam kelulusan. Kau akan tahu apa isi dari amplop itu.”

Tiffany menghapus air matanya dan mengangguk. Ia tidak bisa hidup di dalam khayalan selamanya. Kenyataan menghampirinya. Taeng menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya.

+++

Yul dan Sooyoung masih mendiskusikan pernyataan Hodong sebelumnya. Keduanya tidak menyukai bagaimana hasil dari semua ini. Sooyoung menoleh pada Yul.

“Tinggal sedikit lagi dan setelah itu semua masalah ini akan terselesaikan. Bersabarlah, Yul.”

Yul bermain-main dengan selembar kertas.

“Kuharap begitu. Jika kita bisa mengenali laki-laki itu maka masalah ini akan terselesaikan tapi bagaimana caranya?”

Sooyoung mengetuk-ngetuk dagu dengan jari telunjuk sementara Yul memandang langit berharap menemukan sedikit jawaban.

“Kita bisa mencobanya dengan membawakan foto-foto kepada Hodong.”

Pandangan Yul masih terarah ke langit.

“Ya, kita bisa melakukankannya tapi foto siapa? Kita tidak bisa seenaknya membawa banyak foto.”

“Kita bisa memulainya dari seseorang yang sangat membencimu.”

Jawaban tenang Sooyoung membuat Yul menoleh padanya.

“Seperti siapa?”

Sooyoung bersandar ke kursi sebelum berbicara.

“DONGHAE.”

+++

Taeng membawa Tiffany ke lapangan basket. Tiffany memelototinya. Inilah apa yang Taeng maksud dengan bermain sebelumnya. Tiffany cemberut.

“Fany-ah. Jangan cemberut padaku.”

Taeng menghampirinya dan membuat gadis itu memegang bola. Dengan wajah cemberut Tiffany mengambil bola tersebut. Taeng mengisyaratkannya untuk mencoba dan melemparkan bola itu ke ring. Tiffany melemparkannya dan bola itu melayang dan memantul ke papan. Taeng lalu melemparkan bola itu lagi padanya. Tiffany melakukan hal serupa dan setelah 4 kali mencoba, Taeng tidak melemparkan bola lagi padanya.

“Bagaimana rasanya?”

Tiffany yang masih terengah-engah tersenyum padanya.

“Rasanya menyenangkan. Seolah-oleh semua rasa penatnya pergi. Aku merasa tenang.”

Taeng tersenyum dan berjalan mendekatinya.

“Itulah sebabnya aku membawamu ke sini. Aku tidak suka melihat mushroom-ku merasa tertekan. Aku selalu bermain basket karena itu membuatku merasa bahagia setiap kali aku memantulkan bola ke papan. Itu membuatku melupakan semua hal yang gila dan menyusahkan.”

Sekarang Tiffany tahu mengapa Taeng sangat menyukai basket. Ia tidak bisa memainkan permainan itu namun dengan melemparkan bola-bola itu benar-benar membuat rasa stresnya hilang. Ia merasa lebih ringan.

“Mushroom. Aku tahu olahraga bukanlah kesukaanmu tapi kalau kau merindukanku, aku ingin kau pergi ke lapangan basket mana saja dan bermain. Kuharap itu akan membantumu untuk melupakanku sejenak. Membantumu untuk lebih berkonsentrasi pada kehidupanmu.”

Tiffany tidak ingin menangis lagi. Taeng telah melakukan apa saja semampunya untuk membantunya menghadapi masa depan yang tak pasti. Ia menatap laki-laki itu.

“Tapi kalau aku masih merindukanmu?”

Taeng tersenyum dan menunjuk ke langit.

“Lihatlah ke langit. Kita mungkin saling berjauhan, tapi kita masih berbagi langit yang sama. tidak peduli di mana aku berada, aku masih berada di bawah langit yang sama dan masih berbagi langit ini denganmu.”

Tiffany memeluknya dan tidak ingin melepaskannya namun ia tahu apa yang lebih baik. Taeng tidak memperlambat lagi. Waktu terus berjalan dan Tiffany harus siap ketika waktu itu datang. Taeng memeluknya dengan lebih erat.

“Dan kalau kau masih merindukanku, aku ingin kau tahu bahwa aku juga merindukanmu.”

+++

Sooyoung meninggalkan Yul dan bergegas pergi ke pantai. Victoria meneleponnya 2 menit yang lalu. Gadis itu ingin menemuinya di sana. Sooyoung memarkirkan mobilnya di dekat pantai dan melihat Victoria berdiri sedikit jauh darinya. Ia segera lari menghampirinya dan terengah-engah.

“Maaf…aku…terlambat…aku sungguh tidak bisa berlari…dengan cepat…”

Victoria hanya tersenyum padanya dan menepuk-nepuk punggungnya. Sooyoung masih berusaha bernapas normal ketika Victoria berbicara.

“Jadi bagaimana penyelidikannya?”

Sooyoung menegakkan tubuhnya dan tersenyum.

“Yah, kurasa kami membuat kemajuan.”

Victoria mengangguk dan membiarkan pandangannya menatap pada air laut. Sooyoung mengerutkan kening.

‘Dia meneleponku hanya untuk menanyakan ini?’

Victoria lalu berbalik dan menghadap Sooyoung.

“Apa kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama?”

Sooyoung langsung mengangguk dan menjawabnya dengan bahagia.

“Tentu saja! Begitulah caraku jatuh cinta pada Sunny.”

Victoria mendekatinya. Mereka kini berdiri berdekatan.

“Kalau begitu kumohon maafkan aku karena melakukan ini.”

Sooyoung baru saja akan menjawab ketika ia merasakan bibir gadis itu menempel di bibirnya. Ia terkejut dan merasa bingung. Victoria terus menekan bibirnya dan tak berapa lama Sooyoung menyerah.

Maafkan aku Sunny.

~~~;~~~;~~~

TBC

long time no see, sorry sering ngilang soalnya udah mulai masuk kuliah lagi terus kemaren sibuk latihan buat festival akustik dan ternyata kalah XD

c u soon, fanfic barunya bulan depan ^^

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

47 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 19]

  1. Welcome back thor… Waduh Soo bisa2 dapat masalah besar nih sama sunny kalau sampai dilihat ciuman sama vic… Kasihan taeny Udh Gak lama lagi berpisah… Yul jadi rebutan d sekolahnya…

  2. wah akhirnya upadate juga 🙂 ..

    jengjeng .. bakal ada konflik nih antara vics00sun??
    masa s00 cinta pandangan pertamanya vic sih? trus itu yul cinta yg keberapanya vic?

    taeny galon ajh .. kpan mereka gak gal0n lg ?

    woah yul fansnya tambah bnyak tuh sica kudu hati” takut ada yg ny0m0t yul 😀 ^ehh

  3. huaaaaaaaah akhirnya update jugaa, wah taeny lagi pada galau mau berpisah, soosun pasti ada drama ini. Waaah yul segitu terkenalnya.

  4. Kok berasa pendek ya.. hihi
    Smua pasangan dpet konflik neh. Yulsic makin sweet dahc, syang tuh sica tekdung bukan ank yul..

  5. Yulsic makin sweet tinggal nunggu donghae ketangkap trus soo sama sunny sepertinya bakal punya masalah, gw paling sedih baca taeny huuaaa sebantar lagi mereka bakal pisah…

  6. npa yul msi sulit prcya hae plakuny…
    astaga sooyoung sunny udh mmberi smua ny drimu mlh udh mulai agk brpaling…

  7. aduh soo gimana kalau sunny ngeliat pasti berabe tuch
    duch semoga permasalahannya yulsic cepet selesai jadi biar kehidupan yulsic .gak diganggu-ganggu lagi

  8. welcome back.. Yaa.. cepet bawa foto Donghae ke Hodong.. dan Soo jgn terpengaruh ma Vic kumohon.. kasian Sunny.. sedih jadian gue..

  9. nah loh sooyoung, si vic udh mulai jatuh cinta sama lu.. gmn nasib sunny donk klo gt??
    semoga rahasia terbesar donghae ketauan ya.. biar yulsic bsa bahagia n yoong bsa tenang disana.

  10. Annyeong ……..
    Waaah finally yng d tnggu update jga ….kkkee
    Mkin kliatan dah kyaknya tersangka utama nya ..huh
    Omg ,vict ???? Soo????
    Udh d ksih hadiah kan ya ,tpi ..ckckck
    Y udin dtunggu next chap nyah ….
    SEMANGAAAAAAAAT

  11. sepertinya badai sedang menghampiri soosun dan nama badainya adalah victoria dan kira2 bagaimana reaksi soo setelah mendapatkan ciuman dadakan dari vic dan apakah soo akan selingkuh dari sunny
    ditunggu lanjutannya tarra

  12. Annyeong
    Woahhhhhh bgian taeny pling nyesek,,,klw yulsic mkin sweet tu,,smga rhsia donghae sgra trbongkar,,,dan bdai bnr2 sdah d hdpan soosun,,ayo soo cpat sdar ksian sunny,,,,,
    Ok siiip
    Next d tunggu
    Ttap smngattttttt
    Gomaomao,,,,

  13. nahloh sooyoung jangan ngebales si vict kasian sunny boss. semoga yuri nunjukin foto donghae ke hodong biar damai pikiran yul.
    nah ini yang LDR taeny kasia gua thour masa iya ldr:(

  14. Yaa ampun soo jangan2 sooyoung juga suka lg sama victoria, haaaaaaaahh aku berharap jessica kegu2ran trus hamil anak yuri soal nya suka sebeeeel klo byangin sica hamil tp bukan anak yuri, tp malah anak si ikan julung2 >_<

  15. Ahhhh bener tuh saran soo,,,
    Jiahahahahah YulSic bener bener daahh yaaa,,, memanfaatkan hormon sica yg lg hamil,, ckck
    TaeNy sabarrr yeee,, kalian pasti berjodoh kooo,, hahahah
    Duuh SooVic 😳😳

  16. Kyaaaaaaa akhirnya update jugaaa. 😉😉 yeeessssss itu ayoooo dong yul gerak cepat biar sicababy ga menderita lagiiii..

    Eyyyy kan si vict malah suka sm soo hahhah awaaas badai nih buat soosun, tp kyknya soo cinta mati nih ke sunny heheheh
    Okeeeey ditungggu kaa tarra ff barunyaaaa.🙌🙌🙌🙌

  17. Uhhh untung hari ini gue ngecek blog ini dan ternyata ada hasilnya wkwk…. Gue bosen terusterusan uyoung dikapelin sm bunny, semoga aja sama vic tanpa ada badai mendera wkwk

  18. Lh ini soo apa2an.. Nnti digetok sunny.. Dan pling kasihan taeny T.T.. Yulsic kyknya udh aman, Tinggal mesra2an aja lg wkwk

  19. akhirnya lega nih liat epep nongol
    haduh sedih liat taeny hrs jauhan, galau pake kebngetan nih
    itu amplop isisnya apaan ya?
    aigooo yulsic emng bikn iri, makin mesra aja nih, emng sica bruntung pnya seobang kyk yul
    moga cpt trungkap sp sbnernya dalang dr kematian yoona
    waduh waduh badai nih bwt soosun, tuh vic bneran suka sm soo

  20. wiii ribetlah kenapa vic ma soi aishhh
    haa sebentar.lagi kebenaran terungkap
    I”ll waiting for this moment

  21. soo apa yg kamu lakukan?.
    yul bingung, yul dilema antara percaya apa ga kalau semua kejadian buruk yg menimpanya adalah perbuat donghe.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s