30 September 2020 [Chapter 4]

8 years huh?

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

CHAPTER 4: YOU AND ME

 

Yuri mengambil sekaleng bir lagi dan meminumnya sesuka hati. Ini adalah kaleng ketiganya. Jika ini tahun 2014, wajahnya pasti akan memerah dan ia akan mabuk tapi itu adalah masa lalunya. Sekarang ia sudah belajar untuk menjadi peminum yang lebih baik. Semua itu berkat sering mengunjungi bar dan bahkan memilikinya.

Ponselnya berdering dan Yuri mengangkatnya.

“Hei Max.”

“Hei, aku di luar. Boleh aku masuk?”

“Tunggu.”

Yuri mengakhiri panggilan dan pergi ke pintu depan apartemennya. Ia membukanya dan melihat Max tersenyum lebar padanya. Ia mempersilakan gadis itu masuk lalu pergi ke dapurnya. Max duduk dengan nyaman di sofa Yuri dan menyalakan TV.

“Ini.”

Max mengangkat kepalanya dan melihat Yuri menyodorkan sekaleng bir. Ia mengambilnya. Yuri duduk di sofa di sampingnya dengan pandangan tertuju ke TV.

Max melirik ke arah Yuri dan menyesap birnya.

“Kau sudah minum berapa kaleng?”

Yuri mengangkat bahu. Ia tidak berniat menjawab pertanyaan itu.

“Kau tahu terakhir kali kau minum pagi-pagi sekali adalah ketika kau putus dengan Dana.”

“Aku tidak akan membahas masa lalu, jadi diamlah Max.”

“Aku hanya bilang. Lalu ada apa denganmu?”

Yuri memutar bola matanya.

“Kau jangan terlalu sering bergaul dengan Alice. Akhir-akhir ini kau sungguh terdengar seperti dia.”

“Aku kerja dengan dia, ingat? Mengurus The Chart.”

Yuri menghela napas. Ia benci chart itu. Namanya dengan inisial KY sekarang ini sedang berhadapan langsung dengan Shane dan Papi. Banyak wanita yang dihubungkan dengannya, dalam kata lain pernah menjadi “teman seksnya”. Bukan berarti ia memaksa mereka. Ia masih memiliki pesona yang menarik para wanita. Yurisistable.

“Beritahu Al untuk menghapus namaku dari chart itu.”

Max menaruh birnya dan menggelengkan kepala.

“Tidak. Dia tidak akan mendengarkanku. Lagipula itu hanya inisial, Yul.”

“Ya dan kalian mulai memanggilku si ‘playboy’ kota.”

“Kau memang begitu. Apa kau pernah menghitung nama yang berhubungan denganmu? Kau, Shane dan Papi sedang berhadapan.”

“Hentikan. Ngomong-ngomong kenapa kau di sini?”

Max menyesap lagi bir dinginnya. Ia ke sini bukan untuk minum bir. Ia ke sini untuk sesuatu yang lain. Ia telah memasangkan satelit untuk Yuri sehingga Yuri bisa menonton saluran Korea sejak gadis itu memintanya setahun yang lalu. Max lalu mengganti salurannya. Yuri memandangnya dengan aneh.

“Kenapa kau menonton drama Korea?”

“Shh, aku suka drama ini.”

Yuri tidak memedulikannya dan melihat ke TV ingin tahu drama apa yang membuat teman transgendernya ingin sekali menontonnya pagi-pagi sekali.

‘Yoona?’

Max melihat Yuri menjadi sedikit kaku. Senyum kecil terlihat di wajah Max.

“Aku menyukai dia. Dia artis yang berbakat.”

Yuri hanya mengangguk.

“Ya memang.”

Max melanjutkan kata-katanya.

“Aku dengar dia akan syuting adegannya di sini, di LA.”

Mata Yuri terbalalak. Tidak mungkin.

“Apa? Kau yakin?”

“Ya aku melihatnya di berita. Dia bilang dia ingin syuting adegan terakhirnya di LA dan mengunjungi seseorang dari grupnya dulu.”

“Maksudmu Tiffany?”

Max mengangguk. Sejak tadi matanya tertuju pada Yuri, ia mempelajari reaksi gadis berkulit kecokelatan itu. Ketika air muka Yuri memucat, Max tahu ia sudah menekan tombol yang benar.

“K-kurasa itu bagus,”

Yuri meneguk habis birnya dan menaruh kaleng kosong itu di atas meja dengan kepala bersandar di sofa dan mata tertutup. Max menaruh birnya.

“Aku tahu siapa kau Yul. Kau bisa membodohi yang lainnya tapi kau tidak bisa membodohiku. Kau adalah Kwon Yuri dari Girls’ Generation.”

Yuri membuka matanya. Ia melihat senyum kemenangan di wajah Max.

“Kapan…”

“Kapan aku mengetahuinya? Sejak hari pertama aku melihatmu.”

Yuri meringkuk di sofanya berharap ia bisa menghilang dari sini.

“Persisnya aku bukan penggemar kalian tapi aku mendengarkan berbagai jenis musik dan aku menemukan Girls’ Generation beberapa tahun lalu. Kau tidak begitu sulit dikenali Yul.”

“…”

“Aku selalu ingin bertanya tapi aku tidak pernah ingin membuatmu tertekan. Dibutuhkan alasan yang cukup kuat untuk meninggalkan kota kediamanmu dan tinggal sendiri di sini. Jadi aku menutup mulut. Tapi setelah Jessica dan Taeyeon muncul di barmu, aku tidak tahu apakah kau menyadari hal ini tapi kurasa sekarang saatnya kau muncul sekali lagi.”

Yuri menegakkan posturnya dan memandang Max.

“Kau tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan.”

“Kau melarikan diri Yul.”

“Kau tidak mengerti apa yang kau bicarakan jadi hentikan.”

“Benarkah? Karena kelihatannya, kau melarikan diri.”

Yuri merasa kesal. Ia mengambil kaleng bir kosong tadi dan melemparkannya ke sisi kiri Max dan menghantam dinding dengan suara keras. Max bahkan tidak tersentak. Ia sudah menduganya.

“KAU TIDAK BERHAK MENGATAKAN ITU KETIKA KAU SENDIRI MELARIKAN DIRI DAN MENJADI SEPERTI INI!”

“Setidaknya aku tahu apa yang kulakukan. Kau?”

Itu membuat Yuri kehabisan kata-kata. Napasnya memburu dan ia benci ketika orang lain menilai keputusannya. Max terus berbicara.

“Kau masih bisa mengubahnya. Jangan kabur lagi.”

Perhatian tulus Max membuat Yuri lemah. Kapan terakhir kali ia bisa membicarakan masa lalunya dengan teman-temannya di sini? Ia telah melupakan kehidupan idol selama 10 tahun itu ketika ia datang ke LA.

Ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan membicarakan masa lalunya lagi.

“Kau tidak mengerti bagaimana rasanya berdiri di pusat perhatian. Ketenaran yang datang dengan harga mahal. Aku harus berjuang di tahun-tahunku sebagai trainee. Perjuangan selama 7 tahun tanpa mengetahui masa depanku. Kami mendapatkan kritikan sebagai grup tapi aku menerima lebih banyak kritikan sebagai individu. Mereka bilang kulitku terlalu gelap untuk menjadi seorang idol. Mereka bilang aku tidak cocok dengan member yang lain. Warna kulitku membuat mereka jengkel. Aku bekerja keras untuk membuktikan kepada mereka kalau aku bisa. Mereka bilang aku adalah plastik hanya karena wajahku berubah sedikit seiringnya bertambah usia. Apa kau tahu betapa sakitnya melihat ibu dan ayahku membiarkannya begitu saja karena mereka tidak ingin membuatku khawatir? Mereka selalu tersenyum bahagia setiap kali aku pulang ke rumah hanya karena mereka tidak ingin aku merasa tertekan oleh komentar-komentar negatif. Kakakku melakukan apa pun semampunya hanya untuk membuatku tersenyum. Aku bahkan tidak bisa menaikkan sedikit berat badan. Aku dicaci hanya karena aku makan terlalu banyak. Lalu aku dicaci lagi karena aku terlalu kurus. Mereka bilang aku tidak bisa menyanyi dan aku tidak memiliki peran penting di grup. Grup itu dapat bertahan tanpaku. Aku tidak dibutuhkan. Apa kau bahkan mengalami semua itu? Jika kau tidak mengalaminya maka jangan menilaiku.”

Max melihat air mata menuruni pipi Yuri. Tangis yang Yuri tahan sejak lama.

“Aku sama sepertimu Yul. Orang-orang juga menilaiku. Aku tidak ingin menjadi seorang perempuan tapi aku bahkan tidak bisa masuk ke dalam kelompok laki-laki. Ayahku tidak mengakuiku bertahun-tahun yang lalu hanya karena aku tidak mau menuruti kemauannya. Aku mungkin tidak hidup di bawah sorotan tapi aku tahu bagaimana rasanya ketika orang-orang mengatakan kalau kita tidak dibutuhkan. Tidak apa-apa melepaskan semua bebanmu.”

Max berdiri dan memeluk Yuri, membiarkan gadis itu menangis mengeluarkan tangisan yang ditahannya sejak lama. Setelah beberapa saat, Yuri akhirnya merasa tenang dan Max melepaskan pelukannya.

“Sebelumnya aku ingin berhenti tapi aku tidak melakukannya. Aku bertahan demi mimpi member-member yang lain. Mungkin karena itu, beberapa penggemar sudah menduga niatku untuk keluar grup. Mereka semakin yakin ketika aku terus berbicara tentang meninggalkan Korea dan pergi ke Australia. Beberapa penggemar memprediksikan bahwa di tahun 2014, aku akan mengumumkan kepergianku dari grup. Sungguh ironis ketika Jessica lah yang keluar. Ketika dia pergi, aku tahu aku tidak ingin melanjutkannya lagi tapi seperti biasa, aku menahannya. Sunny selalu bilang kalau aku adalah tutup terbesar. Jadi aku menunggu sampai perpanjangan 3 tahun berakhir. Aku tidak memperbarui kontrakku dan segera setelah itu aku terbang ke sini dan tinggal di sini.”

“Kenapa kau tidak pergi ke Australia?”

“Jika aku pergi ke sana, aku cukup yakin semua orang akan menemukanku. Jadi aku datang kemari. Tidak akan ada seorang pun yang bisa memprediksikan kalau aku bersembunyi di LA di mana Tiffany tinggal. Dengan begitu tidak ada seorang pun yang akan mencariku di sini.”

Max berdiri dan mengambil sekaleng bir dari lemari es dan menyerahkannya kepada Yuri. Yuri hanya tersenyum.

“Tapi kau tahu, tidak sepertiku, kau masih mempunyai waktu untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Aku tidak bisa berubah lagi dan aku kehilangan kesempatanku ketika ayahku meninggal. Tapi kau, kau masih bisa. Jangan melarikan diri sepertiku. Kau akan menyesal.”

“Menyesal?”

Max tersenyum sedih.

“Aku tidak menganggapnya serius dan terus memberitahu diriku sendiri kalau aku masih memiliki waktu untuk kembali dan memperbaiki hubungan rusak di antara aku dan ayahku tapi aku terlambat. Kau tidak tahu kapan atau di mana. Jangan menganggap remeh.”

~~~;~~~;~~~

Jessica memain-mainkan jarinya. Ia memandang berkeliling dan masih tidak ada tanda-tanda dari Yuri. Ia datang ke restoran yang tepat. Ia tidak bisa menahan senyumnya ketika Yuri meneleponnya kemarin dan memintanya untuk bertemu di sini. Yuri telah memilih tempat mewah hanya untuk berbicara secara pribadi. Jessica sudah menunggu lama dan ia tidak keberatan jika Yuri ingin menemuinya di mana saja tapi Yuri hanyalah Yuri. Dia mementingkan orang lain di atas kepentingannya sendiri.

“Kau sudah menunggu lama?”

Jessica mengangkat kepala dan melihat Yuri tersenyum padanya. Bukan seulas senyum penuh namun itu saja sudah cukup. Itu menandakan kalau Yuri sudah mulai terbuka dengannya.

“Tidak, aku baru saja datang.”

“Baguslah.”

Yuri duduk dan memanggil pelayan. Ia memesan pesanannya dan menanyakan pesanan Jessica. Pelayan itu pergi setelah dia selesai mencatat pesanannya.

“Terima kasih sudah datang Yul.”

“Seseorang bilang padaku kalau aku tidak seharusnya melarikan diri lagi. Jadi di sinilah aku.”

“Kukira kau akan merasa takut.”

Yuri tersenyum hangat.

“Memang tapi aku tidak bisa meninggalkanmu lagi. Tidak tanpa perpisahan yang sepantasnya.”

“Aku tidak ingin pergi Yul. Kau tahu itu.”

Yuri melihat ekspresi panik Jessica. Ia tersenyum dan menaruh telapak tangannya di atas tangan Jessica meyakinkannya kalau ia juga tahu hal itu.

“Tidak apa-apa. Aku tahu.”

“Lalu kenapa kau menghilang selama bertahun-tahun?”

Yuri menatap mata sedih Jessica yang menatapnya.

“Rasanya sulit untuk tidak pergi Sica. Saat kau pergi, rasanya tidak pernah sama lagi. 8 tidaklah lengkap.”

Ekspresi Jessica menunjukkan rasa bersalah. Yuri menepuk tangannya dan tersenyum.

“Maafkan aku karena menjauh darimu dua malam terakhir ini. Aku tidak siap menghadapi masa laluku lagi.”

“Tapi sekarang kau di sini. Itu yang terpenting.”

Yuri mengangguk. Pelayan tadi kembali dengan pesanan mereka dan membungkuk sekali lagi setelah meninggalkan Jessica dan Yuri sendiri. Pelayan itu tidak mengenali Jessica sejak wajahnya setengah tertutup dengan syal setiap kali dia datang, ditambah lagi Jessica meminta meja private untuk mereka. Dia tetap Jessica Jung, pemilik BLANC & ECLARE.

“Rasanya enak.”

“Kau tidak pernah makan di sini Yul?”

Yul menggelengkan kepala. Jessica tersenyum.

“Sudah lama aku meninggalkan ketenaran Sica. Aku merasa tidak enak kepada temanku jika aku datang ke sini dan jika aku mentraktir mereka, mereka akan bertanya dari mana aku mendapatkan uang. Aku tidak bisa memberitahu mereka kalau aku punya jutaan uang di rekeningku bukan?”

Yuri tersenyum dan itu membuat Jessica tertawa kecil. Yuri masih sama seperti Yuri yang dikenalnya.

“Yuri?”

“Ya?”

“Aku sangat merindukanmu.”

Yuri  menyunggingkan senyum yang tak asing lagi. Senyum yang selalu membuat Jessica jatuh cinta. Ia rindu menghabiskan waktu bersama dengan kkabYul ini.

“Aku juga merindukanmu Sica. Kita punya banyak waktu untuk mengisi kekosongan selama 5 tahun tanpa saling berhubungan sama sekali. Jangan khawatir.”

Jessica balas tersenyum dan menyantap makanannya. Yuri melihat noda saus di bibirnya, dengan polosnya ia mengambil serbet makan dan mengelapnya untuk Jessica. Jessica langsung tersipu sementara Yuri terlalu fokus mengelapnya sehingga ia tidak menyadari hal itu.

“Kau masih makan seperti anak kecil. Sekarang kau seorang perancang busana. Bersikaplah layaknya perancang busana, Sica.”

Jessica melihat Yuri yang terus menggodanya dan ia merasakan perasaan yang sudah tak asing lagi yang ia miliki untuk gadis berkulit kecokelatan ini beberapa tahun lalu. Perasaan ini menandakan bahwa ia tidak pernah melupakan perasaannya.

Yuri melihat Jessica melamun. Ia tersenyum lebar. Ia menjentikkan jarinya di depan wajah Jessica hampir membuatnya berteriak namun Yuri segera menutup mulut Jessica, berhasil membungkam gadis itu.

“Kau masih bisa berteriak sekeras lumba-lumba?”

Wajah Jessica semakin merah tersipu. Ia menampar lengan Yuri membuat gadis berkulit kecokelatan itu mengerang. Ia mengambil sepotong daging dan menyuapkannya dengan kasar ke mulut Yuri. Yuri hampir tersedak namun ia berhasil menyelamatkan dirinya. Ia baru saja akan mengomeli gadis itu namun Jessica telah memelototinya. Ia menelan ludah.

“Y-Yah…berhentilah memelototiku.”

“Rasakan.”

Jessica mengembungkan pipinya. Ia cemberut dan senyum Yuri mengembang.

“Ow, Sica baby ingin Kwon Seobang-nya membujukmu?”

Yuri mengacak-acak rambut Jessica dengan main-main. Jessica menampar lengannya dengan tambah keras. Yuri terlalu sibuk menggoda gadis itu dan tidak memedulikan rasa sakit di lengan malangnya. Mereka makan sambil bersenang-senang dan Jessica merasa bahagia. Dengan godaan dari Yuri di sana sini, mereka akhirnya menghabiskan makanan mereka. Jessica mengeluarkan ponselnya dan mencoba mengambil fotonya bersama Yuri. Namun seperti biasa, lengannya agak pendek. Yuri terkekeh.

“Sini, biar aku bantu.”

Yuri meraih ponselnya dan menggeser kursinya dekat dengan Jessica. Ia mengangkat ponsel itu di depan mereka.

“Katakan Kimchi!”

Jessica tertawa dan Yuri mengambil foto mereka bersama. Ia memandanginya dan memperlihatkannya kepada Jessica.

“Yah! Kenapa kau mengambil fotoku seperti itu?”

Yuri hanya tertawa.

“Jangan menghapusnya oke? Kalau kau menghapusnya aku akan menghilang lagi.”

Senyum Jessica seketika pudar.

“Tidak. Jangan pergi lagi.”

Yuri sadar ia telah salah bicara. Ia menangkup wajah Jessica dan tersenyum hangat.

“Aku tidak akan ada di sini kalau aku ingin pergi lagi.”

“Kau tidak akan pergi lagi?”

Yuri menggelengkan kepala. Jessica merasa lega dan kembali tersenyum. Yuri menyelipkan helaian rambut Jessica ke belakang telinganya. Ia sering melakukan ini dulu sehingga sekarang terasa natural. Di sisi lain, Jessica membeku. Jantungnya berdegup kencang.

“Selesai!”

Yuri menepuk pipinya. Jessica tidak tahu harus berbuat apa, ia menampar lengan Yuri dengan kasar.

“Kalau begini terus, aku mungkin akan kehilangan lenganku Sica.”

“Kau pantas mendapatkannya.”

Jessica tersenyum lebar dan itu membuat hati Yuri berdebar bahagia. Selama gadis di hadapannya bahagia, ia cukup merasa senang.

“Lalu apa yang terjadi padamu dan Taeyeon kemarin malam?”

Senyum Jessica semakin melebar.

“Kami mengobrol dan kami tidak mengambil langkah buru-buru. Aku sangat merindukan member kita.”

“Baguslah. Kau tahu dulu kami tidak punya pilihan kan?”

Jessica mengangguk memberitahu gadis itu kalau sekarang ia sudah memahaminya. Bagaimanapun juga, teman sejati akan selalu ada selamanya, melebihi kata-kata, melebihi jarak dan melewati waktu. Waktu telah menyembuhkan semua luka dan begitu juga dengan lukanya.

“Dan Sica?”

“Maafkan aku juga karena tidak memperjuangkanmu. Jika dulu kami melakukannya…”

“Yul, jika kau melakukannya maka aku adalah orang egois. Aku tidak mengerti dulu tapi sekarang aku mengerti. Jadi aku senang kau tidak memperjuangkanku. Tapi dulu kita bisa saja menyelamatkan bagian drama dan pengkhianatan.”

Yuri tertawa bersama Jessica.

“SM menjadi perusahaan yang menyebalkan setelah kepergianmu. Luhan juga pergi.”

“Aku tahu. Aku selalu membaca berita SNSD & SM.”

“Mereka bahkan memiliki rumor lain tentangku. Kau ingat akun Weibo-ku? Yulyulk1701903?”

Jessica mengangguk.

“Kenapa?”

“Kau mungkin tidak percaya tapi penggemar kita menemukan teori yang hebat. Kau pergi di tanggal 30 September kan? Sebutkan 3 nomor terakhir dari kanan ke kiri.”

Mata Jessica terbelalak.

“30 dan 9? Omo!”

“Ya dan sekarang sebutkan 4 nomor pertama dari kiri ke kanan. 17 Januari bukan? Mereka bilang sesuatu yang besar akan terjadi di tanggal itu.”

“Kau menghilang di tanggal itu!”

Jessica bertepuk tangan penuh semangat. Yuri tersenyum lebar.

“Penggemar kita memang luar biasa bukan? Mereka semua seharusnya bekerja untuk CIA atau mungkin FBI.”

Pernyataan itu membuat Jessica tertawa terbahak-bahak. Harus diakui, SONES memang yang terbaik. Tawa mereka akhirnya mereda. Yuri melihat jam tangannya.

“Sudah larut.”

“Tapi aku ingin menghabiskan waktu denganmu.”

Yuri berpikir sejenak dan tersenyum.

“Bagaimana kalau pergi ke apartemenku? Aku sangat ingin menunjukkan tempat tinggalku padamu.”

Mata Jessica berbinar senang. Ia mengharapkan Yuri membawanya ke rumahnya. Dengan begitu setelah ini ia dapat menemukan Yuri dengan mudah.

“Ayo kita pergi!”

~~~;~~~;~~~

Yoona memijat dahinya. Bahkan sejak ia membintangi film baru ini dan menjadi pemeran utamanya, ia kurang tidur dan lebih banyak bekerja. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk istirahat setelah syutingnya selesai.

“Kopi?”

Yoona melihat Sooyoung duduk dengan dua gelas kopi di tangannya. Yoona mengambilnya dan menaruh naskahnya.

“Jangan terlalu memaksa dirimu Yoong. Aku yakin Seunggi akan mengomeliku nanti.”

“Sebentar lagi unni. Bukannya kau harus pulang?”

“Bagaimana bisa ketika kau, sutradaraku masih di sini meninjau ulang naskah.”

Sooyoung melihat Yoona meminum kopinya.

“Aku harus pastikan naskah ini sempurna unni.”

“Kau tidak perlu melakukannya. Kita hanyalah manusia. Kita cenderung tidak sempurna.”

Yoona menggelengkan kepala.

“Tidak, naskahnya harus sempurna.”

Sooyoung menghela napas. Ia menepuk bahu Yoona.

“Hanya karena kita mantan member SNSD, bukan berarti kita harus sempurna Yoona. Kita tidak akan pernah bisa sempurna. Kau ingat alligator Yoong?”

Itu membuat Yoona tersenyum. Sooyoung benar. Ia tidak akan pernah menjadi orang sempurna yang diharapkan orang-orang tapi untungnya, SONES masih tetap mendukung apa pun yang dilakukannya.

“Sejak SNSD bubar, aku merasakan beban untuk menunjukkan pekerjaan sempurnaku kepada SONES sebagai bentuk terima kasih atas dukungan mereka bertahun-tahun ini.”

Sooyoung mengangguk setuju. Ia merasakan hal yang sama. Pada kenyataannya semua member yang lain merasakan hal yang sama. SNSD boleh saja bubar tapi persahabatan mereka masih tetap bertahan. Bahkan jika hanya tersisa satu orang yang mendukung mereka, Sooyoung merasa itu adalah tanggung jawabnya untuk memberikan yang terbaik.

Ponsel Yoona berdering. Ia melihat nama si penelepon dan menoleh ke arah Sooyoung.

“Sunny unni.”

“Halo?”

“Yoong?”

“Ya ini aku.”

“Kau bersama Sooyoung?”

“Ya Sooyoung unni sedang bersamaku. Kau terdengar beda unni. Apakah semuanya baik-baik saja?”

“Loudspeaker-kan.”

“Oke. Tunggu.”

Yoona meng-loudspeaker-kan ponselnya.

“Kau bisa mendengarku Soo?”

“Ya. Keras dan jelas. Kenapa?”

“Ada yang harus kukatakan pada kalian.”

Sooyoung dan Yoona bertukar pandang sebelum fokus mendengarkan Sunny.

“Oke kami mendengarkanmu.”

Sooyoung mendengar Sunny yang sepertinya menarik napas berat.

“Aku berbohong kepada kalian.”

“Bohong? Bohong semacam apa?”

“Aku pernah berbicara dengan Yuri beberapa kali.”

“APA?!”

~~~;~~~;~~~

*not gonna write it*

#GirlsGeneration8thAnniversary #8YearsWithJessicaJung i love them all.

I LOVE THIS PIC SO F-ING MUCH

The last OT9 pic

 

wow OT9
‏cre: _kimtaeyeons

“But moving on doesn’t mean forgetting.”

MANNN I LOVE JESSICA JUNG!!!!

boiboi~

credit: bluppy @AFF

Advertisements

79 thoughts on “30 September 2020 [Chapter 4]

  1. Max menang banyak, yuri ngalah juga akhirnya..
    Ys moment nya mayan lah, hehe
    JAdi inget komplenan yul, yg kepribadian doi gak sesuai sama dunia showbiz, rada2 nymbung juga nih, eh malam nya galau di ig, hehe alias segitu aja.. di tunggu kejutan lainnya. ^^

    #GirlsGeneration8thAnniversary #8YearsWithJessicaJung

  2. Cieee yulsic sweet yah .haha
    Hmmm cb nyata mereka bersama lg tp ky’a ga mungkin cuma ada di cerita” saja .
    Next dong 😀

  3. yulsic sweet nya gk ilang2 ya walaupn udh brtahun2 brlalu… emg pasangan serasi
    jd seobang gk bkpan ninggalin sicababy ny lgi kn..
    baper… pngen snsd complete

  4. Yul terbaik lah…
    Yoong jngan kecapean nnti sakit dengerin kta sooyoung

    Klo baca ff ini mendadak kngan sma mereka ber-9

  5. Nah yulsic udh mulai pndekatan lgi neh, til ngajak sica keapartemant nya awas di apa2in tuh sica… 😂😂😂😂

  6. Asik yulsic baikan jg, mesra lg pula. Max emg temen yg baik. Akhirnya sunny ngaku jg klo pernah dihubungin sama yul, semoga mreka bisa ktemu semua

  7. Itu yulsic black_ice ke apartemen mo ngapain thor?? NC-yah #cateyes??? Beteweh.. Todaaaayyyy… The first anniv without si jenong… But she’s forever in my mind as SO NYEO SHI DAE’s JESSICA!! Move on bukan berarti menghapus nama Girls Generation dari depan nama Jessica!!Always Girls Generation’s JESSICA!!! #Sekiankhotbahsaya.terimakasih

  8. sedih liat pic2 di atas, yulsic emng couple ter so sweet walopun udh pisah bertahun2 tp romantisnya mereka ga prnh berkurang, yul selalu senang n bahagia ketika sm jessica begitu jg sebaliknya.

  9. Cie cie cieee,,,,
    yaampun jessica klo tangan yuri d pukul mulu nanti tangan nya bisa putus loh yulsic sweeeett bener kekekk,,,, tarraaaa nanti moment yulsic d rumah yuri banyakin yaaaaa ^_~

  10. Bca yg bgni2 jd ngrasa gak prnh rela liat sica keluar;-(,sica?? Ah q gk tw mw ngomong pa,
    yg trbaek ja deh bwt smua member

  11. Aduh cuma author in yg bkin aku BaPer … Smoga sica makin sukses n buat SNSD smngat baut single slanjutnya .. Thor jgan lama” update nya ud g ktahan sma moment YulSic 😀

  12. Thor tnggung jwab krn bkin gw senyum2 n mewek dlm wkt yg brsamaan!!
    Hiks 8thn soshi n tnpe mom jess
    I love jessica jung always n forever

  13. Aisssh senengnya liat moment yulsic mereka manis bgt , suka sm kata2nya max bisa buat yuri sadar .
    makin kecelah nih ff , ngeliat ff ini jd kebayang mereka pasti bakal ky gtu lg nanti . kangen bgt sm ot9

  14. Huaaaaa lagi aniv ya snsd, selamat dah. Mudah mudahan di beri kesehatan dan happy selalu. Wah apakah bakalan ketemu semua thor? Taeng udah di LA, sica malah udah mau main ke apartemennya yuri. Tinggal nunggu tiffany,Sooyoung,Yoona,sunny,hyo,sama seo doang baru dah lengkap.

  15. huwaaa jd mewek bca part ini bnr2 baper,brharap mrk bnrn bs ngumpul br9 lg 🙂
    yulsic dh sweet moment seneng liat kwon seobang n sicababy akur,yul ngajakin sica k apartemennya,mw ngapain niich??
    moga mrk cpt reunian d LA 😉

  16. Meski cuma ff tapi lumayan buat mengobati kerinduan akan yulsic, uh so sweet,
    Jadi baper gara2 ni ff, moga aja mereka bisa kumpul lagi meski bukan sebagai member soshi.
    I Love soshi, love jessica, n love tarra 🙂
    Happy 8th anniversary soshi

  17. ahay yulsic’a udah sweet2 aja ini xD
    ahaha ngakak ih pas bagian yul bilang kalo sone udah mirip kek FBI atau CIA *LOL

  18. akhirnya yulsic bisa kembali lagi….
    semakin penasaran sama jalan cerita selanjutnya…
    dan penasaran kapan mereka ber 9 ketemu & ngumpul…

  19. Ahhh … coba kenyataanya gitu…
    Sedih baca cerita yuri ama max..
    8 bagi yg lain.. tapi di hati tetep 9.. apalagi buat para SONE

  20. foto sica yg lagi pegang sikat gigi ko perasaan sexy bgt ya menurut gw.. aishh gw suka gayanya 😀 haha ..

    ahh, yulsic udah baean.. ayo cepet kumpul ot9 nya..

  21. hahaha TBC ataupun to be continue akhirnya ditiadakaaann…
    tapi tetep yah ada gantinya. hahaha
    yampun yulsic manis aneeett ciihh..
    tlng bilang ke yul tiati ah main main ke rumah duaan doang tar khilaf lagi gara – gara kangen ahahaha
    taeng masih sama tiffany kan ya thor ?
    hahahaha *tetep taeny*

  22. kyaaa,, yulsic momentnya sweet bingitttt!! eciye ciyee kwon seobang akhirnya kembali lagi untuk sicababy,, tapi tetep yee sicababy selalu pake kekerasan(?) terus,, xD
    moment diapartementnya semoga banyak yaa thor,, kalo perlu ada adegan *asdfghjnjjm,, xD

  23. Moga mereka cepat berkumpul kembali
    Dan seperti carita ini . Walau mereka bukan snsd lg tp berharap kenyataan bahwa mereka selalu mengisi dan bersama

  24. oke fiks, setiap baca ini,, dibayangan pengen snsd kaya gini, masih saling menjalin persahabatan..
    ditunggu kelanjutannya sangat sangat hehehe^^
    Happy 8th Anniversary Girls Generation♥♥♥♥♥

  25. APA?!! kok udahan..

    haduh haduh sicababy dibawa ke apartemen kwon seobang. semoga yulsic berbuat nakal di kamar yuri.. ヽ(´▽`)/

  26. Waaaaah, authornya hrs bertanggung jwb neh uda bkin bnyak reader jd ngebet mreka kmpul lgi. Terusin!! Terusin!!

  27. tarra PHP ,,,,gwe bnr” ngarp thn itu bnr” mnjd kenytaan mreka 9 member bisa kumpul bareng lg n debut bareng….
    bogoshipo jessica jung sooyeun..:'(

  28. setiap baca ff yg castnya snsd selalu berharap mereka bisa tetap bersama seperti yg banyak org harapkan, itu moment yulsic nya sweet tinggal nunggu moment sama member lain 🙂

  29. Annyeong, reader baru nih… sorry baru bisa komen di chap ini.. you know lah masalah sekolah, laptop, kuota dll
    Keren.. sampe nyaris mewek nih hiks.. hiks.. hiks..

  30. Woah… YulSic momentnya… Mreka mau ke apartmennya Yul ?? Ngapain ?? :D.
    Tetep ya ngarep nya real,, tpi nggak klo tntang si reptil (lupa tdi mau ngomng tntng makhluk ini).

    *not gonna write it* wkwkwk… Pokoknya Luv u Tarra…

  31. cieeee yulsic udh baikan nih, gitu donk, kn seneng liatnya kl udh mesra2an lg
    yulsic emng gak ada matinya deh kl soal mesra2an hehe
    asyik yulsic skrang mainnya di apartement
    whooaa max emng tmnnya yul yg keren
    nah lho akhirnya sunny mo ngaku jg, wah mkin seru nih

  32. akhirnya mreka bercandaan lg setelah sekian lama yulsic ‘0’ inget ntar di aprtmn jgn nananina mnta lagi kkk

    gue hrap ot9 bertemu lgi meski nggak di atas stage tp ngeliat mreka akur brcandaan kyak dlu lg gue sbgai sowon udah bahagia :”) euh….

  33. yoyo.,, uwah moment YulSic.,, sweet banget.,,
    owh Max kau memang yg terbaik.,,
    oke sekarang Sunkyu Soo dan Yoong mulai heboh tuh.,,,
    Sunkyu yg dihubungi Yul jja kayak gtu.,, apa kabar Taeng yang bertemu Yul.,,
    nexttt.,,

  34. yg ditulis author ttg tekanan yuri sbg entertain kemungkinan memang terjadi menurut gw sh,,
    secara di negeri orang pucat lahirlah seorang ”EKSOTIS”,,,
    mungkin untuk sekarang kwon pabo itu jd yg tersexy karena warna kulitnya sedang digemari dunia, tapi tidak untuk bertahun2 sblmnya,,,
    dan kya y itu jd motivasi bwt yul menggali bakat2 lain selain nyanyi karna klo nggak yul akan jd yg terlupakan

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s