30 September 2020 [Chapter 5]

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

CHAPTER 5: HYOYEON

 

15 Oktober 2014

“Omong kosong.”

Tyler tidak menduga hal itu. Ia mengira ia akan menerima sambutan hangat dari teman dekatnya. Namun yang ada, ia malah mendapatkan umpatan. Geleng-geleng kepala, ia angkat bicara.

“Tidak ada ucapan halo atau pelukan untuk teman, Hyoyeon?”

Hyoyeon memutar bola matanya.

“Teman?”

“Ya, kau adalah teman dekatku.”

“Hentikan Ty.”

Tyler tidak senang dengan reaksi Hyoyeon. Ia menghela napas.

“Kau marah karena apa yang terjadi di antara kau dan Jessica?”

“Aku sangat marah.”

“Hei dengar, kalian semua mengambil suara. Ini bukan salahku.”

“Bukan salahmu? **** Ty.”

“Kau banyak mengumpat Hyo. Aku hanya melakukan apa yang terbaik untuknya. Dia punya mimpi dan salahkah jika dia ingin mewujudkan impiannya?”

“Mimpinya masih terdengar hebat di telingaku sampai kau menaruh ide-ide aneh di kepalanya! Jangan bilang kau tidak ada kaitannya dengan mendorong dia untuk meluncurkannya secara terburu-buru? BLANC seharusnya tidak diluncurkan sampai tahun depan!”

“Aku membantu dia mewujudkan mimpinya!”

“Mewujudkan mimpinya dan menghancurkan mimpi kami? Begitukah? Seharusnya aku mendengarkan Yuri saat dia memberitahuku untuk tidak memperkenalkan kalian berdua. Sial aku salah!”

Mata Tyler terbelalak. Ia merasa muak mendengar umpatan Hyoyeon untuknya.

“Jadi itulah kenapa kau menyuruhnya pergi? Karena kau tidak bisa memiliki apa yang dia miliki? Begitukah Hyo?”

Hyoyeon menatapnya tajam, Tyler melangkah mundur. Dia tahu gadis ini dan dia tahu seberapa bahayanya Hyoyeon ketika dia marah.

“Aku tidak peduli dengan BLANC! Aku tidak peduli dengan mimpinya! Dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan karena 8 pasang tangan akan selalu membantunya! TAPI KAU! Katakan padaku Ty, apa yang akan kau lakukan kalau aku menghancurkan mimpimu dan secara egois mewujudkan mimpiku? Semua orang terus membicarakan tentang kami berdelapan yang mengkhianatinya! Bagaimana dengan dia yang mengkhianati kami karena kau?! Bullshit Tyler. Aku sudah muak berbicara denganmu.”

Tyler meraih lengan Hyoyeon berusaha mencegahnya pergi. Bagaimanapun juga, Hyoyeon jauh-jauh datang dari Seoul ke Hong Kong hanya untuk menemuinya. Hal terakhir yang ia inginkan adalah kehilangan seorang teman.

“Hei. Maafkan aku.”

Hyoyeon menarik lengannya dengan kasar.

“Permintaan maafmu tidak akan mengubah apa pun. Simpan saja.”

“Kau tidak mengerti Hyo. Sekarang atau nanti, BLANC akan tetap diluncurkan. Kau tidak bisa mencegahnya. Dia menangis habis-habisan karena kau mengusirnya. Bisakah kalian menyelesaikannya?”

“Kami sudah mencobanya oke?! Kami masih punya waktu jika dia meluncurkan brandnya tahun depan! Kami bisa saja mendapatkan ide! Kenapa juga kami menandatangani kontrak baru kalau kami ingin mendepaknya?! Kami ingin mempertahankan grup dan mewujudkan impiannya! Kami sudah merencanakan semuanya! Tahun depan kami akan memiliki banyak aktifitas individu dan Sica bisa menggunakan waktunya untuk mengembangkan BLANC! Sponsor untuk grup tidak akan lagi jadi masalah karena itu tertulis di kontrak terakhir! Aku bisa berkorban untuk itu! Tapi tidak! Kau mendorong dia untuk meluncurkan brandnya lebih awal.”

“A-Apa?”

“BLANC sudah menyebabkan banyak kesulitan untuk kontrak sponsor grup. Kami semua bisa dituntut karenanya. Siapa yang akan membayarnya? Kau satu-satunya pemegang saham di BLANC! Jadi jangan berikan aku omong kosong tentang kerugian sebesar 40 juta yang mungkin dihadapi Sica jika dia telat meluncurkannya!”

Hyoyeon sudah merasa muak dengan alasan-alasannya. Ia sudah muak dengan penjelasnnya. Ia sudah muak menghadapi dunia yang penuh kebencian yang telah melukai dirinya dan member yang lain.

“Kau bilang dia menangis sendirian? Bagaimana dengan air mata yang disembunyikan Taeyeon demi 7 member yang lain? Bagaimana dengan Taeyeon yang berpura-pura kuat dan tersenyum ketika dia sama terlukanya seperti Sica? Bagaimana dengan air mata Tiffany yang menetes setiap malam hanya karena dia tidak bisa menyelamatkan grup kami lagi? Bagaimana dengan air mata Seohyun yang menetes di Shenzen dan malam berikutnya? Bagaimana dengan Sooyoung yang harus menahan air matanya ketika semua orang di berita menanyakan hal itu padanya dan dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya? Kau sudah baca Instagram-ku? Orang-orang terus mengatakan kenapa kami masih bisa tersenyum dan update seolah-olah Jessica tidak pernah pergi? Yoona bahkan tidak bisa menghadapi fans lagi dan tidak teringat akan Sica. Sunny harus menghadapi fans dan memasang senyum palsu hanya untuk memberitahu mereka kalau dia baik-baik saja. Lalu Yuri. Dia selalu mendukung apa pun yang dilakukan Sica. Tapi di mana dia ketika Yuri sedang hancur? Kami memang memiliki satu sama lain tapi setidaknya Sica bisa bersembunyi dan tidak perlu menghadapi fans dan orang banyak untuk sementara. Tapi kita tidak bisa.”

Ia berbalik dan berjalan menuju pintu meninggalkan Tyler Kwon tanpa kata yang melihat temannya pergi. Hyoyeon memegang gagang pintu.

Salahkah jika kami ingin bahagia walau hanya sebentar? Aku tidak tahu bagian mana yang paling aku sesali. Pendepakan Sica atau saat-saat ketika aku mengenalkanmu padanya.”

~~~;~~~;~~~

Yuri terbangun merasa sedikit lelah. Sinar mentari menerpa matanya membuat pandangannya agak buram. Ia mencoba menggerakkan lengan kanannya namun ia tidak bisa. Ia menoleh ke samping kananya dan melihat Jessica yang menggunakan lengannya sebagai bantal dan tertidur nyenyak. Ia tidak bisa menahan senyumnya. Mereka mengobrol panjang lebar tadi malam. Yuri merasa sangat lelah dan kurang tidur namun itu semua terbayar hanya dengan berbicara pada Jessica.

“Kau masih si tukang tidur huh?”

Yuri terus mengamati gadis itu. Harus ia akui, waktu tidak merampas kecantikan wajah itu.

“Aku juga merindukanmu.”

Perlahan Yuri menyondongkan tubuhnya ke depan dan mengecup kening gadis tidur itu. Tidak berlama-lama, ia segera menarik diri. Entah bagaimana, ia masih mengingat apa yang pernah terjadi sebelumnya.

FLASHBACK

“Apa ini Yuri?”

Mister Kim menaruh selembar foto Yuri dan Jessica saat berada di sebuah bar gay. Ia menelan ludah.

“B-bagaimana bisa?”

“Aku tahu Yuri. Mata-mataku ada di mana-mana. Kau beruntung tidak ada paparazzi yang bersembunyi di sana.”

Yuri mengambil foto itu. Wajahnya terlihat dengan sangat jelas namun wajah Jessica sedikit buram. Ia merasa lega. Hal terakhir yang ia inginkan adalah menarik Jessica ke dalam masalah ini.

“Maafkan saya. Saya berjanji akan lebih berhati-hati.”

“Ya sebaiknya begitu tapi aku ingin kau melakukan sesuatu juga.”

Yuri mengangkat kepala saat ia melihat Mister Kim duduk di kursinya.

“Jangan dekat-dekat dengan Jessica lagi. Grupmu dalam bahaya jika foto seperti ini tersebar. Bisakah kau melakukannya?”

Wajah-wajah member yang lain melintas di pikirannya. Yuri tidak tega menghancurkan grupnya. Ia tidak akan mengingkari janji mereka. Perlahan, ia mengangguk.

“Bagus.”

END OF FLASHBACK

Yuri menghela napas. Ia benar-benar berusaha sekeras mungkin untuk menghindari interaksi apa pun dengan Jessica di hadapan kamera namun terkadang ia masih tertangkap sedang mendekati Jessica dan pihak management akan memanggilnya untuk mengingatkan tentang kesepakatan mereka.

“Pada akhirnya, aku tetap kehilanganmu.”

Yuri perlahan menarik lengannya dan memastikan Jessica masih tertidur. Ia berdiri dan meninggalkan kamarnya. Ia harus tetap menyembunyikan perasaannya dan mengamati Jessica tertidur bukanlah cara yang baik. Yuri pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Ia melepaskan pakaiannya dan berdiri di depan cermin kecil. Hanya tubuh bagian atasnya, dari tulang selangka hingga wajahnya saja yang terlihat.

FLASHBACK

“Jadi kita akan membuat video Divine dengan hanya menunjukkan bagian dari bahu ke atas?”

Direktur itu mengangguk kepada Yuri dan Taeyeon. Seohyun mencoba memprotes.

“Tapi oppa, bahu kiriku ada tahi lalatnya! Sekarang semua orang akan melihatnya.”

Sunny menertawakan maknae yang merengek-rengek. Seohyun cemberut.

“Ju Hyun, cepat atau lambat orang-orang akan menyadarinya. Tidak perlu disembunyikan lagi.”

Taeyeon dan Yuri tidak bisa menahan tawa mereka. Jessica memasuki set dengan outfitnya. Ia berjalan melewati Taeyeon dan berhenti di samping Yuri. Taeyeon mengamati bokong Jessica, Yuri menepuk punggung Taeyeon membuatnya hampir tersedak oleh napasnya sendiri jika itu benar-benar bisa terjadi.

“Yah, apa-apaan itu?!”

“Byuntae. Berhentilah memandangi bokong orang. Kau terlihat menyeramkan.”

“Yah tidak salah kan mengagumi kecantikan seseorang dari belakang?”

Taeyeon tersenyum dengan kekanak-kanakkan sementara Yuri memutar bola matanya. Tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan orang mesum ini.

“Oh dan Jessica?”

“Ya oppa?”

“Saat tiba giliranmu shot close up, pastikan kau menangis oke? Itu cocok dengan liriknya.”

Jessica hanya mengangguk. Di sisi lain, Yuri bergurau.

“Oww, grup kita memiliki orang cengeng.”

Dan pernyataan itu menghasilkan tamparan keras di punggungnya.

END OF FLASHBACK

Ia geleng-geleng kepala. Akhir-akhir ini ia kerap mengingat kenangan-kenangan masa lalunya dan member SNSD yang lain.

Yuri akhrinya selesai mandi. Ia menggunakan handuknya untuk mengeringkan rambutnya. Dering dari bel pintunya mengagetkannya. Mengingat bahwa Jessica masih tertidur, Yuri segera pergi ke pintu, membukanya bahkan tanpa bertanya siapa di baliknya.

“Yul!”

“Helena?”

Helena melompat ke dalam pelukannya menyebabkan Yuri terdorong ke belakang karena berat tambahan dari gadis itu.

“Aku merindukanmu!”

“Kukira kau akan kembali minggu depan?”

“Aku tidak bisa fokus dengan kerjaanku karena aku selalu memikirkanmu. Lagipula daddy tidak keberatan jika aku pulang lebih awal.”

Yuri menarik Helena yang memeluknya seperti Koala dan duduk di sofa.

“Itu menjelaskan kenapa kau ada di sini pagi-pagi sekali.”

Helena menarik diri dan menangkup wajah Yuri. Ia mencondongkan tubuh ke depan namun Yuri bergerak cepat. Ia menutup mulut Helena dengan telapak tangannya. Helena menarik tangan Yuri dan terlihat sedikit kesal.

“Kau tidak merindukanku?”

Yuri panik.

“Aku belum…gosok gigi.”

Raut muka Helena memberitahu Yuri bahwa dia tidak mempercainya.

“Sungguh. Kau tahu kalau aku tidak suka mencium orang ketika napasku bau.”

“Aku bukan orang lain. Aku gadismu.”

“Tidak, kau bukan gadisku. Kukira aku sudah memperjelasnya?”

Helena mendorong Yuri hingga berbaring di sofanya.

“Apa salahnya punya pacar, Yul? Kau tidak pernah berkencan dengan siapa pun selain Dana.”

“Karena aku tidak mengencani teman.”

“Kenapa?”

Helena kembali mendekat namun Yuri perlahan mendorongnya. Ia tersenyum muram.

“Begitulah. Jangan tanya.”

Helena membelai lekukan wajah Yuri. Yuri hanya mengamatinya.

“Atau kau pernah mengalami putus yang tidak baik sebelumnya?”

“Tidak.”

“Kalau begitu buktikan.”

Tantangan Helena tidak bisa diabaikan. Yuri tahu Helena. Jika ia tidak menciumnya sekarang, rumor-rumor tentangnya akan tersebar. Ia mempunyai alasan kenapa ia tidak pernah mengencani teman-temannya di sini. Masa lalu yang kelam. Yuri menghela napas dan membiarkan Helena mendekat. Helena bukanlah pencium yang lembut. Yuri meresponnya dengan penuh gairah dan entah bagaimana posisi mereka berubah. Helena kini terjebak di bawahnya dan mulut mereka masih berciuman.

Suara keras dari vas bunga yang jatuh bergema di dalam apartemen berhasil menghentikan Yuri.

Ia mengangkat kepala dan melihat seseorang yang ia harapkan tidak melihat dirinya saat ini.

~~~;~~~;~~~

Jessica bergeser sedikit. Namun matanya masih terpejam. Dia bukan orang yang suka bangun pagi. Ia mengerang kecil dan menaruh tangannya di samping badannya namun ketika tangannya bersentuhan dengan seperai, Jessica perlahan membuka matanya. Yuri tidak ada di sana.

“Yul?”

Jessica menguap dan bangkit dari tempat tidur. Ia melihat dirinya sendiri dan menghela napas. Ia tidur dengan make-up masih menempel di wajahnya dan ia memakai pakaian kemarin malam.

“Aku harus mandi.”

Jessica memandang berkeliling dan turun dari tempat tidur. Ia yakin Yuri bilang padanya kalau dia tidak akan melakukan apa-apa di pagi hari. Jessica menduga Yuri mungkin sedang berada di ruang duduk atau sedang makan sarapan di dapur. Ia tersenyum. Kemarin malam membuatnya bahagia. Mereka mengobrol dan menyelesaikan kesalahpahaman mereka namun dia adalah Yuri dan alasan kenapa dia adalah sahabatnya karena Yuri tidak akan pernah bisa marah padanya.

Karena Yuri akan selalu memaafkannya tidak peduli apa pun yang terjadi dan Jessica merasa bersyukur karenanya.

Jessica menyisir rambutnya sedikit khawatir ia bisa saja membuat Yuri ketakutan dengan penampilannya, ia keluar dari kamar tidur. Namun kemudian ia menyesali saat-saat ia keluar dari sana. Ia tidak tahu mengapa tapi ia merasakan hatinya hancur. Yuri tengah mencium seseorang. Jessica menutup mulut dengan telapak tangannya dan matanya berkaca-kaca. Ia tidak tahu mengapa pemandangan itu sangat menyakitkan baginya. Ia tersandung ke belakang dan menyenggol vas bunga. Suara vas pecah itu menghentikan kedua gadis yang sedang berciuman. Jessica tidak tahu mengapa saat mata hangat Yuri melihat ke arahnya, rasa sakit yang ia rasakan beberapa tahun lalu kini terasa lagi. Bahkan lebih parah.

“Sica?”

Yuri mendorong Helena namun mengetahui gadis itu, dia terus menahan Yuri dan menatap orang asing di rumah Yuri. Yuri melihat air mata di pipi Jessica.

‘Kenapa kau menangis?’

Jessica melihat tasnya dan mengambilnya. Ia berjalan cepat menuju pintu depan dan pergi meninggalkan apartemen Yuri. Yuri kembali mendorong Helena dan meninggalkannya di sofa. Ia harus mengejar Jessica. Helena meraih lengannya.

“Kau mau pergi ke mana dan siapa dia?”

Yuri kehilangan kesabarannya. Ia sudah muak dengan orang-orang yang ikut campur dengan kehidupannya. Ia muak dengan pertanyaan ‘kenapa’.

“Kau ingin tahu kenapa aku tidak pernah berkencan dengan temanku sebelumnya? Karena gadis itu adalah temanku dan aku mencintainya bahkan setelah berulang-ulang kali dia mematahkan hatiku. Jadi tidak, aku tidak mengencani teman.”

Yuri menyentakkan lengannya dan meninggalkan Helena. Ia melihat Jessica berjalan menuju lift. Sebelum pintu tertutup, dengan berani Yuri menghentikannya menggunakan tangannya dan menyelinap masuk. Jessica memukulnya dengan tas tangannya namun Yuri tidak peduli lagi.

“Kenapa kau bersikap seperti ini?”

“Aku? Kenapa kau bersikap seperti ini?! Sejak kapan kau menjadi seperti itu?!”

Yuri terlihat kebingungan. Jessica melanjutkan kata-katanya.

“Lesbian Yuri? Sungguh? Itulah kenapa kau melarikan diri? Karena kau seorang lesbian?!”

Yuri menatap Jessica tak menyangka. Ia menggertakkan gigi dan meninju tombol darurat. Yuri tahu kebanyakan orang di gedung ini sudah berangkat kerja. Mata Jessica terbelalak.

“Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!”

Dengan kasar Yuri meraih lengan Jessica dan mendorongnya ke dinding lift.

“Lalu kenapa kau pergi, Sica?”

“…”

“Kau menangis. Kenapa?”

Jessica bahkan tidak bisa menjawabnya. Ia ingin menjawab namun mulutnya menolak. Yuri mencondongkan tubuhnya ke depan. Jessica berhenti meronta-ronta ketika ia merasakan napas Yuri menerpa wajahnya. Mata cokelat Yuri hangat menatapnya.

“Aku mencintaimu Sica. Dulu, sekarang dan selamanya.”

“A-apa…?”

“Aku tahu kau tidak akan pernah menerimaku. Tapi selama kau bahagia, aku tidak keberatan hanya menjadi orang yang berada di dekatmu. Aku merahasiakan hal ini dari semua orang. Hanya Taeyeon, Tiffany, dan Ju Hyun yang mengetahuinya. Karena setelah ini kau mungkin akan membenciku, kurasa memberitahumu apa yang kurasakan untukmu terdengar benar untuk dilakukan.”

Yuri kembali tersenyum. Jessica tidak menginginkannya. Bagaimana mungkin ia tidak bisa meramalkan semua ini?

Yuri semakin mendekat sementara Jessica memejamkan matanya tetapi kemudian ia merasakan Yuri mencium keningnya. Membuka matanya, Jessica melihat Yuri melangkah mundur.

“Tyler lebih pantas memilikimu. Membongkar rahasia ini cukup mengangkat beban yang kubawa selama ini. Aku hanya ingin kau mengetahuinya hingga tidak peduli apa pun yang terjadi, aku akan tetap mendukungmu. Ditambah lagi Taeyeon pernah bilang padaku bahwa jika kita mencintai seseorang, kita harus belajar merelakannya pergi. Aku merelakanmu pergi Sica. Terima kasih atas saat-saat berharga yang pernah kita lalui bersama. Aku mengerti jika kau tidak ingin menemuiku lagi.”

“Itulah sebabnya kau terus menghindariku ketika kita masih aktif dulu? Jangan menyuruhku pergi lagi. Aku tidak bisa kehilanganmu.”

Yuri menahan air matanya. Ia tidak boleh terlihat lemah sekarang.

“Aku akan selalu bersamamu Sica. Selalu.”

Yuri berbalik dan perlahan menarik Jessica darinya.

“Kita selalu satu, ingat?”

Jessica tidak bisa menahannya. Air matanya mengalir tanpa henti. Ia menangkup wajah Yuri dan menarik gadis berkulit kecokelatan itu ke arahnya. Mata Yuri terbelalak ketika bibir mereka bertemu.

“S-Sica?”

“Aku juga mencintaimu.”

Di sela-sela ciuman mereka, Yuri tersenyum lebar.

~~~;~~~;~~~

“Fany?”

Gadis riang itu memeluk sahabatnya. Taeyeon sedikit kaget melihat Tiffany berdiri di depan kamar hotelnya. Tiffany memeluknya dan Taeyeon membawanya masuk.

“Aku merindukanmu Tae.”

“Aku juga merindukanmu mushroom.”

Taeyeon tersenyum lebar dan mencubit pipi Tiffany dengan main-main. Tiffany merengek dan mendorong Taeyeon.

“Kukira kau sedang di Jepang?”

“Memang tapi aku berpikir untuk pulang ke rumah dan karena kau ada di kota aku harus mengunjungimu juga. Sudah kubilang tinggal di rumahku.”

Taeyeon menggaruk kepalanya. Ia tertawa canggung melupakan kesapakatannya dengan Tiffany.

“Aku lupa.”

“Aish, kau semakin tua Tae.”

Taeyeon hanya tertawa. Ia tiba-tiba mengingat sesuatu.

“Ada yang ingin aku katakan padamu.”

Ekspresi tak sabar di wajah Taeyeon menggugah keingintahuan Tiffany. Taeyeon menarik napas dalam-dalam.

“Aku menemukan Yuri.”

~~~;~~~;~~~

boiboi~

credit: bluppy @AFF

Advertisements

81 thoughts on “30 September 2020 [Chapter 5]

  1. Si yulsic udh slng tau prasaan stu sma lainnya. Gmna klanjutannya thor gw gk sbr liat mrka lbih rmntis
    Soshi kpan gmpul brg lagii ??
    Kpengen ini jdi crita sbnrnya

  2. woww,, yul udah menyatakan cintanya?? njess juga ‘cinta’ ama yul,, YulSic bersatu!! YulSic bersatu!! *bingung mau komen apa xD* #LoL

    tapi pas scene Hyo ama si TK agak membuat rada2 esmosi sihh,, –”

    Lanjut TaeNy thor!! xD *ehh

  3. Oh jadi hyo yang ngenalin sica je tyler hehehe, gue kira Thor sica sama yuri emang udah biasa gitu saling duka ga cuma nganggep sahabat, ternyata eh ternyata selama ini mereka nganggepnya sahabat toh. Wah baru pada sadar nya lama amat ya. Yuri batu ngakui kalo dia suka sama sica,sica juga. Tapi Thor kenapa di potong deh adegannya yang pemberitahuan ke member yang lainnya. Kemaren sunny yang ngasih tau ke yoong sama soo di potong dan ga di tampil in di Chap ini eh sekarang giliran fany.

  4. Weeww adegan liftnya rada degdegan gituu , berisik gimana gitu mereka ber2 doang di lift …
    Tapi pas yuri ngomong kwonTY lebih baik ada nyess gimana gituu … dan jadiii itu pertengkaran hyoyeon sama kwon ty bener adanya kayanya coba drdulu hyoyeon gak ngenalin mereka gak gini jadinyaaa

  5. yah..yah..yah bisakh kta depak helena jauh2 dr seobang nya sicababy…
    yeee… yulsic bneran official kn
    campakin aja si es teler tuh
    tyler aja takut sma hyo klau lg ngamuk apa lg member lain..

  6. yeay yulsic nrver dies,,,,, pgn cpt cpt snsd bertemu lg,,, berkumpul bersama ky dulu,tp ttp hny di crt ini…lnjut

  7. Akhirnya yulsic anu2an,gmn kisah yulsic slnjutnya setelah saling tau perasaan masing2, gk sbar bca chap berikutnya

  8. ga peduli sama tyler bodo amad sm tuh org ,.yg gw peduliin yulsic sm member soshi . yulsic akhirnya bersatu n saling cinta . gw kira sica bakal salah paham lama gitu , pake ada acara kissnya lagi wooww , gw sukaaaaa bgt sm nih ff . lanjutkaaan .

  9. Ni moment yulsic drama bgt tp q ska dkarang tinggal nunggu mereka ktemu smua
    Ah cepet updte chap lanjutanya thor

  10. Ff ini bener membuat saya mengiringinya sebuah keajaiban..
    Yulsic udah mulai cie cie….
    Udahan kak. Blom tau saya reaksi fany… Udah tbc aja. Eh bukan bahkan bukan tbc.. tiba2 menghilang aja.. huhuhu
    Kakak tarra…. saya tunggu kelanjutannya.

  11. #ikutpelukandenganyulsic thor… Dikit amat… I miss them (yulsic maksud_nya)!!! 8 member somplak shidae.. Q bisa ngeliat mereka di fp,tp neg blackice… No moment -_-

  12. Yulsic udh sling tau perasaan msing” semoga mkin romantis hahaaha
    Kyaaa hyo tmen tyler??? Huft klo iya hyo slah mengenalkn sica sma tyler..
    Kpan GG kmpul lgi thor ga sbar nich

  13. wah akhirnya …..yulsic bersatu yeyy…
    gmn nanti reaksi fanny stelah tau taeng udah brtemu yuri di tambah sama sica lgi…smga mreka cepet ngumpul lgi seperti dulu…ah jd g sabar… keren thor di tunggu next chapnya..

  14. part ini menguras air mata, paling sesih waktu hyo ngeluarin semuanya ke tyler. o lega nya ternyata sica jg nge bales cinta nya yul. tinggal nunggu semua member kumpul aja nih

  15. aaa njess nyosor ih ahaha ah yul dbikin klepek2 tuh pasti’a karna ulah njess yg ‘tiba-tiba’ 😂
    gimana ya reaksi patini pas dkasih tau tae kalo dia udah ktemu yul? perdebatan hyo sama si TK manteplah…brasa digampar x ya si TK 😒

  16. Huaaaa akhirnyaaaaaa …. Akhirnyaaaa yulsic bersatuuuuu bener2 satu hahaha
    Ciyeeee kwon seobang ciyeee hahahaha
    Seneng ih, gemez. Hahaha
    Ini taeny mrk sahabatan doang thor ? Ga jadian juga sekalian macem yulsic ?

  17. Yess yulsic bersatuuuu ayey.. 😃
    Tiffany reaksinya gmna ya ngedenger taeyeon ketemu yuriii.. wahh mkin seru ni next thor jgn lama-lama ya..😊 banyakin moment sweet yulsic nya ya

  18. wiiih yul dh ngungkapin prasaannya k sica,sempet worry tp akhirnya lega trnyta cinta yul g brtepuk sblh tangan,yulsic bersatu mga mkin romantis 😉
    ikutan emosi pas hyo ktemu si tyler bnr2 biang kerok tuhh TK
    dtnggu next chapny thor 🙂

  19. Ane BaPer sumpah.. Au jamin kalo in fanfic jd nyata para Royal Shipper pasti langsung tumpengan soalnya au jg Royal Shipper wkwkwww :D. Moga” in fanfic jd nyata ..amien au tunggu chap slanjutnya thor 😀

  20. Ah seobang mah.. kalau menyatakan perasaan tuh romantis dikit lah. tp gk apa-apalah daripada gk sm sekali..
    Ngomong-ngomong, itu YulSic kisseu di lift kan.. bukannya di lift ada CCTV, kalo ada yang liat gimana tuh wkwkwk…

  21. Kyaaaaaaa,,, yulsic saling mencintai seneng nya,,,,,,
    padahal tadi gw udah sedih aja terbawa suasana tp sica juga cinta
    ama yuriiiii ^^

  22. Thor ko judulnya tetep 30 September ? :V ff nya baguss, tyler dikenalin ke jessica sama hyo? Weyy yul serasa jadi buronan daahh cepet buat chap selanjutnya yaa

  23. hoh… disini hyo nyesel ngenalin TK ke sica… aku juga huweee…

    btw btw… huh. yuri keren bgt ya, walau hatinya sakit tpi mikirin sica… dan syukurlah terbalas juga. wkwkwkwk..

  24. Dasar reptil ty emang bikin emosi tuh orang,
    Yulsic udah saling ungkapin perasaan, cie cie 🙂
    Gak sabar nunggu member soshi ketemu 🙂 🙂

  25. Wuahhh.. ada salah paham antara yulsic.. tapi akihrnya nyatu juga..
    Jadi si Tylor termasuk slah satu penyebabnya juga?..
    Mungkin klo hyo dulu ga ngenalin sica ama tylor ga bakal kejadian kaya gini..
    Taeny punya hubungan specialkah d sini..?

  26. Yulsic brsatu, tapi gmna kebelakangnya ntar?
    Trus gmana tuh dg yoong dan soo soal sunny yg blang prnah ngobrol dg yul,.
    Trus gmana dg tiphany?,
    Trus gmna hubungan mereka slanjutnya?,.
    Lnjut thor dah gk sabar nih ^^

  27. awal nya bikin panas deh ttg hyo sama tyler nya, tp tengah cerita dibikin romantic gitu, ending di bikin penasaran lg kwakkwa. good job tarra wkwkk
    penasaran aku sama hubungan yulsic ke dpn, pasti ssh tuh nyembunyiin nya

  28. Iye jadi emosi baca scene Hyo ma TK… Tali kutang x ya PLAAAAAKK
    hahahahaa
    Yeah Yulsic Yulsic Yulsic Yulsic ^_^ akhirnya

    Lanjutkan!!! Tara belajarnya… Hahahahaha

  29. Huaa ceritanya keren thor ..apalagi pas bagian hyo teriak(?) jadi ikutan marah ..
    Mian baru komen sekrang ..cos kemaren2 tiap baca ffmu suka kabuur

  30. Huaa ceritanya keren thor ..apalagi pas bagian hyo teriak(?) jadi ikutan marah ..
    Mian baru komen sekrang ..cos kemaren2 tiap baca ffmu suka kabuur hehehe…
    Jadi malu sendir pas bagian di lift .hehehe

  31. sialaaann koment gw pertama gk bisa masukk…
    menurut gw yg paling seru tuhh pas scenenyaa hyo ma tyler.. bnr yg d blg hyo.. gw salut ma kata2nyaa..
    yulsic akhir jadian jg, walaupun hrs ada tragedi di pagi harii….

  32. Akhirnya yulsic mengungkapkan perasaan masing2,walaupun tdi ku berpikir sica menolak,eh akhirnya sica jga mencintai yuri..
    N apa reaksi fany,waktu tae blang ketemukan yuri…
    Semoga happy ending,n ingin lihat uri member kumpul2 lagi.mga2 kenyataan nie klu kumpul2nya di dunia kenyataan,,
    Ditunggu kelanjutannya..
    N gomawo..
    >̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡ ☺k

  33. aku mencintaimu sica, , ,aku juga mencintaimu yul…kyaaaa!!!!! sweet bnget akhirnya beban yg dibwa slama ini terjawab jg..chukae yulsic…:-)
    ciee..taeny yg lg lepas rindu….gwe jg mw dungg..haha

  34. yeeeeyyy akhirnya yul mngakui prasaannya ke sica dn syukurlh kl trnyata sica jg mencintai yuri
    adegan hyo sm teler bikn esmosi, mnta di cincang tuh si teler
    emng udh salah tuh hyo ngenalin sica ke teler, tp yg penting yulsic udh sama2lg
    haduh taeng hobi kok ngeliat pantat orang ckck
    nah lho gmn tuh reaksi panny
    thor jgn klmaan updatenya

  35. Uhhhh baverrrr eyy baverrr pas bca d bagian yulsic di lift. 😭😭😭😭

    Uhhh kira” reaksi Mitoung gmn ya???

  36. Bener bener dah ngelatih nahan emosi kalo baca karya lo thor.
    Di part awal dibikin emosi gegara si bakteri TK. Ditengah bikin tegang pas sica liat sobangnya lagi main *eh, tapi di ahir berhasil bikin gue senyum senyum sendiri kek orang sarap kekee
    Author Jjang~

  37. aduh gaes.,, pagi2 Yul udah dpt ciuman jja tuh.,
    itu cinta Yul gk bertepuk sebelah tangan kan.,,
    Hyo keren banget dah.,, gk salah dpt julukan ‘ibu’ di SNSD.,,
    sempet berkaca-kace deh wktu bca bagian Hyo sama Ty.,,
    widihh., TaeNy temu kangen tuh.,,
    oke next.,,

  38. nyes. nyes. dag dig dug…. doguen. doguen.. baca scene di dalam lift, fiuh… akhirnya yulsic saling mengungkapkan persaan nya. bahagia nya yuri perasaanya terbalas juga.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s