30 September 2020 [Chapter 6]

ganti jadwal update 😛

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 6: Happy Birthday Kwon Yuri

 

5 Desember 2014.

“Selamat ulang tahun Kwon Yuri.”

Yuri memandangi kue ulang tahunnya yang ia beli tadi. Ia sudah menyalakan lilinnya dan hanya menatapnya sedari tadi. Tak pernah dalam sepanjang hidupnya ia mengira jika dirinya akan merayakan ulang tahunnya seorang diri. Rasa takut akan sendirian di malam hari ulang tahunnya akhirnya menjadi kenyataan.

‘Buatlah permohonan.’

Yuri terkekeh saat mendengar suara Jessica yang bergema di dalam kepalanya. Sudah 2 bulan sejak kepergian Jessica. Sudah 2 bulan juga sejak SNSD melakukan aktivitas dengan 8 member dan malam ini ia seorang diri, merayakan ulang tahun untuk dirinya sendiri.

“Aku berharap kita semua bersatu kembali.”

Yuri meniup lilinnya. Ia lalu mengambil pisau kue dan memotong kuenya. Ia menaruh potongan itu di piring. Yuri mengambil garpu dan memakannya. Entah mengapa kue itu terasa pahit di lidahnya. Mungkin merayakan ulang tahun sendirian bukanlah ide yang baik.

Suara ‘beep’ terdengar dari ponselnya. Yuri mengambil ponsel itu dan melihat SMS masuk.

Taeyeon : Happy birthday, 26 year old baby.

Yuri tersenyum sedih. Ia baru saja hendak membalasnya ketika pesan yang lain masuk, Yuri membacanya.

Sunny: Yuriku tersayang! Selamat ulang tahun~ Semoga harapanmu menjadi kenyataan!

Apa yang dia pikirkan hingga merayakan ulang tahunnya sendirian? Tapi semua member sedang sibuk dan ia tidak ingin mereka merayakan ulang tahunnya terutama tanpa Jessica. SONES benar. Bagaimana mungkin mereka bisa bahagia sementara Jessica tidak ada di sini lagi? Ia sudah membaca setiap komentar di akun Instagramnya. Semua orang terlihat marah padanya. Menanyakan keberadaan Jessica padanya dan memarahinya karena membiarkan Jessica pergi. Beberapa orang bahkan menulis komentar kasar karena mereka telah menendang Jessica keluar.

Yoona menyuruhnya untuk tidak membaca semua komentar-komentar itu tapi ia tidak bisa menahannya. Setelah ia membacanya, ia menyesal tidak mendengarkan nasihat Yoona. Mengapa orang-orang tidak mengerti jika mereka tidak punya pilihan. Siapa yang ingin menghancurkan grup yang telah mereka bangun dengan air mata dan keringat mereka sendiri? Siapa yang ingin melihat grup mereka sendiri gagal? Siapa yang ingin memutuskan ikatan persahabatan yang tak terpisahkan?

“Kurasa aku juga salah.”

Yuri memutuskan untuk tidak membalas kedua pesan itu. Bagaimanapun juga, besok mereka akan pergi ke Jepang untuk melakukan gladi resik konser Tokyo Dome mereka. Ia tidak ingin mengganggu waktu mereka bersama keluarga mereka sebelum mulai kembali bekerja.

Suara nyaring dari bel pintunya menghentikan Yuri dari kesedihannya. Seseorang berada di depan pintunya. Ia berdiri dan pergi ke pintunya. Membuka pintu tersebut, Yuri tidak melihat siapa-siapa keciali sebuah kotak putih. Ia memandang berkeliling tapi tidak ada seorang pun di sana. Yuri mengambil kotak itu dan masuk ke dalam, mengunci pintu di belakangnya.

“Apa ini?”

Ia menaruh kotak itu di meja dan membukanya. Di dalam kotak tersebut, terdapat sebuah kue bertuliskan ‘Happy Birthday’. Ia tersenyum. Yuri lalu mendapati selembat surat di bawahnya. Ia mengangkat kue itu dan mengambil suratnya. Membuka lipatan surat tersebut, air matanya mengancam untuk keluar.

-Aku berharap kau tidak akan pernah berubah.-

“Tapi kau berubah. Ini tidak adil.”

~~~;~~~;~~~

16 Januari 2018

Yuri berjalan menyusuri jalan kecil. Menyusuri jalan yang sama yang ia lalui pada tahun 2010. Rasanya menyegarkan untuk datang kemari setelah sekian lama. Sebelumnya ia sering datang kemari namun karena jadwalnya di SNSD padat, Yuri tidak pernah datang lagi. Namun hari ini, ia merasa ingin datang kemari untuk yang terakhir kalinya. Ia memiliki kenangan yang menyenangkan dan mengenal orang-orang hebat di sini. Beberapa dari mereka telah pergi namun kenanganlah yang membuat tempat ini terasa sangat istimewa baginya.

Yuri menggeser pintu dan masuk ke dalamnya. Rumah tua itu masih terlihat sama seperti dalam ingatannya hanya saja terlihat sedikit tua. Ia masih bisa melihat wajahnya yang terlukis di dinding.

“Akhirnya. Aku ada di sini.”

Ia berjalan menuju wilayah di mana dulunya merupakan tempat untuk kandang anjing. Ia diberi tahu kalau anjing itu mendapatkan pemilik baru setelah acara berakhir. Di sana juga dulunya terdapat beberapa ayam namun Yuri meragukan ayam-ayam itu masih hidup mengetahui sudah 8 tahun berlalu sejak terakhir kali ia melihat mereka. Yuri tersenyum ketika ia melihat kandang Pureum. Ia tidak pernah dekat dengan hewan itu namun ia merasa bangga mengetahui kalau sapi itu pasti telah tumbuh dewasa dan kuat seperti pemiliknya dulu.

Yuri kembali ke rumah utama dan membuka pintunya, ia mengintip ke dalam. Di dalam rumah tersebut, ruangan itu terlihat sedikit berdebu namun masih memiliki aura yang tak asing lagi bagi Yuri. Rasanya seperti berada di rumah sendiri. Ini adalah rumah dan pelariannya dari jadwal yang melelahkan atau dari kehidupan sebagai seorang idol. Di sini, ia merasa aman mengetahui bahwa dirinya akhirnya dapat mengembuskan napas kebebasan dari jadwal yang tak pernah berakhir sebagai member SNSD.

“Orang-orang sungguh merawat tempat ini.”

Yuri duduk di lantai kayu dengan kaki teruntai ke bawah. Hari itu adalah hari yang cerah. Jika ini tahun 2014, ia yakin banyak turis yang akan datang dan mengunjungi desa dari idol terkenal ini, tapi itu dulu. Sekarang, orang-orang tidak lagi datang ke sini. Bubarnya T-ara, 4 minutes, BEG, KARA, SECRET, AFTER SCHOOL dan SNSD memperjelas bahwa idol generasi kedua telah berakhir. Saat itu adalah awal dimulainya generasi ketiga dan orang-orang telah melupakan tempat ini.

Yuri merasakan embusan angin yang lembut bertiup. Ia bersandar pada dinding dan memejamkan matanya untuk menikmati saat-saat itu.

“Rasanya menyenangkan bukan?”

Yuri membuka mata dan melihat Sunny duduk di sampingnya namun bersandar pada tiang kayu.

“Kapan kau datang?”

“Beberapa menit yang lalu.”

Sunny memejamkan matanya. Yuri hanya tersenyum dan melakukan hal serupa.

“Terakhir kali aku datang kemari itu tahun lalu.”

“Benarkah? Kau tidak memberitahuku.”

“Aku hanya mampir. Kau ingat bibi yang kita temui di supermarket dulu Yul? Dia menanyakan tentangmu padaku.”

“Apa yang kau bilang padanya?”

“Aku mengatakan hal-hal buruk tentangmu.”

Pernyataan itu membuat Yuri tertawa. Sunny dan pernyataan lucunya. Keheningan menyelimuti mereka. Mereka berdua hanya menikmati keberadaan masing-masing.

“Yul?”

“Hrmm?”

“Perusahaan memberitahuku kalau kau tidak menandatangani kontrak baru.”

Yuri menoleh ke arah Sunny yang menatapnya dengan ekspresi serius. Ia menghela napas. Ia sudah menduga bahwa member yang lain akan mengetahuinya.

“Memang. Aku tidak memperpanjang kontrakku.”

“Kenapa?”

“Pernahkah kau bermimpi menjadi orang biasa Sunny?”

“Jangan menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan Yul.”

Yuri tersenyum padanya.

“Aku bermimpi untuk menjalani kehidupan normal di mana orang-orang tidak menilaiku. Di mana aku bisa menjadi diriku sendiri dan bangga atas diriku sendiri.”

“Kau tidak bangga atas segala yang sudah kita raih?”

Yuri menarik napas dalam-dalam.

“Jangan salah paham. Aku menghargai semua hal yang sudah dilakukan fans untuk kita dan yang sudah dilakukan member-member untukku. Aku menghargainya tapi kurasa ini adalah panggilan terakhirku. Aku tidak bisa melanjutkannya lagi. Aku ingin menjalani kehidupan yang jauh dari ketenaran di mana aku tidak akan merasa terluka lagi.”

Sunny melihat Yuri yang tersenyum muram. Tidak seperti Taeyeon, Yuri menyembunyikan kesedihannya dengan bertingkah konyol dan hal itu telah dilakukannya selama 10 tahun. Dan kedok yang dipakainya itu terkadang terlalu meyakinkan sehingga bahkan member-member yang lain kesulitan menebak mana Yuri yang asli.

“Aku tidak bisa berpura-pura tegar lagi Sunny. Aku merasa hancur. Sebelum aku patah semangat di hadapan orang lain. Lebih baik aku pergi daripada membuat kalian mengkhawatirkanku.”

“Kukira itulah gunanya saudara? Untuk menangkapmu saat kau terjatuh.”

“Aku sudah sering membiarkan kalian membantuku bangkit sehingga aku merasa seperti beban.”

“Kau sadar kalau kita melakukan itu sambil memarahimu juga, kan?”

Pernyataan itu membuat Yuri tertawa. Raut wajah serius Sunny berubah menjadi lebih tenang dengan seulas senyum di bibirnya.

“Ya tapi sekarang saatnya, Sunkyu. Aku harus pergi.”

“Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu tetap di sini?”

Yuri hanya tersenyum dan Sunny tahu Yuri telah memantapkan hatinya dan tidak ada yang mampu mengubah keputusannya. Sunny berbaring di lantai kayu.

“Kau ingat ketika hanya ada kita berdua di acara Invincible Youth dan kita harus bergantung kepada satu sama lain? Kurasa kita mulai dekat karena itu. Aku bersyukur karena melalui acara itu aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu denganmu dan bisa mengenalmu lebih dekat.”

“Aku juga. Terima kasih karena kau selalu ada untukku.”

“Aish, kenapa kita membicarakan hal sedih lagi?”

Yuri terkekeh ketika Sunny merengek. Ia mengacak-acak rambut gadis yang lebih pendek itu dan Sunny menyikut perutnya.

“Yah, sakit!”

“Rasakan!”

Lalu keduanya tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Rasanya seperti tahun 2010 lagi di mana mereka menghabiskan malam dengan mengobrol tanpa henti.

“Sunny?”

“…”

“Berjanjilah padaku kalau kau tidak akan menyerah untuk mengejar mimpimu dan jika kau terluka karena komentar-komentar kasar, pergilah ke Taeyeon dan bermuram durja bersama oke? Setidaknya kau ada teman.”

“Apakah itu nasihat atau semacamnya? Bermuram durja bersama? Yang benar saja?”

Yuri tersenyum menyeringai dan mengangkat bahu. Sunny geleng-geleng kepala.

“Tapi sungguh, jangan biarkan komentar-komentar kasar itu membuatmu bersedih. Rasanya menyakitkan mengetahui kalian terluka apalagi jika aku tidak ada di sini.”

Sunny mengangguk. Terlepas kepergiannya, Yuri masih mengkhawatirkan orang lain daripada dirinya sendiri.

“Ngomong-ngomong kau mau pergi ke mana?”

Sunny tidak bisa menahannya. Ia harus tahu.

“Ke suatu tempat. Bisakah kau tidak memberitahukan alasan kepergianku kepada member lain? Aku akan memberitahu mereka ketika saat itu tiba. Untuk saat ini jangan bilang apa-apa pada mereka. Kau bisa melakukannya?”

“Kau mau aku berbohong? Kau tahu aku tidak bisa berbohong Yul.”

“Tidak, aku memintamu untuk tidak bilang apa-apa. Aku akan memberitahu mereka ketika saat itu tiba.”

Sunny mendesah. Ia perlahan mengangguk menerima alasannya. Yuri menepuk-nepuk kepala Sunny. Sunny melihat jam tangannya.

“Aku harus pergi sekarang.”

Yuri berdiri dan merenggangkan tubuhnya. Tapi sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, Sunny menariknya ke dalam pelukan. Tindakan itu mengejutkan Yuri mengetahui Sunny bukanlah orang yang suka memeluk. Dia suka menyentuh dan mencolek mereka namun pelukan bukanlah saat-saat favorit Sunny.

“Jika kau butuh seseorang untuk mengobrol, telepon aku. Aku akan selalu ada untukmu.”

Yuri melingkarkan lengannya di pinggang Sunny dan menaruh dagunya di puncak kepala gadis yang lebih pendek itu.

“Tentu.”

“Janji?”

“Janji.”

“Aku tidak akan menghentikan kepergianmu tapi aku ingin kau tahu kalau kau selalu bisa kembali. Selalu.”

Yuri hanya tersenyum.

“Terima kasih, Sunkyu.”

~~~;~~~;~~~

“Dan itulah yang terjadi.”

Mata Sooyoung terbelalak kaget. Bertahun-tahun ini, Sunny sebenarnya mengobrol dengan Yuri dan dia tidak repot-repot memberitahu mereka?

“Kenapa kau tidak memberitahu kami lebih awal Sunkyu?”

“Aku berjanji untuk tidak melakukannya. Maafkan aku.”

Jika Sunny berada di hadapannya sekarang, Sooyoung sudah akan membentaknya namun dia tidak ada di sana.

“Kau tahu di mana dia, Unni?”

Hening sejenak. Yoona dan Sooyoung menunggu.

“Tidak.”

“Dia tidak memberitahumu atau kau merahasiakannya lagi?”

“Tidak, dia tidak memberitahuku. Aku sama tidak tahunya seperti kalian.”

“Bagus.”

“Apa maksudmu shikshin?”

“Kenapa kau-”

“Unni hentikan. Marah kepada Sunny unni tidak akan memutar kembali waktu.”

“Terima kasih Yoong.”

Yoona hanya mengangguk meskipun Sunny tidak bisa melihatnya. Sooyoung memandang Yoona.

“Sekarang apa?”

Yoona mengangkat bahu. Ya mereka ingin bertemu Yuri tapi bahkan Sunny tidak tahu di mana Yuri berada. Ponsel Sooyoung bergetar menandakan sebuah pesan baru masuk.

“Ini dari Seohyun.”

“Apa yang dia mau?” tanya Sunny.

Sooyoung membaca pesan itu dua kali. Ia tidak mempercayainya. Ia menoleh ke arah Yoona.

“Apa unni?”

“Taeyeon menemukan Yuri.”

~~~;~~~;~~~

Yuri membawa Jessica kembali ke apartemennya. Mereka tersandung ke sana sini tapi berhasil masuk dalam keadaan baik-baik saja. Yah setidaknya pakaian mereka masih lengkap. Jessica terus menciuminya dan Yuri tidak mengeluh. Mereka akhirnya mencapai sofa. Jessica mendorong Yuri dan memberikan seringai licik yang selalu membuat Yuri gemetar. Jessica berada di atas Yuri.

‘Mati aku.’

‘Tunggu seharusnya aku merasa bahagia.’

‘Oke kenapa aku berbicara sendiri?’

Jessica memutar bola matanya.

“Bisakah kau berhenti berbicara pada dirimu sendiri Yul dan fokus padaku?”

Yuri tertawa kikuk. Jessica baru saja memergokinya.

“Ehem.”

Suara orang lain selain Jessica mengejutkan Yuri. Ia menoleh ke belakang dan melihat Helena memelototinya. Matanya terbelalak. Jessica tiba-tiba merasa malu. Ia menarik Yuri berdiri dan bersembunyi dibelakang gadis jangkung itu sementara Yuri berurusan dengan Helena.

“Hei, kau…masih di sini?”

“Menurutmu, PLAYER?”

“Aku…bisakah kita membicarakan hal ini nanti?”

“Tepat setelah kau menyetubuhi dia?”

Oke pernyataan Helena tadi itu sangat kasar dan Yuri merasa ingin membentaknya. Tidak ada seorang pun yang berhak mengatakan kata-kata kasar pada Jessica. Kali ini Yuri terdengar lebih bersungguh-sungguh.

“Aku bilang kita bicara nanti. Tidak sekarang dan jangan mengatakan hal-hal seperti itu padanya.”

“Kenapa? Karena dia adalah sebuah mainan seperti apa yang kau lakukan padaku?”

“Oke. Keluar. Sekarang.”

Jessica memegang lengan Yuri dengan lebih erat ketika ia merasa Yuri akan marah. Yuri tidak pernah marah kepada siapa pun kecuali orang itu sudah keterlaluan.

“AKU BILANG KELUAR.”

“Kau tahu? Kau sama saja seperti Shane! Semua ini hanyalah seks!”

Yuri menatapnya tak menyangka. Ia berdiri. Dengan mata yang memerah karena marah, ia mencoba untuk tidak membentak gadis itu.

“Jika aku Shane, aku bahkan tidak akan menyentuhmu. Keluar dari apartemenku!”

Saat ketika kata-kata itu keluar dari mulutnya, Yuri menyesalinya. Secara tidak langsung ia telah menyakiti gadis itu. Air mata Helena jatuh bergulir di pipinya dan ia meninggalkan apartemen. Yuri hanya berdiri di sana. Di sisi lain, Jessica merasa kasihan pada Helena lebih dari itu ia merasa kasihan pada Yuri.

“Yuri-ah..”

“Aku tidak apa-apa.”

Jessica tidak mengatakan apa-apa dan memutar Yuri menghadapnya. Ia menangkup wajah gadis jangkung itu. Mereka saling bertatapan dan sepenuhnya tenggelam dalam tatapan masing-masing. Yuri meraih Jessica ke dalam pelukannya dan mencium bibirnya. Satu tangannya berada di punggung dan tangannya yang lain berada di bokong gadis lebih pendek itu, menarik Jessica lebih dekat dengannya. Jessica menarik napas dalam-dalam saat Yuri mengakhiri ciumannya dan mulai menyerang lehernya.

“Sekarang status kita apa, Sica?”

Jessica mengerang.

“A-Apa maksudmu?”

“Apakah kita berteman? Berpacaran? Teman yang saling menguntungkan?”

Jessica perlahan menjauhkan Yuri. Wajahnya menunjukkan kekecewaan.

“Aku tidak mencium sahabatku hanya untuk bersenang-senang Yul.”

“Aku tahu.”

“Kalau begitu berhentilah mengatakan itu.”

Yuri menghela napas. Bagaimana cara menjelaskannya?

“Sica, kau masih bersama dengan Tyler. Ini seperti kau selingkuh darinya.”

Rasanya sulit mengatakan hal itu namun Yuri tidak pernah menjadi orang yang suka mendua. Dia tidak akan pernah menjadi orang yang seperti itu. Ia melihat raut wajah Jessica yang tetap tenang.

“Kami sudah putus.”

“A-Apa? Tapi beritanya…”

“Mereka tidak tahu apa-apa.”

Oke itu adalah kebohongan sempurna dari Jessica. Ia tidak bisa melepaskan Yuri tapi pada saat yang sama ia masih bersama dengan Tyler. Saat ini, ia merasa bahwa jawaban itu cukup untuk menghentikan Yuri untuk bertanya lebih jauh.

“Oke kalau kau bilang begitu tapi bagaimana mungkin mereka terus-”

Jessica berhasil menghentikan Yuri dengan menciumnya dalam-dalam.

“Berhentilah berbicara Kwon.”

~~~;~~~;~~~

Tiffany mendengarkan Taeyeon yang menceritakan ulang apa yang tejadi padanya di L.A. Ketika Taeyeon akhirnya menyelesaikan ceritanya, Tiffany merasa bahagia dan pada saat yang sama terhibur.

“Yuri ada di L.A? Dia ada di sini? Di kotaku?”

“Ya.”

“Wow. Kenapa aku tidak berpikir ke situ?”

Taeyeon mengangkat bahu.

“Apa yang dia lakukan sekarang? Apa dia baik-baik saja?”

Senyum bahagia Taeyeon berubah agak murung.

“Dia menyuruhku pergi dan meninggalkan Club9. Aku tidak sempat berbicara padanya.”

“Club9?”

Taeyeon mengangguk.

“Yuri yang memilikinya. Teman-temannya memberitahuku. Kenapa?”

“Itu bar gay.”

“Bagaimana kau tahu? Kenapa kau terkejut?”

Taeyeon kebingungan dengan reaksi Tiffany. Ia mengetahui orientasi seks Yuri.

“Jadi kau bilang kalau Jess pergi ke Club9 juga?”

“Ya Fany. Rupanya itu kali keduanya.”

Tiffany tiba-tiba terkekeh. Taeyeon terlihat semakin bingung.

“Kenapa kau tertawa?”

Tiffany mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu mengabaikan Taeyeon sepenuhnya. Setelah selesai, ia menunjukkannya pada Taeyeon. Taeyeon melihat layar ponsel dan kembali melihat Tiffany.

“Ini adalah situs The Chart TaeTae. Situs ini cukup terkenal di L.A. Aku melihat seseorang meng-update-nya dan memasukkan nama JJ di dalamnya. Lihat nama siapa yang terhubung dengannya.”

Taeyeon melihatnya dan menggumamkan nama itu.

“KY. Lalu?”

“Tae, Kwon Yuri dan Jessica Jung.”

Tawa Tiffany semakin keras. Jika penggemar mereka bisa memahaminya, mereka mungkin akan tertawa seperti Tiffany. Inisial itu tidak begitu menyembunyikan identitas mereka. Taeyeon kembali membacanya dan menghela napas.

“Apa kau yakin kalau ini Yuri, Fany-ah? Terlalu banyak nama gadis-gadis lain yang terhubung padanya. Yuri kita bukanlah seorang player.”

Tiffany tersenyum menyeringai. Ini akan sangat menakjubkan. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Seohyun. Setelah selesai, ia tersenyum bahagia pada Taeyeon, membuat gadis yang lebih tua itu takut.

“Ayo kita berkunjung ke club9.”

“Huh?”

~~~;~~~;~~~

GW BAPERRRRR !!!

boiboi~

credit: bluppy @AFF

Advertisements

69 thoughts on “30 September 2020 [Chapter 6]

  1. Wah wah wah makin menarik aja nih Thor, yang belum di kasih tau hyo doang ya thor? Tapi gimana kalo jessi ketahuan boong ke yul kalo dia masih sama si tyler? Gue sebenernya agak ga ngerti sama percakapannya taeny yang di paragraf akhir, huh. Jadi itu bar gay gitu wkwkwkww. Alur nya maju mundur cantiiiik haduh haduh.

  2. Yaaaayyy !!!! Yulsic !!! Yaaayyyy !!! Taeny !!!! Taeny nya kapan tarra ? Ahahahaha… Yulsic lucu aneettt ciiiii.. Tp kenapa jessie harus bohong ? Kasian kan kwon seobangnya.. Huhu.
    Semoga mereka lekas bersatu kembali. Aslinya baca ini bikin bapeeerrr pgn bgt liat mrk beneran kaya gini. Huhu

  3. okey..ini makin nyata,n kebohongan jessie akan menambah maslh nantinya

    n yg psti gk sabar dengan kunjungan member lain k club9

  4. Hanya hyo yg belum tau,.
    Makin seru aja nih, gmn ya ntar reaksi teman” baru nya yul, kalau semua member pd pergi ke sana?,.
    Lnjut thor ^^

  5. Ayoooooooo kita ikut ke club9_________jreng..Jreng..Jreng…………. Mergok_in yuri ama sica___ pdhal blackice kan masih di apartemen -_- ayooooo kita santet si oom laler,biar cepet CO.ID aka T.E.W.A.Z.ZZZZZZZ

  6. Makin BaPer akut ane udeh … In awal mslah ni si JJ blag ude ptus dr Kwon KW aigooo. .. “KY & JJ” smoga bsa kyak dlu lg kesian Royal Shipper 😀 au tunggu chap slanjutnya thor 😀

  7. Kyaaaaaaa,,,,, yulsic sweetttt bener
    tp tarra jessica bohong ke yuri kalo dia sudah putus sama si laler sempak! pasti yuri marah besar nanti pas tau sica bohong =_=

  8. Aww yulsic bikin baper, astaga kenapa sica sampe bo’ong segala sih ama yul nanti kalau katauan malah ribet. udah mulai tau satu per satu member gg tentang keberadaan yul, lanjut terus tarra!!

  9. Jessmom kenapa kau berbohong?? Kasian yuldad tapi, rusak atau nggak rusaknya(?) Hubungan yulsic itu tergantung ama authornya #gubrakk
    Club9? Kenapa ada 9? Ah sepertinya abang yul belum move on kkkk~
    Itu taeny hubungannya masih sahabat aja? Nggak love love?
    Mungkin kalok semua member GG ngumpul di club9 cinta cinta mereka pasti balik lagi kek yulsic maksudnya couple couple laennya #justwishkok tapi banget(?)

  10. makin menarik nih ceritanya thor…
    tinggal nunggu nih kapan mereka berkumpul sama”…
    ditunggu kelanjutannya thor…

  11. wkwkwk sica bisa aja ya ngebohongin nya
    demi untuk yuri sica berani mendua ckckck
    pesona yuri emng luar biasa….
    tiffany happy bgt ya ckckck
    fighting thor!!!

  12. annyeong,,,,,,
    sicanya nyosor terus,,,byunsica.
    sica jadi boongkan ke yul gara-gara ga mau lagi di tinggal pergi ma yul,,,

  13. Suer. Tuh sica knp gak mau jujur sama yul… semua member udah pada tau ya.. tinggal hyo aja..
    2020 menunggu keajaiban. Di dunia nyata..

  14. yahhhh kirain part ini sesi curhatan soosunyoon doang…ternyata si yulsic muncul jg smakin sweet…hehe…
    ciee fanyah pingin berkunjung ke club9 buat ketemu yul doang apa melepas rindu nehh….
    lanjut thor..smkin menarik nehh…

  15. alurnya maju mundur jadi harus baca dgn seksama,tpi senang liat ff ini update,yaa sica cepetan putusin si tyler dan kembali ke yul,kalo ga buruan di putusin entar ketahuan dan makin ribet urusannya

  16. Yahhhhhh elahhh thorrrrrrr gantungnya bikin greget banget nget nget! Fany ngakak, jd ikutan ngakak hahaha xD cepetan update yaaa thorrrrr ;3

  17. yulsic menggila…
    npa mesti boong sih jess klau yuri tau bsa2 dia ngilang lg…
    jd fany bklan ngumpulin smua member buat k LA jumpai yul

  18. yayaya yulsic bakal ngelanjutin adegan yg tertunda ga tuh?#plak
    njes kenapa pake bohong,ntar yul kecewa lagi u,u
    makin seru thor cerita’a…smoga cepet update ya muehehehe ._.v

  19. waaahh makin seru aj nii critanyaaa … yeeyy yulsic moment,tp npa sica bo’ongin yul ntr klo yul tw kn pasti nyakitin tuuhh
    smua member rame2 mw ketemu yul niich,pnasaran ntr klo mrk smua ktemu 🙂
    lanjut thoorr …

  20. ehemm,, jadi yulsic statusnya apa nih sekarang?? kan gg mungkin mereka ciuman sama sahabat kl hanya untuk bersenang2,, xD
    tapi gua mencium bau2 drama nih dichapter selanjut2nya,, soalnya si CEO kece ngeboongin seobangnya,, –”

    TaeNy ditunggu ke club9 yaa (sama member2 lain pastinya) kl perlu jadian juga kaya YulSic,, xD *ehh

  21. Owwww…shit.shit.shit….makin gila aja yah nih ff….huaaà….yulsic…you are the best lah … aye merinding…
    Taeny??? I don’t care what them people say….heheheq…..
    Yoyoyo thor…haihaihai…keep spirit n see you again

  22. Yah sica berbohong ke yul,klu dia putus sma tyler,pdhal belum,gmn ntar yul tahu,tmbah runyam nie yulsic..
    Semoga uri soshi bisa berkumpul lagi..
    Ditunggu kelanjutannya..
    Semangat n gomawo..
    >̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡ ☺k

  23. haduh knp sica pake bohong lg, pdhal hub yulsic udh baik, ntr kl yuri tau soal kebohongn sica waduh drama lg deh ntr, berantem lg deh yulsic
    nah lho taeny mo ke club9, ya udh kumpl smuanya aja disna, itung2 reunian skalian mngkin taeny mo jadian hehehe

  24. Aduh flashback’a panjang amat .kekeke
    Makin dan semakin penasaran ?
    Sica msh ajah bo’ong yah .haduuuhhh

  25. Haaa mkin seru aj nich
    Yulsic udh jadian tpi mon jess bohong sma yul gmn nanti klo yul tw mom jess bohong??
    Reaksi fanny sneng bnget tw itu bar guy?
    Di tunggu next partnya thor

  26. Jadwal update lu jd hr apa aja tar? Biar gw tepat waktu ngebaca nya wkakwk
    Ini kyk nya dlm wkt dekat bakalan ktemu semua deh. Semoga bisa baikan + bareng smua
    Yulsic bersatu 👏😍
    Sica ganas jg ya hhehe

  27. wuuuuuu….. makin menarik tapi makin deg2an juga. Sica….. kenapa boonk cih. ntar pasti ketahuan deh.
    Taenynya kapaaan??
    uda gemez nih.

  28. Ahhhh Noooooo 😟😟😟😟 wae NC nya nanggung 😂😂😂😂

    Huuh makin seru aja thorr lanjut penasaran nae 😱😱😱😱

  29. Duh YulSic gue kok jadi delulu baca chap ini :’v andai kenyataan #plak baper banget sih hahaha
    oke deh ditunggu next ya 😀 Fighting

  30. Yaahhh thor… Bukan lo doang kok yg baper:3
    Readers juga baper semua gw rasa, termasuk gw:(
    Tpi seenggaknya yulsic bersatu, walaupun jessica boong. Boong mulu kan, hahahaa
    Lanjut ahh^•^

  31. jessica mao boong yuri lagi bahwa dy lom putus hubungan si telo kwon??? tak kapok kah slma 3 taon jauh dri yuri,pepatah kata kertas tidak bisa bungkus api punya sica,jangan sakiti yuri dengan egois mu lagi

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s