30 September 2020 [Chapter 7]

you guys are f-ing awesome!!

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 7: Seohyun

 

19 September 2014.

“Ini benar-benar kekhawatiran terbesarku. Seseorang tidak menerima perasaanku yang sebenarnya.”

Taeyeon dan Tiffany terdiam. Mereka berdua menoleh pada Seohyun, sang maknae. Dibanding mereka bertiga, Seohyun selalu bersikap tenang. Dia boleh saja yang termuda namun cara berpikirnya seolah-olah dia yang tertua di antara mereka bersembilan. Seohyun tidak memedulikan keheningan itu dan melanjutkan ucapannya.

“Aku berharap semoga suatu hari nanti mereka akan memahami perasaanku. Itu adalah kekhawatiran terbesarku.”

Sunny melihat wajah Taeyeon dan Tiffany berubah pucat. Ia segera menyela kata-katanya.

“Meskipun kau adalah maknae, kau menceritakan permasalahan yang sangat dalam. Aku akan bertanya padamu saat perjalanan pulang nanti dan aku akan mendengarkanmu dengan sungguh-sungguh. Oke, sekarang giliran Tiffany.”

Tiffany memaksakan seulas senyum ketika Sunny mengalihkan pertanyaan padanya. Bagaimanapun juga ini adalah radio yang dapat ditonton. Orang-orang mungkin bisa melihat wajah pucat mereka. Mereka harus bersikap profesional.

~~~;~~~;~~~

Seohyun duduk di kursi belakang. Matanya memandang keluar jendela; mengagumi pemandangan di malam hari. Ia masih memikirkan apa yang dikatakannya tadi. Pada awalnya ia tidak ingin mengatakan hal itu namun tekanan yang dirasakannya memaksa ia mengatakannya. Setidaknya mencurahkan isi hatinya di depan umum seperti itu tidaklah buruk. Itu cukup mengurangi beban yang selama ini dipikulnya.

“Hei.”

“Unni.”

Seohyun menoleh ke arah kanannya dan melihat Sunny dengan raut khawatir di wajahnya.

“Kau baik-baik saja?”

Seohyun menoleh ke depan dan melihat Taeyeon dan Tiffany yang telah tertidur lelap. Mereka pasti kelelahan.

“Tidak. Rasanya sakit sekali.”

“Ju Hyun, tidak apa-apa. Aku tidak marah padamu.”

“Aku marah pada diriku sendiri. Seharusnya aku tidak mengatakan itu tadi.”

Sunny tersenyum sedih dan menepuk-nepuk kepala Seohyun dengan lembut.

“Aku tahu apa maksudmu. Kita berdoa saja semoga suatu hari nanti dia akan mengerti.”

“Unni, maafkan aku. Aku tidak bisa melindungi kalian.”

Sunny melihat air mata yang menggenang di mata Seohyun. Ia perlahan menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Pada akhirnya, dia akan memahami alasan kita melakukan itu. Dia tidak akan membenci kita selamanya.”

“Kita bahkan belum mengatakan apa-apa padanya tapi aku merasa bersalah menyembunyikan keputusan ini darinya. Dia harus mengetahuinya unni. Sica unni harus mengetahuinya. Aku berharap suatu hari nanti dia bisa memahami keputusanku.”

“Itu bukan bagian kita Ju Hyun. Perusahaan akan mendiskusikan masalah ini dengannya.”

“Apa yang terjadi dengan janji selalu bersama selamanya?”

Sunny melepaskan pelukannya. Air mata sudah bergulir menuruni pipi mereka. Ia menangkup wajah gadis yang lebih muda itu dan menyeka air matanya. Setiap kali ia melihat Seohyun menangis, hatinya terasa sakit. Seohyun selalu menjadi orang terkuat di grup mereka. Selain Hyoyeon, Seohyun tidak mudah menangis kecuali ada hubungannya dengan seseorang yang sangat ia kasihi.

“Waktu berlalu dan sifat orang pun berubah. Kita tidak bisa mengendalikannya.”

“Tapi Sica unni adalah bagian dari kita. Kita melakukan berbagai hal bersama. Aku tidak bisa membayangkan kita menjadi grup dengan 8 member. Aku tidak bisa membayangkan hal itu. Aku tidak…bisa.”

“JuHyun, itu bukan bebanmu sendiri. Kita semua membuat keputusan itu. Kitalah yang harus dia benci, bukan kau.”

“Unni…”

Sunny menahan air matanya. Akhir-akhir ini ia sering menangis sendirian karena masalah ini. Ia tidak boleh terlihat rapuh di depan Seohyun. Ia harus berhenti menangis demi semua orang.

“Sica unni mengingkari janjinya. Kita berjuang untuknya tapi dia terlalu sibuk mengurusi kepentingannya di Hong Kong daripada berjuang dengan kita. Tiffany terus membicarakan situasi mengenai Sica unni dengan perusahaan tapi di mana dia? Yuri unni berusaha berbicara padanya mengenai situasi ini tapi dia tidak menanggapinya. Dia tidak menanggapi kita…aku tidak bisa…aku tidak bisa lagi berjuang untuknya…”

“Dia punya impian JuHyun. Kurasa suatu hari nanti dia akan memahami alasan di balik setiap keputusan yang kita buat untuknya. Dia akan tahu kalau kita masih mencintainya bahkan setelah pengumuman pemecatan itu keluar. Aku tidak akan putus asa dan aku tahu 6 member yang lain tidak akan putus asa juga. Suatu hari ketika saat itu tiba, kita bisa membicarakan hal ini dan tertawa bersama.”

Sunny menepuk pipi Seohyun dengan seulas senyum hangat tersungging di bibirnya. Seulas senyum yang selalu Seohyun cari dari semua kakak-kakaknya. Itu adalah senyum yang sama yang akan mereka berikan ketika ia sangat membutuhkannya. Ia mengangguk perlahan. Sunny kembali menarik Seohyun ke dalam pelukannya dan mengusap-usap punggungnya.

“Suatu hari nanti JuHyun, dia akan memahami perasaanmu yang sebenarnya. Aku berjanji.”

Duduk di kursi depan, mata Taeyeon perlahan terbuka. Ia tidak tidur. Ia mendengar obrolan mereka berdua. Hatinya tersentak saat mendengar member termuda mereka yang merasa hancur seperti ini. Sejak awal, yang ingin ia lakukan hanyalah melindungi SNSD. Melindungi member-membernya. Tapi terkadang pengorbanan juga penting untuk meyakinkan mereka agar terus melangkah. Pengorbanan satu hati untuk menyelamatkan 7 orang yang lain.

‘Aku berjanji aku akan bertanggung jawab atas semua permasalahan ini, JuHyun.”

~~~;~~~;~~~

Yuri tersenyum  penuh angan-angan. Masalah apa lagi yang akan mereka hadapi sekarang? Tidur dengan nyenyak dan terbangun dengan melihat wajah tidur Jessica adalah salah satu yang selalu ia impikan. Setelah 2 tahun, akhirnya, ia bisa tidur dengan nyenyak. Ia merasa bahagia mengetahui bahwa akhirnya perasaannya terbalas. Ia hanya mengharapkan momen berharga ini akan bertahan selamanya. Yuri terus memandangi gadis di sampingnya.

“Kau tidak lelah memandangiku dari satu jam yang lalu?”

Yuri tersenyum lebar ketika mata Jessica perlahan terbuka dan bibirnya menyunggingkan seulas senyum hangat.

“Pagi.”

“Selamat pagi juga.”

Senyum Yuri mengembang dan ia mendekatkan wajahnya ke arah Jessica. Ia mengecup bibir Jessica sebanyak dua kali.

“Ciuman selamat pagi memang selalu yang terbaik.”

“Memang.”

Jessica mendekat ke arah Yuri dan merebahkan kepalanya di lengan gadis berkulit kecokelatan itu dengan wajah mereka yang tidak terpaut jauh.

“Kau masih terlihat cantik di umur 31 tahun.”

“Lihat siapa yang berbicara. Ngomong-ngomong, aku masih punya beberapa pertanyaan yang belum kau jawab Yul.” Yuri merangkul pinggang Jessica dan menariknya lebih dekat.

“Aku siap. Tanyakan apa saja.”

“Aku mendengar tentangmu yang menjadi si penggoda di sini? Kalo boleh jujur yang cukup terkenal. Apa-apaan ini?”

Yuri tertawa kecil. Ia memainkan alisnya.

“Apa kau juga jatuh ke dalam pesonaku, ice princess?”

Jessica memutar bola matanya.

“Uh yang benar saja…kaulah yang jatuh cinta padaku duluan Kwon.”

“Oke, aku mengakuinya tapi apa kau pernah merasa seperti ini saat kita masih aktif dulu?”

Jessica berpura-pura merenung sejenak dan itu membuat gadis yang satunya menghela napas keras-keras.

“Kau tidak pernah merasakannya Sica? Aku mengira kalau…”

“Pernah.”

“…kau selalu menggodaku…”

Jessica menutup mulut Yuri dengan telapak tangannya, berhasil menghentikan ucapan Yuri.

“Aku memang jatuh cinta padamu.”

“adsfdsgsg?”

Jessica terkekeh. Ia menarik tangannya dari mulut Yuri.

“Sungguh? Kapan? Kenapa aku tidak tahu?”

“Kau ingat peringatan yang kau terima ketika foto kita di bar gay diketahui perusahaan? Aku juga mendapat peringatan.”

Mata Yuri terbelalak.

“Kenapa kau tidak memberitahuku?!”

Jessica mengangkat tubuhnya dan bersandar ke sandaran tempat tidur dengan Yuri menatap ke arahnya.

“Mereka mengancamku jika hal ini terjadi lagi, SNSD tamat. Jadi aku menceritakannya kepada Yoona dan dia sepakat untuk membantuku dan menjauhkanmu dariku.”

“Jadi seperti itulah YoonSic terjadi. Sekarang aku mengetahuinya.”

“Fans kita sangat pintar dalam memasang-masangkan kita. Aku tidak pernah menyangka YoonSic akan sangat terkenal.”

Yuri mengangkat tubuhnya dan merebahkan kepalanya di pangkuan Jessica, memandang gadis itu dari bawah.

“Yoong tidak mengatakan apa-apa padaku.”

“Karena aku menyuruhnya tutup mulut. Maafkan aku.”

“Dasar Im Choding.”

Jessica membelai rambut Yuri. Tindakan itu menenangkan Yuri.

“Aku mengantuk lagi.”

“Yah! Kau masih belum memberitahuku bagaimana kau bisa mendapatkan gelar player?”

Yuri tertawa keras. Ia mengira telah mengalihkan Jessica dari topik itu.

“Oh itu. Yah, tahun pertamaku di sini, aku semacam menjadi remaja yang tertarik dengan seks. Aku tidak bisa tidur di malam hari dan itulah kenapa aku menjadi penggila seks. Aku selalu tidur dengan gadis-gadis hanya untuk melelahkan diriku sendiri. Pada akhirnya aku bisa tidur. Tahun-tahun pertama yang sepi.”

“Lalu apa kau masih seperti itu sekarang?”

Yuri merasakan kekhawatiran Jessica dengan masalah ini. Ia tersenyum.

“Tidak lagi. Pada akhirnya aku bisa melupakan kehidupan seorang idol dan melanjutkan hidupku. Tapi citraku sudah terlanjur rusak dan seperti itulah bagaimana aku bisa mendapatkan gelar itu.”

Jessica melihat mata Yuri terpejam. Apa yang telah ia lakukan pada gadis ini? Tidak terhitung sudah berapa kali ia mengabaikan Yuri dulu. Lalu ia memiliki hubungan dengan Tyler dan kini ia kembali memberikan harapan ketika ia masih memiliki Tyler. Air matanya jatuh di wajah Yuri membuat gadis yang lebih muda itu penasaran.

Yuri melihat ke atas dan melihat Jessica menangis. Ia mengangkat tubuhnya dan menarik gadis itu padanya. Jessica menangis di dada Yuri.

“Hei, kenapa?”

“Yul, maafkan aku. Maafkan aku karena selama ini aku sudah menyakitimu…maafkan aku.”

Yuri tersenyum hangat dan menarik diri. Ia membantu Jessica menyeka air matanya.

“Itu semua masa lalu. Sekarang sudah tidak penting lagi. Aku bahagia karena sekarang kau ada di sini.”

Bagi Yuri, memiliki Jessica kembali adalah saat-saat yang membahagiakan namun bagi Jessica, mengetahui bahwa hubungan ini diawali dengan kebohongan membuatnya semakin merasa hancur.

“Yul…ada yang ingin aku katakan…padamu.”

“Huh?”

Jessica menarik diri. Yuri terlihat agak bingung. Namun sebelum ia sempat berbicara, ponsel Yuri berdering. Yuri menjawab panggilan tersebut.

“KWON YURI!”

Yuri menjauhkan ponsel itu dari telinganya.

“Pagi Alice.”

“DI MANA KAU TADI MALAM?!”

Yuri mengutuk dalam hati. Ia benar-benar melupakan bisnis barnya. Jessica terkekeh.

“Maaf Al! Aku lupa!”

“KAU BERUNTUNG AKU MEMBUKA BARNYA! KAU BERHUTANG PADAKU!”

“Kau penyelamat hidupku! Terima kasih!”

Jessica memberi isyarat pada Yuri kalau ia ingin pergi ke toilet. Yuri mengangguk namun pandangannya tetap mengikuti Jessica hingga gadis itu menghilang di balik pintu.

“APA KAU TULI KWON?!”

“Berhentilah berteriak Al. Aku bisa mendengarmu.”

“Benarkah? Apa yang aku katakan tadi?”

“Uhhh…”

“Kau harus bersyukur karena aku tidak membunuh teman.”

Yuri tersenyum malu.

“Yul, di mana handuknya?!”

Jessica berteriak dari dalam kamar mandi.

“Di lemari paling atas. Itu handuk baru!”

“Oke, aku menemukannya!”

Yuri tersenyum lebar dan mengembalikan perhatiannya pada Alice.

“Astaga. Jadi karena itu Helena datang ke rumahku sambil menangis habis-habisan? Apa kau mempermainkanku Yul? Kau mendapatkan daging Korea baru?”

“Daging korea? Astaga. Kau sangat menjengkelkan Al.”

“Apa? Tadi malam Helena datang ke rumahku dan mabuk sampai tertidur. Dia terus menggumamkan betapa kejamnya Kwon Yuri. Coba jelaskan padaku.”

Yuri menghela napas. Alice mulai lagi.

“Untuk kesekian kalinya Al, Helena bukan pacarku. Dia menyerahkan dirinya padaku dan itu hanyalah cinta satu malam. Aku tidak mengencani teman, ingat?”

“Tapi kau melakukan seks dengan teman.”

“Al, aku tidak pernah melakukan seks denganmu atau Shane.”

“Tapi kau melakukannya dengan Dana dan kau tahu kalau aku sangat menyukainya!”

“KAMI MABUK!”

“Player.”

Yuri memijat dahinya. Ia tidak ingin bertengkar dengan Alice pagi-pagi sekali.

“Oke ayo kita hentikan. Aku sudah selesai berbicara dan aku akan merasa senang untuk tidak mendengarkan omelanmu sepagi sekarang.”

“Hei, tenang. Ngomong-ngomong kau ingat Jenny?”

Yuri mengusap-usap pelipisnya.

“Jenny siapa?”

Jenny Schechter. Mantan pacar Max yang belum pernah kau tiduri.”

“Kalau kau mengatakan kata itu lagi. Aku berjanji aku akan melarangmu datang ke club9 selamanya.”

Yuri mendengar tawa jahat dari ujung sana.

“Oke. Kau tidak menyenangkan Yul. Jenny membuka bar musik baru beberapa blok dari barmu dan hari ini adalah pembukaannya. Dia mengundang kita semua dan kau bisa membawa gadis di rumahmu itu sebagai tamu.”

“Ah aku ingat dia. Dia musisi terkenal bukan?”

“Ya aku masih merasa geli ketika Max putus dengannya.”

“Berhentilah mencampuri urusan orang lain Al. Hei aku harus pergi.”

Yuri mengakhiri panggilan begitu Jessica keluar dengan berbalutkan sehelai handuk.

“Wow.”

“Apa sekarang kau terpesona padaku Yul?”

“Begitulah. Ada yang ingin aku akui. Aku selalu memperhatikanmu di ruang ganti dulu.”

Jessica tersenyum menyeringai ketika Yuri mengakui hal itu.

“Aku masih mempunyai foto telanjangmu Yul.”

“Kau tidak menghapusnya?”

“Untuk apa? Dulu aku berpikir menggunakannya untuk melawan 8 member lain tapi aku merasa itu terlalu kejam.”

Yuri tertawa kikuk. Bagaimana mungkin dia melupakan foto-foto telanjang mereka yang diambil oleh Jessica? Jessica tersenyum penuh kemenangan.

“Sekarang aku mungkin akan menggunakannya jika kau menyingkirkanku demi gadis lain.”

~~~;~~~;~~~

“Barnya tutup.”

Taeyeon hanya melihat tanda tutup. Ia menghela napas.

“Fany, ayo kita pergi saja. Mungkin Yuri masih belum mau bertemu kita.”

“Tidak. Aku akan bertanya pada orang-orang.”

Tiffany meninggalkan Taeyeon berdiri sendirian sambil tersenyum kikuk pada orang-orang lewat yang bahkan tidak membalas senyumnya. Ia merasa seolah-olah dirinya adalah orang yang menyeramkan. Tiffany lalu kembali dengan raut bahagia di wajahnya.

“Jadi?”

“Gadis itu bilang kalau ada bar musik lain yang dibuka beberapa blok dari sini dan rupanya pemilik bar itu adalah teman Michele dan dia berhasil mendaftarkan kita sebagai tamu di acara pembukaannya. Aku yakin Yuri akan berada di sana.”

“Michele?”

Ekspresi Tiffany berubah jengkel. Ia menunjukkan SMS dari kakaknya pada Taeyeon.

“Ahh…tapi Yuri bisa saja tidak ada di sana.”

“Kita juga tidak tahu di mana Yuri tinggal. Jadi lebih baik kita pergi ke sana. Ditambah lagi, kita harus bersenang-senang sebelum member lain tiba di L.A.”

“Seharusnya kau tidak memberitahu mereka. Yoona dan Sooyoung membatalkan jadwal film mereka. Sunny membatalkan semua jadwal variety show-nya. Hyoyeon menutup tempat dance-nya dan Seohyun membatalkan fanmeet-nya karena ini. Mereka akan merasa kecewa jika Yuri tidak muncul.”

Tiffany menutup mulut Taeyeon dengan jarinya.

“Kita tahu kalau Yuri ada di L.A. kita akan menemukannya. Kita juga bisa bertemu dengan Jessi secara kebetulan. Ganti topik, kenapa kau tidak meminta nomor telepon Jessi?”

Taeyeon menggaruk belakang kepalanya.

“Maaf.”

Tiffany memutar bola matanya dan menarik Taeyeon bersamanya ke dalam mobil pink-nya menuju The Steps.

~~~;~~~;~~~

Yuri menawari Jessica segelas cocktails. Jessica mengambilnya dan menyesapnya.

“Rasanya enak.”

“Ya, minuman itu diciptakan oleh Kwon Yuri kita.”

Shane berdiri di dekat mereka dan menepuk punggung Yuri. Jessica tersenyum sopan.

“Aku Shane.”

“Jessica Jung.”

“Ya aku mengenalmu. Senang mengetahui kalau kau dan Yuri sudah berbaikan.”

Jessica menoleh pada Yuri.

“Dia tahu tentang kita?”

“Tidak dia tidak tahu. Dia hanya mengatakan itu setelah momen canggung kita beberapa malam lalu.”

“Hei hei, tolong berbicara dengan bahasa Inggris.”

Yuri tersenyum lebar. Shane mengambil segelas anggur yang ditawarkan padanya.

“Aku tidak pernah begitu menyukai anggur.”

“Rasanya lebih enak Shane.”

Jessica mengambil gelas itu dari Shane dan menghabiskannya. Shane menatap Yuri dengan aneh. Yuri hanya tersenyum.

“Ngomong-ngomong, kali ini Jenni berhasil melakukannya.”

“Memang. Aku terkesan.”

“Kau tahu Jessica, Jenny menyerahkan dirinya dengan sukarela kepada Yuri tapi bocah Korea ini menolak berhubungan seks dengannya. Dia bilang dia tidak mengencani teman.”

Yuri menghela napas ketika Jessica menatapnya ingin tahu. Yuri berbisik padanya bahwa ia akan menjelaskannya nanti.

“GUYS!”

Alice merangkul Yuri dan Shane. Namun begitu pandangannya mendarat pada Jessica, ia hampir berteriak gembira.

“OH MY GOD! JESSICA JUNG!”

Jessica tersenyum sopan dan kembali meneguk gelas anggurnya yang terisi penuh. Namun sebelum Yuri sempat mengatakan sesuatu, Jenny datang.

“Hai semuanya. Kukira kalian tidak akan datang.”

Lalu pandangannya tertuju pada Jessica yang duduk di sebelah Yuri.

“Kau perancang busana itu, Jessica Jung.”

“Ya. Acara yang bagus.”

“Terima kasih. Semoga kau bisa menikmati musik dan minuman di sini.”

“Tentu.”

“Ngomong-ngomong, kami memiliki bintang pertunjukkan.”

Yuri menatap Jenny. Sebuah pertunjukkan?

“Siapa yang akan tampil? Kumohon jangan biarkan Tina melakukannya. Dia sedang hamil dan hormonnya tidak stabil.”

Shane mengeluhkan Tina yang selalu mengganggap segala hal secara emosional dan itu cukup buruk bagi Bette untuk menghandalnya. Yuri hanya tertawa dan merangkul pinggang Jessica. Jenni mengamati pasangan itu. Ia terkejut melihat Yuri datang dengan seorang gadis. Mungkin si player ini sudah pensiun.

“Ya dan mereka penyanyi yang sangat terkenal. Beruntungnya aku mengenal teman yang berteman dengannya.”

Teriakan dan tepuk tangan terdengar dari panggung utama.

“Ah, mereka sedang tampil sekarang.”

Mata Yuri dan Jessica terbelalak. Mereka saling berpandangan.

“Hai semuanya. Aku persembahkan lagu ini untuk dua temanku di belakang. Kwon Yuri dan Jessica Jung.”

Taeyeon & Tiffany – Lady Marmalade

Tepuk tangan yang riuh diberikan kepada mereka. Lagu itu dinyanyikan dengan sangat indah. Semua orang kecuali dua orang yang duduk di belakang menyoraki mereka.

Kedua gadis itu pun membungkuk untuk yang terakhir kalinya dan turun dari panggung menuju Yuri dan Jessica. Jenny mengucapkan selamat kepada mereka.

“Wow, kalian berdua mengagumkan. Terima kasih atas penampilan hebat kalian.”

“Terima kasih. Kami sangat berterima kasih karena kau mengundang kami kemari.”

Alice menyikut tulang rusuk Shane. Gadis itu meringis. Alice mendekat.

“Bukankah itu gadis yang sama yang datang mencari Yuri di Club9? Kim Taeyeon ‘kan?”

Kedua gadis itu berbalik dan menghadap Yuri dan Jessica.

“Kalian tidak ingin mengucapkan selamat juga?”

Yuri merindukan gadis riang itu. Ia melangkah maju dan menarik Taeyeon dan Tiffany ke dalam pelukannya, memeluk keduanya seerat mungkin.

“Maafkan aku karena sudah menjauhimu Taeyeon.”

Taeyeon menggelengkan kepala memberitahu Yuri bahwa dia tidak keberatan. Jessica tersenyum hangat sebelum Yuri meraih lengannya dan menariknya ke dalam pelukan juga. Ia merindukan pelukan ini.

“Aku bilang juga apa, setelah 10 tahun kita masih akan tetap bersahabat.”

~~~;~~~;~~~

TBC

 

 

GW BAPERRR LAGI!! ini cuma perasaan gue aja atau Jessica emang gak ada di MV Teaser Lion Heart  hahahahahahahahahaha gue gilaaaaak hahahahahaha

 

boiboi~

credit: bluppy @AFF

Advertisements

76 thoughts on “30 September 2020 [Chapter 7]

  1. Wohhhhh udah pada ketemu taeny ketemu yulsic, ahahaha. Aduh aduh author updatenya cepet ahahaha. Tinggal nunggu yang lain. Tapi ada badai kah Thor nanti? Adalah lah ya kan sica belum putus sama tyler hehehe. Kan emang ga ada sicanya Thor di mv, move on sih thor. Udah terima aja ahahaha.

  2. tar klau mau yg lion heart ot9 tunggu sone yg edit atau mungkin aja sica prnh syuting mv nih trus data nya bocor lgi kyk CMIYC…

    yeee jd para member bklan ngumpul lgi nih

  3. wah udh pada ngumpul nih , tinggal nunggu beberapa member aja, tp msh was was nih mikirin hubungan yulsic, takut yul marah krn sica udh bohong ke dia

  4. yeeyyy cpt nih updatenya
    whoaaa senengnya liat mereka bs kumpul lg
    seneng jg nih kl liat yulsic udh mesra2an hehe, kangen bneran nih sm moment yulsic
    haduh sica kok msh bohong sih, ntr kl yuri tau bs murka dia

  5. seneng sih gw mereka udah ketemu tapi gw masih takut tarra….
    jessica kan masih bohong ke yuri
    aduuuuuuhh bikin sica putus donk
    tarra sama si laler muka sempak itu >_<

  6. Knapa tbc, kan yg lain belum ngumpul sama taeny dan yulsic.
    Badai yg beneran belum datang.
    Trnyata bkan aku saja yg belum bs sepenuhnya move on dr sica, wkwkwk,,,…

  7. Haaaahhhh akhirnya pelukan penuh kehangatan itu kembali. Tp jessie masih bohong sm si kwon tentang si kwon. Ah ribet hahahaha
    Jessie tetap dijati kok tarra. Jangan baper yah. Tar yg lain ikutan baper juga huhu

  8. aiiissshh awalnya sumpah gw sedih banged yg di bagian seohyun itu ampe mewek hahaa tapi di bagian akhir seneng bangeeeeeeeedddd mereka udah ketemu walau belum lengkap semua yeyy yeyy yeeeyyyyy ot9 coming soon ga sabar nunggu nya mereka smua kumpul lagi walo cuma di ff tp ggp lah

  9. waaahh…taeny & yulsic udah ketemu nih…
    tinggal nunggu yg lainnya datang, jdi ngumpul lgi deh semuanya…
    tpi sepertinya bakalan ada badai lgi untk yulsic….
    ditunggu kelanjutannya thor…

  10. Ahirnya ketemu juga……
    reunian dunk mereka. senengnya……
    tp mazi satu yg ngganjal. sica lum jd mengakui kebohongannya. ntar mzti tjd sesuatu deh.
    lanjut…

  11. yeeyy seneng deech taeny n yulsic dh ketemuan,tinggal nunggu member laen bwt reunian ot9
    tp agk worry jg ma hub yulsic soal kebohongan sica …
    dtnggu next updatenya thor 😉

    • haaaah…pelukan’a :’)
      tunggu member yang lain’a ya,kalo pelukan berempat doang ntar dkira’a teletubbies :’)
      ah siap-siap deh buat yul kalo tau kenyataan’a kalo njess masih sama si teler kwon -_-

  12. Yeeee yulsic udh ketemu taeny bntar lgi ot9 bkal ngumpul thor aaaaahhh snengnya dlm hati..
    Tpi msih menyesalkn knp mommy jess merahasiakan hubungannya sma tyler khn nyesek sndri jdinya

  13. kirain sica bkalan marah n cemburu yuri jd player ternyata dia yg merasa bersalah ohhh sicababy,,,,,kangen dechhh :-):-):-)
    dan pertemuan yg mengharukan..setelah lm berpisah akhirnya mreka ketemu kembali….
    gilaa ff ini ngarepin gwe moment itu menjadi kenyataan nantinya wlaupun itu impossible…tp y gk tw lagi dech…lihat apa kta takdir huftttt…..
    so taeny disitu official gk thor?

  14. Finally taeny yuslic udh ketemuan. Tinggal yoonseosoohyo yg blm. Bikin penasaran hubungan yulsic gmn nih klo yul udh tau sica msh sama tyler

  15. yyeeee yulsic yulsic yulsic .. gue suka.. taeny nemuin yulsic nihhh haha gk sabar nunggu member yg lainnya nemuin mereka ..

  16. taenyyulsic udah ketemuan nih yeeee,, terharu gue, gak tau kenapa,, mungkin terlalu baper sama kya lu thor hehehehe ✌✌✌✌✌
    ahh .ditunggu banget nih moment ot9 nyaaaaa

  17. Tinggal nunggu member yg lain,terus lenkap deh :’3 duh saya delulu terus :’v gue setuju bener2 bikin baper, daebakk ditunggu next chap thor Fighting 😀

  18. Jessica jung kenapa anda seperti begitu ama kwon yuri ku? Kenapa dirimu begitu tega,masih ada hubungan denga tyler kwon? Baca yulsic sweet moment hati seneng banget tapi baca turun lagi ternyata jessica masi ada hubungan dengan si tyler kwon

    Taeny & yulsic sdh ktmu,next chapter all member ketumu kah? Yeeaah ✌

  19. Jessica jung teganya dirimu,jahat banget dirimu memsembunyikan yuri tentang dirimu dengan tyler kwon,tidak bisakah belajar dari masalalu,sica?

    Taeny & yulsic sdh ktmuan,tgl 5 member nyusul dtg k LA aja lgi

  20. Author updatenya cepet :3 saya suka saya sukaaaaa^^ yeehhhh ketemu, masih kurang 5 lg biar lengkap. Update segera yaa thorrr;3

  21. aku juga ngerasa kl jessica gg ada diteaser itu,, aku pikir cuma perasaan aku doang,, xD #LOLL *abaikan (-_-“)*

    yeaayy,, akhirnya taeny bisa bertemu sama yulsic dan b’pelukan kaya teletabis(?),, xD
    tinggal nunggu 5 member lagi nihh,,

    yulsic makin sweet,, tapi mungkin badai akan datang karna njess belum jujur sama yul,, :3

  22. Ahhhh baveerr baverrr 😂😂😂😂

    Kasian Yul Oppa msih d bodongin (?) Sica babynya.
    Ouhhhh the true of bestfriend 😭😭😭😭

  23. aduh knpa sica bohong ke yul klo dy udh gda hub.am tyler? klo yul tau jd brantem lg deh ntar…ah taeny akhirnya ktmu jg ama yulsic..tnggal nunggu member lain nih…i hope ot9 forever…

  24. akhirnya yulsic baikan, tp kenapa
    sica masih booingin yuri ya ckckck *pooryuri*
    yey taeny ketemuan ama yulsic
    luar biasa thor

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s