30 September 2020 [Final Chapter]

guyssss last chapter nih!!! sorry telat

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 10: Final Chapter; Yoona & Taeyeon

 

Syuting Hello Baby, 2009.

 

“Ini luar biasa Yoona!”

“Benar.”

Senyum Yoona semakin mengembang. Meraka baru saja selesai syuting bagian mereka untuk episode terbaru. Yoona dan Jessica bekerja sama untuk menjahili member-member lain menggunakan senjata rahasia mereka dan hal yang menjadi urutan pertama dalam daftar SNSD adalah: MAKANAN.

“Soo dan Fany akan pulang sebentar lagi. Mereka akan menyesalinya!”

Jessica tertawa jahat sementara Yoona tersenyum licik. Orang-orang selalu mengira kalau Yuri adalah satu-satunya member jahil tapi sejujurnya Yoona lebih jahil daripada Yuri namun kejahilan Yoona lebih kekakak-kanakkan sementara Yuri selalu membuat Tiffany menangis. Yoona menggosok-gosok kedua telapak tangannya.

“Kita akan membuat episode ini menjadi episode terbaik sepanjang masa!”

Para staff produksi hanya bisa tertawa melihat tingkah keduanya. Mereka bersenang-senang saat melihat dan merekam Yoona dan Jessica yang sedang membuat kimbap dan sandwich asin tadi. Sungguh malang nasib member yang pertama datang nanti.

Walkie talkie sang sutradara berbunyi. Ia menjawabnya dan menghampiri Yoona dan Jessica.

“Sooyoung dan Tiffany ada di sini. Kami akan mulai syuting sekarang.”

“Oppa, jangan beritahu mereka. Oke?”

Sutradara itu hanya tertawa dan mengangguk. Yoona berbalik untuk menghadap Jessica lagi.

“Sekarang saatnya!”

~~~;~~~;~~~

Promosi Genie 2009

 

Jessica merasa kepanasan dan lelah. Setiap kali mereka selesai menampilkan satu lagu, ia akan selalu mencari botol air minum. Suatu keharusan dalam sebuah konser. Ia meneguk air dari botol yang diberikan padanya. Tapi karena ia meminumnya dengan terlalu cepat, ia hampir tersedak. Ekspresi wajahnya terlihat oleh Yoona.

“Unni? Kau terlihat kesulitan.”

Jessica menggeleng-gelengkan kepala memberitahu Yoona kalau ia tersedak. Yoona memperhatikannya, tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga Jessica melakukan apa yang dilakukan Yoona; memasang wajah polos tak berdosa.

“Unni?”

Yoona mencolek leher Jessica berulang-ulang kali. Jessica meronta-ronta namun akhirnya sistem tubuhnya berfungsi dan ia segera menelan air di dalam mulutnya. Yoona tersenyum dan mencolek lehernya lagi.

“Yah!”

Jessica menampar bahu Yoona dengan main-main membuat gadis itu tertawa.

“Kau lucu, Sica unni!”

~~~;~~~;~~~

2012 Korea-China Song Festival.

 

“Unni, kenapa kau melakukan itu?!”

Yoona merengek kepada Jessica. Jessica tertawa. Rengekan Yoona sangat lucu. Inilah alasan kenapa ia selalu bilang kalau Yoona adalah adik lucunya, setelah Krystal tentunya.

“Apa? Bukan aku yang merekamnya. SONES.”

“Tapi…tapi…”

Jessica menepuk-nepuk kepala Yoona dengan lembut dan tersenyum hangat. Yoona cemberut. Bagaimana mungkin penggemarnya bisa merekam dia dengan ekspresi seperti itu? Yoona kembali menatap laptopnya dan mendesah. Fans melihat ekspresi wajahnya yang sangat polos saat Jessica mencolek bokongnya menggunakan tongkat bendera.

“Berhentilah melihatnya Yoona. Bantu aku mengumpulkan kotak-kotak ini.”

Yoona menaruh laptopnya dan membantu Jessica mengemas barang-barangnya. Sejujurnya, Jessica memiliki terlalu banyak pakaian.

~~~;~~~;~~~

15 September 2014

 

Semua orang saling berpandangan. Ini adalah kali ketiganya Jessica melewatkan rapat internal bersama semua member dan staff. Kim Young Min berdeham.

“Sepertinya Jessica belum datang?”

Bisikan-bisikan dari staff dan direktur SM dapat didengar di belakang para member SNSD. Itu bukan bisikan yang baik dan itu membuat 8 gadis tersebut merasa tidak nyaman. Taeyeon berdiri dan membungkuk meminta maaf kepada setiap staff yang hadir di ruang rapat tersebut.
“Saya minta maaf atas ketidakhadiran Jessica. Kami dan para manager sudah mengirimkan SMS padanya mengenani rapat ini. Dia mungkin sedang ada masalah sehingga menyebabkan ketidakhadirannya hari ini.”

Tiffany memperhatikan Taeyeon yang perlahan menurunkan pandangannya, menghindari tatapan orang-orang padanya. Taeyeon sudah membuat peryataan di depan umum jika dirinya telah berhenti menjadi pemimpin grup mereka tapi di saat-saat seperti ini, dia harus angkat bicara demi member-membernya. Salah satu direktur memotong ucapannya.

“Seharusnya dia sudah ada di sini sebelum rapat hari ini. Apa baginya grup ini tidak sepenting ‘bisnisnya’ di Hong Kong?”

“Kami benar-benar kecewa, Taeyeon.”

Tak satu pun dari member-member berani mengatakan sesuatu. Bahkan Tiffany yang dulu selalu memiliki sesuatu untuk dikatakan.

“Saya yakin dia akan ada di sini besok.” Jawab Taeyeon.

Hembusan napas keras terdengar dari para direktur. Kim Young Min berdiri dan mengancingkan jasnya dengan mata memandangi member-member.

“Kau tahu tidak semua orang di sini memiliki waktu untuk rapat ini Taeyeon. Berapa lama lagi kalian bisa bertahan dengan alasannya?”

“Saya mohon Mister Kim. Saya yakin jika kita kembali menjadwalkan rapat ini besok. Jessica bisa datang.”

Taeyeon tidak pernah memohon. Tapi hari ini ia telah memohon demi Jessica. Salah satu direktur berdiri mengikuti gerakan Kim Young Min. Wajahnya menunjukkan kekecewaan.

“Dan dia tidak punya sopan santun untuk memberitahu kami. Kau pikir kami siapa, Taeyeon? Kami menjalankan bisnis dan jika dia tidak bisa datang, dia akan berada dalam masalah besar. Aku masih tidak mengerti kenapa kalian tidak mau mengeluarkan dia? Dia tidak bertanggung jawab dan dia menarik kalian jatuh bersamanya.”

“Tidak, dia tidak seperti itu.”

Yuri berdiri, bersikeras membela Jessica. Tidak ada seorang pun yang boleh mengatakan hal-hal buruk tentang member-membernya seperti ini. Tidak di depan wajahnya.

“Saya minta maaf jika kami menyita waktu kalian. Tapi saya yakin Jessica sedang dalam perjalanan pulang. Kami bisa menjadwalkan rapat lainnya besok seperti yang dikatakan Taeyeon.”

Salah satu manager mendengus. Dia adalah manager baru yang ditugaskan beberapa bulan lalu. Sooyoung memelototinya mengetahui dia baru saja menjatuhkan dirinya dalam masalah besar hanya dengan melakukan itu. Kim Young Min menyuruh manager itu berbicara.

“Dia bahkan tidak menjawab telepon kami dan membalas SMS kami. Setiap member ditemani oleh setidaknya satu manager dan Jessica pergi tanpa satu manager pun.”

“Oppa.”

Sunny mendesis tidak senang mendengar penjelasannya. Mereka tengah mencoba menyelamatkan Jessica tetapi manager baru ini mengatakan hal-hal buruk tentang salah satu member mereka.

“Kenyataannya memang begitu, Sunny. Secara tidak langsung dia mengusirku agar tidak mengikutinya ke Hong Kong.”

Hyoyeon mengepalkan tangannya bersiap untuk meninju manager ini tapi Seohyun menggelengkan kepala. Bukan di sini tempatnya dan ini bukan saat yang tepat.

“Kalian dengar itu? Kalian tahu? Kami sudah membuat keputusan kami mengenai Jessica. SNSD akan berlanjut dengan 8 member.”

“APA?”

Tiffany berdiri protes. Ia tidak akan membiarkan mereka membuat keputusan demi keutuhan tim.

“Kau mendengarku Tiffany, SNSD akan berlanjut dengan 8 member. Akhir dari diskusi.”

“TIDAK.”

Semua orang menoleh ke arah Yoona yang saat itu mengirimkan tatapan tajam kepada para direktur dan pemegang saham.

“Saya tidak akan membiarkan kalian membuat keputusan untuk masa depan kami. Kami akan berlanjut dengan 9 member atau tidak sama sekali.”

Kim Young Min tersenyum licik. Ia menoleh pada Taeyeon.

“Aku akan membiarkan kau mengatasi masalah ini Taeyeon. Beritahu mereka apa yang akan terjadi. Semoga perjalanan kalian ke Shenzen menyenangkan.”

7 member yang lain memperhatikan Taeyeon yang bahkan tidak berbicara. Ada sesuatu yang tidak beres. Semua staff, direktur, pemegang saham, dan Kim Young Min meninggalkan ruangan dengan hanya 7 member yang menatap pemimpin mereka dengan ekspresi yang bercampur aduk.

“Apa yang dia bicarakan Taeyeon?”

Sunny bertanya. Ia memiliki firasat buruk tentang semua ini. Taeyeon mengangkat kepala dan melihat 7 pasang mata yang menatapnya bingung. Apa yang telah ia lakukan?

“Jessica harus pergi.”

Yuri berdiri dan menarik kerah baju Taeyeon. Member yang lain mulai panik dan mereka bisa melihat Taeyeon balas menatap Yuri sementara mata Yuri memerah karena marah.

“Aku memilih dia keluar.”

“Kau tidak punya hak itu!”

“Yuri, lepaskan Taengoo.”

“Jangan ikut campur Soo!”

“Kau mendengarku Yul. Kita harus melepaskannya. Perjalannan dia bersama kita berakhir di sini.”

“Kau *****.”

Yuri mendorong Taeyeon. Berkat Tiffany, Taeyeon tidak jatuh ke lantai. Yuri memandang sekelilingnya. Selain Yoona dan Sunny yang terlihat sama terkejutnya seperti dirinya, member yang lain terlihat cukup tenang mendengar berita tersebut.

“Jangan bilang kalian setuju dengan ini?”

“Yuri, duduklah. Biarkan Taeyeon menjelaskannya. Setelah itu kau bisa menilainya sendiri.”

Hyoyeon mencoba menenangkan gadis berkulit kecokelatan tersebut. Yuri geleng-geleng kepala tak menyangka.

“Apa lagi yang harus dibicarakan kalau kalian tidak keberatan dengan semua ini? Persetan dengan ikatan persahabatan kita yang tidak terpecahkan.”

Taeyeon menegakkan postur tubuhnya dan berterima kasih kepada Tiffany atas bantuannya. Ia lalu menarik napas dalam-dalam sebelum menjelaskannya kepada Yuri.

“Aku sudah memeriksa kontrak kita. Jika kita semua memutuskan untuk mengakhiri SNSD sebelum kontak 3 tahun kita berakhir, kita akan dituntut. Kontrak itu sendiri bernilai jutaan Yul tapi jika perusahaan merasa kalau salah satu member melalaikan member yang lain dan merugikan kita, dia akan dikeluarkan tanpa konsekuensi apa pun tapi kontraknya tidak akan diakhiri hanya dia akan berpromosi sebagai solo daripada grup. Belum lagi masalah dengan sponsor grup. Pada akhirnya kita mungkin akan membayar denda dalam jumlah besar. Jika kita memutuskan untuk melakukan hal yang sama seperti Sica dan menjadi ancaman juga maka perjanjian pemberhentian akan diberlakukan dengan pembayaran denda lainnya yang juga dalam jumlah besar. Kita menandatangani perjanjian itu karena kita mengira tidak ada yang bisa memisahkan kita ber-9. Kita membuat kesalahan ketika kita menandatangani kontrak baru.”

Taeyeon hampir menangis. Ia sudah memeriksanya dengan pengacara keluarganya dan pengacara itu sudah mengkonfirmasinya. Yuri, Sunny, dan Yoona bahkan tidak bisa membalas pernyataannya. Mereka melupakannya karena perjanjian itu adalah masalah kecil. Mendengar mereka tidak berbicara, Taeyeon melanjutkan kata-katanya.

“Aku ingin dia tetap tinggal bersama kita tapi Sica menolak menghadiri rapat sebanyak 3 kali berturut-turut seakan-akan menantang para direktur. Mereka memberi 2 pilihan; mereka akan memberlakukan perjanjian pemberhentian dan membebankan semua denda kepada kita atau kita melepaskan Jessica dan melanjutkan promosi dengan 8 member. Katakan padaku apa yang akan kau lakukan? Membayar denda dan kehilangan segala yang telah kita perjuangkan selama 7 tahun atau melepaskan Sica dan mencoba menjelaskannya padanya?”

“TaeTae..”

“Tidak Fany, mereka harus mengetahui kebenarannya. Jadi katakan padaku, apa yang akan kalian lakukan jika kalian berada di posisiku? Karena saat ini, aku hanya ingin melindungi kalian semua termasuk Sica meskipun aku harus mengorbankannya.”

Yuri perlahan merosot ke kursinya. Air matanya menetes.

“Kapan mereka berencana untuk melepaskan Jessica?”

Seohyun menepuk bahu Yuri.

“Sehari sebelum fanmeet di Shenzen.”

“Kau tahu dia tidak akan menyerah bukan?”

Yoona ingin sekali menanyakan itu. Ia sangat mengenal Jessica. Jessica akan marah. Tiffany melihat Taeyeon mengangguk padanya menyuruhnya untuk menjawab pertanyaan Yoona.

“Di pasti marah tapi aku tidak akan mengatakan apa-apa atau gembar-gembor di depan umum mengenai masalah ini. Ini adalah keputusan yang aku dan Taeyeon buat. Kami akan melindungi dia untuk yang terakhir kalinya. Aku berharap kalian juga akan melakukan hal yang sama.”

Yuri berdiri dan tanpa memandang ke belakang ia meninggalkan ruang rapat. Sunny menoleh ke arah Sooyoung.

“Kenapa kalian menyembunyikan ini dari kami bertiga?”

“Karena Yoona dan Yuri sangat dekat dengan Sica dan kau dekat dengan Yuri. Kami harus memastikan sebelum mengumumkannya.”

“Hyo juga dekat dengan Sica.”

“Kau benar tapi menyelamatkan grup ini sangatlah penting bagiku.”

Taeyeon menyeka air mata di pipinya.

“Maafkan aku Sunny. Ini demi kebaikan kita semua. Suatu hari nanti aku berharap semoga dia akan mengerti.”

~~~;~~~;~~~

30 September 2014

 

Semua ini dirasa Yoona tidak masuk akal. Mengapa mereka masih berada di bandara dengan adanya kekacauan besar seperti ini? Seharusnya mereka diam di rumah hingga semua kegilaan ini mereda. Ia memandang ke sekelilingnya dan melihat banyak SONE yang datang dan mengambil gambar namun mata mereka, ia bisa melihat betapa bingung dan cemasnya penggemar mereka terutama setelah status Weibo Jessica keluar. Ia membenci dirinya karena lagi-lagi membuat para penggemarnya cemas.

Yoona melihat member-member yang lain dan tak ada satu pun yang berbicara. Mereka bahkan tidak melihat ke arah penggemar seperti biasanya.

‘Semua orang terpengaruh oleh berita ini.’

Yoona tidak lagi melihat senyum lebar Tiffany. Begitu juga dengan Yuri. Tampaknya dia berhenti tersenyum. Hyoyeon mengepalkan tangannya dan raut wajahnya sedih bercampur marah. Yoona tidak sanggup melihat member-membernya bereaksi seperti ini. Bahkan Taeyeon merendahkan pandangannya. Yoona menggigit bibirnya.

‘Apa yang kau lakukan Sica unni?’

Yoona merasa bahwa member-member yang lain diperlakukan buruk oleh Jessica. Mereka berkesimpulan untuk tidak menanggapi apa pun yang mungkin terjadi namun Jessica telah bertingkah di luar batas dengan mengumumkan pemecatannya di media dan mencoba menyalahkan mereka. Jessica sudah keterlaluan. Jika Yoona memiliki akun media sosial, ia mungkin sudah membalas pernyataan Jessica namun ia merasa ini bukanlah perang yang harus dilawannya. Mengalah bukan berarti dirinya bersalah.

~~~;~~~;~~~

Begitu ia duduk di kursinya, ia mengeluarkan ponselnya dan masuk ke internet. Ia tidak perlu banyak mengetik hanya untuk melihat berita terkini; Jessica dikeluarkan dari SNSD, didepak oleh member-membernya?

‘Kenapa dia tega melakukannya?’

Yoona membaca semua berita tentang grupnya. Ia membaca beberapa pernyataan dari perusahaan dan membaca ulang status weibo Jessica dari sebuah artikel.

“Mereka berbohong. Mereka semua berbohong.”

“Yoona.”

Sunny melihat Yoona yang tengah membaca berita. Ia harus menghentikan Yoona agar tidak semakin terluka. Ia mengambil ponselnya dan menggeleng-gelengkan kepala.

“Berhentilah membacanya.”

“Tapi unni, Sica unni memulai duluan! Kenapa dia menyalahkan kita?!”

Sunny bisa melihat betapa marahnya Yoona pada Jessica.

“Kita berjanji untuk tidak mengatakan apa-apa demi Jessica. Ingat?”

“Tapi…”

Yoona tidak akan menangis sekarang. Ia sudah puas menangis. Ia menangis setiap kali Jessica memberikan alasan untuk tidak memperbaiki masalah ini dulu. Ia sudah melakukan apa pun semampunya hanya untuk melindungi gadis yang lebih tua darinya itu. Tapi membaca semua berita ini telah membuatnya marah.

“Kita tidak berarti apa-apa lagi baginya, unni?”

Sunny mendesah dan mengembalikan ponsel Yoona.

“Dalam beberapa hal terkadang keputusan harus diambil Yoong. Dia membuat keputusannya dan kita harus membuat keputusan kita. Kau ingat apa yang dikatakan member Shinhwa pada kita dulu? Kita harus mengorbankan kebahagiaan kita demi member-member lain. Lihatlah sisi positifnya Yoong. Sekarang dia bisa mengejar mimpinya dan tidak akan merasa terganggu lagi oleh kita.”

“Aku benci dia.”

“Kau tidak bersungguh-sungguh Yoong. Kau hanya sedang kesal. Tidak apa-apa.”

“Aku dekat dengannya unni. Dulu kami saling berbagi segala hal. Kenapa dia tega melakukannya? Dia menjelek-jelekkan kita di media.”

Sunny melihat Yoona bersandar di kursinya. Harus ia akui, selain Yuri dan Hyoyeon, Yoona adalah member yang sangat dekat dengan Jessica. Oleh karena itu, tindakan Jessica hari ini sangat menyakiti mereka bertiga.

“Yoong, setiap grup akan mengalami apa yang kita alami hari ini. Aku yakin Jessica sedang memikirkan kita sekarang sama seperti kita yang sedang memikirkan dia. Jangan salahkan dia karena ingin mengejar mimpinya. Kita doakan saja semoga mimpinya menjadi kenyataan, oke?”

Yoona hanya mengangguk dan melihat keluar melalui jendela pesawat. Sunny menepuk-nepuk pahanya dengan lembut dan melanjutkan ucapannya.

“Suatu hari nanti kita bisa merelakannya Yoong. Suatu hari nanti, kita bersembilan akan kembali bersama dan kita bisa menertawakan kejadian yang mengerikan ini. Kita mungkin akan menceritakan lelucon kepada Sica; hei, kau ingat saat kau mencampakkan kami demi kacamata?”

Pernyataan itu menampilkan seulas senyum di wajah murung Yoona. Ia perlahan mengangguk berharap apa yang dikatakan Sunny menjadi kenyataan bahkan jika harus menunggu bertahun-tahun lamanya. Ia akan menunggu.

~~~;~~~;~~~

Seohyun memberikan secangkir cokelat hangat pada Yuri dan duduk di salah satu sofa. Harus ia akui, apartemen Yuri terlihat bagus dari dalam. Rasanya familiar. Yuri hanya tersenyum dan berterima kasih pada Seohyun atas minumannya. Ia menyesap minumannya dan tetap memegangi cangkir itu sambil melamun.

“Unni?”

“…”

“Unni, tidak apa-apa. Aku yakin apa pun yang kau rasakan saat ini akan segera lenyap.”

Yuri perlahan menoleh ke arah Seohyun dan melihat sang maknae tersenyum hangat padanya. Ia tersenyum kecil dan kembali menyesap minumannya sebelum menaruh cangkirnya di atas meja.

~~~;~~~;~~~

“Aku membuat kesalahan Hyun.”

“Kesalahan? Maksud unni?”

“Seharusnya aku belajar untuk merelakan. Aku terlalu bodoh mengira jika kami bisa bersama.”

Seohyun bisa menghubungkan kata-kata Yuri pada seseorang. Ini seperti tahun 2013 dulu ketika mereka mengetahui perasaan Yuri terhadap Jessica.

“Unni, aku tidak tahu harus berkata apa.”

Yuri menarik napas dalam-dalam. Ia merasa marah pada dirinya sendiri karena telah jatuh cinta lagi. Harus berapa kali ia mengalami patah hati sebelum hatinya menyadari bahwa Jessica tidak akan pernah menjadi miliknya?

“Unni, pepatah mengatakan; perasaan terburuk adalah ketika kau berpura-pura tidak peduli pada sesuatu padahal itulah yang kau pikirkan. Aku tahu kau terluka tapi bagaimana dengan hati lainnya yang juga terluka saat kau pergi? Sudah 2 tahun berlalu unni. Kau tidak bisa menghadapi masa lalu seperti ini.”

Seohyun mengutarakan pikirannya. Ia sudah menahannya dari dulu. Ia hanya ingin melihat semua membernya kembali bahagia. Ia sangat merindukan Yuri dan mengetahui bahwa hari ini ia akhirnya bisa bertemu dengan gadis yang lebih tua ini cukup membuatnya merasa bahagia. Tapi tidak seperti ini, tidak dalam suasana Yuri yang sedang patah hati.

“Aku merindukanmu unni.”

Yuri perlahan menarik gadis yang lebih muda itu ke dalam pelukannya. Seohyun tersenyum setelah merasakan pelukan hangat yang dikenalinya. Ia merindukan pelukan ini.

“Terima kasih maknae. Kau selalu harus berperan sebagai member yang paling tua. Maaf.”

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin melihat semuanya kembali bahagia.”

Seohyun merasakan Yuri menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya saling melepaskan pelukan.

“Haruskan aku menelepon Taeyeon unni dan memberitahunya kalau aku sedang bersamamu?”

“Kirimkan alamatku padanya. Kita tidak boleh mengundur reuni ini lagi, bukan?”

Seohyun mengangguk penuh semangat ketika ia melihat senyum familiar Yuri. Yuri-nya yang dulu telah kembali. Tapi kemudian Seohyun berhenti mengangguk.

“Kenapa?”

“Sica unni?”

“Aku akan mengirimkan SMS padanya. Kau beritahu Taeyeon.”

“Oke!”

Seohyun pergi ke balkon dan menelepon. Yuri melihat Seohyun yang mengobrol antusias dengan Taeyeon di telepon. Ia meraih ponselnya. Menelusuri kontak teleponnya dan menemukan nomor telepon Jessica.

Aku ada di apartemenku. Maaf karena aku pergi tanpa memberitahumu. Kau harus datang ke sini. Member yang lain sedang menuju kemari juga.

Ia mengirimkannya dan menunggu pesan itu terkirim. Ia lalu melihat nomor yang lain.

Bisakah aku menemuimu nanti?

Yuri menaruh ponselnya dan menunggu Seohyun kembali. Dering dari ponselnya mengejutkannya.

Dari Jessica. Ia mengangkat teleponnya.

“Yuri! Maafkan aku…Tyler datang dan…”

“Tidak apa-apa Sica. Aku tidak marah. Aku pergi begitu mendengar suara Tyler. Kau bilang padaku kalau kita belum boleh terlihat bersama bukan?”

Yuri menahan tangisnya dan ia bisa mendengar Jessica menghela napas lega di ujung sana.

“Astaga. Aku kira kau kenapa-napa. Jangan membuatku cemas, Yul.”

“Maaf. Tapi aku melakukan aksi gila tadi. Hei datanglah ke apartemenku. Member-member yang lain juga akan datang.”

Hening sejenak. Yuri tahu mengapa. Terlepas berjuang menahan air mata dan kesedihannya sendiri, Yuri berpura-pura baik-baik saja dan menenangkan Jessica.

“Aku yakin mereka juga ingin bertemu denganmu Sica. Kemarilah. Aku akan menunggu, oke?”

Kembali hening sebelum Jessica menjawab.

“Oke. Tapi kau akan bersamaku kan, Yul?”

“Tentu saja Sica. Apa pun untukmu.”

“Tunggu aku.”

“Sampai nanti Sica.”

“Yul?”

“Ya?”

“I love you.”

Air matanya jatuh. Yuri menyekanya.

“Selamanya Sica.”

Panggilan berakhir. Yuri menenangkan dirinya. Ia tidak akan dan tidak boleh terlihat rapuh di depan mereka atau Jessica. Ini akan menjadi rahasianya sendiri. Dering ponselnya membuyarkan lamunannya. Ia membuka kotak masuknya.

Tentu Yuri. aku akan menunggumu di tempat yang sama malam ini.

~~~;~~~;~~~

Jessica pergi ke kamarnya dan mandi. Ya, terdapat kamar mandi lain di kamar tidurnya.

Kamar hotel mewah dari yang termewah. Ia merasa lega mengetahui bahwa Yuri sudah pergi sebelum Tyler masuk. Namun ia mengingatkan dirinya untuk memarahi Yuri karena sudah melakukan aksi gila itu. Ia keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian dari lemarinya. Untungnya, ia sudah mengunci pintu. Ia tidak bisa membiarkan Tyler masuk sekarang.

“Yuri akan menyukainya.”

Jessica mengenakan pakaiannya dan bersiap-siap. Merasa puas dengan penampilannya, ia meraih tas tangannya dan keluar hanya untuk dihentikan Tyler.

“Kau mau pergi ke mana sayang?”

Jessica menghentikan dirinya untuk memutar bola matanya. Tyler tetap pacarnya dan dia adalah laki-laki yang sama yang telah membantunya mewujudkan apa yang dimilikinya sekarang.

“Aku akan bertemu dengan teman lama.”

Mata Tyler bersinar antusias.

“Bolehkah aku ikut?”

Jessica pura-pura memasang raut wajah sedih.

“Maafkan aku Ty. Aku berjanji padanya kalau aku akan datang sendiri. Ditambah lagi kami akan melakukan girls time. Bagaimana kalau kau diam di sini? Aku yakin kau lelah.”

Tyler kecewa dengan jawabannya namun setelah ditolak Jessica tadi, ia semakin merasa lelah dan sepertinya tidur adalah ide yang bagus.

“Oke. Sampai nanti.”

Jessica hanya tersenyum. Ia melangkah pergi namun Tyler meraih pergelangan tangannya dan menariknya. Ia mengecup bibir Jessica dan tersenyum.

“Bersenang-senanglah.”

Jessica tertegun namun ia menenangkan dirinya dan balas tersenyum.

“Tentu.”

~~~;~~~;~~~

Jessica sudah berdiri di depan pintu kurang lebih selama 10 menit. Yuri mengirimnya pesan memberitahunya bahwa 7 member yang lain sudah datang. Ia menarik napas dalam-dalam dan menekan bel pintunya. Pintu itu pun terbuka menampilkan Yuri dengan ketampanannya dan seulas senyum hangat yang tersenyum padanya.

“Kau datang.”

“M-mereka ada di sini?”

Yuri perlahan mengangguk dan meraih tangan Jessica membawanya masuk sebelum menutup pintu di belakangnya. Namun sebelum Jessica sempat memandang sekelilingnya, ia terdorong ke belakang ketika seseorang melompat ke arahnya dan memeluknya erat.

“Sica unni! Aku merindukanmu!”

Jessica mengetahui suara bayi tiruan itu. Itu adalah suara Yoona. Ia sangat merindukannya.

“Unni!”

“Aku juga merindukanmu Yoong.”

Mereka akhirnya melepaskan pelukan dan Jessica menepuk-nepuk lembut kepala Yoona. Yoona tersenyum lebar, terlihat jelas bahwa ia bahagia bertemu dengan Jessica. Jessica lalu memandang sekelilingnya dan melihat yang lainnya memandang ke arahnya. Sunny duduk di sofa putih dengan senyum lebar kekanak-kanakkan. Sooyoung tersenyum dengan tangannya yang memegang sepiring penuh makanan. Taeyeon dan Tiffany yang duduk berdampingan dengan senyum mempesona mereka. Seohyun tersenyum polos dan berbisik padanya kalau dia sangat merindukannya. Dan Hyoyeon. Dia tidak tersenyum maupun bereaksi melihat kedatangannya. Itu membuat Jessica ketakutan. Bagaimana kalau Hyoyeon masih belum memaafkannya?

“Ehem.”

Hyoyeon berdeham dan semua mata tertuju padanya. Ia berdiri dan berjalan menghampiri Jessica. Yoona mundur selangkah. Akhirnya berhenti di hadapan Jessica, Hyoyeon berbicara.

“Kau tahu, kau masih berhutang sepasang kacamata padaku.”

Hyoyeon tersenyum lebar. Senyum yang dikenal Jessica. Ia menarik Hyoyeon ke dalam pelukannya. Pelatih tari itu mengerang protes.

“Yah! Ini terlalu menggelikan!”

“Aku juga merindukanmu Hyo!”

Hyoyeon akhirnya menyerah dan membiarkan Jessica memutar-mutarnya. Bagaimana bisa gadis  ini menjadi lebih kuat?

“Yah! Turunkan aku!”

Mereka tertawa melihat keduanya bercekcok. Siapa yang membutuhkan pelawak ketika mereka memiliki si pembangkit suasana Hyoyeon?

~~~;~~~;~~~

“Jadi itulah ceritaku.”

Jessica menunggu mereka bereaksi. Ia sudah menceritakannya pada Taeyeon, Tiffany dan Yuri. Ia kembali menjelaskannya pada orang-orang yang baru datang. Sunny mendesah.

“Yah, senang mengetahui kalau kita semua sudah menyadari kesalahan kita masing-masing. Jadi tidak ada masalah.”

“Aku sungguh minta maaf. Jika aku bisa memutar kembali waktu dan mengulang semuanya. Aku sudah akan melakukannya. Memiliki karier solo membuatku semakin merindukan kalian. Aku ingin menelepon dan sebagainya tapi mengetahui apa yang dulu aku lakukan, aku takut kalau kalian tidak ingin berbicara padaku.”

Sooyoung menaruh piringnya. Hyoyeon tersenyum menyeringai melihat teman shikshin-nya berhenti makan dan ia perlahan mendorong piringnya ke arah Yoona.

“Kau tahu, lupakanlah semua ini. 6 tahun sudah berlalu. Ingat apa yang dikatakan member Shinhwa kepada kita? Suatu hari nanti kita akan menyadarinya dan ketika saat itu tiba, kita akan bersama-sama lagi. Aku sudah bilang kalau SNSD seperti dunia kecil di mana kita semua mempelajari hal-hal baru. Aku senang sekarang kita bisa kita bisa menertawakan semua itu.” Taeyeon dan Tiffany menyetujuinya. Di sisi lain Yuri hanya tersenyum seolah-olah ia baik-baik saja. Sooyoung merasa puas dengan penjelasannya sendiri. Ia menunduk melihat piringnya dan menyadari kalau piringnya hilang. Ia melihat ke samping kanannya; matanya terbelalak.

“IM YOONA!”

“HYOYEON UNNI MEMBERIKAN ITU PADAKU!”

~~~;~~~;~~

Karena pertengkaran panjang mereka, Sunny, Sooyoung, Yoona, Hyoyeon dan Seohyun menempati kamar tidur dan kamar tamu Yuri meninggalkan Yuri, Jessica, Tiffany dan Taeyeon di ruang duduk. Taeyeon dan Tiffany duduk di sofa yang sama sementara Yuri dan Jessica duduk di kursi berbeda.

“Sofa ini nyaman sekali, Yul.”

“Ya aku membelinya sehingga jika aku sedang malas, aku hanya akan mengubahnya menjadi tempat tidur.”

“Mengagumkan.”

Yuri hanya tersenyum kepada keduanya. Dua orang itu perlahan tertidur lelap. Yuri geleng-geleng kepala.

“Fans bilang kalau aku adalah si tukang tidur. Mereka seharusnya melihat mereka berdua.”

Jessica tertawa mendengarkan ocehan Yuri.

“Yuri ah.”

“Hrmm?”

“Terima kasih.”

Yuri memandang Jessica dengan bingung mendengar dia berterima kasih padanya.

“Huh? Apa yang sudah kulakukan?”

Jessica mendekat dan menyandarkan kepalanya di bahu Yuri. Ia memeluk lengan Yuri.

“Terima kasih atas segalanya. Aku tahu kau sudah banyak berkorban Yul. Maafkan aku karena tidak menyadarinya lebih awal. Tapi aku hanya ingin kau tahu kalau aku akan selalu ada di sini, bersamamu.”

Yuri merasakan luka lamanya yang kembali terbuka. Ia menyembunyikan kesedihan dan kepedihannya dalam-dalam.

‘Betapa aku mengharapkan semua itu benar, Sica.’

“Tidak apa-apa Sica. Aku akan melakukan apa pun untukmu, kau ingat?”

Ia merasakan Jessica mengangguk. Jessica perlahan mengecup pipi Yuri dan memejamkan matanya. Harus ia akui, ia juga merasa sedikit lelah. Yuri menoleh ke samping dan melihat Jessica tertidur. Ia tersenyum melihat Jessica terlelap seperti anak kecil. Yuri menggunakan tangan kirinya dan menempelkannya di pipi Jessica; membelainya dengan lembut.

“Aku harap aku memiliki mesin waktu. Tapi aku tidak memilikinya Sica. Aku mencintaimu tapi cintaku tidak akan pernah cukup bagimu. Semoga kau bahagia dengan dia. Aku akan menghadiri pernikahanmu bahkan jika kau tidak bisa mengundangku secara pribadi. Aku akan berada di sana. Berbahagialah Sica.”

Yuri perlahan melepaskan rangkulan Jessica padanya dan membaringkannya dengan nyaman. Ia mengambil selimut dan menyelimutinya. Yuri perlahan membungkuk dan mengecup keningnya untuk yang terakhir kalinya.

“Aku mencintaimu.”

Yuri meraih jaketnya dan mengeluarkan dua buah amplop. Ia menaruh kedua amplop itu di atas meja dengan nama yang tertulis di atas amplop tersebut.

Everyone.

Jessica Jung.

“Aku sungguh berharap memiliki mesin waktu.”

~~~;~~~;~~~

To Jessica Jung,

Sica, aku tahu kau sudah membaca surat yang pertama. Maafkan aku. Aku berharap aku bisa tinggal tapi aku tidak bisa. Kariermu sangat berarti bagiku dan aku tidak bisa melihatmu hancur. Aku tidak ingin menjadi beban bagimu. Kali ini, biarkan aku mengorbankan diriku demi kebaikan. Jangan coba mencariku. Aku harap kau bahagia dengan Tyler, Sica. Bagaimanapun juga dia bisa memberikan masa depan yang tidak bisa aku berikan padamu. Masa depan tanpaku. Dia tidak terlalu buruk dan aku tahu dia mencintaimu. Ditambah lagi dia juga seorang Kwon. Seorang Kwon yang bisa menjadikanmu gadis yang paling bahagia di dunia. Berhentilah menangis Sica dan kembalilah ke duniamu. Hari-hari yang kulalui bersamamu ini terasa bagaikan surga bagiku dan setelah bertemu dengan kalian semua, aku merasa inilah saatnya aku pergi. Aku akan memperhatikanmu dan terus menyemangatimu sebagai seorang penggemar. Aku akan selalu mencintaimu.

Kwon Yuri.

~~~;~~~;~~~

Yuri memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang menunggu giliran mereka. Ia sudah memantapkan hatinya.

“Kau tahu, aku tidak memahamimu.”

“Bagian mana yang tidak kau pahami Helena?”

“Semuanya. Kukira kau mencintainya hingga kau mematahkan hatiku.”

Yuri kembali menghela napas.

“Aku mencintainya. Aku rasa aku tidak bisa mencintai orang lain seperti aku mencintai dia. Tapi…”

Helena melihat Yuri memain-mainkan passportnya.

“Aku memberikan gelar pengecut secara resmi padamu. Aku tidak percaya aku jatuh cinta padamu.”

“Sebelumnya dia baik-baik saja tanpaku. Dan sekarang dia juga akan baik-baik saja tanpaku. Ditambah lagi dengan berita-berita yang sedang hangat saat ini mengenai skandal lesbianku, itu hanya akan membahayakan karier mereka. Aku tidak bisa melihat mereka menderita lagi. Aku sudah pernah menyaksikannya dan aku tidak ingin kembali melihatnya.”

“Kau sadar cepat atau lambat mereka akan menemukanmu lagi kan?”

Yuri tersenyum sedih.

“Tidak, kali ini aku akan pergi untuk selamanya.”

“Atau kami bisa menghentikanmu dan mengakhiri usaha melarikan diri yang sangat kau sukai.”

Yuri mengangkat kepala dan melihat Alice dan Shane berdiri di hadapannya dengan senyum menyeringai. Ia menoleh pada Helena.

“Kau memberitahu mereka?”

Helena mengangkat tangannya dan tersenyum.

“Hei jangan menyalahkanku.”

FLASHBACK

Helena datang ke Club9 dan duduk di salah satu kursi. Ia memandang berkeliling dan tidak melihat Yuri di sana. Ia menghela napas.

“Hei.”

“Jangan ganggu aku Dana.”

Dana memutar bola matanya.

“Aku mencoba bersikap baik.”

“Kau lihat Yuri? Dia memintaku untuk menemuinya di sini. Aku tidak melihat dia di sini.”

Dana menggelengkan kepalanya. Alice lalu datang dan mendengarkan obrolan mereka.

“Yuri? Dia mungkin sedang bersama perancang busana dari Korea itu, Jessica.”

“Aneh. Dia memintaku untuk menemuinya sekarang. Aku akan terbang ke Paris malam ini. Daddy meneleponku.”

“Paris? Kau memberitahunya?”

Helena hanya mengangkat bahu. Shane dan Alice saling berpadangan. Lalu Shane berbicara.

“Helena, jika Yuri akan ikut denganmu ke sana, kabari kami dan jangan beritahu dia.”

END OF FLASHBACK

Yuri tidak mempercayai keberuntungannya. Ia menatap tajam Helena namun gadis itu hanya berpura-pura polos.

“Jika kalian berdua mengira datang ke sini untuk menghentikanku, kalian salah besar.”

Lalu Yuri melihat Alice dengan senyum miringnya. Senyuman yang Yuri ketahui pasti tidak baik untuknya.

“Oh, kau salah Yul. bukan kami berdua yang akan menghentikanmu.”

“Yuri.”

Sial. Jessica Jung. Ia melihat Jessica berjalan menghampiri mereka. Alice dan Shane tiba-tiba menarik Helena bersama mereka untuk memberikan waktu bagi dua orang Korea itu.

“Sedang apa kau di sini?”

“Aku bangun ketika aku tidak merasakan keberadaanmu di sampingku lalu aku melihat surat itu. Aku membacanya. Aku tidak membaca surat yang lainnya tapi aku membaca surat yang ditujukan padaku. Alice meneleponku, memberitahuku kalau aku harus datang ke sini karena rupanya aku akan kehilanganmu lagi.”

Yuri melihat matanya berkaca-kaca. Melihat Jessica seperti ini membuat hatinya terasa sakit.

“Jika kehilanganku akan membantu dan menyelamatkanmu kenapa tidak Sica? Kita berada di dunia yang berbeda.”

“Dunia apa? Aku tidak peduli Yul.”

“Aku peduli dan aku tahu Tyler adalah masa depanmu.”

Pernyataan itu melukai Jessica. Air matanya jatuh menuruni pipi dan meskipun Yuri tidak bisa melihatnya seperti ini, ia merasa seolah-olah kakinya menancap di lantai, mencegahnya bergerak.

“Bersamamu adalah segalanya bagiku, Sica. Aku sudah menantikannya sejak lama. Tapi harus aku akui jika kita tidak bisa melanjutkannya. Aku hidup di dunia berbeda sekarang. Aku jauh dari ketenaran. Tapi kau, kau adalah Jessica Jung; pemilik BLANC & ECLARE. Hubungan yang kita miliki sekarang akan membahayakan segala hal yang telah aku korbankan 6 tahun lalu. Hubungan ini akan menghancurkan pengorbanan member-member yang lain 6 tahun lalu. Aku tidak bisa melakukannya. Tidak dengan mengorbankan yang lainnya.”

“Lalu apakah tidak apa-apa…menyakiti perasaanku?”

“Kau tidak mengerti. Aku…”

“Hentikan.”

“Sica…”

Jessica melompat ke arah Yuri dan merangkulkan lengannya di leher gadis berkulit kecokelatan itu, menariknya ke arah bibirnya sendiri. Yuri berusaha sekeras mungkin untuk tidak mengalah pada ciuman itu tapi apa yang bisa ia lakukan jika gadis ini membuat jantungnya berdetak? Perasaan saat menciumnya terasa seperti ketika pertama kali mereka berciuman dan itu membangkitkan seluruh emosi dalam diri Yuri. Rasanya seperti di surga.

Mereka akhirnya mengakhiri ciuman dengan terengah-engah. Yuri perlahan membuka matanya hanya untuk melihat Jessica yang balas menatapnya dengan hangat dan air mata yang terlihat jelas di pipinya.

“Aku mencintaimu dan aku tidak peduli dengan apa yang akan dipikirkan orang-orang. Ini adalah hidupku dan aku tidak akan membiarkan orang lain mengendalikannya. Mereka boleh membenciku atau membicarakan hal-hal buruk tentangku karena aku tidak keberatan selama aku memilikimu. Jika aku bisa berkorban sebesar itu kenapa kau tidak? Aku rela melompat dari jurang denganmu.”

Pernyataan itu telah menyentuh Yuri. Apa yang dipikirkannya ketika ia pergi tadi? Berapa lama lagi ia ingin menyenangkan orang-orang yang tidak mengetahui apa-apa tentangnya dan menolak untuk mengenalnya? Ia sudah melakukan semua itu selama 13 tahun. Namun kenyataan menyadarkannya.

“Tapi aku melihatmu dengan dia. Itulah sebabnya aku meninggalkan kamar hotelmu. Kau berbohong padaku.”

Jessica mendesah. Ia tahu Yuri merahasiakannya ketika ia berbicara dengannya melalui telepon.

“Kami memiliki masalah setahun yang lalu. Aku memergokinya bersama salah satu klienku di sebuah Hotel saat kami berada di New York. Alasan kenapa aku kerap berpergian sendiri karena aku tidak menginginkan dia bersamaku lagi tapi dia bersikap keras kepala dan hal terakhir yang aku inginkan adalah skandal. Aku memantapkan hatiku bahwa ketika koleksi terbaruku diluncurkan, aku akan meninggalkan dia untuk selamanya. Lalu kau datang. Aku tidak mau Tyler berbuat ulah di LA. Tidak ketika semua member sedang ada di sini. Aku sudah memberitahumu untuk tidak mempercayai berita-berita itu. Aku menciumnya di hotel dan semacamnya tapi kita tidak melakukan hal yang lebih dari itu. Aku meninggalkannya di hotel demi kau. Sekarang dia tidak berada di daftar masa depanku. Aku ingin melihat bagaimana masa depanku dan kau terjadi. Kumohon jangan tinggalkan aku Yul.”

Yuri tidak tahu mengapa tiba-tiba ia merasa lega. Ia menangkup wajah Jessica dan menyeka air mata di matanya sambil tersenyum.

“Kita sudah melakukan seks, Yuri. Kau tahu, aku tidak tidur dengan sahabatku jika itu tidak ada apa-apanya.”

Yuri terkekeh. Ia lalu tersenyum konyol.

“Aku juga.”

Ia kembali menarik Jessica dan membiarkan bibir mereka saling berbicara. Alice, Helena dan Shane yang sudah menyaksikan mereka dari awal merasa bangga dengan meraka sendiri.

“Kita harus membuka perusahaan perjodohan. Kita sudah sehebat ini.”

“Terima kasih.”

Ketiganya berbalik dan melihat Taeyeon bersama 6 gadis lainnya berdiri sambil memperhatikan kedua teman mereka.

“Semua ini terasa benar. Ditambah lagi setelah nama Yuri muncul dari tabloid itu karena masalah lesbiannya, kurasa orang-orang terlalu bertingkah berlebihan. Aku penasaran melihat kalian menanggapinya dengan tenang.”

“Berita itu tidak terlalu mengejutkan kami. Kami sudah mengetahuinya bahkan ketika kami masih di SNSD. Yuri terkadang bisa sulit dimengerti. Terima kasih atas bantuan kalian. Jika ada yang bisa kami bantu beritahu saja kami, oke?”

Eye smile Tiffany membutakan Shane yang sedari tadi memandanginya. Alice lalu mendapatkan ide.

“Satu tiket masuk ke belakang panggung di Soul Concert di L.A bulan depan saja sudah cukup.”

Ketujuh gadis itu tersenyum mendengar permintaan Alice. Sooyoung lalu menunjuk ke arah Taeyeon.

“Dia bisa memberikannya padamu. Anggap saja beres.”

“Hebat!”

~~~;~~~;~~~

“Miss Jung, apa berita itu benar?”

Salah satu reporter memiliki keberanian untuk menanyakan pertanyaan yang tidak berani ditanyakan oleh siapa pun terutama tidak di sebuah acara jumpa pers untuk koleksi fashion seperti ini. Jessica tersenyum kepada laki-laki itu.

“Terlalu banyak kebenaran. Maksud Anda yang mana?”

“Kau putus dengan Mister Kwon?”

“Ah itu. Ya. Sudah 4 bulan yang lalu lebih tepatnya.”

“Dan menurut Mister Kwon, rupanya ada orang ketiga yang menyebabkan berita sedih ini.” Pernyataan itu membuat Jessica tersenyum menyeringai.

“Itu benar dan menurutku orang ketiga itu adalah salah dia karena aku memergokinya selingkuh di belakangku. Jadi jika Tyler mengirim Anda ke sini untuk memalukanku, aku harap dia membayarmu dengan cukup karena aku tidak akan menganggapnya enteng.”

Salah satu asisten pribadi Jessica menyela.

“Silakan tuan, pintunya berada tepat di samping Anda.”

Semua orang melihat beberapa petugas keamanan mengantar reporter itu keluar. Setelah dia keluar, asisten pribadi Jessica melanjutkan kata-katanya.

“Jika ada yang menanyakan pertanyaan yang tidak ada kaitannya dengan koleksi terbaru ini, tolong jangan bertanya. Terima kasih.”

~~~;~~~;~~~

Jessica bergandengan tangan dengan Yuri dan keduanya terlihat sedang berjalan menyusuri jalanan kota Paris. Ketika orang-orang bilang kalau Paris adalah kota romantis, kalian harus datang sendiri untuk mempercayainya.

“Jadi, apa yang kita lakukan di sini, Sica? Alice meneriakiku mengetahui kalau aku meninggalkan Club9 di bawah tanggung jawabnya lagi.”

Jessica menyandarkan kepalanya di bahu Yuri sambil melihat-lihat butik yang mereka lalui. Ia tersenyum bahagia. Bahkan sejak ia dan Yuri menjadi sepasang kekasih, ia selalu tersenyum seperti ini. Bahkan senyuman ini dirasa Hyoyeon cukup mengerikan.

“Aku harus berpikir lebih untuk koleksi terbaruku. Ditambah lagi ini terasa seperti kencan, bukan?”

“Memang dan orang-orang memandang kita.”

“Mereka memandang kita karena mereka iri, Yul. Lagipula, apa kau tidak merasa aneh melihat tinggi badanmu cocok dengan tinggi badanku?”

Yuri melihat ke Jessica dan tersenyum main-main.

“220 cm? Aku meragukannya.”

Jessica mencubit lengan Yuri yang lalu mengerang.

“Yah! Aku membencimu.”

Jessica cemberut tapi masih memeluk lengan Yuri seolah-oleh ia memilikinya. Ia memang memilikinya.

“Kau memulainya duluan.”

“Kau keterlaluan.”

“Maaf princess. Kenapa kau bertanya?”

“Kepalaku sangat pas di bahumu, seperti ini. Cocok sekali.”

“Ouch Sica. Aku hanyalah alat untuk kemalasanmu? Ouch.”

“Aku tidak bermaksud seperti itu. Kau tahu apa maksudku.”

Yuri tidak bisa menahan tawanya melihat wajah cemberut Jessica. Baginya itu terlihat lucu.

“Aku tahu. Aku hanya menggodamu. Aku juga sedang gugup.”

“Kenapa?”

“Jumpa persnya 2 minggu lagi. Aku tidak tahu apakah aku bisa melakukannya dengan baik Sica. Bagaimana kalau aku mengacaukannya? Aku tidak akan pernah bisa menunjukkan wajahku lagi.”

Jessica berhenti berjalan dan memutar badan Yuri agar menghadapnya. Ekspresi wajahnya khawatir sekaligus bangga pada Yuri.

“Kau akan melakukannya dengan baik. Kau adalah Kwon Yuri. Itulah sebabnya aku membawamu ke sini. Jangan terlalu dipikirkan, oke?”

Yuri tersenyum lega mengetahui bahwa Jessica dan gadis-gadis yang lain telah mendukungnya sejak awal.

“Oke. Ayo kita bersenang-senang!”

~~~;~~~;~~~

Kerumunan wartawan menghadiri jumpa pers. Yuri duduk di samping Jessica bersama Taeyeon, Sunny, Tiffany di samping mereka. Ia memiliki pengacaranya dan juru bicaranya untuk berjaga-jaga jika terjadi apa-apa. Ia harus menyelesaikan masalah ini sekali dan untuk selamanya.

“Yul, sekarang saatnya.”

Desakan Taeyeon membuatnya semakin gugup. Jessica memeras lengannya memberitahunya kalau tidak apa-apa untuk memulai. Ia mendekat dan melihat sekelilingnya untuk melihat orang-orang yang hadir di sana. Ia menarik napas panjang.

“Saya di sini untuk menjelaskan skandal yang muncul di tabloid 6 bulan lalu. Gadis di foto tersebut adalah saya.”

Bisikan dan obrolan terdengar dari para hadirin. Salah satu reporter di kursi depan mengacungkan tangannya.

“Jadi kau mengakui kalau kau adalah seorang lesbian?”

“Nampaknya ya.”

“Lalu apa yang terjadi pada tahun 2014 itu merupakan rencana untuk menyelamatkan karirmu dan menghancurkan karir Jessica?”

Yuri sudah menduganya. Jessica menyela.

“Jika dia melakukan itu maka aku tidak akan ada sini . Apa yang terjadi 6 tahun lalu tidak ada hubungannya dengan ini.”

“Tapi kami rasa sepertinya itu ada hubungannya. Kau dikeluarkan karena Kwon Yuri. Bukan begitu?”

Sunny sudah muak. Ia hampir muntah mendengar tuduhan yang tidak benar itu.

“Kenapa kami mengeluarkan dia jika kami bisa mengeluarkan Yuri sendiri? Apa yang terjadi pada tahun 2014 tidak pernah direncanakan. Kami dan Jessica membuat kesalahan. Aku mengakuinya. Tapi jangan menuduhnya untuk sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya. Jika pertanyaanmu tidak ada hubungannya, maka aku tidak mengerti kenapa aku akan melanjutkan jumpa pers ini. Aku bisa saja mengakhirinya sekarang.”

Lee Sunkyu, CEO baru SM Entertainment sudah berbicara. Ia tidak akan mentoleransinya lagi. Tiffany dan Taeyeon mengangguk menyetujui Sunny.

“Kenapa kau menunggu selama berbulan-bulan sebelum keluar dari tempat persembunyianmu?”

Yuri tersenyum tulus.

“Penilaian.”

“Bisa Anda ulang Miss Kwon?”

“Orang-orang suka banyak menilai sehingga terkadang hanya menjadi seorang manusia saja pun bisa menjadi kesalahan. Kita membiarkan kebencian merasuki kita hanya karena orang lain memiliki sedikit perbedaan dengan kita. Pada satu titik, kau akan merasa takut karena komunitas penilai ini semakin meluas dan menyakiti orang-orang yang tidak berbuat apa-apa kepada mereka. Di mana letak keadilan?”

“Lalu menjadi seorang lesbian tidak salah?”

“Apanya yang salah dan apanya yang benar? Gay, lesbian, normal hanyalah kata-kata yang kita, manusia, letakkan di kamus. Orang-orang menilaiku salah karena aku seorang gay. Lalu apakah benar menjauhiku dan menghukumku seolah-olah aku menyebarkan virus? Menjadi seorang gay dan lesbian tidak akan membunuhmu tapi kebencian akan membawamu ke kematian. Kalian salah menghentikan komunitas.”

Seorang reporter lainnya berdiri.

“Generasi yang lebih muda menganggapmu sebagai panutan mereka. Mereka meniru. Kau merusak pemikiran mereka. Bukankah seharusnya kau menjadi contoh untuk generasi yang lebih baik?”

Pertanyaan ini membuat Jessica kesal. Ia menjawabnya untuk Yuri.

“Kalau begitu beritahu aku, berapa banyak pelaku kriminal di bawah umur, pemerkosa di bawah umur dan peminum di bawah umur yang sudah dihentikan One Direction, Lady Gaga, Mariah Carey, dan Westlife ketika mereka tengah berada di puncak karir mereka? Tidak ada. Itu tidak menghentikan apa pun. Ini adalah pilihan yang diambil anak-anak. Kau sendiri, pernahkah kau menghentikan kriminal sebelumnya? Kurasa tidak. Jadi kumohon hentikan penilaian ini dan bukalah pemikiranmu. Kau menyalahkan orang yang salah.”

Tiffany menenangkan Jessica dan menyandarkannya di kursinya. Hal terakhir yang mereka inginkan adalah ledakan Jessica. Taeyeon lalu mengambil kesempatannya.

“Ada pertanyaan lain?”

“Dengan Yuri yang muncul seperti ini, tidakkah itu merusak karir member yang lain? Bagaimanapun juga sebelumnya kalian berada di satu grup yang sama dan jika salah satu member berbuat salah, member yang lain akan terkena akibatnya.”

Taeyeon menoleh pada Yuri dan mengangguk terhadapnya.

“Dulu SNSD memiliki fanbase dan juga haters yang besar. Aku tidak melihat fans grup memaki kami. Tapi para haters yang melakukannya. Mereka boleh mengatakan apa saja yang mereka ingin katakan. Tapi bukan mereka yang membesarkan nama kami. Fans yang melakukannya. Jadi untuk apa kami memedulikan haters? Mereka dilahirkan untuk membenci.”

“Kau terdengar yakin, Yuri.”

“Fans tidak bodoh. Entah bagaimana mereka sudah mengetahuinya dan mereka telah melindungi kami sampai sekarang. Aku bersyukur karenanya.”

“Jadi kau ingin berterima kasih kepada fansmu?”

“Kami berterima kasih kepada para penggemar atas segala yang telah mereka lakukan untuk kami dri dulu sampai sekarang.”

~~~;~~~;~~~

Satu setengah tahun kemudian.

Taeyeon merasa sangat bahagia hari ini. 8 member yang lain telah setuju untuk melakukan makan siang bersama dan menikmati hari bersama. Mereka mendadak mengambil hari libur. Bukan hal yang mudah untuk mengumpulkan mereka bersama. Sooyoung akhirnya telah menyelesaikan film ketiganya di tahun itu sementara Yoona menyelesaikan proyek film terbarunya dengan dirinya sebagai sutradara. Tiffany baru saja mengakhiri US Tour dan Seohyun mengakhiri Japan Tour. Hyoyeon akhirnya terbebas dari semua rutinitas dance-nya terutama ketika dia ikut terlibat dalam pengaturan penampilan dance untuk debut stage 3 grup baru.

Sunny semakin sibuk setelah mengambil alih SM Entertainment. Saat itu adalah waktunya bagi salah satu anggota keluarga untuk memimpin salah satu perusahaan entertainment tertua di Korea. Karena itulah Taeyeon jarang bertemu dengannya. Meskipun begitu ia beberapa kali mengobrol dengan Sunny di telepon dan berhasil melakukan perjanjian untuk mengambil waktu libur selama satu hari bersama mereka. Bisnis Jessica semakin berkembang dan dengan bantuan Yuri di belakang layar, CEO Jung bergerak dengan cepat. Di sisi lain, setelah menyelesaikan skandal lesbiannya, Yuri tetap melakukan pekerjaan untuk Jessica di belakang layar dan meneruskan club9-nya. Pada kenyataannya Alice sudah menghapus namanya dari situs The Chart. Dan Taeyeon sendiri, ia masih memiliki satu konser World Tour terakhirnya di Seoul.

“Hai Taenggo.”

“Kau datang lebih awal. Yuri memaksamu bangun?”

Pipi Jessica memerah sementara Yuri hanya tersenyum lebar. Ya, saat ini keduanya tinggal bersama dan Taeyeon merasa kalau saat mereka bertemu lagi lain kali, mereka akan mengumumkan pernikahan mereka atau semacamnya.

“Di mana yang lainnya?”

“Itu dia mereka.”

Taeyeon menunjuk ke arah pintu di mana satu persatu dari mereka masuk sambil melambaikan tangan pada Taeyeon, Yuri dan Jessica. Beberapa pelanggan di sana mengenali mereka akan tetapi menghampiri mereka di saat seperti ini dirasa tidak pantas.

“Oke, ayo kita memesan!”

Sooyoung ingin sekali memesan makanan dan aksinya itu didukung oleh Yoona yang dengan sekejap tergoda oleh makanan-makanan di menu. Taeyeon geleng-geleng kepala dan memanggil pelayan. Setelah mereka selesai memesan, pelayan itu pergi dengan merasa sedikit terbebani karena mereka memesan banyak makanan.

“Jadi ada apa Taeyeon?”

Sunny bertanya. Taeyeon tengah sibuk dan mereka tahu bagaimana lelahnya melakukan Tour dan ketika Taeyeon meminta mereka untuk libur hari ini, mereka sedikit terkejut.

“Aku akan mengakhiri tur duniaku di Seoul. Aku berpikir untuk melakukan konser final yang akan diingat selamanya. Itulah sebabnya aku meminta kalian kemari.”

Pelayan itu pun akhirnya datang dengan membawa makanan mereka dan sudah jelas Yoona dan Sooyoung tidak memedulikan mereka dan menyantap setiap makanan yang dapat dijangkau tangan mereka. Hyoyeon memutar bola matanya.

“Aku kasihan pada tunangan kalian. Benar-benar merasa kasihan pada mereka.”

“Kau iri karena kami bisa memakan semua makanan.”

Hyoyeon mengerang dan menoleh ke sisi lain hanya untuk disambut oleh pasangan yang sedang kasmaran, YulSic.

“Astaga, hidupku hancur.”

Yuri hanya tertawa.

“Jadi seperti yang aku bilang tadi. Aku melakukan perjanjian dengan kalian semua.”

“Perjanjian apa?”

Taeyeon menyeringai dan mencondongkan tubuh ke depan di mana Tiffany memakan pastanya dengan tenang. Taeyeon telah memberitahukan rencana detailnya pada Tiffany.

“Apa?!”

“Ya, kalian mau bergabung?”

“Tapi Taeng, terakhir kali itu terjadi adalah 4 tahun lalu. Entahlah.”

Taeyeon memahami kegelisan Yuri tapi ia benar-benar merasa sekaranglah saatnya.

“Yuri benar, Tae. Sudah berapa tahun berlalu?”

“Aku tahu tapi aku tidak akan memaksa jika kalian keberatan. Aku hanya merasa kalau ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri ketenaran selama 15 tahun ini. Kau tidak merindukannya Yul?”

Sejujurnya, Yuri merindukannya. Ia menoleh ke arah Jessica dan melihat gadis itu tersenyum senang. Tidak ada ruginya, bukan?

“Oke, aku akan melakukannya.”

~~~;~~~;~~~

5 Agustus 2022

“KIM TAEYEON! KIM TAEYEON!”

Sorakan nyaring menggema di seluruh stadium. Hari ini adalah hari terakhir dari Taeyeon World Tour. Dia mengawalinya di Los Angeles dan mengakhirinya di Seoul. Ia melambaikan tangan kepada para penggemarnya yang menempati semua tempat duduk. Taeyeon melangkah maju dan berhenti di tengah-tengah panggung. Ia memandang semua orang di sekelilingnya.

“Hai semuanya!”

Sorakan nyaring lainnya menggema. Taeyeon menunggu sorakan mereka mereda sebelum mulai berbicara lagi.

“Aku sangat bersyukur memiliki kalian semua di sini. Beberapa dari kalian mungkin baru akhir-akhir ini menyukai musikku tapi beberapa dari kalian sudah mengikuti sejak 2007 ketika aku debut bersama SNSD. Sebenarnya aku sengaja memilih tanggal ini. Hari ini menandakan 15 tahun eksistansiku di industri musik dan aku berterima kasih kepada kalian semua. Jika bukan berkat kalian, aku tidak akan berada di sini. Oleh karena itu untuk penampilan terakhirku, aku mempunyai kejutan untuk kalian semua. Semoga kalian menyukainya.”

END CONCERT PERFORMANCE – INTO THE NEW WORLD

Jika sorakan tadi nyaring, sekarang sorakan itu semakin menggila dan bahkan lebih nyaring. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka. Penantian selama 8 tahun akhirnya berakhir sudah. Beberapa orang bersorak habis-habisan sementara beberapa orang lainnya hampir jatuh pingsan karena bahagia. Sembilan gadis legendaris itu akhirnya berdiri di satu panggung yang sama setelah 8 tahun. Penantian yang menyakitkan berakhir sudah.

Yuri sudah lupa bagaimana rasanya berada di atas panggung lagi. Melihat lautan pink di sekelilingnya membuatnya meneteskan air mata. Ia merasa seseorang menggenggam tangannya. Ia menoleh ke sampingnya dan tersenyum.

“I love you Yuri.”

Yuri tersenyum lebar juga dengan air mata yang masih mengalir. Ia melihat tangan mereka yang saling berpegangan dan kembali menatap mata hangat yang selalu menenangkannya.

“I love you too Sica.”

Sunny melihat mereka saling berpandangan dan ia memutar bola matanya. Diam-diam ia berjalan ke arah mereka dan melompat ke punggung Yuri, Hyoyeon tertawa terbahak-bahak. Ia lalu melompat di belakang Sunny membuat Yuri kembali mengerang. Jessica dan Tiffany ikut tertawa melihat penderitaan Yuri.

“Yah!”

“Hyo unni, lepaskan Yuri unni!”

“Hyun, pegang mic-ku! Aku mau bergabung dengan Hyo unni!”

“Semangat Yoong! Kawan shikshin-ku!”

Sorakan para penggemar tidak berubah dan tak kunjung berhenti namun pandangan Taeyeon tertuju pada teman-temannya yang sedang bercekcok. Senyum puas terpampang di wajahnya terlepas 8 orang itu membuat penampilan kejutan di akhir tur dunianya dan sepenuhnya bertengkar di atas panggung seperti anak kecil

“One true 9.”

~~~;~~~;~~~

Sorakan dan tawa riang menggema di dalam ruang loker Taeyeon. Mereka tengah merayakan comeback sukses mereka di konser akhir tur dunia Taeyeon. Mereka masih menguasainya dan para penggemar menikmatinya. Sunny lalu mendapatkan sebuah ide gila.

“Hei teman-teman. Aku punya ide yang luar biasa.”

“Ide apa?”

Yuri telah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang nyaman dan membantu Jessica dengan mengambilkan barang-barangnya di tas.

“Oke dengarkan aku.”

Sooyoung, Yoona dan Hyoyeon masih bersorak dengan nyaring dan mengambaikan yang lainnya. Tiffany menarik napas dalam-dalam.

“GIRLS!”

Teriakan itu membuat Sooyoung berhenti dnegan kepala Yoona yang terjepit di antara lengannya dan Hyoyeon yang sedang memukuli bokong gadis muda yang malang itu.

“Terima kasih Fany. Seperti yang aku bilang tadi, aku punya ide yang luar biasa. Bagaimana kalau kita comeback dengan 9 member?”

Sudah diduga dari CEO baru SME. Taeyeon menoleh ke arah Tiffany, Jessica memandang Yuri, Yoona dan Seohyun saling bertukar pandangan dan Sooyoung menyikut Hyeoyeon.

“Bagaimana menurut kalian? Kita sebagai 9 member lagi.”

“Unni, itu sedikit beresiko…”

“Ow ayolah Ju Hyun. Apa kau mendengar teriakan penonton tadi?”

“Uhm…”

Mereka menunggu Taeyeon menyelesaikan kalimatnya. Dengan seulas senyum khasnya, mereka entah mengapa mengerti.

“Kita lihat saja nanti.”

THE END

satu lagi guyssss don’t go anywhere!!

boiboi~

credit: bluppy @AFF

Advertisements

61 thoughts on “30 September 2020 [Final Chapter]

  1. Sekian lama nunggu end juga haha
    Gw kira yul bner2 akn prgi trnyta sica dn yg lain udh tauu… sneng bnget liat mreka kmbali lgi.
    Back to ot9 yeaaaaaaaa

  2. Gila gila gilaaaaa ini ff terrrrrmengharukan sepanjang masa apalagi ditambah kondisi snsd skrng. Ini bener2 jadi harapan banget buat semua sone !
    Semoga kenyataannya lebih indah ff ini. Ff ini aja udah indah apalg kalo kenyataannya lebih indah kan… Hahaha
    *pelukdaddyyul* hahahaha
    Author terimakasih terimakasihhhh *bow*

  3. Akhirnya update Juga…
    Dan happy ending 😄
    Dikira yuri bakalan beneran ninggalin mereka,eh taunya gagal gara jessie 😁
    Apakah ada epilog or something thor ? Muehehe

  4. Thooorrrr ini lama banget Updatenya serius huhuhhhu, jadi terharu sama ceritanya ahhh lega tau yuri ga jadi kabur lagi hehehehe.

  5. setelah sekian lama akhirnya apdet juga
    duhh terharu banget bacanya
    sumpah kangen banget ot9, kapan mereka bisa bner2 ber9
    masih menunggu mudah2an ada keajaiban mereka bisa satu panggung lagi

  6. gw kira Yuri bakalan pergi ninggal si Jessica ternyata gg,seneng liat mereka bisa kumpul bareng lagi gw berharap di dunia nyata mereka begini

  7. aduuuhh, akhirnya happy ending . .
    Itu yg pcaran cuman yulsic aja ? Taeny nya enggk ? *banyaknanya

    Okelah thor, thankyou so much . . Haha
    Hwaiting !

  8. udh bbrp bulan akhirnya muncul lg thor
    aku kira itu yul bakal beneran ninggalin sica
    dan yg trakhir itu, aku harap bener” terjadi, back to OT9 ❤

  9. perjuangan yg luar biasa
    Yuri yg begitu sabar menghadapi sica
    akhirnya berbuah manis
    sica kembali dlm pelukan om yul
    mdh2an ff nie jd kenyataan untuk soshi
    endnya manis banget

  10. Akhirnyaaaaa yg ditunggu2 update juga
    Ne ff yg paling..paling..paliiiingngnh favorit ku.berasa real banget..love yulsic always.moga mereka jadian beneran didunia nyata.sica hanya untuk kwon yuri

  11. yuhuuuu daebak. .
    skian lma menunggu akhir’y update jga kirain blm final trnyta uda final. .
    smua komplit d part ini sesuai yg d hrapkn happy ending,,
    ad yg bru kah thor stlh ini??
    hehe

  12. huft kirain bakal pisah gk taunya…..reuni lagi dan perfom bareng itu rasanya:))…
    ada blsn yg sama untuk pengorbanan.
    thanks udh translate kak:)

  13. Huhuhuhu bisakah mereka kembali 9 lagi.. bareng.. klok aku suruh milih.. pingin bngt kembali ke masa lalu.. pas mereka bareng2.. itu lebih bagus.. dan keren…

  14. Jah ko udh end ajj c.. Pdhl seru ff ny.. Gue pengen colok tu mata wartawan yg bilang merusak generasi Muda.. Akhir ny ke bersamaan yg mrka jalin selama ini tetep Utuh.. D tggu ff yg laen ny jg yg menarik.. SEMANGAT y Tara buat nulis ny

  15. Ooooohhhh good
    Akhirnya setelah penantian
    kirain abang yul bakal pergi ternyata eh ternyata di gagalin ma sicababynya
    Semoga aja jadi kenyataan snsd bisa sepanggung ber9 lagi haaaahhh

  16. Pertama2 gw mau bilang makasih bgt sama lu tarra yg udh ngepost ini ff di tgl yg mnrt gw pas bgt. Di inget2 lagi ttg ini ff, jujur aja ini salah satu ff yg gw impiin sejak snsd cuma jalan 8 member. Gw tau ini cuma FF, tapi dr semua ceritanya gw brasa ngerasa bgt ini tuh manis bgt. Ngena bgt. Cakep bgt nge eksekusinya. Semuanya di jelasin secara rinci ampe ketaunnya juga. Gw suka sama wkt dimana yuri yg bahkan rela sakit asalkan jessica bahagia. Bego bgt sih yuri, tapi itu yg bikin mungkin sbgian dr kita ngerasain gmn perjuangannya yuri buat jessica. Trs belom lagi yg pas bagian rapat sama para staff, disitu emosinya asli dpt bgt. Dan yeeaaahh,,,, penutup akhir konser world taeyeon bener2 juara bgt. Gw ga tau kalo semisal itu beneran ada, dan gw brada disana , ntah apa yg bakalan gw lakuin ngeliat mrk 1 panggung nyanyiin 1 lagu yg menurut gw satu2nya lagu yg emng wajib bgt dinyanyiin mereka ber 9.
    Pokonya ini ff dan authornya daebakk bgt dah. Asli
    Elu juga tarra, thanks yeh udh transletin.

  17. Huhuhu terharu aku.. *hikss
    Kirain yul bkal ninggalin sica..
    Pengorbanan yul bnyak bnget untk sicaa..
    Andai itu nyata..
    Huwaaah rindu ot9 😥

  18. Sebelumnya terimakasih bnyak udh bikin happy ending thor.. baca ffnya aja udah bahagia bgt.. apalagi nntnya bkalan jdi kenyataan.. kita semua sone punya harapan yg sama bahkan kt smua brharap bisa lebih baik dari hnya sekedar fanfiction.. yah berdoa ajalah.. boleh req ff gak? Klo dibolehin next ffnya castnya pengen taeny.. kan authornya baik.. ciee wkwk.. yg jelas ttp smngat buat berkarya.. fighting

  19. Gak bisa ngebayangin kalo mereka bisa happy ending gitu, pasti keren.
    Bener2 mengharukan, cuma bisa berdoa semoga mereka bisa kembali jadi ot9 ya meski bukan sebagai member GG setidaknya bisa jadi sahabat. 😦
    Tarra jangan lama2 dong updatenya, 🙂

  20. Kok gw nangis waktu baca suratnya yul buat sica,udah mikir yul mau bunuh diri ajh T.T tapi ternyata engga..endingnya manis,walau menurutku kaya rada terburu2 sih,konflik sama tyler ngga dikupas habis.tapi tetep keren
    Th 2020,gw bakal nunggu tahun itu…apa ot9 bakal nyatu lagi 🙂 mungkin ff ini bisa jadi kenyataan 🙂
    Ditunggu next ff nya thor…party time kwon yuwriee~

  21. whoaaa akhirnya nongol jg nih yg di tunggu2, maksih ya tarra udh mo update
    jujur aja nih seneng bngt akhirnya happy ending
    coba aja ya kl kjadian kyk gni bneran trjadi, bs ngeliat lg ot9 sepanggung, whoaaa psti gw senengnya luar binasa
    cieee yg udh tinggal bareng nih, gak ada lg galau2 ntr hehe#colekyulsic
    ini msh brlanjut ya ato udh bneran the end

  22. Akhirnya bahagia…kambek 9 member..kapan akan kejadian…😢😢😢😢😢😢😢😢😢njesssss kangen banget ama suaranya..😢😢😢😢

  23. daebak banget jadi kebayang ot9 bersatu lagi,tidak ada yg berubah tetap member 9 forever,kangen moment kebersamaan mereka di konser tour,mau nya pun seperti itu tetap dekat tidak ada yg berubah dengan mereka ber_9

  24. Akhirnya update juga..
    kirain Yuri bakalan pergi lg ninggalin sica ternyata nggak, gua harap ini bener bener terjadi di dunia nyata

  25. Huaaaaa….. delulu gue makin parah deh ini. gue kan jadi bayangin kalau kjadiannya bkal sperti itu beneran. tapi iyakah,,,
    Hah, terserahlah yg pntg hepi ending. yeey.. cuma sayangnya dcini taeny ga da storynya. tp gapapa yg pnting hepiiiiii…..

  26. Thor asli deh nih ff yg paling bgd w tggu kehadirannya ehh.. ternyata udah abis ja tp jujur ini bnrn bagus bgd crtanya w pikir sih yuri bakalan bnrn ninggalin jesica lgi eh ga taunya sica unnie yg nahan dia prgi bikin crta yg mengharu biru lgi thor d tunggu ya hehheh..

  27. Thor ni ff bnr2 bikin w penasaran udh sekian lma w tggu2 eh udah abis ja crtanya thor w pikir yuri bakaln ninggalin sica unnie eh trnyta bikin crya baru lgi thor w tggu ya hahha..

  28. nih ff bkin gw kangen sma ot9 yg malu2in…
    kpn pun slalu brharap ot9 kembali eksis memperbaiki masalah d masa lalu dan konser ot9 lgi..
    yoona klau udh sma sooyoung psti slalu kompak soal mkan walaupn udh berumur..
    semoga hyo dpt sepasang kacamata..

  29. Nih ff membuatku menangis bahagia.
    Ending yg luar biasa,.
    Suatu hari, suatu saat nanti, pasti, OT9 akan kmbali brsama sekalipun bkan dalam sebuah group.
    :TetepBerpikirPositif:
    Berapa lamapun aku akan tetep menunggu dan selalu berdo’a itu akan jadi kenyataan, Amieeennnn~

  30. thor untung lo gk gw bunuh thor -_-! gegara update lama banget sampe gw jadi fosil -_- tp sumpah thor ni ff adalah yg paling keren endingnya dr ff2 yg pernah gw baca :v saranghae thor ❤ :****

  31. Sumpah endingnya buat gw nangis😢
    kpn lg coba.. ngeliat mrk 1 panggung lg.. miss u so much ot9.. tetep yg terhebat buat kalian.. hanya kalian yg bs mengubah dunia dgn gaya kalian masing masing.. aq menyayangi kalian unnie^^.. sllu mendukung kalian dlm tiap doa qu.. amien

  32. Wuahhh khayalannya… dikehidupan nyata Jessica baik2 sma Snsd, aku cukup senang mendengarnya… ff ini benar2 obat mujarap menghadapi rasa sakit.

    So thanks, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk menerjemahaknnya. Jika boleh meminta, tolong katakan pada penulisnya bahwa sy sangat berterimakasih

  33. Gaaah akhirnya update juga! Ampe jamuran nunggunya. Hoho
    Kece banget fanfic mu thor. Ngk nyangka bakal end di chapter 10

    Snsd comeback dng 9 member? Wow! Itu kado terindah yang pernah aku dapet kalau beneran terjadi!! Kangen banget ma perform sica di atas panggung bareng ke 8 member lainya ToT

  34. aku harap itu jadi kenyataan, snsd dgn 9 member bisa satu panggung lagi dgn konser reuni. dan bisa melihat mereka menari bersama. aku harap itu jadi kenyataan. di dunia nyata.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s