30 September 2020 [Bonus One Shot]

guyyyssss one shot nih!!!

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Bonus One Shot: Kwon Yuri

 

Yuri berjalan menyusuri jalanan kecil dengan kepala menunduk. Akhir-akhir ini dia tidak terlihat seperti biasanya. Semua yang terjadi belakangan ini sungguh membingungkannya dan dia tidak tahu bagaimana menghentikannya. Ia berharap semua ini tidak berakhir seperti ini. Ia tidak pergi keluar di siang hari. Ia menahan dirinya untuk muncul di jalanan kecuali saat malam hari dan orang-orang sedang tidur.

Dengan mantel tebal untuk menghangatkan tubuhnya di malam yang dingin, ia melangkah tanpa tujuan. Ia hanya merasa ingin melakukannya. Mungkin, mungkin rasa sakit di hatinya akan sirna. Hanya malam ini, ia membiarkan hatinya membuat keputusan. Setelah berjalan cukup lama, ia akhirnya berhenti. Melihat sekelilingnya, ia mendapati dirinya berdiri di tepi sungai Han. Yuri memandang sekitarnya dan tidak melihat seorang pun di sana. Ia duduk di atas rumput menghadap ke sungai.

Ia mengembuskan napasnya pada tangannya yang membeku. Mengeluarkan sarung tangan, ia memakainya. Setelah selesai, matanya kembali memandang ke sekitar. Di sana benar-benar tidak ada orang. Hanya dirinya, sungai dan alam. Ia mendesah. Siapa dirinya? Seorang penyendiri? Ia berharap ia tahu apa yang terjadi pada dirinya tapi ia tidak mengetahuinya. Hatinya terasa sakit tapi ia tidak bisa menjelaskan mengapa. Setiap saat, rasanya menyakitkan..

Yuri mengeluarkan ponsel dari saku mantelnya. Ia mengenakan earphone. Hal itu sudah menjadi rutinitasnya sekarang dan sejak ‘dia’ pergi. Ia menjauhi semua orang dengan menyetel musik. Ia menolak untuk mendengar orang-orang yang membicarakan ‘dia’. Ia tidak bisa mendengar apa-apa tentangnya lagi. Mungkin hal itulah yang menyebabkan luka di hatinya. Karena ia menolak untuk melanjutkan hidupnya. Managernya sudah berusaha memberitahunya bahwa ‘dia’ mungkin sudah melanjutkan hidupnya. Tapi Yuri menolak untuk memercayainya. Tidak ada seorang pun yang bisa melanjutkan hidupnya secepat ini. Tidak ada. Tidak juga ‘dia’ yang memiliki hati yang rapuh.

Yuri melihat-lihat playlist mp3-nya. Ia memiliki daftar lagu yang sesuai dengan suasana hatinya. Ketika ia merasa sedih, ia akan memainkan lagu-lagu di daftar lagu sedih. Ketika ia merasa bahagia, ia akan memainkan lagu-lagu di daftar lagu bahagia. Orang-orang mengatakan bahwa kau tidak seharusnya mendengarkan musik yang sesuai dengan suasana hatimu. Itu tidak menyehatkan namun bagi Yuri, ia merasa itu benar. Ia menyetel musik. Lagu sedih yang tak asing lagi mulai mengalun. Dengan memejamkan mata, Yuri tenggelam dalam lantunan lirik.

Hello – Heo Gak

We can’t break up- It’s too early for separation for us

You can’t just leave me like this

There’s so much that I didn’t say yet

Please don’t leave me like this

FLASHBACK

“Sica! Tunggu!”

Ia berlari menghampiri gadis berambut pirang itu berharap dia akan berhenti setelah mendengar namanya dipanggil. Namun sebagai gadis yang keras kepala, dia tidak berhenti tapi malah berjalan dengan langkah yang lebih cepat. Ia mempercepat langkahnya ketika ia melihat gadis berambut pirang itu membuka kunci pintu mobilnya. Yuri pada kenyataannya berlari sekarang. Ia berhasil meraih lengan gadis itu sebelum dia memasuki mobilnya. Dengan napas terengah-engah, ia berbicara.

“Jangan pergi.”

“Kau ingin aku berbuat apa, Yuri? Diam di dalam dan membiarkan semuanya terjadi begitu saja tanpa adanya alasan yang jelas?”

“Selalu ada alasan.”

Jessica menarik lengannya dengan paksa dan menjauhkan Yuri darinya. Yuri sedikit tersandung ke belakang tapi ia bisa mempertahankan postur tubuhnya dengan mata yang masih menatap gadis berambut pirang itu.

“Aku kembali hanya untuk mengetahui kalau aku dikeluarkan. Bagaimana itu bisa menjadi sebuah alasan, Kwon?”

Yuri melihat air matanya yang mengancam keluar. Ia ingin menenangkan gadis itu namun melihat dia menatap tajam ke arahnya, ia mengurungkan niatnya.

“Kau juga bersalah, Sica. Kami tidak membuat keputusan ini sendiri. Member yang lain dipaksa untuk membuat keputusan. Entah itu kami atau kau yang keluar. Aku bersumpah, tidak ada seorang pun di antara kami yang ingin mengeluarkanmu. Kami hanya…tidak punya pilihan.”

Jessica mendengus. Pilihan? Bagaimana dengannya?

“Jadi mengeluarkanku adalah pilihan?! Yang benar saja Yuri?! Mengeluarkanku dari grup hanyalah satu-satunya jalan?! Memisahkanku dari SNSD adalah satu-satunya pilihan?!”

Suaranya terdengar dingin. Yuri perlahan menggelengkan kepalanya. Ia tidak bisa membiarkan Jessica mengatakan hal-hal buruk tentang member-member yang lain.

“Kau tidak tahu bagaimana kami membelamu selama ini! Jangan berbicara seperti itu jika kau tidak tahu apa yang sudah kami lakukan untukmu! Kami tidak pernah meninggalkanmu Sica! Kau sendiri yang meninggalkan kami!”

Pada saat itu, Yuri menyesal telah mengeluarkan isi hatinya ketika air mata yang ditahan Jessica mengalir di pipinya. Jessica mengurangi jarak di antara mereka dan menampar pipi Yuri dengan keras. Yuri terlalu terkejut untuk bereaksi atau bahkan berkata-kata. Ia memegang pipinya yang memerah.

“Apa aku tidak layak untuk diperjuangkan Yul?”

Melihat Jessica menangis membuat Yuri sadar jika ia telah melukai perasaannya. Dengan membalikkan badan, Jessica kembali ke mobilnya dan masuk ke dalam. Ia menyalakan mesin mobilnya dan melaju pergi. Yuri yang akhirnya tersadar melompat ke depan mobil Jessica, berhasil menghentikannya. Jessica menurunkan kaca jendela mobilnya.

“Minggir, Yuri.”

“Kau akan pergi begitu saja?”

“Sama sepertimu, aku juga tidak punya pilihan.”

“3 tahun lagi Sica! Hanya 3 tahun lagi! Kita tidak bisa berpisah sekarang! Kumohon…”

“Minggir atau aku akan menabrakmu.”

“Sica…kumohon dengarkan aku.”

“Aku bersungguh-sungguh Yul. Minggir!”

Yuri perlahan menjauh. Setelah ia menjauh, Jessica melaju pergi meninggalkan Yuri berdiri di sana. Bahkan tanpa sebuah perpisahan yang pantas. Dia pergi…dia meninggalkannya.

ENDS OF FLASHBACK

Tanpa ia sadari, air matanya mengalir di pipi. Kenangan akan hari yang menyakitkan itu kerap terlintas dalam benaknya. Kenangan itu terasa sangat menyakitkan baginya.

Because it’s you, I’m—

Because it was you, I—

I can’t go on like this

The reason I live

Is only you

Please don’t leave me

FLASHBACK

Yuri menolak pergi keluar. Ia mengunci dirinya sendiri di kamarnya. Setelah pulang dari Shenzen, Yuri belum keluar dari kamarnya. Ia menolak untuk makan dan menolak untuk memberitahukan alasannya kepada siapa pun. Namun bahkan keluarganya tahu ia merindukan ‘dia’. Hyukjoon berdiri di depan kamar adiknya. Pelan-pelan mengetuk pintu kamarnya.

“Yul-ah. Ini aku.”

Hening. Ia tidak berhenti. Ia tidak mau membiarkan adiknya menjadi seperti ini.

“Yuri. Keluarlah dan makan. Umma dan Appa mengkhawatirkanmu. Aku juga khawatir.”

Ia lalu mendengar kunci pintunya terbuka. Perlahan memutar gagang pintu, Hyukjoon masuk dan menutup pintu di belakangnya. Ia melihat Yuri memandang keluar jendela, melihat pemandangan.

“Kau tidak bisa terus seperti ini. Ayo makan siang.”

“Aku…a-aku tidak lapar.”

Hyukjoon mendesah. Ia berjalan menghampirinya dan duduk di samping adiknya. Hatinya terasa sakit ketika melihat Yuri seperti ini.

“Kau tahu, Jessica juga akan khawatir kalau dia tahu kau menyiksa dirimu seperti ini.”

…”

“Yul, jangan menyiksa dirimu sendiri. Orang-orang yang lain juga mengkhawatirkanmu. Member-member menelepon tanpa henti. Kau tidak mau mereka khawatir ‘kan?”

“Apa…dia menelepon?”

Hyukjoon tahu apa yang dia maksud. Tidak peduli apa yang dikatakan ia dan orang tuanya, Yuri sepertinya belum merelakan ‘dia’.

“Yul, dia sudah melanjutkan hidupnya. Kau juga harus.”

Yuri tidak bisa menahannya lagi. Ia menangis habis-habisan begitu Hyukjoon berkata seperti itu. Terkejut, Hyukjoon menariknya dan memeluknya erat.

“Shhh…semuanya akan baik-baik saja. Percayalah. Semuanya akan baik-baik saja.”

“Dia tidak boleh pergi…oppa…dia tidak boleh pergi.”

Terisak di pelukannya, Yuri membiarkan kakaknya memeluknya dengan semakin erat. Semua ini terlalu menyakitkan baginya.

ENDS OF FLASHBACK

“Sica..”

Dengan mata terpejam, Yuri menggumamkan nama yang paling ia rindukan. Apakah dia baik-baik saja? Adakah seseorang yang mempedulikannya ketika dia tidak baik-baik saja? Siapa yang membuatnya tertawa dan tersenyum ketika dia merasa sedih? Siapa yang berada di sampingnya ketika dia membutuhkan bahu untuk bersandar?

You’re my love, my love that I long for

You’re the person that used to love me

Even though I can’t touch you now

Will you long for me as much as I long for you?

The person that I loved crazily

FLASHBACK

“I love Yuri!”

“Yah! Apa maksudmu?!”

Tiffany menyanggah ketika Jessica bilang dia mencintai Yuri. Yuri adalah pahlawan Tiffany dan dia tidak ingin membaginya dengan Jessica. Yuri hanya melihat keduanya dengan kikuk. Di sisi lain, Jessica terus menyatakan cintanya.

“I LOVE YURI.”

Jessica membuat simbol hati dengan tangannya. Yuri tidak bisa menahan senyumnya. Ia ingin membalas pernyataan Jessica tapi mengingat mereka sedang syuting, ia menunggu hingga syuting itu berakhir. Begitu syuting selesai, Yuri menghampiri Jessica.

“Tadi kau bilang apa, Sica?”

Jessica pura-pura berpikir dan itu membuat Yuri kesal.

“Sica…tadi kau bilang apaaaa?”

Menggoda gadis berkulit kecokelatan ini adalah hobinya dan ia sangat menyukainya. Terutama ketika Yuri cemberut. Ia mencubit pipi gadis itu dan tersenyum lebar.

“I L.O.V.E Y.U.R.I.”

“Lagi?”

“I love Kwon Yuri.”

Senyum Yuri mengembang.

“Lagi?”

“I love you, Yuri.”

Untuk sekali dalam hidupnya, ia merasa utuh.

ENDS OF FLASHBACK

Air mata tak dapat lagi dibendung. Tidak peduli seberapa kerasnya ia mencoba, ia tidak bisa menghentikannya. Setiap kali ia memikirkan Jessica, Yuri akan menangis habis-habisan. Ia pada akhirnya akan mengenangkan kenangan-kenangan mereka bersama. Genggaman tangannya di ponsel semakin erat.

Because I loved you, I’m—

Because I really loved you, I’m—a

Like dying, sufferings like dying

Can you see me dying and not alive?

Please come back again to me

FLASHBACK

“Yuri!”

Taeyeon mengambil kaleng bir dan mendorong Yuri yang mabuk. Ia menyesel karena tidak membuang semua bir di lemari es dorm mereka. Yuri tinggal di dorm dan minum sesuka hatinya. Pada awalnya, Taeyeon membiarkannya tapi melihat Yuri seperti ini rasanya menyakitkan.

“B-berikan…padaku…”

“Tidak! Kendalikan dirimu!”

Yuri terlihat lemah dan Taeyeon tidak bisa melihat dia menjadi hancur. Yuri menolak untuk pulang ke rumah dan itu membuatnya khawatir. Sekarang dengan keadaannya yang semakin melemah, Taeyeon harus melakukan sesuatu. Yuri mamaksa bangkit, meskipun tidak bertenaga ia mencoba mengambil kaleng bir dari tangan Taeyeon.

“K-kumohon…kemarikan…”

“Tidak! Aku tidak akan berdiri di sini dan melihatmu menghancurkan dirimu sendiri!”

Satu dorongan terakhir dan Yuri jatuh ke sofa sekali lagi tapi kali ini ia tidak mencoba bangkit. Taeyeon melihat air mata menuruni pipinya.

“Taeyeon…rasanya…sangat menyakitkan.”

Taeyeon menaruh kaleng bir tadi dan berlutut memeluk gadis itu. Dari kedelapan member, kepergian Jessica paling menyakiti Yuri. Ia tahu seberapa dekatnya mereka berdua dan ketika Jessica pergi, entah bagaimana hal itu menghancurkan Yuri juga. Ia mengusap-usap punggung Yuri.

“Jangan dipendam. Luapkan saja Yul. Ada aku di sini.”

“Rasanya sakit sekali…sakit…”

“Aku tahu. Kita semua merasakannya. Tapi kau harus tegar Yul. Kita akan mencari jalan keluarnya. Aku berjanji.”

Taeyeon membiarkan Yuri menangis di bahunya. Ia tahu kata-katanya tidak akan pernah menyembuhkan luka di hati Yuri. Tapi ia akan selalu menemaninya hingga dia akhirnya sembuh. Hingga dia bisa menghadapi dunia sekali lagi dan tanpa Jessica.

ENDS OF FLASHBACK

Mata Yuri terbuka. Ia tidak tahu sudah berapa malam ia menangis karena dia. Ia tidak tahu sudah berapa kali ia harus menghapus air matanya. Sudah tak terhitung berapa kali ia menangis dan setiap kali ia menitikkan air mata, rasa sakit di hatinya semakin bertambah. Terkadang ia merasa ingin mencabut hatinya jika itu memungkinkan.

If it was going to end like this

If this is really the last

I want to go back to that time

That time when we didn’t know each other

FLASHBACK

Yuri menundukkan kepalanya begitu ia memasuki gedung. Semua orang memandangnya dan ia mendadak malu. Mungkin datang ke sini bukan ide yang bagus.

“Kau trainee baru?”

Perlahan ia mengangkat kepalanya dan melihat gadis berambut pirang menatapnya dengan ekspresi dingin. Ia menelan ludah.

“Kau tentu tahu kalau kau harus melepas sepatumu sebelum kau masuk, kan?”

Mengira gadis itu bisa jadi seniornya, Yuri segera melepas sepatunya. Gadis itu meninggalkannya dan Yuri masuk ke dalam studio, menunggu untuk diperkenalkan kepada semuanya. Seorang pelatih melihatnya masuk. Ia tidak mengatakan apa-apa ketika melihat Yuri berjalan tanpa alas kaki. Ia mengira gadis itu memang seperti itu.

“Baik semuanya. Ini Kwon Yuri.”

“H-Halo..”

Dengan malu-malu Yuri menyapa semuanya. Pelatih itu pun tiba-tiba meninggalkan ruangan dan semua trainee memandangnya seolah-olah dia adalah virus H1N1. Lalu gadis berambut pirang tadi menghampirinya. Sambil mengulurkan tangannya kepada Yuri, ia tersenyum.

“Aku Jessica Jung. Senang bertemu denganmu Yuri.”

Pada saat itu, Yuri tidak lagi takut kepada senior ini. Senyumnya meyakinkan dirinya kalau ia akan baik-baik saja di sini.

Y-Yuri K-Kwon.”

ENDS OF FLASHBACK

If it’s too late

If it’s too late

I think I’ll finish myself

Because living is too hard

Yuri bangkit dari duduknya dan menyeka air matanya. Mungkin, melanjutkan hidup adalah satu-satunya jalan. Jika itu jalan yang bisa memperbaiki hatinya. Sama seperti lagu itu, hidup akan terasa sulit. Sangat sulit.

~~~

THAT’S IT

sebenernya gue udah pure banget Jessica’s stan. gue udah bukan OT9 trash lagi haha aannndd gue rada males dikit di fanfic ini karena kesannya terlalu mojokin jessica but well this is a fanfic, so? I’m Proud To Be A BITTER JESSICA’S STAN lol

guyyyssss makasiii banget udah nyempetin baca fanfic ini (apalagi sampe komen + like) sumpah gue seneng banget dengan respon kalian meski sebenernya gue udah gak mau nerjemahin fanfic ini. tapi ngeliat “rengekan” kalian yang terus-terusan minta gue update ya udah gue lanjutin deh haha thank u thank u thank u soooo much!!!

thanks to the author as well, good job!!! they sure like your work. thank you~

sooo guysss see you next year….gue mau hiatus dulu sebentar.

boiboi~

credit: bluppy @AFF

Advertisements

40 thoughts on “30 September 2020 [Bonus One Shot]

  1. Njess…yul..kapan bisa ada moment lagi…kangen bnget ama yulsic…😢😢😢😢thor sering2 bikin ff yulsic ya…biar ngurangin kangen..😢😢😢😢

  2. Oh my god 😢😢 Gue yakin waktu Jessica keluar itu Yuri pasti nangis ngga mungkin dia ngga nangis 😊😢
    Believe in YulSic

  3. kasian amat yul…nyetel lagu huhgak – hello sendirian dong…sini ak temenin#eh
    gue selalu kangen njess…kangen suara dia dalam lagu-lagu snsd lagi.kangen kebersamaan mereka dan kangen moment yulsic juga T.T

  4. Aduh malem malem nyesel jadinya ahahaha. Iya ladang berpikir ini terlalu mojokin sica tapi yaudah lah ini kan cuma ff aja, mojokin nya impas jadinya sama gila nya yuri di tinggal sica wkwkwkkw.

  5. Nyeseeekk beud (╥_╥)
    Uncle yul trsiksa batin gegra aunty sica nylahin smua mmber dan prgi..
    Huh jd kngen dgn momen mreka brdua 😢
    .
    .
    Skli lg dong one shoot nya, tp partnya aunty sica.. biar bkin greget gtu thor 😀

  6. baper..baperrr….sesakitt.itu kan yul saat ditinggal sicaaa..
    andaikan itu kenyataan huft…gk kebayang penderitaannya…
    biarpun mreka.berpisah..l believe yulsic always 4ever..hahaha…

  7. keren author…. walau cuma nerjemahin namun pasti susah apalagi author jessica stan… aku masih still ot 9 sih walau tidak mungkin wkwk…. ditunggu yang lainnya authorrr

  8. Kirain ini drabble untuk 30 September 2020 yg end thor,yulsic nikah,punya anak (?) de el el,,,ternyataaaaaaaaa… Bikin baper 😦

  9. Hiks.. berlinang aer mta gw..
    Yul semenderita n sesakit itukah atas kepergian sica??
    Aaaiiiisss npa gw msih menanyakan itu…
    Semoga mreka maih menjalin hubungan walau skrang sdah ga 1 grup lgi..

  10. Baru aja dengerin lagu how great is your lovenya snsd.suara jessica emang ga bisa gantiin.khas banget.kangen ama suaranya jessica.lebih kangen lagi yulsic moment.
    Makasih thor dh mau update lg.jgn lama2 hiatusnya thor

  11. klo gw si dari awal tau snsd emng udah naksir jessica .. dan di sana gw cm suka jessica . sm yg lain biasa aja .. cm gw suka aja baca ff jessica sm snsd .. ff mereka unik2 ceritanya ..

    kasian banget yuri segitu stress nya dia di tinggal sica . gw pikir ini oneshoot kelanjutan kemaren ..

  12. Dr awal gw ngikutin ini ff, gw ngerasa kaya beneran aja gitu dah. Semuanya kerasa nyata sampe2 gw percaya kalo emng kejadian. Kalo diliat dr posisinya yuri, asli ntu nyesek bgt. Org paling deket, paling tau jessica dan dia satu2nya yg paling parah ngerasa kehilangan, meskipun semua m3mber jg ngerasain hal yg sama.
    Ga banyak berharap lah, yg penting ini ff happy end, meskipun yeah kenyataanya you know lah.
    Btw, untung sih tarr lu masih mau lanjutin ini ff. Thanks, gomawo, hatur nuhuun d3h pokona mah.

  13. I love GG, I love Yulsic n I love Jessica.
    Semoga setelah semua ini, mereka bisa kumpul lagi kayak dulu.
    Makasih tarra udah mau lanjutin ff yg bikin baper ini 😥 😥
    *peluk tarra

  14. Thor,karena emang cuma jessica yg bisa bikin yuri galau….jadi gapapa disini jessica di pojokin…gw bisa ngerasain sakitnya yuri pas sica pergi,hancurnya yuri ngga tau kabar sica,kesepiannya yuri ngga bisa bareng sica…haha 😥

  15. gw jg baper kyk yul wktu jejes prgi nyetel lgu snsd smpek rmh kebanjiran air mta gw…
    mungkin kta jodoh yul sma2 galauin si jejong hhhe

  16. Frustasi banget si yul yaak, sianan cupcup, dan gua masih berharap dan percaya yulsic bakal rujuk 😁dan sica bisa kumpul bareng lg sama member lain, walau dg jalan yg berbeda aamiin hihi
    Thanks ya author tarra udah translate ff yulsic ,ini buat pengobat rindu para yulsic shipper, gua aj smpe heran sendiri yulsicnya pisah tp kisahnya ttep abadi, ttep banyak ff ttg yulsic ..pokoknya yulsic jjanggg dah 😍
    #Alwaysbelieveinyulsic😍

  17. bener2 ga kya ff,nimah realita bgt,,,emosi gw brasa kebanting2 palagi di part ini,gw pikir di bait awal knpa lgi si kwon pabo nangis bombay?
    ternyata cma flash back tp epilogue nya sma kya yg ada di otak drama gw,,,sakit tuh pasti gomawo author

  18. epilogue yg menyedihkan. hahaha…. tapi semua itu cuman masa lalu tinggal kenangan doang. hanya flasback. dan cuman di ff. heheh…

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s