The S Squad [Chapter 3]

published 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 3

 

Suara dering alarm membangunkan Yul dari tidurnya. Setelah beristirahat selama hampir tiga bulan, ia masih belum terbiasa dengan rutinitas bangun pagi seperti dulu. Ia menyegarkan diri dan pergi ke ruang makan.

“Pagi, oppa.” Anggota termuda mereka menyapanya dengan seulas senyum cerah, merasa bahagia melihat oppa kesayangannya telah pulih.

“Pagi Hyunnie.” Ia balas tersenyum.

“Hei kawan, bagaimana tidurmu?” tanya Taeng, berharap dia akan merasa lebih baik hari ini.

“Cukup baik. Terima kasih.” Ia lalu duduk di kursi tempat ia biasa duduk.

Tiffany yang masih merasa bersalah karena “memaksa” Yul menyebutkan nama dia, berjalan ke sisinya untuk meminta maaf.

“Yul, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mengungkitnya.”

“Tidak apa-apa Fany. Jangan khawatir.” Ia memberikan seulas senyum tipis dan sebuah pelukan, berharap menghilangkan rasa bersalahnya.

“Terima kasih, Yul.” Ia tersenyum dan kembali ke kursinya.

“Teman-teman, sore hari ini akan ada pertemuan. Direktur ingin menemui kita. Untuk sekarang kalian bisa melanjutkan jadwal kalian masing-masing dan pukul 6 sore nanti kita berkumpul di luar ruang pertemuan.” Para anggota itu pun menganggukkan kepala menanggapinya dan memulai aktivitas mereka.

~~~;~~~;~~~

Yul pergi ke ruang inventaris untuk mengambil senjatanya dan melanjutkan langkahnya ke tempat latihan menembak untuk berlatih. Ia harus kembali ke keadaan semula sesegera mungkin sehingga ia bisa melaksanakan misi bersama dengan timnya dan menemukan dia.

Setelah mengisi pistolnya, ia bersiap-siap di posisi. Menekan tombol merah, sirene berbunyi dan target mulai bermunculan. Yul mulai menembak tepat pada dahi setiap target dan meruntuhkannya bahkan sebelum mereka bisa berdiri sepenuhnya. Setelah lima babak tembakan, ia kembali menekan tombol merah, mengakhiri latihannya.

TARGETS SHOT: 50/50

HEAD SHOT: 50/50

TIME TAKEN: 6M 12S

Merasa puas dengan hasilnya, ia membereskan tempat latihan sebelum melanjutkan jadwal selanjutnya.

~~~;~~~;~~~

“Kwon Yul!” Sooyoung berlari menghampiri laki-laki berkulit kecokelatan itu setelah melihatnya datang dari arah koridor.

“Taeng menyuruhku untuk membantumu latihan simulasi. Dia tidak bisa datang. Dia harus melaksanakan perintah atasan.”

“Kau tidak ada latihan?” Yul mengangkat alisnya.

“Aku sudah menyelesaikannya. Tidak banyak yang harus kulakukan, hanya latihan menembak jarak jauh dan perang tanding.”

“Baiklah kalau begitu. Ayo kita pergi.”

“Err, Yul. Bisakah kita pergi ke kantin lebih dulu?” Sooyoung menyeringai malu-malu setelah perutnya mengeluarkan bunyi keras.

~~~;~~~;~~~

“Masuklah.” Sahut suara dari balik pintu setelah mendengar ketukan di pintu.

“Sir, saya datang untuk menemui Anda.” Taeng membungkuk memberi salam pada direkturnya.

“Ah, Taeng. Masuklah, silakan duduk.” Direktur itu pun mengantar Taeng ke sofa.

“Bagaimana kabarmu Taeng?” tanyanya.

“Baik, Sir. Terima kasih atas perhatian Anda.” Jawab Taeng.

“Tidak perlu formal Taeng. Tidak ada orang lain di sini.”

“Ya paman.”

“Jadi, bagaimana kabar timmu?”

“Mereka semua baik. Menjalani kewajiban mereka seperti biasa.” Taeng heran mengapa direktur memanggil ia ke kantornya.

“Bagaimana dengan Yul?” Jadi ini karena Yul?

“Dia baik-baik saja, paman. Dia pulih dengan baik setelah sadar dari komanya. Dia kembali berlatih seperti biasanya.” Jawabnya.

“Senang mendengarnya. Bagaiamana dia…mengatasinya?” Soo Man ragu-ragu sebelum bertanya.

“Dia mengatasinya dengan baik. Meskipun dia menjadi sedikit pendiam, tapi dia masih berbicara dan tersenyum.”

“Menurutmu apakah dia sudah siap untuk melakukan misi?”

“Apa maksud paman?” tanya Taeng, sedikit mengetahui maksud pembicaraan ini.

“Jadi,” Soo Man melepas kacamatanya sebelum melanjutkan kata-katanya, “Kemarin, aku menerima laporan dari pemerintah, mereka meminta bantuan kita dalam kasus penyelundupan obat-obatan ilegal ke negara ini. Aku berharap untuk mengirim timmu ke lapangan tapi aku tidak yakin jika anggotamu sudah siap untuk melakukan misi atau tidak.”

“Dengan segala hormat paman, tapi kenapa harus kami? Maksud saya, jika ini adalah kasus penyelundupan obat-obatan, saya yakin pasukan-pasukan lain juga bisa melaksanakan misi ini dengan mudah.” Taeng merasa ada hal yang lebih dari sekadar itu. Direktur hanya akan memberi mereka kasus-kasus dengan tingkat kesulitan tertentu karena itulah mereka disebut pasukan terbaik.

“The Black Dragon dicurigai terlibat dalam hal ini. Itulah sebabnya.”

Jika The S Squad adalah pasukan khusus terbaik di negara ini, maka The Black Dragons adalah organisasi kriminal terbaik di dunia penjahat. Mereka adalah hitam dan putih, sangat bertentangan satu sama lain. Dan hanya yang terbaik yang bisa mengalahkan yang terbaik lainnya.

“Saya tidak yakin jika kami dapat melaksanakan misi ini paman.” Taeng ragu-ragu.

Bagi mereka, The Black Dragons lebih dari sekedar kriminal yang paling diincar. The Black Dragons adalah musuh yang paling mereka benci. Mereka adalah penyebab peristiwa tiga bulan lalu. The S Squad pernah berhadapan dengan mereka. Taeng tidak yakin jika anggotanya, terutama Yul, sudah siap untuk berhadapan dengan mereka.

“Kami benar-benar membutuhkan bantuan timmu Taeng. Jika ini The Black Dragons, kami hanya bisa mengandalkan The S Squad. Mereka sudah lama membuat masalah. Sekarang waktunya untuk menghentikan mereka, untuk membawa kedamaian bagi masyarakat Korea Selatan.” Soo Man memohon.

“Saya…saya akan mendiskusikannya dengan mereka.” Tak pernah sekali pun direktur meminta sesuatu dari mereka. Taeng merasa tidak enak untuk menolak permohonannya. Ia hanya bisa berdoa semoga anggotanya tidak akan keberatan, semoga.

~~~;~~~;~~~

Ketika Taeng tiba di ruang pertemuan, semua anggotanya sudah berada di sana.

“Hei Taeng, di mana direktur?” tanya Hyoyeon ketika ia tidak melihat pria tua itu.

“Dia tidak akan datang, sebagai gantinya aku akan memimpin rapat ini. Ayo kita mulai.”

“Baiklah, jadi bagaimana dengan misi ini?” mereka hanya akan berkumpul di ruang pertemuan setiap kali ada pengarahan singkat untuk membahas misi yang akan datang. Oleh karena itu, ketika Taeng memanggil mereka semua berkumpul di ruang pertemuan, mereka sudah tahu apa yang akan dibicarakan.

“Err…” Taeng belum siap mendiskusikan misi tersebut. Ia tahu mereka tidak akan menanggapinya dengan baik. Ia hanya bisa berdoa setidaknya mereka membolehkannya untuk menyelesaikan penjelasannya dulu sebelum menyuarakan ketidaksetujuan mereka.

“Apa?” mereka semua mendengarkan Taeng dengan penuh perhatian. Sangat bukan dirinya untuk ragu-ragu selama pengarahan singkat sebuah misi. Ketika Taeng ragu-ragu, itu hanya berarti satu hal. Misi ini adalah sesuatu yang serius.

“Sebelum aku teruskan, kumohon berjanjilah padaku kalau kalian semua akan mendengarkan apa yang ingin aku katakan dulu sebelum menanggapinya.” Kata-kata itu membenarkan kecurigaan mereka.

“Kita mendapatkan misi. Direktur secara khusus memohon kita untuk melaksanakan misi ini.” Taeng menekankan kata “memohon”, dan berhenti sejenak untuk melihat reaksi mereka sebelum melanjutkan kata-katanya. “Misi ini berkaitan dengan The…” ia tidak bisa menyebutkan nama itu di depan rekan timnya.

“Dengan The?” mereka semakin tidak sabar.

Taeng menghela napas dalam-dalam dan berkata, “The Black Dragons.”

Ruangan itu pun hening seketika, terlalu hening.

“Aku akan berbicara pada paman.” Sunny adalah yang pertama menanggapi. Ia bangkit dari duduknya dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor pamannya sebelum Taeng menghentikannya.

“Sunny, kumohon dengarkan aku dulu.”

“Teman-teman, aku tahu kalian masih dalam proses penyembuhan dari peristiwa sebelumnya. Tapi ini sudah tiga bulan, dan Yul sudah pulih. Kita tidak bisa menghindari mereka selamanya. Orang-orang di negara ini membutuhkan kita. Lagipula, kita bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari tahu keberadaan Sica.”

“Tapi-”

“Taeng benar.” Kata Yul, setelah berdiam diri sejak rapat dimulai.

“Kita harus menghentikan mereka.”

“Tapi bagaimana denganmu oppa?” Seohyun merasa cemas. Ia tidak ingin melihat oppa kesayangannya sedih lagi.

“Jangan mengkhawatirkanku teman-teman, aku baik-baik saja.” Ia meyakinkan mereka.

“Baiklah teman-teman, karena Yul tidak keberatan, kita juga harus begitu. Ditambah lagi, direktur, secara pribadi meminta kita melakukan ini. Ayo kita lakukan dan jangan kecewakan beliau.” Tiffany berdiri dan meyakinkan yang lainnya. Mereka saling berpandangan sebelum mengganggukkan kepala. Mereka memutuskan untuk menghentikan The Black Dragons, untuk membalas dendam demi Jessica.

“Terima kasih teman-teman.” Taeng mengembuskan napas lega. Di saat-saat seperti inilah ia merasa bersyukur dengan ikatan persahabatan di dalam tim ini. Ikatan inilah yang membuat mereka istimewa dan berbeda dari pasukan-pasukan yang lain. Mereka tak terkalahkan karena mereka saling  peduli dan mencintai satu sama lain, seperti sebuah keluarga.

~~~;~~~;~~~

TBC

boiboi~

credit: numbernine @AFF

Advertisements

39 thoughts on “The S Squad [Chapter 3]

  1. Ini sica masih belum di bahas kenapa kenapa nya? Ini udah chapter 3, sica Ya kemanain Thor, mati kah? Apa dia arrrh kemana sih elah. Yul koma omg, yul pendiam banget ya astaga.

  2. Sbnrny apa yg tjadi 3 bln llu?
    Trus, sica msh hdup atw udh mati?
    Smg the s squad bs menang mhadapi the black dragon
    Ttp smangat tarra

  3. Sebenernya jessica kemana sih? Dan dia itu knp?
    Jangan2 nanti dia jadi ikut black dragon lagi teru ketemu s squadnya di misi itu #readersoktau

  4. Msh misteri yg thor…
    Ada apa 3 bln yg lalu n truz sica knp?d culik or knp…

    Persahabtan tae,fany,yul n dkk seperti keluarga..mrk slng mendukung satu sama laen…

  5. Masih blom da keterangan ya… yang jelas sica masih hidup kan klok masih hidup mah gpp kak.. jgn smpe di matiin aja.. hehehe..
    Di tunggu chap selanjutnya ya tarra

  6. yaakkkk…kemanaa sica..knp” gk muncul” sichh…
    ouu jd.yul dulu pernah koma, penasaran ma petarungannya….
    pasti seruu nehh..perburuan akan dimulai…
    moga nt ada.keajaiban sica muncul lg…
    atau bisa saja sica muncul dg penampilan barunyaa..ya tarra…
    ha hahaha..gw dah gk tahan lihat action the s squad….fighting

  7. Hmm mulai terkuak…
    Apa sih yg trjadi 3 blan yg lalu? Trus knp aunty sica menghilang? -,-
    Jgn” aunty sica dculik trus otaknya dicuci dan menjadi anggota The Black Dragons yg nntinya akan melawan The S Squad…
    Hohohoho 😀

  8. Annyeong …
    update cpet jg ..
    Aduh yul galo ya .. sica mnghlang ya kmna??
    D hati gw jga gak gw tmuin #eehh
    Dtunggu aj dah.
    SEMANGAAAAAAAT

  9. Jdi sedih😢😢.. ngeliat yul black kehilangan sosok jessi.. msh ambigu cz jessi blum diketemukan sampai detik ini😧
    Itu lah sebuah keluarga.. kekuatan yg sllu melindungi tim mrk^^

  10. masih misterius nih soal keberadaan sica?apa black dragon dalang di balik hilangnya sica?trus ada kejadian apa tiga bulan yg lalu?
    moga aja misi the s squad brhasil melumpuhkn the black dragon

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s