The S Squad [Chapter 4]

rajin banget sii gue 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 4

 

Setelah rapat selesai, mereka kembali ke asrama untuk beristirahat. Yul tidak bisa tidur, tidak ketika ia ragu dengan keputusannya. Ia tidak yakin jika menghadapi The Black Dragons akan menjadi pilihan yang benar atau salah. Persetan, ia bahkan tidak yakin jika Sica baby-nya hidup atau mati.

Tidak, dia masih hidup. Berpikir positif. Dia spesialis lapangan, dan yang terbaik di SSF.

Menyingkirkan pikiran negatifnya, Yul memutuskan untuk tidur. Sudah tiga bulan sejak ia bangun dari komanya dan tiga bulan sejak peristiwa itu terjadi, tapi apa yang terjadi hari itu masih jelas sekali dalam ingatannya.

Flashback

The S Squad sedang melaksanakan misi untuk menyusup tempat persembunyian The Black Dragons. Setelah melakukan pencarian dan persiapan selama berbulan-bulan, usaha mereka akhirnya terbayar dan mereka berhasil menemukannya. Mereka tidak boleh mengacaukannya. Ini adalah kesempatan mereka. Yang harus mereka lakukan adalah membunuh penjaga-penjaga di luar, menyelinap masuk, mengepung area tersebut, dan menangkap buronannya. Lalu mereka selesai. Akan tetapi, itu semua lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, karena mereka harus mengira yang tidak terduga.

“Baiklah teman-teman, laporkan lokasi kalian.” Kata Tiffany, memastikan semua anggota berada di lokasi masing-masing, sebelum memberikan instruksi untuk melaksanakan misi.

“Aku di atas bukit berjarak 2km dari target, menghadap ke utara target.” Kata Sooyoung sambil menyiapkan senapannya.

“Sunny dan aku berjarak 1km, menghadap ke selatan target.” Jawab Taeng.

“YulSic menghadap ke timur target, berjarak 1km juga.” Yul bergurau untuk meringankan suasana tegang.

“Hyo noona dan aku ada di barat.” Balas Yoong.

Rencananya adalah; Sooyoung membunuh dua penjaga di luar pintu utama, lalu sisanya akan mulai menyusup dari arah mereka masing-masing, dan membunuh musuh yang terlihat. Sunny bertugas untuk memasang peledak di sekeliling tempat persembunyian, dengan Taeng yang membantu mengawasi sekeliling. Yoong dan Hyo bertugas untuk membawa para penjaga di dalam gedung tersebut, tanpa membuat keributan. Sica, sebagai spesialis lapangan, harus pergi ke ruang tengah dan menangkap otak dari The Black Dragons, bersama dengan Yul yang mengawasinya dari belakang. Lalu mereka semua akan melarikan diri dan Sunny akan mengaktifkan bom tadi untuk menghancurkan tempat tersebut secara seluruhnya.

“Baiklah teman-teman, Seo akan meng-hack sistem keamanan mereka sekarang. Setelah kamera keamanan dimatikan, misi dimulai.” Tiffany memberitahu mereka, menunggu Seohyun untuk masuk ke dalam sistem mereka.

“Setidak-tidaknya, jika terjadi kesalakan, larilah. Kumohon berhati-hatilah teman-teman.”

“Unnie dan oppa, kamera akan dimatikan dalam 10 detik.” Kata Seohyun.

“Baiklah, siap-siap. Dalam 3, 2, 1. Semoga beruntung teman-teman.” Misi dimulai.

Sooyoung berhasil membunuh dua penjaga di luar dengan mudah dan memberi jalan untuk rekan-rekan timnya. Semuanya berjalan sesuai rencana.

“Seo, bisakah kau melihat sekeliling gedung? Rasanya terlalu sepi di sini.” kata Taeng sementara membantu Sunny memperhatikan sekitar saat dia memasang peledak.

“Oppa, sejauh ini tidak ada apa-apa.” Kata Seohyun setelah memeriksa semua kamera di lingkungan tersebut.

“Noona, kami sudah membereskan semua penjaga di dalam gedung.” Kata Yoong.

“Sunny juga selesai.”

“Baiklah, sekarang bantulah Yul dan Sica.” Instruksi Tiffany.

“Kami baik-baik saja Fany, kami sudah sampai di ruang tengah. Sekarang tinggal menangkap penjahatnya.” Yul menginformasikan Tiffany.

“Baiklah kalau begitu, setelah kalian selesai dengan bagian kalian, keluarlah. Kami akan menjemput kalian di tempat drop-off tadi.”

“Fany, sepertinya pintunya dikunci. Aku tidak bisa membukanya.” Kata Jessica berusaha membuka pintunya.

“Coba bobol. Jika tidak bisa, dobrak saja.” Balas Tiffany.

Mereka telah menyelesaikan setengah misi. Sekarang hanya tinggal menangkap penjahatnya, menunggu Yul dan Sica keluar dari gedung lalu Sunny bisa meledakkannya. Semuanya berjalan lancar hingga Sunny dan Taeng keluar dari gedung. Sunny menyadari sesuatu, sesuatu yang dirasa tidak benar. Bom yang dipasang di luar tidak berada pada tempatnya. Seolah-olah bomnya dipindahkan. Ia memutuskan untuk memeriksanya dan matanya terbelalak melihat apa yang dilihatnya.

Bomnya dilucuti. Kabel-kabelnya dipotong.

“TEMAN-TEMAN! INI JEBAKAN! BOMKU DILUCUTI. KITA SUDAH DITIPU! KELUAR SEKARANG JUGA!” teriak Sunny di earpiece-nya dan berlari bersama dengan Taeng.

Akan tetapi, semua itu sudah terlambat. Yul berhasil mendobrak pintu sebelum Sunny menyelesaikan kalimatnya. Begitu pintu terbuka, sebuah kabel terputus dengan tiba-tiba. Kabel itu mengarah ke bom di ruang tengah untuk memulai hitung mundur.

00:00:30

Yul dan Jessica terkejut ketika mereka menyadari apa yang terjadi. Mereka memiliki 30 detik untuk keluar dari gedung. Mereka mulai berlali ke arah pintu keluar namun pintu itu terkunci. ‘Sial’.

Yul mencoba menghancurkan pintu itu dengan menembakinya namun sia-sia. Sebagai spesialis lapangan, Jessica dilatih untuk berhadapan dengan situasi seperti ini. Tapi waktu tidak berada di pihak mereka. Ia memutuskan untuk keluar dari jendela di lantai dua gedung tersebut. Mereka pergi ke lantai selanjutnya.

Rupanya, jebakan ini telah direncakan sebelumnya. Semua jendela tidak dapat dihancurkan dan anti peluru. Mereka tidak bisa keluar.

‘Berpikir Jessica berpikir’

Jessica menutup matanya untuk memikirkan skenario terbaik. Ia memiliki satu jalan dalam benaknya tapi Yul tidak akan menyukainya. Tapi ia tidak punya pilihan. Waktu terus berjalan.

00:00:20

“Yul.” Jessica memanggilnya.

“Semua ini sudah direncanakan sebelumnya. Tidak ada jalan keluar lain untuk kita berdua.”

“Apa maksudmu?”

Anggota-anggota yang lain mendengarkan obrolan mereka.

“Yul dan Sica! Di mana kalian?!”

“Kami baik-baik saja!” Jessica berbohong dan melepas earpiece-nya.

00:00:15

“Satu-satunya cara untuk tetap hidup adalah keluar dari titik ketika bomnya meledak.” Kata Jessica.

“Bagaimana mungkin?!” Yul tidak menyukai ide tersebut. Ia menyadari bahwa ide itu bukanlah sesuatu yang baik.

“Saat bomnya meledak, jendelanya akan terbuka. Aku akan mendorongmu ke sana.”

“Bagaimana denganmu!” Yul tidak mau mengikuti apa yang dikatakan Jessica. Tidak ketika gadis itu akan mengorbankan hidupnya demi dirinya.

“Yul apa yang terjadi! Aku tidak bisa menghubungi Jessi!” tanya Tiffany. Yuri mengabaikannya dan melepas earpiece-nya juga.

“Aku akan berusaha mengikuti di belakang.” Jessica mencoba memberikan seulas senyum.

“Sica. Sayang, kau tidak bisa melakukan ini.”

“Ini adalah jalan terbaik.”

00:00:10

“Tidak, Sica kau tidak boleh melakukan ini padaku.” Air mata mulai membasahi pipi mereka.

“Yul, kita berdua tidak boleh mati di saat yang sama. Anggota-anggota yang lain akan sangat terpukul.” Sica menghapus air mata di pipi Yul.

“Tidak, Sica. Tidak.” Yul menggenggam erat tangannya, ia tidak mau melepaskannya.

“Yul, berjanjilah padaku. Kau harus kuat.”

“Tidak Sica, pasti ada jalan lain!” Yul sangat putus asa. Ia sangat ingin mengubah pikiran Jessica.

00:00:05

“Beritahu mereka kalau aku mencintai mereka. Sangat mencintai mereka.” Jessica begitu keras kepala. Seperti biasanya.

“Tidak Sica. Kita akan berhasil keluar dan kau akan memberitahu mereka sendiri.” Yul tidak bisa mengendalikan perasaannya. Tidak ketika ia akan kehilangan belahan jiwanya tepat di depan mata kepalanya sendiri.

“Aku sangat mencintaimu, Kwon Yul. Lebih dari yang kau tahu.” Jessica menarik kerah baju Yul dan memberinya ciuman terakhir dengan air mata yang mengalir di pipi.

00:00:00

Begitu angka di bom waktu itu berubah menjadi nol, Jessica mendorong Yul ke arah jendela dengan sekuat tenaga.

Gedung itu pun meledak.

~~~;~~~;~~~

TBC

terjawab?? 😛

boiboi~

credit: numbernine @AFF

Advertisements

42 thoughts on “The S Squad [Chapter 4]

  1. Deg deg’n kan thor bacanya sumpah dagh😐.. yul koma? Lalu jessi kmna? Terus knp mrk melakukan hal ceroboh sampai cebakan sunny tidak di ketahui masing masing anggota thor😐..
    Gomawoyo thor

  2. Oh mungkin disini mereka mengira sica sudah mati karna ledakan tp utk kemunhkinan hidup kecil kecuali memang keberuntungan,jawabannya bisa dijawab di chap selanjutnya karna mungkin ada penjelasan sica yg memang masih hidup atau sudah mati

  3. hemmm,,,,jdi gthu kronologi kejadiannya, sica kasian sekali rela berkorban demi cinta dan teman”nya,,,hiks,,hiks,,,,
    tp gw harap ada keajaibann sica masihttp hidup , gk masalah dg sosok lain dah tarra tp fisik” ttp berparas wajah sica,, mungkin hnya ingatannya jah yg lupaa,,,heheehe,,,

  4. Sweet banget sica baby, rela berkorban buat yul 😥 😥
    Semoga sica baby masih hidup dan bisa gabung lagi sama s squad ,

  5. Ooh jd gtu kronolgi kjadian menghilangnya aunty sica -,- mengharukan rela mati demi Uncle Yul dan teman”nya..
    Smoga aja aunty sica masih hidup..
    Iya nih uncle yul harus brfikr positif..
    sumvah tegang beud bacanya o.O

  6. ada kemungkinan sica msh hidup nih tp mngkin jg sica koma tp anggota tim yg lain dn yuri sndiri gak tau sica dimn?
    nah ntuh yg bikn pensran, sicababy dimn?

  7. akhirnya ketahuan alasan sica gak ada…demi sobangnya dia rela ngorbanin nyawanya sendiri sweet bangetlah si sica…moga aja dia msih hidup…tp klow dia msih idup brrtikan dia msih ditempatnya the black dragon donk…gmana klow dia ditemukan oleh anggota the dragon..dan gmn klow dia hlang ingatan trus dia gabung sama the dragon…uh penasaran

  8. Annyeong …
    Baru smpet koment,baca nya kganggu trus ..
    Wah sesih gw liat yulsic ,mngenaskan ya .. Tp sica blm ktemu kan ..adeuuh dtunggu next chap nyah..
    SEMANGAAAAAAAAAT

  9. sumpah… chap nie wat deg deg deg khaaannnn…… yah masa sich sica baby gk hdp… kadian kwon soebang… yg sabar ea… hadeh emg nyesek baca na.. smoga next chap da penerangan ttng sica…

  10. Omo sica ngorbanin nyawanya buat seobang ?? Pantes yul merasa terpukul dia selamat krna pengorbanan sica, sica jjang, tp gue yakin sica masih hidup *semoga kekeke

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s