The S Squad [Chapter 6]

Masih flashback ya guys

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 6

 

Flashback

Sudah tiga bulan sejak hilangnya Jessica dan Yul masih belum sadar dari komanya. Selama tiga bulan ini, tujuh anggota lainnya terus mencari anggota mereka yang hilang, siang dan malam. Tim pencari juga telah disebar ke seluruh Korea Selatan untuk membantu proses pencarian. Akan tetapi, masih belum ada kabar juga. Namun mereka tidak menyerah.

Meskipun mereka sangat tekun mencari Jessica, mereka juga tetap bergantian menjaga Yul. Mereka mengkhawatirkan kesehatan laki-laki itu. Bagaimana jika dia sadar? Bagaimana jika dia koma selamanya? Dokter belum bisa memberikan jawaban pasti kapan laki-laki tersebut akan sadar, namun mereka berdoa agar dia segera membuka matanya.

“Taeng…” setelah mencari di sekitar Seoul semalaman, Tiffany pergi ke rumah sakit untuk menyusul pacarnya.

“Hei princess.” Taeng memberikan pelukan hangat setelah melihat betapa lelahnya dia.

“Bagaimana keadaan Yul?”mereka tetap di posisi seperti itu ketika mereka mengobrol.

“Masih sama. Tidak ada perubahan. Bagaimana denganmu? Kau menemukan sesuatu?” Taeng membelai wajahnya dan menyelipkan rambut ke belakang telinganya.

“Tidak juga.”

“Jangan khawatir. Masih ada hari esok.” Taeng mencoba menghiburnya. Tidak biasanya Tiffany berkecil hati seperti ini. Gadis itu selalu penuh semangat, sangat percaya diri, sangat positif.

“Taeng, apakah menurutmu dia akan sadar?” tanya Tiffany sambil memandang ke arah Yul. Laki-laki muda yang biasanya aktif dan sehat ini terbaring tidak berdaya di tempat tidur, wajahnya pucat.

“Dia akan sadar. Dia Yul.” Yul adalah anggota yang memiliki fisik terkuat di antara anggota-anggota yang lain. Dia selalu menjaga kesehatannya.

“Apa yang akan kau lakukan setelah dia sadar?”

Pertanyaan itu kerap mengganggu Taeng sejak sahabatnya dinyatakan koma. Bagaimana cara ia menjelaskannya pada Yul bahwa Jessica menghilang dan tidak bisa ditemukan? Laki-laki muda itu akan sangat hancur. Jika Taeng dan Tiffany adalah pasangan paling populer di SSF, maka Yul dan Jessica adalah pasangan yang membuat semua orang iri. Mereka mungkin tidak semanis Taeng dan Tiffany di depan umum, tapi cinta mereka sangat kuat dan indah sehingga semua orang sangat iri terhadap mereka. Seolah-olah mereka memang ditakdirkan untuk bersama. Cinta mereka sama besar. Tidak kurang, tidak lebih.

“Aku tidak tahu.” Ia tidak yakin apakah ia bisa menguatkan dirinya untuk menyampaikan berita tersebut atau tidak.

“Taeng, apa pun yang terjadi kita harus memberitahu dia.”

“Aku tahu. Mungkin aku akan menunggu kondisinya lebih stabil dulu.” Ia berusaha menundanya, mengumpulkan keberaniannya untuk mengabarkan berita tersebut pada Yul.

~~~;~~~;~~~

Taeng tengah mencari-cari informasi tentang The Black Dragons. Setelah peristiwa itu, mereka seolah-olah menghilang. Namun Taeng harus menangkap mereka dan mengeksekusinya atas apa yang telah mereka lakukan kepada dua anggotanya.

“Hyung!” Yoong tiba-tiba masuk ke dalam ruangan sambil terengah-engah.

“Ada apa?” tanya Taeng tanpa menolehkan kepalanya ke arah Yoong, tetap melakukan pencariannya.

“Hyung. Ru- rumah…sakit.” Kata-kata itu berhasil menangkap perhatian Taeng.

“Kenapa dengan rumah sakit?”

“Yul Hyung. Dia sudah sadar.” Taeng segera berlari.

Begitu ia tiba di kamar Yul, para dokter dan perawat sudah mengelilingi tempat tidur. Ia didorong keluar oleh salah satu perawat dengan alasan bahwa para dokter saat ini sedang memeriksa Yul. Taeng menunggu di luar sebelum ia diperbolehkan masuk.

Tidak lama kemudian, anggota-anggota yang lain terlihat berlari di sepanjang koridor dan menghujani Taeng dengan beribu pertanyaan.

“Di mana Yul?”

“Bagaimana keadaannya?”

“Apakah dia baik-baik saja sekarang?”

“Apakah dokternya mengatakan sesuatu?”

Ia memandangi mereka sebelum menjawab, “Aku tidak tahu. Dokternya masih di dalam.” Begitu ia menyelesaikan kalimatnya, pintu terbuka dan dokter pun keluar.

“Bisakah saya berbicara dengan wali dari pasien Kwon Yul?”

Taeng menghampirinya. “Saya walinya. Kami rekan satu timnya.”

“Dia sudah sadar dan sejauh ini kondisinya terlihat baik-baik saja. Akan tetapi, tolong jangan melelahkan mentalnya atau menyebutkan sesuatu atau seseorang yang akan memicu emosinya. Dia harus banyak beristirahat.” Dokter itu memberitahu mereka.

“Baiklah. Kami akan mengingatnya. Terima kasih banyak dokter.” Taeng menjabat tangannya sebelum memasuki kamar dengan yang lain.

“Hyung!”

“Oppa!”

“Yul!”

Mereka menitikkan air mata kebahagiaan ketika melihat Yul duduk di tempat tidurnya.

“Ya tuhan! Kami kira kau tidak akan bangun dan kami sangat ketakutan.” Tiffany memeluknya.

“Kau baik-baik saja?” Yul tidak merespon. Mereka terlihat cemas. Bukankah dokter mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja? Lalu kenapa dia tidak berbicara?

“Yul?”

“Aku tidak apa teman-teman. Aku merasa sehat. Maaf sudah membuat kalian khawatir.” Ia akhirnya menjawab, setelah hening sejenak. Pada akhirnya mereka pun merasa lega.

Mereka mengungkapkan betapa mereka sangat merindukan dia, bagaimana rasanya saat dia tidak bersama-sama mereka dan bagaimana sepinya asrama tanpa kehadiran dirinya. Mereka sengaja melewatkan apa yang terjadi setelah ledakan itu. Ketika mereka sedang mengobrol, mereka mendengar suara isak tangis di dalam ruangan itu. Mereka memandang sekeliing dan melihat pemimpin mereka, pemimpin yang selalu kuat dan percaya diri, seseorang yang selalu mendukung dan memimpin mereka, menangis di pojokan.

“Teman-teman, kita keluar dulu sebentar dan beri mereka sedikit waktu.” Tiffany memberi tahu yang lainnya dan mengantar mereka keluar. Ia tahu selama ini laki-laki itu sangat menderita namun dia tidak menunjukkannya. Tiffany menghampirinya, menghapus air matanya, dan memberikan sebuah kecupan sebelum keluar dari ruangan itu, meninggalkan kedua sahabat itu sendiri.

“Taeng…” Yul dan Taeng sudah bersahabat sejak mereka berdua memasuki SSF sebagai trainee. Tidak pernah sekali pun Yul melihat Taeng menitikkan air mata. Tidak bahkan ketika mereka berdua pertama kali dipindahkan ke departemen yang berbeda dan Yul menangis seperti bayi. Taeng, seperti namanya, dia selalu tenang. Melihat Taeng menangis untuk pertama kalinya dan itu karena dirinya, Yul merasa menyesal dan hancur. Ia turun dari tempat tidur dan memeluk Taeng.

“Maafkan aku kawan karena sudah membuatmu khawatir.” Yul meminta maaf.

“Tidak, akulah yang harus meminta maaf. Jika saja aku tidak terlambat.” Taeng merasa bersalah karena ia tidak melindungi rekan-rekan timnya, sahabatnya dengan baik.

“Ini bukan salahmu. Aku tidak apa.”

“Kau harus melepaskanku sekarang. Aku merasa gay.” Kata Taeng, mencoba meringankan suasana. Yul terkekeh. Kehinangan itu membuat mereka nyaman. Hingga Yul memecahkannya dengan menanyakan pertanyaan yang ditakuti Taeng.

“Di mana Sica?” Taeng merasa tegang namun Yul tidak menyadarinya.

“Sica tidak selamat.” Tanya Yul atau lebih terdengar seperti pernyataan. Ia sudah menduganya, tapi ia hanya ingin memastikannya.

“Yul. Dia menghilang.” Taeng mengangkat kepalanya dan menatap mata Yul, mencoba memahami perasaannya.

“Tentu saja, siapa yang bisa selamat dari ledakan seperti itu.”

“Tidak Yul. Berpikirlah positif. Sica dilatih untuk menghadapi situasi seperti itu. Dia akan lari ke tempat lain. Kita akan menemukannya.” Taeng mencoba berpikir positif demi sahabatnya. Mereka harus percaya dengan kemampuan Jessica. Dia lulus sebagai spesialis lapangan terbaik bukan tanpa alasan. Keterampilannya diakui oleh semua orang. Dia pasti lari dari ledakan itu, dia masih hidup. Dia harus bertahan hidup.

Yul tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sejak rahasia itu terungkap, Yul bukanlah Yul yang aktif lagi. Dia menjadi pendiam. Dia bahkan tidak pernah menangis. Dia telah berjanji pada Jessica untuk tetap tegar. Ia harus kuat.

‘Sica baby. Kumohon bertahanlah dan tunggu aku. Aku akan menemukanmu.’

Flashback ends

~~~;~~~;~~~

TBC

2x lebih panjang dari yang kemaren hahaha masih aja nungguin Sica 😀

boiboi~

credit: numbernine @AFF

 

Advertisements

41 thoughts on “The S Squad [Chapter 6]

  1. Kyknya author penggemar boiboi ya ? Haha. Yul pesimis kyk nya thor jd wjr aj dy jd pendiam. Klo qt diposisi yul mgkn bgtu jg. Sica brani bgt. Smga slamat.bnetan slamat hehe. Brati update slanjutnya 2 x lbh pjg Dr ni donk thor haha

  2. mudah2 an bener kalo yul n sica ng ditakdirkan utk bersama, jd ikutin apa kata taeng aja deh, hrs positif n yakin kalo sica msh hidup

  3. always waiting for ice princesss……:'(
    knpa gk muncul”,,,kpn sicababy kwonseobang kembali tarra,,,
    comeback to seoabang,,,dia rindu setengh mati, kasian kyak myat hiddup,,,
    kenyataan yg pahit hrus diterima sungguh sangat tegar yul oppa,,
    untung teman”nya slalu dukung diaaa,,,love RF,,
    sica masihhh hidup kannn,,???? iya kan tarraaa,,?????let’s next chapt,,,

  4. Annyeong …..
    Wah thanks for update tarra …kkkee
    Oh syedih d posisi yul,untng dia tegar dah ..
    Aduuh sica kmnakah drimu,? Curiga sica masuk dah ..><
    Dtunggu next chap nyah ..
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  5. kasian yuri gaada sica
    semoga sica gapapa,jangan sampe sica hilang ingatan pas ketemu s squad #kebanyakannonton drama
    lanjuuuut

  6. Jarng di dunia nyatanya tae nangis.. jessi keluar pun tae slh satu anggota gg dan ketua pula gak ngeluarin setitik aer mata pun saat tour gg 2015 2016 pantasia.. tp beda dicerita ini ketika tae dihadapin yul yg lemah n itu pun baru sdr dr koma^^.. miris bwgd klo liat tae 😢😢😢.. berasa qo dosinie 💘

  7. nasibnya sica msh gak jelas nih, jd ini yg bikn yul jd pendiam, kasian bngt krn yul gak tau psti sica msh hidup ato gak
    sedih jg thor pas taeng nangis, dia ngerasa brsalah krn gk bs melindungi rekan2nya
    moga aja sica cpt di temuin, kasian tuh si kwon

  8. Ttp pndk nich ff thor,lrg puas dgn flashback yul mlg sdh ending
    Yg kuat yul,ku doa jessica baek2 aja tapi ku pny firasat jessica d slmtkan ama the black dragons

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s