The S Squad [Chapter 7]

flashback no more

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 7

 

“Baiklah teman-teman, obat-obatan itu diperkirakan akan datang pada pukul 11 malam ini dan diangkut menggunakan speedboat. Kita akan berangkat satu jam sebelumnya dan siap di posisi pada pukul 10.45 malam.” Taeng memberi pengarahan singkat pada anggota-anggotanya.

“Jadi begini rencananya. Seperti biasa, Sooyoung, kau akan ditempatkan di balkon pengamat mercu suar yang mana berjarak kira-kira 500 meter dari dermaga.” Tiffany mengambil alih dan memberitahukan rencananya.

“Sunny, untuk misi ini kau akan berada di lapangan bersama dengan Taeng, Yoong, Hyo, dan Yul. Masing-masing dari kalian harus berpencar di sekitar dermaga tapi jangan terlalu jauh dari satu sama lain. Aku dan Seohyun akan memandu kalian hingga misi selesai jadi kumohon, JANGAN melepas ear-piece kalian apa pun yang terjadi.” Tiffany menegaskan sambil melempar lirikan pada Yul.

“Tujuan kita hari ini adalah membawa dalang penyelundupan itu hidup-hidup. Jangan bunuh dia kecuali situasinya mengancam nyawa kalian atau semacamnya. Setelah targetnya tiba, kepung dan tangkap dia. Tolong ingat periksa adanya kemungkinan ancaman jika kalian menangkapnya. Terakhir, jaga diri kalian apa pun yang terjadi.” Tiffany menyimpulkan pengarahannya, berharap semoga misi kali ini tidak ada kesalahan.

Setelah pengarahan selesai, mereka bersiap-siap untuk melakukan misi malam ini. Mereka merasa gugup dengan misi ini, bukan karena mereka akan menghadapi The Black Dragons lagi, tapi ini adalah kesempatan mereka untuk menemukan keberadaan rekan tim mereka yang hilang, apakah dia hidup atau mati. Mereka berdoa semoga dia masih hidup. Mereka membutuhkan dia. The S Squad tidak akan lengkap tanpanya. Yul tidak akan lengkap tanpanya.

~~~;~~~;~~~

“Hei teman.” Taeng berjalan menghampiri sahabatnya untuk mengambil senjatanya.

“Kau akan baik-baik saja?” ia masih menghkawatirkannya. Semua anggota masih mengkhawatirkannya.

“Ya aku baik-baik saja. Lagipula cepat atau lambat kita akan menghadapi mereka. Ini hanya masalah waktu.” Yul menyiapkan senjatanya, memastikan senjatanya dalam kondisi yang baik.

“Kalau kau tidak nyaman, aku bisa meminta untuk tidak menugaskanmu.”

“Tidak Taeng. Kita adalah tim. Kita akan melakukannya bersama.” Yul menatap padanya.

“Tapi…bagaimana kalau-”

“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja.” Yul memotong ucapannya.

“Yul, apa pun yang terjadi kumohon ingat kalau kita melakukan misi ini untuk satu tujuan. Jangan biarkan perasaanmu mengambil alih. Kita tidak mau kalah lagi.”

~~~;~~~;~~~

TIME: 2245H

“Semuanya sudah berada di posisi?” tanya Tiffany, seperti biasa.

“Ya”

“Yup”

“Siap.”

“Unnie dan Oppa, perkiraan waktu tiba target kita adalah 2300H, 15 menit dari sekarang.” Seohyun memberitahu mereka.

“Teman-teman kumohon kumohon kumohon ingat jangan melepas ear-piece kalian apa pun yang terjadi dan jaga diri kalian. Jika terjadi sesuatu, larilah.” Kata Tiffany. Ia sangat cemas. Sudah cukup lama sejak mereka melakukian misi tim bersama. Ia ingin memastikan bahwa sejarah tidak terulang lagi. Ia tidak ingin kehilangan anggota lagi.

“Taeng.” Ia memutuskan untuk berbicara dengan pacarnya secara pribadi.

“Hei Fany. Kenapa tiba-tiba mengobrol pribadi?” tanya Taeng.

“Taeng, tolong jaga Yul. Aku tidak mau hal yang sama terulang lagi.” Jawab Tiffany cemas.

“Jangan khawatir sayang. Aku sudah berbicara dengannya sebelum misi dimulai.”

“Ya aku tahu tapi-”

“Princess, kali ini aku tidak akan meninggalkan siapa pun. Tetap tenang dan pandu kami dengan baik, oke. Sebelum kau sadari, aku akan kembali berada di sampingmu.” Taeng meyakinkannya. Ia tidak mau kekasihnya panik sebelum misi dimulai.

“Baiklah, sampai jumpa nanti. Hati-hati.” Tiffany menghela napas panjang dan memfokuskan perhatiannya pada misi di depan mata.

“Tentu, sayang.”

~~~;~~~;~~~

TIME: 2255H

“Unnie, ada pergerakan menuju dermaga.” Seohyun memberitahu Tiffany, memeriksa radarnya.

“Teman-teman, bersiap-siaplah. Misi kalian akan dimulai dalam 5 menit.” mereka mulai merasa tegang dan menyiapkan senjata mereka masing-masing.

Inilah saatnya. Setelah menunggu dan berlatih selama 3 bulan, akhirnya mereka dapat membalaskan dendam dan mungkin menemukan keberadaan anggota mereka yang hilang. Melakukan pemeriksaan terakhir dan saling berpandangan, mereka bersiap-siap di posisi dan menunggu isyarat dari Tiffany.

TIME: 2258H

“Teman-teman, aku bisa melihat target kita. Mereka kira-kira berada 250 meter dari lepas pantai.” Sooyoung meneropong dan melihat sebuah kapal mendekat.

“Baiklah, aku tahu aku sudah mengatakannya berulang-ulang kali tapi aku akan mengatakannya sekali lagi. Jangan melepas ear-piece kalian apa pun yang terjadi. Larilah jika terjadi sesuatu yang tidak benar. Jaga diri kalian. Aku ingin melihat kalian kembali dengan selamat. Semoga beruntung teman-teman.” Jelas Tiffany untuk yang terakhir kalinya.

TIME: 2300H

Seperti dugaan mereka, sebuah speedboat berhenti di dermaga. Beberapa pria berpakaian hitam keluar pertama, memeriksa sekeliling dermaga sebelum kembali masuk ke dalam kapal. Beberapa saat kemudian, pria-pria itu terlihat membawa banyak karton dengan berbagai ukuran keluar dari kapal dan memasukkannya ke dalam mobil yang terparkir di dekatnya.

The S Squad melihat keseluruhan prosesnya dan menunggu saat yang tepat untuk keluar dari tempat persembunyian mereka. Ketika mereka melihat lampu di perahu itu dimatikan, itu adalah aba-aba mereka untuk memulai misi.

“Go.” Tiffany menginstruksikan mereka.

Sooyoung memulai dengan membocorkan ban mobil mereka untuk mencegah mereka melajukan mobilnya. Anggota-anggota yang lain keluar dari tempat persembunyian secara perlahan, tidak ingin menarik perhatian musuh. Mereka melumpuhkan pria-pria itu satu per satu sebelum mengepung pintu masuk kapal untuk menangkap dalang penyelundupan ini.

“Kalian telah dikepung oleh SSF! Saya perintahkan kalian keluar sekarang dengan mengangkat tangan!” teriak Taeng sehingga para penumpang di dalam keluar.

Terdengar keributan sebelum akhirnya pintu terbuka dan seorang pria berusia 20an keluar dengan seulas senyum di wajahnya, tangannya diangkat. Semua orang terkejut. Hyoyeon menjatuhkan senjatanya.

“Ahh…The S Squad. Lama tidak bertemu. Setelah sekian lama, kalian berhasil menangkapku.” Kata pria itu.

“Eunhyuk?” kata Taeng dengan mata terbelalak.

“Beginilah caramu menyapa hyung-mu yang sudah lama hilang?” Eunhyuk menatapnya.

“Apa kabar, cintaku?” Eunhyuk menoleh dan menatap Hyoyeon dengan senyum menyeringai.

Mereka tidak menyangka pria dibalik The Black Dragons adalah seseorang yang dulunya dekat dengan mereka. Seseorang yang mereka perlakukan seperti teman dekat, seseorang yang mereka perlakukan seperti kakak, seseorang yang mereka kira adalah bagian dari sebuah keluarga.

“Teman-teman, bawa dia. Kami akan menunggu di tempat penjemputan.” Tiffany yang menyaksikan situasi tersebut menyadarkan rekan-rekan timnya dan menginstruksikan mereka untuk mengakhiri misi.

Sambil berdeham, Taeng menghampiri Eunhyuk dan memborgol tangannya di balik badan, sebelum membawanya dengan Hyoyeon yang mengikuti di belakang. Anggota-anggota yang lain memeriksa keadaan sekitar sekali lagi sebelum mengikuti pemimpin mereka.

~~~;~~~;~~~

“Darimana obat-obatan itu?” Taeng menginterogasinya, bersama dengan Tiffany.

“Ayolah Taeng, kita semua sudah berpengalaman di bidang ini. Kau tahu ini tidak akan berhasil.” Eunhyuk duduk bersilang dan bersandar di kursi.

“Kenapa obat-obatan ini diselundupkan ke Seoul?” Taeng melanjutkan pertanyaannya, tidak memedulikan Eunhyuk.

“Kenapa kau mengira aku akan memberitahumu?”

“Siapa dalang dibalik semua ini? Siapa dalang dari The Black Dragons?” Taeng mulai kehilangan kesabarannya.

“Na-uh. Seharusnya kau tidak menanyakan pertanyaan itu.” Eunhyuk mencoba mempropokasinya.

“Lee Hyuk Jae!” Taeng memukulkan tinjunya ke atas meja. Eunhyuk tersenyum menyeringai.

“Tenanglah TaeTae. Aku akan mencoba berbicara padanya.” Tiffany menepuk punggungnya dan mengirimnya ke ruang pengamatan untuk menenangkan diri.

“Eunhyuk Oppa.” Ia lalu berbalik menghadap tersangka.

“Wow Tiffany, sejauh ini kau satu-satunya orang yang menyapaku.” Eunhyuk terus bergurau.

Di antara semua anggota The S Squad, Tiffany bisa dibilang salah satu anggota yang paling dekat dengan Eunhyuk, selain Hyoyeon. Eunhyuk lah yang mengajarinya tentang penyiasatan dan perencanaan misi, dan Tiffany mempelajari banyak hal darinya. Eunhyuk adalah senior yang dihormatinya dan menjadi panutannya. Selama masa trainee-nya, ia berkeinginan untuk menjadi seseorang seperti Eunhyuk, seseorang yang bisa memimpin dan merencanakan misi dengan baik. Seseorang yang bisa meyakinkan anggota-anggotanya bahwa mereka akan baik-baik saja selama misi berlangsung. Seseorang yang dipercaya anggota-anggotanya.

Ketika Eunhyuk tiba-tiba meninggal ketika melaksanakan misi, atau begitulah pikir mereka, Tiffany dan Hyoyeon menangis bersama. Ia tidak percaya bahwa idolanya, seniornya, mentornya yang perhatian, sabar, dan baik hati, yang mengajarkannya selama ini, akan kehilangan nyawanya dengan begitu mendadak. Tiffany merasa sangat hancur.

Sekarang, Eunhyuk tengah duduk di hadapannya, dengan senyum yang sama di wajahnya, tidak disampingnya sebagai rekan kerja, tapi di kursi tempat di mana para tersangka berada. Setelah bertahun-tahun, setelah semua air mata yang mereka keluarkan dan kesedihan yang mereka rasakan, Eunhyuk ternyata masih hidup. Eunhyuk masih hidup dan menjalani hidupnya dengan baik. Namun kali ini, mereka berada di dua pihak berbeda. Eunhyuk mengkhianati mereka, senior yang dulu ia hormati kini menjadi pengkhianat.

“Eunhyuk Oppa.” Ulang Tiffany, dengar air mata menggenangi matanya. “Aku bersyukur karena kau masih hidup. Tapi kenapa kau melakukan itu?” Tiffany menatap langsung ke matanya, berharap bahwa Eunhyuk akan mengatakan hal yang sebenarnya, bahkan meskipun semuanya sudah terlambat.

Hening sejenak dan keduanya terus saling berpandangan, sebelum Eunhyuk memalingkan muka dan tertawa pelan.

“Tiffany, Tiffany, Tiffany. Kau masih sama seperti saat muda dulu, masih sangat naif. Dunia ini jauh lebih sulit daripada apa yang kita lihat, adikku tersayang.” Eunhyuk memberitahunya.

“Kau tahu Tiffany, di dunia ini terdapat banyak tipe-tipe manusia dan mereka memiliki alasan berbeda untuk tetap bertahan hidup di dunia yang kejam ini. Beberapa hidup demi teman mereka. Beberapa hidup demi diri mereka sendiri. Beberapa hidup demi sesuatu yang sangat berkuasa di dunia ini, uang.” Jawabnya. “Dan kenapa aku melakukan itu? Karena aku hidup demi uang. Uang membuat dunia berputar!”

“Bukankah SSF membayarmu dengan cukup? Bukankah SSF memberikan apa yang kau inginkan?”

“SSF memang membayarku, cukup untuk memenuhi apa yang aku inginkan. Tapi mereka membayarku lebih banyak. Mereka berjanji untuk membayarku dua kali lipat dari jumlah yang aku dapatkan di SSF!”

“Bisa-bisanya kau, Oppa…” Tiffany tidak percaya dengan apa yang dikatakannya. Ia tidak ingin percaya jika Eunhyuk adalah orang semacam itu.

“Karena itulah aku berkata; dunia ini jauh lebih sulit daripada apa yang kau lihat, Tiffany.” Ia tertawa.

“Oppa. Kau tahu konsekuensi apa yang akan kau hadapi ‘kan?”

“Oh Fany Fany Tiffany. Misiku untuk mengantarkan barang-barang itu gagal. Lagipula aku pasti akan mati. Entah mendapatkan hukuman mati, atau dibunuh oleh The Black Dragons. Itu tidak penting. Aku tetap mendapatkan uangnya.” Eunhyuk tertawa lebih keras.

“Eunhyuk oppa. Uang bukanlah segalanya. Uang bisa memberimu apa yang kau inginkan. Uang bisa memberimu kebahagiaan. Tapi uang tidak bisa mengembalikan teman yang pernah dekat denganmu dan kawan seperjuangan yang memperlakukanmu seperti bagian dari keluarga. Uang tidak bisa mengembalikan hidupmu.” Eunhyuk terdiam.

“Vonis hukumanmu akan dikeluarkan 3 hari lagi.” Tiffany berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.

 ~~~;~~~;~~~

TBC

ckckck

boiboi~

credit: numbernine @AFF

Advertisements

36 thoughts on “The S Squad [Chapter 7]

  1. Pantesan aja di chapter 3 atau 4 ya (lupa gue) The S Squad bisa dikalahkan dengan mudah. Ternyata oh ternyata ada pengkhianat yang udah disangka meninggal saat bertugas.

  2. Pntes aja hyo jdi yeoja, trnyta mantannya dsni itu eunhyuk.. wkwkw
    Wah jgn bilang klo aunty sica nntinya kyk eunhyuk o.O menjadi bgian dri Black black itu atau jgn” dia yg jdi ketua dri black black itu..
    Hahh Smoga aj tidak..
    Stlah mndengat kata-kata mommy, eunhyuk bisa sadar klo uang bukanlah segala-galanya..

  3. daeabakkk…lihat fanyah jd pemantau seneng bngettt….
    itulah untungnya jd 1 tim….saling membgingatkann….
    eunhyuk hidup lagi….smoga sica jg msih hidupppp dan kembali ..huuhuuu….
    sepertinya baru di mulai neh pemburuannn…
    jngn” itu jebakan black dragon ngirim eunhyukkk…
    gmn kelanjutannya nehh..?
    next tarraa..

  4. aw penghianat cinta??hahaha.ok sicababy belum muncul ke permukaan.penasaran part selanjutnya. Gua baru komen di sini mianhae

  5. Kok gampang ditangkapnya hehehe jebakan lagi tah? Huaaaa ternyata mantan ssf parah parah parah gegara duit beneran apa ancaman? Yaelah terus sicanya dimana dah thor?

  6. ooh ada penghianat trnyata? pantes, yulsic bsa kjebak. tp mazi pnasaran bgt dmna sica. jgn2? aah, jd kpikiran yg nggak2 deh.

  7. oohhh jd si kunyuk nih prnah jd tmn2nya the s squad tho?dasar pengkhianat, mnta di cincang nih si kunyuk
    ya ampun tarra, sicababy blm nongol jg?
    moga aja sica msh hidup

  8. Musuh dalam selimut ternyata. Gmn t ? Bs jd sica brkhianat jg wlopun dchap sblmnya kyk nya g mgkn kan. Tp Ini bs jd mgkn secara spesialis lapangan kan. Klo dy trlbat bs aja lbh memudahkan dy mghlgn utk alsn yg jls

  9. Ulalalallaa af penghianat neh.. gw rsa enhyun tw dmn keberadaan sica.. aahh penasaran dn pemburuan sica akhn di mulai sekarang

  10. annyeong …
    Wah ktinggalan nih 2 chap ,sibuk dah baru bsa ini …
    Lah ada pnghianat nih ,hyuk jae .. Takut nih sica jga bklan jadi seseorang yng d rekrut msuh ..
    Next dah

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s