The S Squad [Chapter 8]

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 8

 

“Kerja bagus, Fany.” Kata Sunny ketika Tiffany memasuki ruang pengawas. Anggota-anggota yang lain hadir untuk menyaksikan interogasi tersebut.

“Hyo…kau mau berbicara dengannya?” Tiffany menghampirinya.

“Aku…”

“Hyo, pergilah dan berbicara padanya. Setidaknya dengarkan penjelasannya.”

“…Baiklah.” Hyoyeon menarik napas panjang sebelum memasuki ruang interogasi.

Banyak sekali pertanyaan yang melintas di dalam benaknya. Ia ingin menanyakan tentang kepergiannya, tentang penkhianatannya. Ketika Hyoyeon melihat dia keluar dari kapal, ia tidak percaya dengan matanya sendiri. Ia memilih untuk percaya kalau dia tidak bersalah, mungkin dia ditangkap oleh The Black Dragons sehingga itulah mengapa ia tiba-tiba “meninggal”. Tapi ketika ia mendengar Eunhyuk mengakui kesalahannya, ia sangat terkejut. Laki-laki yang ia cintai lebih dari apa pun meninggalkan ia dan SSF demi musuh mereka. Bertahun-tahun ini, Hyoyeon tidak bisa melupakan kematian mendadak kekasihnya. Eunhyuk selalu berada di sampingnya, menerangi hari-harinya. Hyoyeon tidak bisa melupakannya. Bisa-bisanya Eunhyuk melakukan itu padanya.

Begitu Hyoyeon memasuki ruangan dan duduk di hadapan Eunhyuk, air mata mulai jatuh menuruni pipinya. Laki-laki itu ada di sana, tepat di depannya, bernapas, hidup dan dalam keadaan baik.

“Kenapa?” ia terisak.

Eunhyuk mulai merasa bersalah. Ia tidak sanggup menghadapinya. Tidak ketika dirinyalah penyebab tangisan itu.

“Kenapa kau melakukan itu?” ulang Hyoyeon.

Hening sejenak sebelum Eunhyuk berbicara kepadanya.

“Maafkan aku.” Hanya itu yang bisa ia katakan.

“Apa kau tahu betapa sulitnya bagiku setelah mendengar berita itu?” amarah mengambil alih kesedihannya. Setelah bertahun-tahun membohongi semua orang tentang kematiannya, yang dapat dikatakannya hanyalah meminta maaf? Ia menginginkan yang lebih dari itu.

“Apa kau tahu betapa hancurnya aku? Seakan-akan separuh jiwaku pergi.”

“Maafkan aku.” Ulangnya.

“Aku tidak mau mendengar permintaan maafmu, Hyuk. Aku butuh penjelasan.”

Hyuk. Sudah lama ia tidak mendengar Hyoyeon memanggilnya dengan nama itu. Ia merindukannya. Sangat merindukannya. Apa yang dipikirkannya? Lebih memilih uang dan menjadi tamak daripada memilih seseorang yang mencintainya lebih dari dirinya sendiri?

“Dulu aku tidak berpikir jernih. Aku dibutakan oleh keserakahan. Aku egois. Dan sekarang aku menyesalinya.” Eunhyuk menangis.

Hyoyeon menutup matanya dan menarik napas dalam-dalam, sebelum menanyakan apa yang selalu ingin ia katakan.

“Selama ini…apa kau pernah mencintaiku?” ia menatap matanya. Berharap mendengar apa yang ingin ia dengar.

“…Ya.”

“Hanya itu yang ingin aku dengar.” Hyoyeon berjalan ke sampingnya dengar air mata membasahi pipinya. Ia berlutut dan memberinya ciuman terakhir, ciuman yang sudah sangat terlambat, sebelum keluar dan tanpa menoleh ke belakang. Betapa pun ia mencintainya, Eunhyuk mengkhianatinya dan SSF. Dia menkhianati semua orang yang mempercayainya. Pengkhianat sudah seharusnya dihukum mati. Tidak dapat dielakkan lagi, Eunhyuk akan mendapatkan hukuman mati. Dan ketika ia mengkhianati Hyoyeon, cinta gadis itu untuknya juga telah sirna.

~~~;~~~;~~~

Betapa pun Yul membenci Eunhyuk karena telah mengkhianati mereka dan karena telah menyakiti Hyoyeon, ia membutuhkan jawaban. Ia harus mengetahui di mana Jessica berada. Dan Eunhyuk pasti mengetahui jawabannya. Setelah Hyoyeon meninggalkan ruang interogasi, sekarang giliran Yul yang masuk. Ia menunggu Eunhyuk untuk tenang sebelum menginterogasinya.

“Di mana Jessica?” tanyanya tanpa berbasa-basi.

“Aku tidak tahu.” Eunhyuk tersedu-sedu.

“Di. Mana. Jessica?” ia tidak punya waktu untuk bermain-main.

“Aku tidak tahu. Aku sungguh tidak tahu.” Ulang Eunhyuk.

“Di mana Jessica?!” Yul berdiri dan meraih kerah baju Eunhyuk.

“Aku tidak tahu!”

“Apa maksudmu tidak tahu?! Kau bekerja untuk mereka!” ia lalu meninju wajah Eunhyuk.

“Yul!” Taeng, Yoong, dan Sooyoung datang, berusaha mengendalikan situasi.

“Tenanglah!” Taeng dan Sooyoung menahannya sementara Yoong membantu Eunhyuk.

“Dia menghilang sejak ledakan itu! Ledakan yang dilakukan oleh kalian! Di mana dia?!”

Yuri berusaha lepas dari cengkeraman Taeng dan Sooyoung.

“Aku tidak tahu! Aku hanya disuruh untuk memastikan kalau tempat persembunyiannya diledakkan dan tanpa menyisakan apa pun!” Eunhyuk memberitahunya.

“Bajingan!” Yul melepaskan cengkeramannya dan kembali memukul Eunhyuk.

“Kwon Yul!” Taeng menahan Yul dan mendorongnya ke tembok.

“Memukulnya tidak akan memberimu jawaban!”

“Dia meledakkan tempat itu Taeng! Dia dibalik ledakan itu!”

“Aku tahu!”

“Jika kau terus-terusan seperti ini, aku harus menghentikanmu dari kasus ini Yul.” Kata Taeng.

Yul menarik napas panjang, merapikan bajunya sebelum menjawab Taeng, “Aku tidak apa. Aku akan bersikap baik. Maafkan aku.”

“Jika ini terjadi lagi, aku tidak punya pilihan lain Yul.” Kata Taeng sebelum meninggalkan ruangan dengan Yoong dan Sooyoung.

Yul kembali duduk sebelum melanjutkan interogasinya.

“Apa yang terjadi setelah tempat itu meledak?” ia mencoba bersikap setenang mungkin.

“Aku diberitahu kalau, b-bosku mengirim beberapa orang untuk me-meriksa wilayah itu untuk memastikan kalau semuanya ha-hancur.” Eunhyuk menjelaskan dengan tergagap-gagap.

“Siapa bosmu?”

“A-Aku tidak tahu. Aku bersumpah. Aku hanya tahu kalau dia ada di Jepang, di mana tempat persembunyian utama The Black Dragons berada.” Jawabnya.

“Di Jepang bagian mana?”

“Tokyo.”

“Saat kau bilang bosmu mengirimkan beberapa orang untuk memeriksa tempat itu, apakah mereka…apakah mereka berhasil menemukan sesuatu?” tanyanya ragu.

“Mereka menemukan satu orang korban dan membawanya ke tempat persembunyian. Saat itu aku tidak memikirkan apa-apa. Aku kira orang itu adalah seseorang dari The Black Dragons yang terluka.” Kata Eunhyuk.

Yul terdiam. Jessica.

“Maafkan aku Yul. Aku bersungguh-sungguh.” Eunhyuk menyiapkan dirinya untuk menerima serangan lainnya.

“Jika aku bisa, aku akan membunuhmu sekarang. Secara perlahan dan brutal. Tapi kau akan mendapatkan hukuman mati atas kesalahanmu. Aku tidak akan berbuat apa-apa.”

~~~;~~~;~~~

Begitu Yul memasuki ruang pengamat, anggota-anggota yang lain terdiam dan tidak ada seorang pun berani menghampirinya. Mereka masih terkejut setelah menyaksikan sisi lain dari seorang Yul. Yul tidak pernah menunjukkan sisi itu sebelumnya. Bahkan ketika Jessica masih bersama mereka.

“Yul…” Taeng menghampirinya.

“Aku akan pergi ke Jepang. Aku membutuhkan persetujuanmu Taeng.” Kata Yul.

“Tidak. Ini terlalu beresiko!”

“Aku harus mengembalikan Jessica! Aku membutuhkannya!” Yul mulai menangis di depan rekan-rekan timnya. Setelah berbulan-bulan menyembunyikan perasaannya, ia akhirnya meluapkannya. Selama itu, ia terlalu tenang dan pendiam. Hal itu membuat mereka khawatir. Ketika mereka menyaksikan Yul menangis, mereka merasa lega. Setidaknya Yul masih memiliki perasaan.

“Kita tahu Yul, kita tahu. Kita semua akan pergi bersama. Kita akan menyelamatkan Jessica dan membawanya kembali bersama-sama.” Taeng memeluk sahabatnya dan menghiburnya, berharap ia bisa menenangkannya dan membuatanya merasa lebih baik. Setidaknya sekarang mereka tahu bahwa anggota mereka yang hilang ada di Jepang, di tangan The Black Dragons.

Terima kasih telah bertahan hidup, Jessica.

~~~;~~~;~~~

 TBC

boiboi~

credit: numbernine @AFF

Advertisements

34 thoughts on “The S Squad [Chapter 8]

  1. Akhirnya sica ketemu juga, semoga ga ngelupain the s squadjadi hyoyeon dulu pacrnya eunhyuk? Yah oon bgt sih pake acara ngehianatin s squad eunhyuknyaaa-,-

  2. Dan akhirnya kbradaan aunty sica dktahui oleh uncle yul..
    lega bgt dah, untng aj eunhyuk ngsih ptnjuk wlpn sbntr lg dia dhkum mti.
    Ksihan jgn lhat hyo.. cepat” move on!
    Oiya d part 1 kan ada anggota baru, itu spa aj? Smpai skrg blum dktahui.. wkwkwk
    Smoga aj Teamnya daddy bisa ktemu dgn aunty sica tanpa ada hmbatan lgi, biar mommy seneng bisa ktemu dgn shbatnya.. hihihi lol*

  3. mudah2 an nanti yul ketemu sm jessica, tapi agak khawatir juga nih, takutnya malah sica lupa ingatan lagi.trs ga ngenalin yul

  4. Hyuk siapapun pasti akan merasa sakit hati dikhianati sama pacar dan tmn sendiri.. Gara2 dia Jessica menghilang dan bahkan mungkin dijadikan sebagai alat untuk membuat team tae jadi kocar-kacir .. Kalau yul mau ke Jepang ikut dunk sekalian kita samaan cari sica soalnya udh kangen bgt sama Miss jenong ini..

  5. Sica terimakasih masih bertahan hidup… tunggu abang gue ya sica.. makin gak sabaraan nunggu updet selanjutnya…tarra semangat…

  6. Jadi kasian sama hyo disini hehehehe, apa rasanya ya wkwkwkw. Tapi kasian juga sama yul ah elah, ini ff model baper hehehe. Mudah mudahan sica ga di cuci otak ya Thor

  7. Wahhh..udah ketahuan nih sica nya dimana tggal mau selamatin dia..
    Mudah mudahan sica gak kenapa napa deh..
    Buat authorx fighting..

  8. smoga yg ditolong bener jessica…:'(
    gomawo sicaa masih bertahan bt seobang tertaned..hihihi hiks…
    ternyata hyuk msih punya hati jg..n cinta pertamanya hyooo hehehe..
    begithu besar cintamu bt sica yull..#gwacunginjempol 🙂
    yull cepat susul sicababy …palli..palii….
    lanjut tarrraaaaa….fighting..

  9. Annyeong …..
    Finally gw bsa lnjuut …
    Sdah ada pncerahan untuk kberadaan sica .. cpt tmukan sica papah yuul. !
    Dtunggu next chap nyah
    SEMANGAAAAAAAT

  10. Berasa ada lilin nyala…terang,semoga beneran yg selamat itu jessica.
    Part’y hyo…mau bilang sweet tpi juga miris ):

  11. Yeah,,, firasat g dr awal tdk slh,jessica pst d bw prg ama the black dragons,msh hidup d tokyo,akan pst sprt eunhyuk jd anggota the black dragon

  12. Gak sabar nunggu aksi SSF selamatin sica.
    Please sica jangan berkhianat juga ya 😮
    Jangan sampai di cuci otaknya layak isis pula #abaikan kata isis

    Next xD

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s