The S Squad [Chapter 10]

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 10

 

Tepat pukul 2200H, The S Squad mulai mengumpulkan barang bawaan mereka dan senjata pemberian departemen persenjataan, dan pergi ke bandara, siap untuk lepas landas. Hampir semua agen bersama dengan Soo Man berkumpul untuk mengantar mereka.

Victoria, pemimpin The F Squad, spesialis pengangkutan dan mekanisme, turun dari pesawat yang akan mereka gunakan, diikuti oleh keempat rekan timnya.

“Pesawatnya sudah selesai diperiksa. Semuanya baik-baik saja. Luna akan mengantar kalian ke tempat tujuan, bersama dengan Amber sebagai co-pilot. Kami akan menjemput kalian kembali dua minggu yang akan datang, 2200H di Bandara Haneda.” Kata Victoria sambil membersihkan tangannya dengan kain lap.

“Baiklah, kami akan mengingatnya. Terima kasih banyak Victoria.” Balas Taeng.

“Tidak masalah, Taeng. Kami akan berangkat kapan pun kalian siap.”

“Sekarang saatnya. Kami mempunyai misi penyelamatan yang harus dilakukan.”

Taeng, bersama dengan anggotanya yang lain menghormat kepada direktur, senior-senior mereka, dan agen-agen yang lain sebelum naik ke pesawat.

“Kami akan menunggu kabar baik dari kalian.” Soo Man balas menghormat, diikuti oleh agen-agen lainnya.

Satu per satu, para anggota naik ke pesawat dengan Yul di urutan terakhir. Ketika Yul hendak masuk, tangan seseorang meraih tangannya sehingga ia menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang, melihat sepasang mata yang sangat identik dengan sepasang mata dingin yang selalu ia cintai.

“Oppa, tolong bawa kembali kakakku dengan selamat.” Krystal menatap matanya.

Jessica dan Krystal. Sooyeon dan Soojung. Jung Sisters. Mereka berdua bergabung di SSF sejak mereka masih muda, dengan satu tujuan yang sama. untuk menciptakan keadilan bagi orang-orang yang tidak berdosa, sama seperti orangtua mereka.

Mr. dan Mrs. Jung adalah dokter misionaris. Setiap kali orangtua mereka pergi melakukan misi, Jessica dan Krystal akan dititipkan kepada orangtua Tiffany yang merupakan sahabat orangtuanya. Biasanya, misi mereka akan menghabiskan waktu paling cepat satu bulan atau paling lama enam bulan. Dan setelah itu, mereka akan menjemput dua kakak-beradik itu dari rumah teman mereka dan menyantap makan malam bersama seperti sebuah keluarga, saling bercerita tentang kehidupan sehari-hari yang mereka lewatkan.

Jessica dan Krystal sangat senang bisa mengobrol bersama orangtua mereka, bahkan sejak mereka masih muda, karena orangtua mereka selalu berbagi cerita-cerita menarik dari pengalaman mereka melakukan misi. Dan mereka bahkan selalu menunjukkan foto-foto yang mereka ambil bersama pasien-pasien, anak-anak yang tersenyum cerah bersama dengan yang lainnya.

Biasanya, anak-anak akan merasa iri ketika orangtua mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak lain. Tapi lain halnya dengan Jessica dan Krystal. Mereka sangat mengagumi orangtua mereka karena orangtua mereka bisa membawa senyum cerah di wajah anak-anak itu meskipun beberapa dari mereka menderita penyakit kronis. Mereka memberi anak-anak itu obat dan membuat mereka merasa lebih baik. Mereka membantu menyembuhkan anak-anak itu. Mereka memberi anak-anak itu harapan dan kekuatan untuk memerangi penyakit mereka.

Jessica dan Krystal merasa bangga dengan orangtua mereka dan mereka ingin menjadi orang seperti itu, melaksanakan misi dan memberikan harapan kepada anak-anak lainnya. Mereka ingin menjadi dokter misionaris juga ketika mereka beranjak dewasa, sama seperti orangtua mereka. Itulah cita-cita mereka.

Seperti biasa, Mr. dan Mrs. Jung pergi melakukan misi selama enam bulan di Afghanistan untuk membantu mereka-mereka yang terluka akibat perang yang sedang berlangsung. Jessica dan Krystal berpamitan dengan sebuah kecupan di pipi dan pelukan hangat sebelum mengantar mereka ke depan rumah Tiffany. Akan tetapi, mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah terakhir kalinya mereka dapat melihat orangtua mereka.

Kedua kakak-beradik itu kehilangan orangtua mereka di medan perang. Disebutkan bahwa dua dokter pemberani melindungi anak-anak tidak berdosa dari tentara-tentara berdarah dingin, dan sayangnya mereka kehilangan nyawa mereka. Jasad mereka dipulangkan kembali ke Korea Selatan, ditemani oleh para dokter dan suster yang ikut bersama mereka.

Mengingat mereka masih kecil, mereka tidak tahu bahwa orangtua mereka tidak akan hidup kembali. Mereka tidak tahu bahwa ayah dan ibu mereka terbaring di dalam peti kayu persegi panjang itu, terkubur setidaknya 10 kaki di bawah tanah. Mereka tidak tahu mengapa orang-orang menangis saat berbicara tentang ayah dan ibu mereka, menaruh bunga putih di depan 2 batu nisan di mana orangtua mereka dikebumikan. Mereka tidak mengerti kematian. Mereka menangis karena mereka melihat orang lain menangis. Orang-orang memeluk mereka, memberitahu mereka untuk tetap tabah dan tegar.

Mr. dan Mrs. Hwang memberitahu mereka bahwa ayah dan ibu mereka pergi ke suatu tempat yang jauh dan tidak akan kembali dalam waktu dekat ini. Mereka mengira bahwa orangtua mereka pergi untuk melakukan misi lain. Mr. dan Mrs. Hwang membawa mereka untuk tinggal bersama. Hingga saat Jessica menginjak usia 15 tahun, kakek Tiffany meninggal dunia, dan saat itulah ia mengerti tentang adanya kematian. Sejak saat itu, ia berjanji untuk membawa keadilan bagi orangtua mereka, untuk menghukum orang-orang yang melakukan hal-hal buruk dengan hukuman setimpal. Ia mendaftarkan diri ke sekolah pelatihan SSF, setelah berhasil membujuk Mr. dan Mrs. Hwang. Tiffany yang tidak ingin terpisah dari sahabatnya, yang juga sudah dianggap seperti kakaknya sendiri, mengikuti Jessica untuk bersekolah di sana juga. Tak lama setelah mereka, Krystal turut bergabung.

Jessica dan Krystal memfokuskan pikiran mereka dengan satu tujuan yang sama. Mereka berlatih keras bersama dan berhasil menjadi yang terbaik di bidang masing-masing. Mereka tidak memiliki banyak teman, namun Tiffany mengenalkan mereka kepada sekolompok teman seusia Jessica. Seringkali, mereka hanya terlihat berdua, jika tidak dengan Tiffany. Mereka jarang tertawa atau tersenyum. Mereka tidak memiliki ekspresi. Anggota-anggota yang lain tidak berani menghampiri mereka meskipun mereka adalah anggota-anggota cantik di SSF. Mereka dilihat dan dikagumi dari jauh. Karena itu mereka memiliki julukan ‘Ice Princesses’. Jessica sebagai Ice Princess dan Krystal sebagai mini Ice Princess.

Hingga seorang anak laki-laki berkulit kecokelatan dengan seulas senyum menawan dan sederetan gigi putih bergabung di SSF satu tahun kemudian, sejak saat itu mereka mulai melihat adanya sedikit perubahan dalam sikap sang Ice Princess. Laki-laki itu dikenalkan Taeng, laki-laki berparas seperti bayi, sebagai sahabatnya kepada kelompok yang sama. Kedua laki-laki itu ingin melindungi negara mereka dari orang-orang jahat, mungkin karena mereka terlalu banyak menonton kartun aksi, dan mereka bergabung di SSF. Sebagai anak yang periang dan ramah, Yul adalah orang pertama di SSF, selain Tiffany, yang mendekati Jessica.

“Hai! Namaku Kwon Yul! Kau?” laki-laki itu mengulurkan tangannya dengan seulas senyum tampan.

Jessica menatapnya dengan raut wajah tanpa ekspresi sesaat sebelum kembali menunduk melihat makanannya.

“Mata yang indah…” bisik Yul dengan mulut menganga.

Sejak saat itu, Yul akan selalu mencoba berbicara kepada Jessica, menceritakan tentang kesehariannya, mengantarnya untuk menghadiri jadwal latihannya. Di antara mereka berdua, hanya Yul yang berbicara. Tapi ia tidak keberatan. Selama makan siang dan menghadiri jadwal yang sama ia akan selalu duduk di samping Jessica. Ia akan selalu terlihat bersama Jessica. Bukan karena Jessica tidak keberatan, ia hanya tidak ingin repot-repot memarahinya dan mengusirnya karena laki-laki itu berbeda dari yang lain.

Yul adalah orang pertama yang mendekatinya dengan usahanya sendiri. Ia tidak memberikan tatapan yang selalu diberikan anggota-anggota lain kepada Jessica. Jessica dapat melihat ketulusannya untuk berteman dengannya. Yul juga tahu batas. Ia tidak melakukan hal-hal yang melewati batas dan akan selalu memberikan Jessica ruang untuk melakukan kegiatan pribadinya. Ia akan diam ketika ia menyadari kalau Jessica sedikit terganggu dengan kehadirannya. Ia akan berjalan sedikit lebih jauh ketika ia menyadari jika Jessica membutuhkan waktu sendiri. Ia sangat mempedulikan Jessica. Dan Jessica merasa bersyukur karena ia bisa merasakan ketulusannya. Tapi ia tidak tahu bagaimana cara berterima kasih kepada laki-laki itu karena ia tidak terbiasa berinteraksi dengan orang lain selain Krystal, Tiffany dan Mr. dan Mrs. Hwang.

Suatu hari selama jam makan siang, Yul tidak terlihat di mana pun. Jessica penasaran dengan kehadirannya karena setiap jam makan siang Yul selalu duduk di sampingnya. Tapi ia tidak berani menanyakannya kepada Tiffany karena dia akan berteriak dan membiarkan orang lain mengetahuinya dan mereka akan menggodanya karena itu.

“Mungkin dia dihukum oleh salah satu pelatih.” Seakan-akan Taeng mendengar pikirannya, ia mengangkat bahunya, mengetahui bahwa sahabatnya terkadang bersikap sedikit jahil.

“Ya mungkin begitu. Dia hampir terkena omelan Sir Kang saat latihan fisik minggu lalu.” Kata Sooyoung sambil mengunyah makanannya.

“Hei! Kunyah dan telan dulu sebelum berbicara, giant!” Sunny menyikutnya ketika potongan selada terlempar keluar dari mulutnya.

“Maaf bunny.”

Setelah itu, mereka mulai melahap makan siang mereka bersama, tidak mencemaskan temannya yang hilang.

Hingga sepasang anggota berjalan melewati meja mereka dan tanpa sengaja Jessica mendengar obrolan mereka.

“Wow brengsek sekali. Dia benar-benar mencoba melukai gadis itu hanya karena cintanya ditolak?” kata Eunji.

“Ya, Kai mengamuk tadi. Kurasa dia tidak bisa menerima penolakan karena gadis-gadis selalu mendekatinya lebih dulu.” Balas Bomi.

“Bodoh sekali. Dia memang sangat sombong. Tidak ada pelatih yang melihat?”

“Tadinya ada pelatih. Tapi seorang rekrut terluka dan pelatih itu membawanya ke ruang perawatan. Pelatih itu lalu memberitahu salah satu senior yang lewat untuk membantu mengawasi kelas sementara dia membawa gadis itu untuk mengobatinya. Kai mengambil kesempatan itu untuk menyerang gadis yang menolaknya. Kami semua terkejut dan mengira kalau Krystal pasti akan terluka parah.” Jelas Bomi.

‘Krystal?!’ Jessica seketika berdiri setelah mendengar nama adiknya disebut. Ia menghampiri kedua gadis itu namun berhenti di tengah jalan setelah mendengar apa yang terjadi selanjutnya.

“Untungnya senior itu berhasil menyelamatkannya dari Kai. Dia sangat cepat sekali. Yang kami tahu selanjutnya, senior itu berbaring di lantai dengan Krystal di lengannya.”

“Astaga, lalu apa yang terjadi?”

“Krystal tidak terluka tapi bagian bawah perut senior itu tertusuk dan mengeluarkan banyak darah.”

“YA TUHAN!!! Apa dia meninggal?!”

“Tentu saja tidak! Krystal membantu menghentikan pendarahan dan rekrut-rekrut di kelas menghentikan Kai dengan menahannya di lantai. Saat itulah pelatih tadi kembali dan keadaan kembali tenang.”

“Aku bertaruh Kai akan dikeluarkan atau dikurung. Setelah sekian lama, akhirnya laki-laki sombong itu mendapatkan hukuman!”

“Ya, tapi senior itu keren sekali. Dan dia sangat tampan! Dia tetap mencoba menenangkan semua orang mengatakan kalau dia tidak apa-apa. Dia manis sekali!”

“Siapa namanya? Dia berlatih di bagian mana?” tanya Eunji antusias.

“Aku tidak begitu tahu. Dia terlihat baru. Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya. Tapi dia tinggi, berkulit kecokelatan dan tampan! Dia adalah laki-laki pujaan setiap wanita!” balas Bomi, terpesona oleh senior itu.

‘Tinggi, berkulit kecokelatan, tampan? Mungkinkah dia?’

Tanpa pikir panjang, Jessica menghampiri mereka dan bertanya, “Di mana Krystal? Apa yang terjadi padanya?”

Kedua gadis itu sangat terkejut melihat sang ice princess berbicara kepada mereka. Mereka terdiam sesaat.

“Di mana Krystal?” tanya Jessica sekali lagi, menyadarkan mereka.

“Di…di…ruang perawatan.” Gadis berambut cokelat itu menjawabnya.

“Terima kasih.” Kata Jessica sebelum berlari pergi. Tiffany dan yang lain mengikutinya.

“Apakah dia baru saja berterima kasih padaku?” tanya Bomi kepada Eunji.

“Kurasa begitu.” Jawab Eunji, sama-sama kaget.

“Oh my god.”

~~~;~~~;~~~

Ketika Jessica tiba di ruang perawatan, ia tidak repot-repot mengetuk pintu dan bergegas masuk.

“Unnie!”

“Soojung! Kau tidak apa-apa? Mana yang sakit?!” tanya Jessica sambil memutar-mutar adiknya, memeriksanya.

“Aku baik-baik saja. Berkat Yul oppa. Dia menyelamatkanku.” Jawab Krystal, menunjuk laki-laki yang tengah berbaring di belakang, tertidur lelap.

‘Itu benar-benar dia…’

“Dia baik-baik saja?” tanya Jessica sambil melihat ke arah laki-laki itu.

“Ya, beruntung lukanya tidak begitu dalam. Dia diberi obat pereda sakit setelah dokter menjahit lukanya.” Jelas Krystal.

“Bagaimana dengan si brengsek itu?”

“Kai dibawa oleh atasan untuk ditanyai beberapa hal. Dia mungkin akan dikurung untuk sementara waktu lalu dikeluarkan dari SSF.”

“Kenapa kau tidak memberitahuku tentang dia?”

“Yah aku tidak tahu dia akan melakukan itu.”

“Jessi!” Tiffany dan yang lain berhasil menyusul Jessica.

“Kenapa kau tiba-tiba lari dengan- Oh My God apakah itu Yul?” Tiffany menghentikan pertanyaannya setelah melihat orang yang tidak asing lagi berbaring di tempat tidur.

“ASTAGA! Apa yang terjadi padanya? Apa dia baik-baik saja? Apa dia sekarat? ASTAGA KAWAN JANGAN TINGGALKAN AKU!”

“Jangan berlebihan, Taeng!” Tiffany memukul kepalanya.

“Dia tidak apa-apa. Dia hanya sedang istirahat. Dia terluka saat menyelamatkanku.” Jelas Krystal.

“Menyelamatkanmu? Apa yang terjadi, Soojung?”

Krystal lalu kembali menceritakannya kepada yang lain.

“Apa-apaan ini?”

“Dia benar-benar nekat.”

“Jangan khawatir aku akan meminta pamanku untuk mengeluarkan dia. Dia terlalu berbahaya untuk tetap berada di SSF.”

“Ya dia tidak pantas menjadi seorang agen!”

‘BEEP BEEP’

Jam tangan mereka berbunyi, menandakan untuk pergi ke jadwal mereka selanjutnya.

“Senang kau baik-baik saja, Soojung. Lain kali tolong hati-hati. Jika hal seperti ini terjadi lagi, jangan ragu-ragu untuk memberitahu kami, oke?” Tiffany memeluknya.

“Kita harus menghadiri jadwal kita sekarang sebelum kita dihukum.” Tiffany menyuruh mereka keluar.

“Tapi Yul-

“Jessica akan menjaganya. Lagipula di ruangan ini tidak boleh terlalu banyak orang.” Tiffany menarik Taeng keluar.

“Apa? Aku bahkan tidak-”

“Sampai nanti, Jessi.” Pintu tertutup dan suasanya kembali hening.

“-setuju kalau aku akan menjaganya…”

Jessica menatap Yul untuk sesaat.

‘Lakukan saja Jessica. Dia sudah menyelamatkan Krystal.’ Ia mendesah sebelum duduk di samping tempat tidur.

Ia melihat perban yang membalut perut Yul, dengan sedikit daerah berubah warna menjadi sedikit merah muda karena darah yang tembus.

“Dasar bodoh. Dia bahkan tidak berpikir dulu sebelum bertindak. Bagaimana kalau dia terluka parah?” gumamnya.

‘TUNGGU. Kenapa aku peduli padanya?!’ mata Jessica terbelalak.

‘Dia menyelamatkan Krystal. Karena itu. Ya karena itu.’ Ia meyakinkan dirinya sendiri.

Jessica melihat selimutnya jatuh dan ia membetulkannya, memastikan selimut itu menutupi Yul dengan benar. Ketika ia sedang merapihkannya, Yul tiba-tiba terbangun. Jessica terkejut. Mereka saling berpandangan untuk sesaat.

“Hai.” Yul tersenyum lemas.

Jessica segera duduk di kursi sambil memainkan ponselnya, tidak memedulikan laki-laki itu.

“Aduh…” Yul berusaha untuk duduk sendiri tapi ia tidak bisa melakukannya.

“Hei apa yang kau lakukan!” Jessica mendengarnya dan membantunya.

“Aku hanya ingin mengambil minum.” Jawabnya.

Tanpa kata, Jessica pergi mengambil minum dan kembali ke sisinya dengan segelas air di tangan.

“Terima kasih.” Kata Yul. Jessica tidak menjawab apa-apa.

Setelah minum, mereka berdua hanya duduk di ruangan tersebut tanpa kata, tanpa obrolan. Yul memandangi Jessica sementara Jessica bermain-main dengan jarinya, menundukkan kepala..

“Apa kau-”

“Terima kasih.”

Mereka berkata secara bersamaan.

“Huh?” Yul menatapnya, terkejut.

“Terima kasih. Kau sudah menyelamatkan adikku.” Jessica mengangkat kepalanya dan mengulang apa yang dikatakannya, kali ini dengan seulas senyum tipis.

Itu adalah kali pertama Yul mendengar suaranya dan melihat senyumnya.

“Sama-sama.” balas Yul dengan senyum yang biasanya dan mereka berdua tersenyum dan mulai tertawa bersama tanpa alasan yang jelas.

“Jessica?” Yul menenangkan dirinya sejenak.

“Hm?”

“Kau sungguh cantik saat kau tersenyum.” Kata Yul.

“Terima kasih.” Jawab Jessica dengan pipi memerah samar.

“Apa sekarang kau akan berterima kasih setiap kali kita mengobrol?” Yul tertawa.

“Tidak.”

“O…ke…”

Suasana menjadi hening dan canggung.

“Tapi Yul. Terima kasih. Untuk segalanya.”

“Apa pun demi putri cantik ini.” Yul memberikan seulas senyum mempesona lagi.

Sejak saat itu, Jessica mulai berbicara lebih sering, tersenyum lebih sering, dan menjadi sedikit ramah. Ia mulai merespon candaan teman-temannya dan bahkan mencoba berinteraksi dengan mereka. Bahkan Krystal memiliki teman baru juga. Tiffany merasa senang melihat kakak beradik itu perlahan kembali seperti dulu. Terkadang, Jessica bahkan akan terlihat memberikan senyumnya yang paling menawan kepada Yul. Tidak ada yang tahu apa yang terrjadi di ruang perawatan hari itu tapi mereka tidak bertanya. Mereka merasa senang bahwa pangeran berkulit kecokelatan itu telah berhasil melelehkan sang ice princess. Ice Princess itu menjadi Warm Princess.

Menutup matanya dan menghela napas dalam-dalam sebelum mengembuskannya, ia menarik Krystal ke dalam pelukannya sebelum menepuk kepalanya dan meyakinkannya, “Jangan khawatir Soojung, aku akan membawa unnie-mu pulang dengan selamat, apa pun yang terjadi. Dia ditakdirkan untuk berada di sini, bersama kita.”

Krystal mengangguk sambil melepaskan pelukan. “Hati-hati Oppa. Kami akan menunggu kepulangan kalian.” Yul tersenyum sebelum naik ke pesawat.

Kami datang Sica. Aku datang.

~~~;~~~;~~~

TBC

sorry ya kalo ada istilah-istilah yang mistranslated, hope u understand soalnya gue masih belajar haha

Happy Valentine’s Day.

boiboi~

credit: numbernine @AFF

Advertisements

35 thoughts on “The S Squad [Chapter 10]

  1. Gak nyangka ternyata ada soojung juga…
    Cepet balik sica. Kasian semua orang yang sama lu yang selalu berharap ingin selalu bersama sama lu.. termasuk saya.. hahahaha
    Lanjut tarra

  2. Uuhh so sweet amat pdkt yulsic…. ad fx juga aahaaayyy…
    Sica cpet blik donk.. dan yul brhsil bca sicababynya kembali dengan selamat. Ga sabat nunggu mreka bersatu…
    Happy valentine thor

  3. Annyeong …..
    Flashback yaa ,, manis bngt ya awal nya nih yulsic,meski sica awalnya dngin …
    Yuul bawa mommy sica balik . Smga lah ya …
    Dtunggu next chap nyah ..
    SEMANGAAAAAAAAAT

  4. flashback nya yulsic so sweet bgt, salut sm pangeran tampan berkulit kecoklatan yg ga putus asa buat deketin ice princess, akhirnya luluh juga

  5. Tertusuk mmbawa berkah.. wkwkw
    Uncle yul emg gentle, tp lbih gentle daddy gw yg cute sih ><
    Huhuhuh smoga aj aunty sica baik" aj, dan bisa kmbali lgi brtmu Krystal & lainnya..

  6. Chap yg ini byak flashback ya tpi gak apa” yg penting ada momen yulsic ya hahaha
    Next chap tolong dicepetin keluar ya thor 😂

  7. Flashback nya sweet thor.bw sica kembali pasti btuh tantangan bsar utk s squad. Kira2 gmn klanjutannya.siapa dalang dbalik smua ini. Apa org tak terduga lagi? Will see? Wink wink to our author hehe

  8. Oh jadi ortu jung sister pernah di ssf juga , daebakk ad f(x) juga semoga ada moment kryber juga hehhe 😊😊

    WihH awal pertemuan yulsic begitu toh, ciee kayak ad manis2 nya gtu haha😍

    Kai pernah berniat jahatin krystal, setelah dia dikeluarkan dr ssf apa iya kai ad hubungannya sm blackdrgon *maybe 😀😀

  9. flasbacknya yulsic so sweet bngt sih, emng cm si kwon yg bs melelehkn ice princess hehe, sakit yg membawa berkah bwt yul
    moga aja the s squad bs mnemukan sica

  10. Soojung menjadi benang merah dicerita atau hanya jadi pemanis aja… sica kayak jarum dalam jerami tifak dapat diketemui… seru banget authoooor

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s