The S Squad [Chapter 11]

enjoy~

~~~~ ~~~ ~~~~

Chapter 11

 

“Bangun.” Air dicipratkan ke wajahnya. Dia membuka matanya dengan lemah.

“Bagaimana, kau sudah memutuskan untuk menyerah? Ini sudah tiga bulan dan kesabaranku semakin menipis, sayangku.” Pemimpin mereka, yang dikenal dengan nama Jay, membelai wajahnya.

Sudah tiga bulan sejak gadis itu, Jessica Jung, disandera oleh The Black Dragons. Dia merasa bersyukur karena dia berhasil selamat dari ledakan itu. Untungnya, atau sayangnya, salah satu anak buah The Black Dragons melihat dia ketika dia terlempar akibat ledakan itu. Sejak saat itu dia dikurung oleh mereka. Mereka cukup baik dengan menyediakan kebutuhan sehari-harinya sehingga dia bisa bertahan hidup hingga hari ini. Tapi dia merasa seperti orang mati. Luka-lukanya tidak diobati dan siksaan terus-menerus dari mereka tidak membantu menyembuhkan luka-lukanya. Dia merasa lelah secara fisik dan mental.

“Hari ini kita pelan-pelan saja oke?” Jay terlihat berjalan menuju meja kayu berukuran panjang di mana semua senjata tersusun rapi di atasnya, beberapa ternodai oleh darah gadis itu. Jay lalu mengambil cambuk kulit dan mengelapnya dengan kain.

“Oh sayang, jika kau tidak mau disiksa kau tidak perlu memberitahuku, kau bisa menunjukkannya padaku. Kau hanya harus mengizinkanku mengakses database SSF. Semudah itu.” Jay berbicara sambil mendekatinya perlahan.

Pada awalnya Jessica mengira bahwa mereka akan membunuhnya karena pada kenyataannya dia adalah musuh mereka. Tapi The Black Dragons lebih dari apa yang SSF pikirkan. Selama ini, semua kejahatan dan penyelundupan obat-obatan terlarang yang mereka lakukan hanyalah selingan untuk SSF, untuk mengalihkan perhatian SSF dari tujuan utama mereka. The Black Dragons lebih dari sekedar organisasi kriminal.

Mereka ingin mengambil alih SSF dan mengusai Korea. Jessica baru menyadarinya setelah melalui serangkaian ‘interogasi’ yang menyiksa dari pemimpinnya sendiri. Dan ia berharap SSF akan mengetahuinya entah bagaimana caranya, meskipun itu hampir tidak mungkin. The Black Dragons sudah merencanakan semuanya dengan baik, bahkan sejak awal.

“Aku yakin kau mengetahui sesuatu, kau adalah spesialis lapangan terbaik dari SSF.” Kata Jay sambil mencambukkan cambuk kulit itu ke dinding dan membuat lapisannya retak.

Jessica mengigit bagian dalam pipinya. Ia harus selamat dari siksaan ini. Ia sudah disiksa selama tiga bulan dan ini bahkan tidak terlalu buruk dibandingkan dengan apa yang pernah dialaminya. Ia harus bertahan hidup. Demi SSF. Demi adiknya. Demi timnya. Demi dia.

Menyadari tidak ada jawaban dari Jessica, Jay mencambuk perutnya.

Jika berteriak bisa meringankan rasa sakit, Jessica akan berteriak hingga ia bisa merasakan darahnya sendiri. Tapi ia terlalu lelah. Luka-lukanya dari siksaan kemarin masih berdarah dan pukulan itu hanya memperparah luka lama dan menambah luka-luka baru di tubuhnya. Tubuhnya digantung dengan rantai dan kakinya berjingkat. Ia seperti boneka yang acak-acakan. Kulitnya hampir terkelupas dan dagingnya terlihat di mana-mana dengan darah merembes keluar. Ia hampir ingin mengakhiri hidupnya. Hampir. Tapi ia tetap bertahan demi orang-orang yang dicintai dan mencintainya.

“Masih tidak menjawab? Aku sedikit menikmatinya.” Jay bersiap untuk memberikan cambukan lagi sebelum seorang wanita melangkah masuk dan menghentikannya.

“Cukup Jay. Dia akan mati sebelum kita mendapatkan jawaban.” Katanya sebelum menyuruh Jay keluar, mengatakan kalau ia akan mengambil alih.

Setelah Jay keluar dari ruangan, suasana hening sejenak.

“Kau tidak apa?” bisik wanita itu.

Kelopak mata Jessica sediki terbuka, namun mendengar suara yang tak asing lagi, ia berusaha untuk melihat wanita di depannya dan mengangguk. Wanita itu lalu mengeluarkan kain untuk menghentikan pendarahan pada luka Jessica.

BoA adalah alasan lain mengapa Jessica tetap bertahan hingga saat ini. Beberapa minggu setelah Jessica ditangkap dan disiksa, Jay meninggalkan tempat persembunyian dengan alasan ia akan melakukan ‘pekerjaannya’ sementara membiarkan Jessica merenungkan apakah dia ingin memilih jalan keluar yang mudah atau sulit. Jessica berpikir bahwa dia akhirnya dapat ‘beristirahat’ dan berharap mendapatkan jalan keluar.

Suatu hari, seorang wanita datang dan membangunkannya saat dia pingsan karena kelelahan. Jessica mengira wanita itu datang untuk mencari jawaban darinya, dan dia bersiap-siap untuk menerima siksaan darinya. Tapi apa yang dikatakan wanita tersebut mengejutkan Jessica. Wanita tersebut memperkenalkan dirinya sebagai BoA, seorang mata-mata dari SSF. Dia berperan sebagai agen The Black Dragons untuk mendapatkan kepercayaan mereka. BoA memberitahu Jessica bahwa tiga tahun lalu ia curiga kalau The Black Dragons bukan hanya sekedar organisasi kriminal semata, tapi ketika BoA memberitahu Soo Man mengenai hal itu, dia tidak mempercayainya. Ia lalu memutuskan untuk bertindak sendiri, menginvestigasi kasus tersebut seorang diri. Sejak saat itu, ia berhasil meraih kepercayaan The Black Dragons, mendapatkan posisi di The Black Dragons.

Pada awalnya, Jessica tidak mempercayainya. Tapi setiap kali setelah ia disiksa, BoA selalu datang dan memeriksanya, membantu mengobati lukanya dan menyuruhnya untuk tetap bertahan. BoA sudah memberitahu Jessica bahwa dia kini berada di tempat persembunyian di Jepang, dikurung tiga lantai di bawah tanah, dan itu hampir tidak mungkin bisa melarikan diri. Tapi BoA berjanji padanya untuk mengeluarkannya. Karena inilah Jessica berhasil bertahan hidup selama tiga bulan ini, berharap ia akan keluar hidup-hidup entah bagaimana caranya untuk bisa bertemu dengan orang-orang yang dicintainya lagi.

“Aku sudah menerima sinyal. Salah satu pesawat SSF mendarat di Bandara Narita hari ini.” Mata Jessica terbelalak mendengar informasi baru tersebut.

“Aku yakin rekan-rekan timmu ke sini untuk mencarimu. Aku akan mencoba menghubungi mereka. Untuk saat ini, kau hanya harus selamat dari siksaan ini.” Bisik BoA.

“Sekarang saatnya untuk meruntuhkan mereka. Aku akan pastikan kau keluar hidup-hidup. Kau mendengarku Jessica?” Jessica mengangguk. BoA menatapnya sekali lagi sebelum keluar dari ruangan, meninggalkan Jessica sendiri.

Jessica tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Rekan-rekan timmnya ada di sini untuk menyelamatkannya. Mereka berhasil menemukannya. Jessica sudah hampir kehilangan harapan bahwa ia akan melihat mereka lagi. Tapi ini mungkin adalah berita terbaik yang pernah ia dengar selama ini. Betapa ia sangat merindukan rekan-rekan timnnya yang menyebalkan tapi menyenangkan, adik kecilnya yang tumbuh lebih tinggi daripada dirinya, dan yang terpenting, dia. Sejak saat Jessica dibawa ke tempat persembunyian, tidak pernah sehari pun ia lewatkan tanpa memikirkan dia.

Sebelumnya ia belum pernah terpisah dari dia dalam waktu yang lama. Mereka selalu bersama sejak mereka masih muda, menjadi trainee di sekolah pelatihan. Meskipun hanya dia yang selalu berbicara saat mereka sedang bersama, tidak pernah sekali pun ia merasa dia menyebalkan. Jessica tahu jika dia berbeda dari trainee-trainee yang lain, mereka yang menghindarinya karena sikap dinginnya, atau mencoba berbicara kepadanya hanya karena kecantikan parasnya. Bukannya sombong, tapi Jessica tahu dirinya cantik. Setidaknya itulah yang dikatakan dia sejak mereka bertemu. Tapi jatuh cinta kepada dia bukanlah sesuatu yang diprediksikan Jessica dan terlepas dari keraguannya, ia berani mengambil resiko untuk memulai bab baru dalam hidupnya bersama dia, meyakini bahwa dia akan memperlakukan hatinya dengan baik. Dan Jessica tidak pernah menyesali keputusannya. Itu mungkin adalah resiko terbaik yang pernah diambilnya.

Jessica yakin dia berhasil selamat dari ledakan itu, karena dirinya juga berhasil selamat, tapi ia harus melihat dia secara langsung untuk memastikannya. Ia harus melihat dia sekali, bahkan jika ia harus kehilangan nyawanya saat melarikan diri dari tempat ini. Ia harus memeluknya dan merasakan kehangatannya. Ia membutuhkan dia untuk melengkapi hidupnya lagi.

Memejamkan mata untuk menghentikan tangisnya, Jessica menarik napas panjang sebelum kembali membuka matanya. Kali ini, bukannya menunjukkan dirinya yang lemah, matanya menyiratkan tekadnya yang kuat. Jessica akan pastikan bahwa ia bisa keluar hidup-hidup. Ia harus selamat sehingga ia bisa memiliki dia lagi.

~~~;~~~;~~~

TBC

Jessica everyone?? haha

boiboi~

credit: numbernine @AFF

Advertisements

39 thoughts on “The S Squad [Chapter 11]

  1. Thor, tega bgt nyiksa sica smpe gitu.
    Ayo selamatkan sica, dan bunuh jay secara sadis, lebih sadis dr pd dia memperlakukan sica.

  2. keren thor,tpi kaihan ma sica disiksa mulu’. yul appa cepatlah datang dan selamatkan sica omma…
    ayo thor yg semangat ya lanjut part berikutnya…hehehe

  3. Dan setelah sekian lama gw nubggu mom jess nongol juga.. tpi knp knp mommy gw hrus di siksa kyak begitu aiissshhh. Awas lu jay di tangkep yurii metong lu…

  4. Huuaaaaa sica emang udah nongol sih tapi babak belur sialan tu jay parah banget nyeksa nya
    ayo yuri,,, selamat kan sicababy mu,,,,!!

  5. akhirnyaaaa ice
    princess kita muncul juga walopun dg kondisi seperti itu, ga tega bgt liatnya, mudah2 an timnya bisa cepet2 nyelamatin sica ya

  6. Kenapa sica disiksa begitu? Sica itu cewek jangan disakiti… awas aja mereka… ntar tim the squad muncul lari kalian semua! Lanjuuut authornim

  7. Sica strong girl udah di siksa kayak gtu gak nangis… klok aku mah di tampar aja udah nangis.. sica bertahanlah.. bentar lagi abang yul bakal jemput kamu.

  8. jessica muncul akhirnya walaupun kemunculannya mengenaskan tapi gpp lah yg penting dia masih hidup
    sabar ya sica teman2 mu akan segera menyelamatkanmu fighting😀

  9. Setidaknya jessica msh hidup mskipun hrs mengalami siksaan yg mengerikan..
    Hhuu..pray for sica*plaak
    Ditunggu next chap..
    Mian thor bru komen..
    *sider jujur #peace

  10. Setidaknya jessica msh hidup mskipun mengalami siksaan yg mengerikan..
    Hhuuu..pray for sica*plaak
    Mian thor bru komen..
    *sider jujur..#peace..

  11. Syukur deh sica slamat nd g brkhianat haha tp tpserem amat thor kulitnya hmpir trkelupas nd daging nya trlihat pasti perih bgt tp sbg agen mreka udh than bnting ya

  12. dan akhirnya baby jung aq muncul juga..haduhh kenapa di siksa sadis kyak gitu..
    mudah mudahan tim ssf bisa selamatin sica baby..

  13. akhirnya jelas jg nih nasibnya sicababy, sadis bngt tuh si capjay, haduh mnta di cincang aja tuh orang
    untung aja ada boa, moga aja boa bs bantu sica dn tim s squad

  14. ya ampuuuuun, kasian banget sica. disiksa gitu selama berbulan-bulan. untung ada boa, yg bsa kazih harapan. semoga dia selamat..

  15. heolll daebakkkk…sica jjanggg..
    akhirnya dia bener hidup biarpun tubuhnya lemah tp hati n tekatnya stroooooonggggg…
    syukur masih ada BoA suport dia…
    tunggu seobang n teamnya baby…mreka akan nyelamatkanmu…
    pasti seru niegh..perang dunia SSF vs TBD..spa yg menang kira” nieh tarraa??
    gk sabar nunggu episode selaanjutnya…
    update soon…okey..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s