The S Squad [Chapter 12]

short update 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 12

 

“Baiklah, kurasa di sini tempatnya.” Kata Taeng setelah mengikuti navigasi di alatnya. Mereka berdiri di depan gubuk reyot yang diduga sebagai ‘markas’ mereka seperti yang dikatakan Soo Man.

“Yah…‘markas’.” Kata Sooyoung setelah melihat rumah reyot tersebut, itu pun jika bisa disebut rumah.

“Taeng, kau yakin kita ada di tempat yang tepat?” tanya Tiffany setelah mengambil alatnya dan melihat lokasi mereka saat ini.

“Tempatnya…benar…” katanya setelah memeriksa dua kali.

“Kau bercanda.”

“Bagaimana kita bisa merencanakan misi di sini?”

“Apa mereka punya koneksi internet di sini?”

Yul tidak memedulikan keluhan anggota-anggotanya dan memimpin untuk memasuki ‘rumah’ itu. Pintu terbuka dengan bunyi keriat-keriut dan seluruhnya gelap. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, kebiasaan yang tanpa sadar ia lakukan selama bertahun-tahun menjadi seorang agen. Melihat tidak ada bahaya, ia melangkahkan kaki kanannya masuk, dan lampu mulai menyala. Motion sensor, pikirnya. Melangkah masuk, ia dihadapkan dengan tiga dinding besi di sekelilingnya, tanpa barang-barang apa pun di dalamnya. Bagian dalamnya lebih kecil daripada yang terlihat dari luar. Anggota-anggota yang lain mengikuti langkah kakinya dan memasuki rumah tersebut.

“Wow.”

“Oke, rumah ini sudah pasti terlihat berbeda dari luar tapi sungguh, apakah direktur mengharapkan kita berdelapan untuk tinggal di tempat sempit ini?” seru Hyoyeon.

“Tidak ada apa-apa di sini!”

Di dalam rumah tersebut tidak terdapat apa-apa, tidak ada tombol, tidak ada alat scan, tidak ada ruang rahasia, hanya tiga dinding besi dan delapan anggota The S Squad. Terlihat seperti ruang stimulasi di SSF, hanya ruangan ini lebih kecil dan kosong.

Seohyun, anggota yang terakhir masuk, menutup pintu di belakangnya dan menguncinya dengan santai. Sebelum mereka menyadarinya, dinding logam geser seperti pintu lift mulai muncul dari sisi di mana mereka masuk sebelumnya, menutupi pintu kayu tersebut. Suara gaduh terdengar dan mereka merasa seolah-olah tertarik oleh gravitasi.

“Teman-teman, kenapa kita bergerak?!” Taeng mulai panik.

“Apakah ini jebakan? Kita akan mati?” teriak Sooyoung sambil berpegangan kepada bunny-nya.

Beberapa saat kemudian, mereka berhenti dan ‘pintu’ kembali terbuka. Mereka disambut dengan gadget-gadget, sistem-sistem dan beberapa komputer yang sama seperti di SSF. Di tengah-tengahnya terdapat meja besar yang terbuat dari logam untuk mereka melakukan rapat.

“Yah kurasa itulah mengapa orang-orang mengatakan jangan menilai buku dari luarnya.” Komentar Yoong sementara yang lain sibuk memeriksa tempat tersebut. Tempat itu sama dengan asrama dan pusat pelatihan mereka di Korea.

Tiba-tiba, layar hologram muncul di tengah-tengah meja rapat menampilkan wajah yang tidak asing lagi.

“Halo, agen.” Sapa Soo Man. The S Squad berkumpul di tengah.

“Wow, ini sungguhan?” Sooyoung mencolek layar hologram tersebut. Layar itu berguncang sebelum kembali ke bentuk semula.

“Tempat ini sangat keren, direktur!” sahut Hyoyeon setelah menyaksikannya.

“Selamat datang di markas yang sudah aku siapkan untuk kalian semua. Kuharap tempat ini menyediakan perlengkapan yang cukup untuk misi kalian. Seperti yang telah kalian alami, mungkin secara tidak sengaja, kunci pintu rumah ini digunakan juga sebagai tombol lift yang mana membawa kalian ke markas di bawah sini. Markas ini dilengkapi dengan alat-alat teknologi dan fasilitas-fasilitas terbaru yang sama seperti di Korea sini untuk memfasilitasi kalian selama melaksanakan misi. Masih banyak perlengkapan lainnya, kalian bisa melihat-lihatnya sendiri. Dan terakhir, jaga diri baik-baik dan kembalilah bersembilan, dengan selamat. Semoga beruntung anak-anakku.” Jelas Soo Man sebelum menghilang dari layar, dan layar hologram itu pun mati dengan sendirinya.

Setelah melihat-lihat sekeliling markas, mereka kembali melaksanakan tugas. Sementara Tiffany dan Seohyun mencari tahu tentang lokasi tempat persembunyian dan merencanakan misi, anggota-anggota yang lain mengasah keahlian mereka dengan berlatih. Suasana yang biasanya gaduh berubah menjadi tegang dan dipenuhi dengan keseriusan. Bahkan mereka-mereka yang jahil memfokuskan perhatian mereka pada tugas-tugas mereka, karena mereka memiliki satu tujuan yang sama. Yaitu untuk menyelamatkan Jessica dan membawanya kembali.

Tiffany sudah memberitahu mereka jika Seohyun akan menyelidiki waktu kedatangan dan keberangkatan musuh mereka, dengan bantuan satelit, agar mereka bisa memiliki banyak waktu untuk menjalankan misi. Akan tetapi, penantian dua hari pertama tidak membuahkan hasil. Seolah-olah The Black Dragons tahu jika seseorang sedang mengawasi mereka, mereka sama sekali tidak muncul di tempat persembunyian. Para anggota menyarankan bahwa mereka harus pergi ke tempat persembunyian itu daripada menunggu di depan layar.

Tapi Seohyun, sebagai anak yang keras kepala, yang pada saat-saat seperti ini berperan sebagai kekuatan daripada kelemahan mereka, bersikeras untuk menunggu kemunculan mobil hitam itu. Ia beralasan akan sangat berbahaya jika salah satu dari mereka tertangkap, karena mereka seharusnya menyelamatkan Jessica bukannya tertangkap bersama. Mereka tidak mengatakan apa-apa karena mereka tahu mengubah pikiran Seohyun setelah keputusannya bulat hampir tidak memungkinkan.

Meskipun Seohyun bersikeras, ia mulai kehilangan kepercayadiriannya setelah duduk di depan layar selama empat hari dan bahkan bayangan pun tidak terlihat di wilayah tersebut. Ia ingin membuktikan kepada anggota-anggotanya jika idenya lebih baik dan aman, tapi sepertinya mereka harus melakukan rencana sebelumnya. Ia berencana untuk meninggalkan kursi panasnya untuk mengambil kopi ketika targetnya muncul. Kembali duduk, ia mengetik beberapa tombol dan layarnya diperbesar.

Ketika ia melihat mobilnya menghilang ke bawah tanah, ia mencatat nomor-nomor yang muncul di sudut kanan bawah di layar komputernya. Ia senang telah membuat sedikit kemajuan, Seohyun mengembuskan napas panjang sebelum kembali bersandar di kursinya, meregangkan otot-otot bahu dan lehernya yang tegang. Sekarang, yang harus ia lakukan adalah menunggu mobil tersebut kembali muncul, dan kembali duduk selama beberapa hari ke depan untuk memastikan pemilihan waktunya akurat. Ia harus memastikannya sehingga anggota-anggotanya bisa menjalankan misi dengan aman. Ia tidak boleh melakukan kesalahan.

Kumohon tunggu sebentar lagi, Sica unnie.

~~~;~~~;~~~

TBC

boiboi~

credit: numbernine@AFF

Advertisements

29 thoughts on “The S Squad [Chapter 12]

  1. Iya nih, bener tuh kata seobaby..
    tunggu” aja lah dulu, drpda lngsung mnyerang takutnya malah dtngkap..
    Aunty sica pst sabar nunggunya, aplg ada Mommy Boa yg jgain wlpun kdng di siksa sih aunty sicanya -,-

  2. Bersabarlah sicamommy rekan2 mu akn sgera membebaskanmu dan tntunya dia juga…..
    Naahh bner kta seo hrus pelan2 jgn gegabah biar ga ketangkep sebelum bebasin sica..

  3. Waaaah thor panjangin lagi donk hehe. Pham gmn prasaan para anggota s squad tp seo hrus brusha mnyakinkn mreka.smoga bruntung

  4. wahh tempat nya ternyata keren gitu. semoga nunggu di depan layar berhari” nya itu membuahkan hasil deh, pengen liat yulsic balik lagi

  5. wait baby…pangeran berkuda putih akan mengeluarknmu dr ruang yg penuh dg kesesakan..hahaha…
    fighting the s squad…….

  6. Ebuset udah tbc aja gue baru aja baca elaaahh Thor kenapa pendek, itu ssf belum ada pergerakan ih udah tbc arrrhhh sebel sendiri sia wkwkwkwk

  7. aunty sica bagaimana… taeng selamatkan princess yang tidak akan pernah lari setelat apapun itu…. kasihan banget… lanjut authooooor

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s