The S Squad [Chapter 14]

Here we are~

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 14

 

Memarkirkan motornya di pinggir jalan, pengendara motor itu melepas helmnya dan menyisir rambutnya dengan jari. Seperti yang kuduga, SSF. Pikirnya. Rumah yang terlihat jorok dan terbengkalai itu berdiri di tempat terpencil, ia tidak bisa menyangkal jika SSF adalah satuan terbaik di Korea.

Mengambil langkah mendekat, ia mengamati sekelilingnya agar tidak tertangkap alat pengawasan yang mungkin dipasang sebelum pergi menuju pintu. Selama bertahun-tahun bekerja sebagai mata-mata tunggal SSF, ia diajari untuk mengoperasikan berbagai tombol dan kunci tersembunyi, mengetahui markas itu dibuat dengan satu tujuan – untuk bersembunyi dari para musuh. Melirik ke sekitar pintu masuk, BoA menyadari bahwa rumah itu sama seperti rumah-rumah lain di sepanjang jalan tua yang terbengkalai – tidak ada seorang pun yang akan mencurigainya.

Meskipun ia hampir yakin tidak ada ancaman apa pun, ia memutar kenop pintu dan membukanya. Tentu saja, ruangan di dalam akan terlihat sangat berbeda. Dibutuhkan beberapa saat untuk BoA menyadari bahwa sebenarnya ia berada di sebuah lift, dan ia harus berterima kasih pada pengalamannya sebagai agen double yang mana memungkinkannya mengunjungi bermacam-macam tempat persembunyian gang-gang di sekitar Jepang.

Ketika pintu liftnya terbuka, tanpa sadar ia menahan napasnya. Terlepas dari pengalaman dan jam terbangnya, ia tetap merasa gugup. Ia sudah pernah mendengar The S Squad karena reputasi mereka di Korea Selatan sungguh di luar batas, dan ia merasa bangga mengetahui bahwa mereka adalah juniornya.

Ia akan menghadapi The S Squad seorang diri, pasukan terbaik di Korea Selatan dan mungkin di Asia. Bagaimana ia bisa meyakinkan mereka bahwa dirinya adalah mata-mata sekaligus agen double? Terlepas dari kekhawatirannya, ia harus menghadapi mereka karena mereka akan bisa menjadi back up yang tangguh untuknya agar bisa menangkap The Black Dragons dan mereka juga bisa sekaligus menyelamatkan Jessica. Itu akan menjadi situasi yang sama-sama menguntungkan bagi mereka.

Bersandar ke dinding, ia bisa mendengar hembusan napas pelan dan suara klik dari ruang tengah. BoA mengetahui apa yang dilakukan Seohyun beberapa jam yang lalu dan ia tahu mereka mungkin terkejut dengan kondisi tempat persembunyian itu. Tempat persembunyian The Black Dragons sangat berbeda dengan markas SSF. Tempat persembunyian The Black Dragons terlihat berkelas dan modern di luar, kondisi di dalamnya hampir sama buruknya dengan penampilan markas SSF dari luar, atau bahkan lebih parah.

Ketika ia mendengar bahwa seorang anggota The S Squad tertangkap, ia tidak mempercayainya. Tapi setiap kali BoA menyaksikan Jessica disiksa oleh Jay, hatinya merasa iba. Hampir seolah-olah Jessica muncul di tempat yang salah dan dalam waktu yang tidak tepat. BoA tahu bahwa menyelamatkan dia dari tempat itu hampir tidak mungkin. Akan tetapi, setiap kali Jessica berhasil bertahan selama ‘interogasi’, ia akan merasa kagum kepada gadis itu. Jika BoA berada di situasi yang sama seperti Jessica, ia mungkin akan melakukan hal yang sama dengan tidak mengungkapkan apa pun, tapi ia tahu bahwa ia tidak akan bisa bertahan selama Jessica. Melihat bagaimana Jessica sangat berani menghadapi semua siksaan dan menahan rasa sakit, BoA memantapkan hatinya untuk membebaskannya. Dan The S Squad muncul di saat yang tepat.

Menarik napas dalam-dalam, BoA maju pelan-pelan ke tengah. Akan tetapi, karena dirinya gugup, ia tidak melihat sesuatu di lantai dan tidak sengaja menginjaknya, ia menginjak bungkus permen yang mungkin dibuang sembarangan oleh Sooyoung.

Sial. Menyadari bahwa semua mata-mata dilatih untuk sensitif dengan keadaan sekitar, bahkan pada suara yang sekecil dan sepelan apa pun, ia tahu ia menarik perhatian yang tidak diinginkan. Membungkuk rendah, ia meneliti barang-barang di dekatnya untuk dijadikan senjata namun ia tidak dapat menemukan apa-apa. Meskipun ia tidak ingin menemui juniornya dalam situasi seperti itu, ia tetap saja seorang ‘penyusup’. Melihat sekelompok bayangan perlahan mendekati tempat persembunyiannya, BoA mengepalkan tinjunya kuat-kuat dna bersiap-siap untuk menghadapi mereka.

~~~;~~~;~~~

Setelah Seohyun selesai menunjukkan tempat persembunyian itu kepada tim, mereka terdiam, mencerna situasi saat itu. Kini setelah mereka mendapatkan pandangan yang lebih baik, mereka masih tidak percaya bahwa Jessica dikurung di sana selama tiga bulan. Jessica selalu takut dengan kegelapan dan ditinggalkan seorang diri, ia mungkin berusaha mati-matian untuk keluar dari tempat itu.

Meskipun mereka menyesal karena tidak datang dan melaksanakan misi penyelamatan itu lebih awal, mereka tidak memiliki waktu untuk merasa bersalah. Satu-satunya hal yang penting saat ini adalah mengeluarkan Jessica dengan selamat dan sesegera mungkin.

Sementara mereka sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, suara pelan namun jelas terdengar. Seseorang ada di sini. Mereka berwaspada dan bersiap-bersiap. Mereka berhenti bernapas sejenak, menunggu suara itu terdengar lagi. Melihat sekeliling, Yul bisa melihat bayangan samar sosok hitam dari kaca jendela.

Mengambil langkah pelan-pelan, ia menghampiri jendela itu dan membungkukkan badannya, bersandar ke dekat pintu. Ia lalu menghadap ke arah anggota-anggotanya dan menempelkan jarinya di bibir. Ia lalu mengisyaratkan Taeng, Sooyoung, dan Yoona untuk menghampirinya pelan-pelan sementara sisanya mengambil senjata apa pun di dekat mereka. Taeng dan Sooyoung berjalan dengan punggung saling menempel, sementara Yoong melindungi Yul dari belakang. Dengan hitungan ketiga, keempat laki-laki itu keluar dan menyerang sosok itu.

Menduga serangan mereka, BoA berguling dan menghindari tinju dan tendangan mereka, sebelum menjatuhkan rak di sampingnya untuk menghalangi mereka. Membalikkan badan, ia dihadapkan dengan dua gadis pendek namun kuat bersenjatakan tongkat besi. Menghadang pukulan mereka dengan lengannya, BoA berjongkok sebelum menyapu kaki mereka dengan kait di pergelangan kakinya.

Meskipun secara teknis ia adalah senior dan lebih berpengalaman, ia tidak mungkin melumpuhkan mereka berdelapan sekaligus. Sebelum ia bisa memulihkan dirinya, Yoong menendang perut BoA diikuti dengan satu pukulan di rahangnya. Berusaha bangkit, BoA pura-pura balas meninju Yoong dan menendang perutnya. Ia lalu melompati meja namun dihadapkan dengan Taeng dan Sooyoung.

Kedua laki-laki itu menyudutkannya dengan serangan mereka, sementara BoA sibuk mencoba mencari cara keluar dan pada saat yang sama melindungi dirinya. Melihat kesempatannya ketika ia berada di dekat pintu, ia mundur lebih cepat dan menutup pintu tepat di hadapan mereka, memberinya sedikit waktu untuk bisa memberikan penjelasan.

Akan tetapi, ketika ia berbalik, ia dihadapkan dengan sebuah senapan yang ditunjukkan tepat di tengah-tengah dahinya, dengan Yul berdiri tepat di depannya. Instingnya mengatakan untuk mengangkat tangannya dan menyerah.

“Siapa kau dan ada urusan apa kau di sini?” tanya Yul dengan wajah tanpa ekspresi.

Bagaimana cara memberitahu mereka? Ia tidak tahu dari mana memulainya dan ia cukup yakin jika ia mengucapkan apa pun yang tidak masuk akal, Yul akan mengakhiri hidupnya tanpa ragu.

“Siapa yang mengirimmu kemari?” Yul meninggikan nada suaranya, kesabarannya semakin menipis.

Ia sadar ia harus berbicara sebelum Yul memutuskan untuk menarik pelatuknya namun ia tidak bisa merangkai kata-katanya untuk membuat tujuannya lebih meyakinkan di situasi seperti ini.

“Yul jangan bunuh dia dulu, dia bisa saja berguna.” Tiffany lalu berbicara dari belakang, keluar dari ruangan yang berantakan bersama dengan anggota-anggota yang lain.

“Dia pasti anak buah The Black Dragons.” Komentar Sooyoung.

“Kalau begitu kita harus membunuhnya sekarang.” Yoong ingin menyerang BoA lagi namun ditahan oleh Seohyun.

“Kita bisa menginterogasinya dan mendapatkan informasi darinya sebelum membunuhnya.” Saran Taeng.

Tentu saja! Interogasi! BoA tiba-tiba mengingat tujuan utamanya berkunjung ke markas ini, dan kalimat selanjutnya yang ia katakan berhasil membuat pasukan itu terdiam.

“Jessica. Aku ke sini untuk membantu kalian menyelamatkan Jessica.” Mata Yul terbelalak. Ia menarik senjatanya dari BoA.

~~~;~~~;~~~

“Apa kau bilang?” mata Tiffany mulai berkaca-kaca.

“Jessica. Aku tahu di mana dia.” Ulang BoA.

“Kenapa kami harus percaya padamu?” Sooyoung masih meragukan kehadirannya.

“Karena aku tahu kalian adalah The S Squad dari SSF dan Jessica ditangkap oleh The Black Dragons tiga bulan lalu saat misi kalian gagal.”

“Siapa kau?” pemimpin mereka mendekat.

“Namaku BoA dan aku adalah mata-mata double. Yah itu juga kalau SSF masih mengakui kehadiranku, itu saja.”

“Apa maksudmu?”

“Dulu aku mata-mata dari SSF, tapi aku menjadi mata-mata double ketika direktur Lee Soo Man tidak percaya kalau The Black Dragons adalah organisasi perdagangan obat-obatan terlarang. Aku berhasil meraih kepercayaan mereka dan saat ini aku menjadi tangan kanan bos mereka. Aku sudah menyelidiki mereka cukup lama, menunggu saat yang tepat untuk membongkar kejahatan mereka. Sekarang kalian ada di sini, kita bisa bekerja sama.” jelas BoA dengan rinci.

“Kenapa? Yang kami tahu, kau mungkin saja seorang pengkhianat yang mengkhianati SSF. Uang adalah segalanya.” Mereka masih tetap waspada.

Melihat akan sangat tidak mungkin untuk meyakinkan mereka, BoA mengeluarkan sesuatu daari sakunya dan menunjukkannya di depan mereka.

Kalung Jessica.

Begitu Yul melihat kalung berbentuk bintang yang tak asing lagi yang ia buatkan untuk Jessica, ia mendekat dan menggenggam bahu BoA dan mendorongnya ke dinding dengan kuat.

“Di.Mana.Dia.” ia menggertakkan giginya.

“Tenang Yul! Kalau kau melukainya, kita tidak akan bisa menyelamatkan Sica!” Taeng menjauhkannya dari BoA.

“Miss BoA. Silakan duduk. Aku yakin kita berdiskusi.” Tiffany, yang merasa gembira mendengar kenyataan bahwa mereka akhirnya bisa menyelamatkan sahabatnya, menenangkan dirinya dan mengendalikan keadaan seperti yang seharusnya ia lakukan sebagai penyusun strategi di tim.

“Panggil saja aku BoA.” BoA merasa lega. Sekarang saatnya untuk mengakhiri semua ini.

~~~;~~~;~~~

Setelah menenangkan Yul, mereka berdiri melingkari meja rapat bersama, mendengarkan penjelasan BoA mengenai sistem keamanan tempat persembunyian, kapan bos mereka akan datang dan pergi setiap harinya, tangan kiri bosnya dan keadaan Jessica. Tidak mudah bagi The S Squad mengetahui kondisi teman yang sangat mereka sayangi yang sudah mereka perlakukan seperti keluarga sendiri menderita dalam keadaan seperti itu, apalagi mendengarnya dari saksi yang berada di sana. Mereka menitikkan air mata dan suara isakan pelan terdengar. Tapi cukup sampai di situ. Mereka tidak punya waktu untuk menangis. Mereka memutuskan untuk bekerja sama dengan BoA dan menyediakan kebutuhan yang diperlukan. Itu akan menjadi situasi yang saling menguntungkan – Jessica akan diselamatkan dan The Black Dragons akhirnya akan tertangkap.

Seperti yang diperkirakan Seohyun, bos gang itu selalu datang pukul 530 pagi dan pergi pukul 0000 malam. Beberapa pria akan terlihat menjaga tempat persembunyian itu, tapi mereka bukanlah masalah bagi para agen. BoA akan dipanggil untuk mengambil alih setiap kali bos mereka pergi untuk melakukan bisnis.

“Dia akan menghadiri rapat dengan bos dari gang lain dari Osaka dua hari yang akan datang. Jadi aku akan berada di sana. Itu mungkin saat yang terbaik untuk menyelamatkan Jessica. Dan ketika dia kembali, kita mulai misi bagian kedua, menghancurkan tempat persembunyian itu dan menangkap semua anggota mereka. Jika perlu bakar, tapi biarkan pemimpinnya hidup untuk membayar semua kejahatan yang pernah dia lakukan.” Kata BoA.

“Baiklah kalau begitu. Seohyun, kau akan membantu BoA dan lakukan sihirmu pada sistem keamanan mereka. Taeng, kau akan masuk dan menyelamatkan Jessica. Sisanya akan berperan sebagai back up dan menjaga Taeng. Saat kita menyusup ke markas musuh, aku perintahkan kalian untuk keluar jika terjadi sesuatu di luar kendali dan seperti biasa, JANGAN lepaskan ear piece kalian apa pun yang terjadi.” Tiffany menginstruksikannya sambil menatap Yul.

“Sisanya? Kau ikut dengan kami?” Taeng terlihat cemas.

“Ya. BoA akan memberikan instruksi untuk misi ini karena dia lebih familiar dengan tempat itu. Aku akan berperan sebagai back up untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.”

“Tapi, Fany-”

“Taeng, aku ingin menyelamatkan sahabatku juga. Aku dilatih bersama dengan kalian meskipun aku selalu berada di belakang layar.” Tiffany menenangkan pacarnya.

Taeng mengangguk, meskipun ia tetap merasa khawatir. Ia tahu bahwa kapan pun Tiffany membulatkan tekadnya, itu tidak mungkin berubah.

“Baiklah, kita akan memulainya pada tengah malam, dua hari lagi. Saat itu adalah ketika hanya ada sedikit anggota yang bertugas. Kalian akan menunggu aba-aba dariku. Kita akan terus berhubungan melalui ear piece yang diberikan Seohyun. Mari kita lakukan bersama-sama.” BoA meyakinkan dan pergi dari tempat itu.

~~~;~~~;~~~

Setelah rapat selesai, mereka pergi bersiap-siap untuk melaksanakan misi. Meskipun mereka sering melakukan penyusupan dan penyelamatan, mereka tetap merasa gugup. Bagaimana tidak? Mereka akan menghadapi musuh terbesar mereka.

Yul tetap duduk setelah yang lain meninggalkan ruangan.

“Hei kawan, kau tidak apa?” Taeng menghampirinya dan duduk di sampingnya ketika di ruangan tersebut hanya tinggal mereka berdua.

Yul tidak merespon.

“Hei, apa ini karena rencana Tiffany? Aku bisa berbicara padanya kalau kau mau. Kau bisa menyelamatkan Jessica daripada aku. Aku tahu kau tidak sabar untuk melihatnya secara langsung.” Kata Taeng, berpikir sahabatnya kesal karena Tiffany menugaskan ia untuk menyelamatkan Jessica bukannya pacarnya sendiri.

Melihat tidak ada tanggapan dari laki-laki itu, ia berdiri dan siap untuk menghampiri Tiffany ketika Yul menahannya.

“Tidak, tidak apa-apa. Aku mengerti, Tiffany melakukan itu demi kebaikanku. Jadi aku tidak keberatan. Hanya saja…aku takut.” Yul mengangkat kepalanya, menatap sahabatnya. Matanya memerah karena ia menahan air matanya.

“Takut?” Taeng mengangkat alisnya.

Itu adalah pertama kalinya ia mendengar kata itu keluar dari mulutnya. Yul mungkin laki-laki yang paling berani di SSF. Dia selalu menjadi trainee pertama yang bersukarela dilempar-lemparkan selama latihan tempur, membela timnya setiap kali pelatih rewel memberi mereka latihan berat sebagai hukuman, dan dia adalah yang pertama, dari semua trainee yang ada, yang menyatakan perasaannya kepada sang Ice Princess ketika yang lain hanya akan gemetar dan mengagumi kecantikannya dari jauh.

“Aku takut.” Ulangnya.

“Bagaimana kalau Sica membenciku. Saat itu seharusnya aku tidak mendengarkannya. Dengan begitu dia tidak akan menderita seperti ini. Mungkin akulah yang akan berada di posisi itu. Akan lebih baik jika aku saja yang tertangkap oleh The Black Dragons. Percayalah, aku akan melakukan apa pun untuk bertukar posisi dengannya, tapi kau tahu Sica. Ketika dia keras kepala, dia akan sama keras kepalanya seperti Tiffany. Dia mendorongku keluar sebelum aku bisa menjawabnya. Seharusnya aku menariknya bersama sehingga dia tidak akan menderita seperti sekarang.” Katanya.

Taeng tidak tahu kalau selama ini Yul terus menyalahkan dirinya. Sejak peristiwa itu, yang Yul lakukan hanyalah berlatih. Dia menyimpan perasaannya seorang diri. Seharusnya Taeng menyadarinya, tapi ia malah membiarkannya. Taeng hanya mengira Yul ingin fokus berlatih dan membalaskan dendam demi Jessica. Sebagai sahabatnya, ia merasa gagal.

“Maafkan aku Yul. Aku teman yang buruk. Bagaimana mungkin aku tidak tahu kalau selama ini kau merasa menyesal. Ini bukan salahmu. Ini bukan salah siapa-siapa, kalau ada yang harus disalahkan itu mungkin Eunhyuk. Jika saja Eunhyuk tidak serakah, The Black Dragons mungkin tidak akan mengetahui misi kita saat itu. Ini bukan salahmu. Kau melakukan misi itu dengan baik dan terima kasih sudah sadar dari komamu. Jessica akan merasa senang melihat usahanya tidak sia-sia.” Taeng memeluknya.

“Terima kasih Taeng, atas segalanya.”

“Aku akan selalu ada di sini, kawan. Sekarang hentikan air mata gay dan kata-kata cengeng itu.” Mereka berdua terkekeh.

“Kita akan pergi membawa gadismu kembali.”

~~~;~~~;~~~

TBC

JESSSSIIIICCCCAAAAAAAA

boiboi

credit: numbernine @AFF

Advertisements

35 thoughts on “The S Squad [Chapter 14]

  1. Tuh kan yang naik motor beneran Boa.oke skrang mereka sdah bersekutu moga aja mereka bisa nyelametin sica. Gak sabr nunggu chap depan gmana ya kira kira. Ditunggu aja lanjutanya. Authornim fighting

  2. Nah boa boa nongol di dpn mreka… syukur boa sba meyakinkan rekan sica..
    Semangat dkit lgi menuju hri penyelamatan sica mommy..

  3. 2 hari lagi itu masih lama,,selama sewindu..
    knpa gk 1 hari jah tempurnya/alias updatenya hahahha…
    untung sipenyusup itu BoA huff lebih lega skrng…
    semangat seobang…dikit lgi banymu akan keluar…
    gk sbr sudah 2 hr kedpan apa yg akn terjdi terhdp the s squad vs the black dragon????

  4. Wah…. chapter ini lumayan panjang, saya suka2#meimei upin&ipin#. 😊 ah… syukurlah itu boa unnie, dan…. ssf hwaiting ✊ semoga misi penyelamatan nya berhasil dgn bantuanbantuan boa unnie.

  5. mulai cerah hahaha moga misi ini berhasil dan SSF selamat. yeah boa harus memberikan info yg bener biar jessi bisa lepas nah

  6. Dan bener tebakannya boa huhuhuhu. Cepet dong selamatan sicanya kan kasian kalo lama lama ih. Mana di siksa Mulu lagi sialan emang black dragons. Kasian yuri hehehehhe tapi taeri perdagangannya seru seru menggelikan sih wkwkwkwkw.

  7. nah kan boa beneran hhehehe, akhirnya udh bener” bikin rencana buat nyelamatin sica. kasian ice princess ditempat itu mulu. semoga semua nya lancar~

  8. untung deh the the s squad ada yg bantuin, moga aja misi mereka brhasil
    udh yul gk ush trus2an nyalahin diri sendiri, kn bntar lg udh ktemu sicababy

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s