The S Squad [Chapter 15]

almost there!

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 15

 

“Hei BoA.” Ia disapa oleh bosnya begitu ia memasuki tempat persembunyian.

“Jay.” Ia balas mengangguk.

“Kau datang lebih awal. Kalau begitu aku akan mempercayakan tempat ini padamu. Kalian patuhi perintahnya.” Jay memberikan seulas senyum tipis sebelum pergi melakukan urusannya dengan 2 anak buahnya.

Terlepas menjadi satu-satunya wanita di organisasi The Black Dragons, keahlian dan kemampuan BoA dalam berbagai aspek sangatlah disegani. Setelah berbulan-bulan memasuki organisasi tersebut, ia berhasil naik pangkat dengan cepat dan menjadi satu-satunya wanita yang menjadi tangan kanan bos. Beberapa anak buah mengira bahwa BoA berhasil begitu cepat karena Jay menyukainya, tapi mereka akan berpikir lagi ketika mereka terlempar ke tanah saat melakukan sesi penyerangan dan pertahanan bersama dengan wanita itu.

Setelah Jay pergi, BoA membubarkan anak buah yang tersisa dan langsung pergi ke ruangan.

“Hei.”

Mendengar suara yang tidak asing lagi, Jessica membuka matanya sebelum memejamkannya kembali.

“Bagaimana perasaanmu?”

Jessica mengangguk sebagai jawaban.

“Baguslah. Kami akan mengeluarkanmu malam ini.” Bisik BoA.

Pernyataan itu menarik perhatiannya. Kami?

Seolah-olah membaca pikirannya, BoA menjelaskan, “Aku sudah menemukan mereka. Rekan-rekan timmu.”

Jessica merasa sangat bahagia. Setelah tiga bulan yang terasa menyakitkan, akhirnya ia mendengar kabar baik. Mereka ada di sini untuknya. Tapi satu hal yang selalu berada di dalam benaknya sejak ledakan itu, dan ia sangat membutuhkan jawaban dari pertanyaannya itu. Mengerahkan seluruh energinya, ia berhasil mengatakan sesuatu.

“Yul.”

“Huh?”

“Yul.” Ulangnya.

“Kwon Yul?” Jessica mengangguk.

“Dia ada di sini juga bersama dengan anggota-anggota yang lain. Totalnya ada delapan orang. Mereka semua di sini.”

Dia masih hidup.

Dari semua air mata yang telah Jessica tumpahkan selama ini, ini adalah air mata bahagiannya. Akhirnya ia bisa bertemu dengan orang yang dicintainya lagi.

“Aku harus memberitahumu apa yang akan terjadi malam ini agar kau tahu apa yang harus kau lakukan.” Jessica mengangguk lagi, mengisyaratkan BoA untuk melanjutkan kata-katanya.

“Sudah seharusnya kau tahu kalau saat ini Jay sedang keluar kota, yang mana menjelaskan kenapa aku ada di sini menggantikan posisinya. Dia akan pergi selama dua hari, yang mana juga berarti kita memiliki waktu dua hari untuk mengeluarkanmu dan membongkar kejahatan mereka. Misinya akan dimulai malam ini tepat pukul 0000. Taeng akan kemari untuk mengeluarkanmu dan membawamu ke markas. Di misi bagian pertama ini anggota sisanya akan berperan sebagai back up, dan di bagian ke dua mereka akan berada di barisan depan, yang mana untuk menangkap Jay dan gangnya.” BoA berhenti sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya.

“Kau harus mematuhi perintah Taeng oke? Kau adalah korban di sini jadi aku tidak ingin kau ambil bagian dalam misi ini. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, aku ingin kau lari. Di seberang ruangan ini ada pintu geser logam berukuran besar. Pintu terbesar di ruangan ini. Itu adalah lift. Tekan tombol merahnya dan kau akan diangkut keluar dari tempat ini. Tinggalkan Taeng jika dia menyuruhmu, atau jika kau harus. Anggota yang lain akan berada di sini untuk membantunya keluar. Ini adalah perintah, agen Jessica.”

Jessica menarik napas dalam-dalam, sebelum menjawab, sekalipun dengan suara pelan, “Ya, agen BoA.”

“Baiklah, bersiap-siaplah setelah tepat jam 12 malam. Sampai nanti.” Kata BoA sebelum keluar dari ruangan.

~~~;~~~;~~~

“Fany.”

“Ya?” mereka sedang bersiap-siap untuk misi malam ini, melakukan pemeriksaan terakhir pada senjata-senjata dan perlengkapan mereka untuk memastikan semuanya dalam kondisi yang baik.

“Apa kau yakin dengan ini?” Taeng masih mencemaskan pacarnya yang akan terjun ke lapangan.

Ya, ia mengerti bahwa selama ini Tiffany sama-sama berlatih dengan mereka, di sekolah pelatihan dan bahkan setelah lulus atau setiap kali mereka memiliki sesi latihan dan ketika dia sedang ada waktu. Tapi Taeng tetap mencemaskannya. Dari semua anggota di tim mereka, hanya Tiffany dan Seohyun yang memiliki pengalaman di lapangan yang paling sedikit. Mereka lebih bekerja di balik layar. Dan parahnya, misi ini melibatkan The Black Dragons, musuh terbesar mereka.

Di samping itu, setelah menyaksikan bagaimana kawannya melalui masa-masa sulit akibat peristiwa yang melibatkan Jessica, ia sendiri juga takut kehilangan Tiffany. Separuh hidupnya di SSF ia lalui bersama Tiffany. Tiffany selalu berada di sampingnya ketika ia terluka, atau ketika ia dihukum karena terlalu jahil. Tiffany akan selalu menerangi hari-harinya hanya dengan senyumnya yang cerah. Tiffany adalah vitamin dan penyembuh semua rasa sakit yang didapatkannya dari perang tanding bersama anak-anak yang lain. Tiffany selalu berada di sampingnya. Dan ia tidak sanggup untuk kehilangannya kapan pun itu. Mungkin karena inilah direktur tidak menganjurkan mereka untuk saling jatuh cinta. Tapi cinta selalu datang tanpa diduga.

“Taeng. Aku akan baik-baik saja. Percayalah. Aku menjadi penyusun strategi karena aku memiliki otak yang paling cerdas di antara kita semua.” Tiffany berusaha bergurau tapi Taeng masih tidak yakin.

“Ayolah Taeng. Sayang lihat aku.” Ia mengangkat dagunya untuk menatapnya.

“Aku akan selalu waspada dan tetap bersama tim. Aku akan pergi bersama Yul atau Yoong jika itu bisa mengurangi kekhawatiranmu. Aku akan kembali dengan selamat bersama dengan yang lainnya dan kita akan bertemu lagi. Aku berjanji.” Tiffany meyakinkannya.

“Kalau begitu aku akan meminta Yul untuk menjagamu. Jangan jauh-jauh darinya. Larilah jika kau harus. Mereka bisa mengatasinya. Kembalilah dengan selamat Tiffany, dengan begitu kau akan bisa menjawab pertanyaanku.”

“Pertanyaan? Pertanyaan apa?” Tiffany mengangkat alisnya.

“Kau akan tahu setelah kau kembali. Oleh karena itu kau harus kembali.” Taeng mengecup keningnya sebelum kembali menyiapkan barang-barangnya.

~~~;~~~;~~~

Semua anggota berkumpul di dalam van, menunggu aba-aba dari BoA. Hanya tersisa beberapa menit lagi sebelum tepat pukul 12. Memeriksa perlengkapan mereka sekali lagi, mereka bersiap-siap ketika mereka mendengar bunyi ‘beep’ dari jam digital di sistem. Suara BoA terdengar tidak lama sesudahnya.

“Teman-teman, kalian mendengarku?” tanya BoA pelan.

“Ya.” jawab Seohyun, mengamati layar laptop di sisi lain.

“Baiklah, aku harus meninggalkan tempat persembunyian sekarang. Di dalam sana akan ada tiga sampai empat orang. Setelah aku keluar, aku akan bergabung dengan Seohyun di van. Untuk Taeng, tolong siap-siap sekarang.”

“Roger.” Kata Taeng sebelum bersiap-siap keluar dari van, tidak sebelum dihentikan oleh Yul.

“Taeng, aku percaya padamu.”

“Aku juga mempercayakan Tiffany padamu.” Melirik sekilas pada gadis itu, ia turun dari van.

0001HR. MISSION START.

Taeng menunggu di balik semak-semak, seperti yang diinstruksikan Seohyun, menunggu pintu terbuka. Tak lama setelahnya, kendaraan hitam yang tak asing lagi muncul dan melaju pergi, ia berhasil melihat BoA sekilas. Menunggu beberapa menit setelahnya, ia menekan tombol merah sebelum masuk ke dalam lift, memastikan dirinya tidak tertangkap kamera.

Lift itu berhenti dan pintunya terbuka.

“Hei BoA-” Taeng langsung melumpuhkan tiga pria dengan senapannya dan mengikatnya, sebelum menunggu perintah lagi.

“Oppa, kau sudah masuk?” suara Seohyun terdengar di ear piece.

“Ya. Sekarang aku harus pergi ke mana?”

“Pintu logam di seberang. Pintu yang tertutup. Pintu itu dikunci dengan kode pin. Aku sedang mencoba untuk menjebolnya sekarang, tolong tunggu sebentar.”

“Baiklah Seohyun.” Taeng lalu perlahan mendekat ke pintu dan menunggu dengan sabar sambil memandang sekeliling tempat itu, waspada dengan sekitarnya.

~~~;~~~;~~~

“Kenapa BoA belum ke sini?” tanya Sooyoung

“Seohyun kau berhasil menjebol?” tanya Tiffany, mengabaikan Sooyoung.

“Sedikit lagi unnie…” Seohyun mengetik di keyboardnya sebelum layarnya berbunyi dan muncul jendela ‘Break-in Successful’.

“Oppa, pintunya terbuka.”

“Oke.” Jawab Taeng.

~~~;~~~;~~~

Menarik napas dalam-dalam, Taeng menenangkan dirinya sebelum meraih kenop pintu dan memutarnya. Ia perlahan mendorong pintu tersebut dan masuk ke dalam, menemukan targetnya  menggantung tak berdaya. Taeng ingin memeluk rekan timnya, meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja sekarang dan memberitahunya bahwa mereka merindukannya, sangat. Tapi ia harus mengesampingkan perasaan itu dan mengeluarkannya lebih dulu. Inilah alasan Tiffany memilihnya untuk melakukan tugas penyelamatan, mengetahui bahwa ia akan bertindak secara profesional.

“Jessica. Jessica.” Ia menggoyang-goyangkan tubuh spesialis lapangan itu beberapa kali sebelum akhirnya dia merespon.

“Taeng…kau di sini.” Jawab Jessica pelan.

“Aku akan mengeluarkanmu Jessica, kau bisa berjalan?” dia mengangguk.

Tanpa banyak kata, Taeng membuka ikatan yang terikat pada tiang dan menurunkan Jessica perlahan, dan memotong tali-tali yang mengikat tangannya. Setelah Jessica bebas, ia menyokong tubuhnya dengan merangkul pinggangnya dan lengannya dirangkulkan ke bahu Taeng, sebelum berjalan keluar dengan tertatih-tatih. Ia tidak sabar untuk segera keluar dari tempat yang tak berperikemanusiaan ini.

~~~;~~~;~~~

Tanpa disadari semua anggota menahan napas mereka ketika Taeng bersiap-siap membuka pintu. Terakhir kali Seohyun mengendalikan kelerengnya di sekitar tempat persembunyian, mereka tidak berhasil melihat bagaimana keadaan ruangan itu atau bagaimana keadaan Jessica. Ketika ruangan itu terungkap, mereka tidak percaya manusia yang terlihat seperti boneka acak-acakan yang tergantung itu adalah Jessica. Jessica mereka. Sang Ice Princess. Apa yang terjadi.

Napas mereka tercekat dan beberapa terlihat mencoba mengendalikan air mata mereka, atau amarah mereka. Tapi mereka sadar mereka harus bersikap profesional dan rasional di saat-saat seperti ini.

Setelah menyaksikan Taeng membawa Jessica keluar dari ruangan, itu adalah aba-aba mereka untuk bersiap-siap. Satu per satu, mereka pergi ke posisi mereka secara berpasangan – Yul dan Tiffany, seperti yang ditetapkan oleh Taeng, Sooyoung dan Sunny, Yoong dan Hyoyeon. Mereka harus menghancurkan tempat persembunyian itu dan menangkap tiga pria yang dilumpuhkan Taeng tadi, dan kemudian menunggu bos mereka kembali. Bersembunyi di tempat persembunyian mereka pasti akan membuat mereka lengah.

~~~;~~~;~~~

Dibutuhkan waktu lima menit hanya untuk sampai di sisi lain tempat persembunyian menuju lift, karena Jessica mengalami kesulitan dengan luka-luka ditubuhnya. Mereka sudah sangat dekat. Yang tersisa hanyalah membuka lift itu, naik ke atas, dan misi penyelamatan selesai.

Tapi Taeng mendengar sesuatu. Suara itu sepelan jarum jatuh tapi ia yakin ia mendengarnya. Memandang sekeliling tempat persembunyian, ia melihat tiga laki-laki tadi masih terbaring di lantai, dan semuanya berada pada tempatnya. Kecuali laci pertama meja kayu yang tadinya tertutup sekarang terbuka.

Ada orang lain di sini.

Mendengar bunyi ding dari lift, ia berpikir ia harus mengirim Jessica ke atas lebih dulu dan membiarkan anggota-anggotanya yang akan masuk nanti membereskan tamu tak diundang itu. Mempercepat langkahnya, ia memasuki lift dan menekan tombol merah dengan lebih cepat, berharap itu akan mempengaruhi kecepatan liftnya. Tapi sebelum pintu tertutup penuh, juluran tangan menghentikannya.

~~~;~~~;~~~

Seohyun terlihat mengotak-atik laptopnya, memastikan semuanya berada pada tempatnya dan anggota-anggotanya berada di posisi. Dengan Tiffany yang turun ke lapangan dan BoA belum juga datang, ia menjadi penanggung jawab misi. Ketika sebelumnya ia turun ke lapangan untuk memasukkan kelereng, ia merasakan kegugupan yang tidak bisa dijelaskan dan itulah yang mungkin rekan-rekan timnya rasakan saat ini. Meskipun ia tidak bersama mereka secara fisik, ia bertanggung jawab untuk memastikan semuanya baik-baik saja selama misi berlangsung. Memusatkan perhatiannya ke layar, ia memeriksa setiap sudut ruangan dan memberikan informasi-informasi kepada rekan-rekan timnya.

Akan tetapi, apa yang tidak dilakukannya adalah memperhatikan sekelilingnya sendiri. Dengan punggung menghadap ke pintu, ia mendengar suara klik dan mengira BoA sudah datang.

“Hei BoA kenapa lama seka-” Dan ia malah disambut dengan sebuah pukulan.

Sebelum ia bisa bangkit, si penyusup itu menarik rambutnya dan melemparkannya lagi ke dinding van.

“Lihat siapa di sini, wanita yang sangat cantik.” Kata si penyusup itu.

Mata Seohyun terbelalak, sebelum akhirnya menghadap orang tersebut.

Sial.

~~~;~~~;~~~

TBC

ehhh Seo??!

boiboi~

credit: numbernine @AFF

Advertisements

45 thoughts on “The S Squad [Chapter 15]

  1. Beneran tahan napas bacanya dan saat seru tbcpun muncul. Bergarap mereka semua dapat menyelesaikan misinya walaupun yakin pasti boa jga kena jbakan berharap yg terbaik saja.ditunggu kelanjuntanya. Semangat author

  2. Aaahhh knp hrus ad penyusup lgii..siapa yg mukul seo?? akankah misi ini gagal??? Boa kmn lagi di saat sperti ini mlah ngilang ga balik2

  3. waduuhh siapa lagi itu yg mukul seo, jgn sampe deh misi mereka gagal, kasian sica nya, n kasian seo jg tuh, semoga seo ada yg nyelamatin deh.

  4. 😱Wah…….. siapa lagi tu, apa misi mereka akan gagal lagi?. Ato jangan2 mereka dijebak lagi ama Boa. Dia kan agen ganda. Wahhhhh andwe………😭

  5. Ih jangan gagal lagi dong misinya. Ya mungkin di per sulit aja kali ya biar ada action nya dikit lah wkwkwkwk. Moga cepet bisa kumpul deh terus bikin tumpeng buat syukuran thor kekekeke

  6. yaakkk…tuberkulus ganggu misi jahh..omo..omo…seoo…spa penyusup itu..???
    gmn nti penyelmtan jessica..aduh dah tegang” ini gw…
    terasa lihat 4 dimensi…huftt

  7. Ikutan than nafas..
    Kyaaa spa nih yg mukul seobaby?? o.O
    Mommy boa kmna sih?? Darurat ini mah -,-
    Semoga mereka berhasil dan bsa mlumpuhkn si penyusp itu jg -___-

  8. waduh jgn smpe gagal deh misinya, ntuh boa kok blm nongol jg, jgn2 ketauan deh
    sp tuh yg mukul seo?
    taeng mo nanya apa ya ke ppany?

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s