The S Squad [Chapter 16]

Bentar lagiiii!

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 16

 

Ketiga pasangan itu ditempatkan di sekitar lift, bersiap-siap untuk masuk ketika Taeng dan Jessica naik. Ketika mereka merasakan lantainya bergerak, mereka bersiap-siap di posisi. Akan tetapi, ketika pintu terbuka mereka hanya melihat Jessica yang terbaring tak sadarkan diri di lantai. Taeng tidak terlihat di mana-mana. Menyadari ada sesuatu yang salah, mereka berlari menghampiri Jessica bersama-sama.

“Ya tuhan, Jessi.” Tiffany meraih sahabatnya ke dalam pelukan.

“Jessi, kumohon sadarlah. Jessi.” Ia menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan kencang, sementara sambil menahan keras air matanya. Ia harus bersikap profesional.

Setelah beberapa saat, Jessica berhasil membuka matanya sedikit dan berbisik, “Tiff…Taeng, tolong,” sebelum kembali tak sadarkan diri.

Melihat Jessica pingsan karena kelelahan, Tiffany menenangkan dirinya sekali lagi sebelum memimpin rekan-rekannya.

“Kalian mendengar Jessica, Taeng membutuhkan bantuan kita. Kita akan pergi. Sooyoung, kau akan menemani Jessica. Bawa dia ke van.”

“Atau tidak.” Suara tawa yang tidak mereka kenali terdengar dari ear piece.

“Wanita yang malang, ditinggal sendirian oleh rekan timnya tanpa bantuan apa pun.”

“Siapa kau!” tanya Yoong dengan marah.

“Ini menarik. Kau menyusup ke tempat persembunyianku tapi kau bertanya siapa aku. Bukankah seharusnya kau mengenali musuhmu lebih dulu?” tawanya berlanjut.

Tak lama setelahnya, Seohyun ditarik keluar dari van oleh dua pria, dengan senjata mengarah padanya. Lalu muncul seorang pria dengan ear piece Seohyun di tangan, berdiri di dekat van, sedikit jauh dari anak buahnya.

“Kurasa sekarang saatnya untuk secara resmi memperkenalkan diriku, karena kita akhirnya bertemu.” Ia tersenyum sinis sebelum melanjutkan kata-katanya.

“Aku Jay, orang yang menyiksa rekan timmu yang cantik itu selama tiga bulan. Anak-anak yang lain memanggilku Bos.” Ia melambai singkat ke arah mereka.

“Aku tahu kalian sudah menyusup ke tempat persembunyianku dengan bantuan si ja*ang pengkhianat bermuka dua itu. Tapi tidak apa-apa, kurasa aku sudah mengakhiri hidupnya dengan hanya sekali tembakan. Mungkin aku juga harus melakukan hal serupa pada teman cantik kalian di sini.”

“Menjauh darinya!” Yoong ingin berlari menghampiri Seohyun namun dihentikan oleh Sooyoung.

“Ah…kurasa ini akan menjadi melodrama yang menarik, melihat sang wanita sekarat di hadapan kekasihnya. Tapi aku tidak sekejam itu, jadi bagaimana kalau aku menawarimu untuk bergabung dengannya saja?” kata Jay angkuh.

“Atau…apa kau lebih memilih menukar dua nyawa dengan satu nyawa yang tidak berguna, karena kau sudah menyelamatkan dia tapi meninggalkan satu orang di sana?”

Dengan demikian, Taeng dan seorang pria berbadan kekar muncul dari lift. Pria itu menendang Taeng ke arah rekan-rekan timnya.

“Oh Taecyeon, itu tidak baik. Seharusnya kau tidak memperlakukan teman kita seperti itu. Ayolah bantu dia berdiri dengan benar.” Jay sangat bersenang-senang mempermainkan The S Squad.

Taecyeon lalu menarik rambut Taeng dan membiarkan rekan-rekan timnya melihat wajah babak belurnya dengan jelas. Matanya bengkak dan hidungnya patah. Darah terlihat melumuri wajahnya, dia tak dapat dikenali.

“Oh wow, Taecyeon, bukankah aku sudah menyuruhmu untuk pelan-pelan saja. Dia sangat kecil dibandingkan denganmu. Sangat memalukan.”

Itu benar. Pada awalnya, Taeng mengira bahwa ia bisa melumpuhkan laki-laki itu dan bergabung dengan Jessica setelahnya, itulah kenapa ia membiarkan Jessica untuk naik ke lift lebih dulu. Tapi ia meremehkan lawannya. Seolah-olah Taecyeon menggunakan steroid, setiap kali Taeng melayangkan tinju atau menendangnya ia selalu kesakitan tapi laki-laki itu biasa-biasa saja. Taecyeon hanya membutuhkan waktu kurang dari semenit untuk menjatuhkan Taeng ke tanah dan tidak bisa berdiri sendiri. Laki-laki itu sangat kejam sehingga Taeng kehilangan kesadarannya beberapa kali.

“Astaga Taeng.” Tiffany berlari menghampiri pacarnya namun dihentikan oleh Taecyeon.

“Uh uh. Salah langkah sekali lagi dan aku akan menembak kepala kedua orang ini.” Kata Jay.

“Apa yang kau inginkan?” Yul berbicara, setelah terdiam beberapa saat.

“Aku tidak tahu. Menurutmu apa? Setelah beberapa orang menyusup ke tempatku dan mengambil tamu favoritku.” Ia berjalan ke arah Yul.

“Aku tidak bisa melepaskan kalian semua begitu saja, itu akan sangat tidak adil. Beberapa dari kalian harus mati. Bagaimana kalau kita bermain game? Yang kalah di setiap rondenya harus menembak anggota timnya. Seperti ini.” Kata Jay dan menembak satu anak buahnya.

“Kau gila.” Komentar Yul.

“Yah kalau kau tidak bisa melakukannya, aku bisa melakukannya untukmu.” Jay mengarahkan senjatanya ke arah Seohyun namun terhenti.

“Kami akan melakukannya!”

“Yul! Kenapa kau bermain-main dengannya? Apa kau gila?!” Sunny dan yang lainnya menghampiri Yul.

“Oh baiklah jika kalian ingin mendiskusikan siapa yang akan menjadi penembak pertama, aku akan memberikan kalian waktu.”

“Aku tidak percaya misi kedua kita melawan mereka gagal lagi.” Tiffany terisak. Ia tidak bisa menahannya lagi, melihat rekan-rekan timnya diancam dengan senjata di dekat mereka, terutama Taeng. Yoong juga hilang kendali, melihat Seohyun yang tidak berdosa harus menghapi semua ini.

“Yul kau tidak bisa melakukan ini. Ingat apa yang dikatakan paman? Dia ingin kita semua kembali dengan selamat. Pasti ada jalan lain. Kita bisa memanggil bantuan! Mereka akan datang dengan cepat. Kita hanya perlua mengulur-ulur waktu.” Kata Sunny sambil berusaha menghubungi SSF melalui ear piece-nya.

Tapi suara tembakan terdengar setelahnya dan Sooyoung terjatuh ke tanah, memegangi betisnya.

“Argh!”

“Soo!” Sunny terkejut.

“Aku sudah bilang tadi. Sekali lagi salah langkah, aku akan menembak. Ini hanya demonstrasi. Tembakan selanjutnya akan menembus kepalanya.” Kata Jay.

“Putuskan sekarang juga atau perjanjiannya dibatalkan.”

“Baiklah. Tunggu sebentar.”

“30 detik atau aku akan menembak kepala mereka.”

Yul mengangguk mengumpulkan rekan-rekannya dan memberitahu mereka rencananya.

“Teman-teman, kita akan menyelesaikannya bersama-sama, percaya padaku. Meskipun aku tahu ini mungkin terdengar gila tapi ini adalah satu-satunya cara yang bisa aku pikirkan. Hyoyeon, kau akan menjadi penembak karena aku yakin anggota yang lain tidak sedang dalam kondisi yang memungkinkan. Kau harus menembak ke arah dadaku saat aku berdiri di depan Jay nanti.”

“Tidak, kau benar-benar gila.”

“Kita melalui semua ini untuk mengeluarkan Jessica untukmu dan sekarang kau menyuruh Hyoyeon  noona untuk menembakmu?!” Yoong meraih kerah baju Yul.

“Tenanglah Yoong! Sekarang bukan saatnya untuk berkelahi!” Tiffany dan Sunny memisahkan mereka berdua.

“Tembak saja aku! Aku tahu apa yang aku lakukan.” Yul menatap mata mereka dan meyakinkan mereka.

“Jika terjadi apa-apa, kita semua lebih baik mati saja.” Hyoyeon meraih senapan dari Yul dan menghadap Jay.

“Aku akan bermain denganmu. Ayo kita mulai.”

“Baiklah, peraturannya sederhana. Kita hanya akan bermain gunting kertas batu. Yang kalah menembak satu orang dari tim sendiri.” Jay tersenyum menyeringai dan mengisi penuh pistolnya dengan peluru.

“Ayo kita mulai.”

“Gunting, kertas…..batu!”

Hyoyeon menarik tangannya dari belakang dan memilih kertas dengan mata tertutup.

“Aw…aku kalah.” Jay memilih batu. Ia lalu meraih pistolnya dan menembak salah satu anak buahnya yang menahan Seohyun.

“Bye Khun!” dan dia terjatuh.

“Ronde 2! Gunting, kertas…batu!” seri.

“Woo…lagi. Gunting, kertas, batu!”

“Gunting…kertas…batu!”

“Aish, kau hebat dalam permainan ini.” Satu lagi anak buah yang menahan Seohyun terjatuh.

Sepanjang ‘permainan’ itu, Hyoyeon tidak bisa berhenti gemetar. Sekali salah langkah, rekannya bisa saja terjatuh. Dan ia membenci kenyataan bahwa ialah orang dibalik peluru yang menembak mereka. Ini adalah permainan ‘Gunting Kertas Batu’ yang paling keji, kejam dan mendebarkan yang pernah ada. Jika ia berhasil keluar hidup-hidup, ia bersumpah untuk tidak pernah memainkan permainan yang biasanya terlihat bodoh dan tidak berdosa ini.

“Kau bebas sekarang, kau bisa kembali ke rekan-rekan timmu.” Jay melepaskan Seohyun.

Tapi tidak tanpa mengeluarkan tembakan.

“Seo!” Yoong yang menyaksikan semuanya seketika melompat ke arah Seohyun berharap untuk menghindarkannya dari peluru, tapi peluru itu tetap menyerempet perutnya sendiri.

“Wow gerakan yang cepat. Woo!” Jay bertepuk tangan.

“Lanjutkan! Ayolah aku sangat menikmati permainan ini!”

Namun dewi keberuntungan tidak berpihak pada Hyoyeon di ronde kali ini.

“Oh kau memilih batu, aku memilih kertas. Kau kalah.” Kata Jay sambil tertawa histeris.

“Ayolah, tembak. Atau aku yang akan menembaknya.”

Yul berdiri di depan senapan, di arah yang sama dengan Jay.

Selama bertahun-tahun ‘bermain’ dengan senjata api, Yul tidak pernah segugup ini sebelumnya. Sejak masih muda, senjata api sudah seperti mainan mobil-mobilan untuknya. Ia tumbuh dewasa membongkar pasang senapan, pistol, hingga revolver. Ia mengetahui setiap senjata api di luar sana, bagaimana kerjanya, seberapa cepatnya peluru melaju dan seberapa kerasnya peluru itu menembus. Ia tahu apa yang ia rencanakan selanjutnya sangatlah tidak memungkinkan, dan rasanya seolah-olah ia beradu kecepatan dengan cahaya, tapi itu adalah satu-satunya solusi yang bisa ia pikirkan untuk mengeluarkan mereka dari situasi ini. Memberanikan dirinya untuk menerima tembakan, ia menarik napas dalam-dalam dan memandangi rekan-rekannya sekali lagi, membiarkan pandangannya mendarat pada sosok cantik yang terbaring di tanah, terlepas luka-lukanya, sebelum mengangguk pada Hyoyeon.

Inilah saatnya.

Suara tembakan terdengar, dan sesosok orang terjatuh.

~~~;~~~;~~~

TBC

boiboi~

credit: numbernine @AFF

Advertisements

42 thoughts on “The S Squad [Chapter 16]

  1. Yul pasti tahu kalau sekalipun Hyoyeon menembak, ia tidak akan menembak tepat di organ vital Yul makanya Hyoyeon yang dijadikan penembak.
    Semoga yang kena tembak itu si Jay
    pantas saja BoA ga muncul, ternyata udah ketahuan duluan

  2. mudah2 an yg ketembak n jatuh itu si jay, kasian bgt nih boa nya dibunuh ya sm jay? makin seru n bikin deg2 an thor

  3. 😱Kyaaaaaa….pendek banget thor.
    siapa yg tertembak,,, !?. apa yul bisa menghindari terbangnya peluru yg di tembaki hyo?. semoga saja yul dan semua tim ssf selamat. 🙏🙏🙏

  4. yaampun mainan nya gunting batu kertas doang tp jd horror banget ya -_- masa itu yul beneran ke tembak? gk kan? ditunggu next part nya, penasaran gmn ntar mereka stelah kumpul beneran sama sica

  5. Tuh kan ketahuan gak mungkin gak bkalan ada drama lagi moga aja ada fairy mother yg bkal bantuin mereka. Hyoyul jga moga ada keajaiban untuk meraka.Ditunggu next chapnya semangat🙌🙌

  6. Jd boa mati? Waw aq rasa yul sngja brdiri ddkt jay spaya bs mnarik jay jd bkn dy yg kena tmbak.mdh2n sih bgtu crtanya hehe

  7. yang ketembak jay kan bukan yul?? aduh… makin bikin deg2an aja nih chap. jay pinter bgt sih. bsa tau mulu…. lanjut2!!

  8. Omo,, siapa yg tertembak? Yul kah? Oh jangan please semoga rencana yul brhasil
    ATau itu suara tembakan pasukan ssf?
    Lanjut deh thor

  9. Suer kayak dukunn aja tuh si jay…ternyata dia udah tau dluan rencana mereka.. pantes aja mbk boa hak muncul2…mudah2an yg di tembak si hyo itu si jay.. pngn cepet2 yulsic bersatu dan merrka hidup bahagia

  10. Ige mwoya thor ??
    Njiirr daddy gw babak belur T^T
    Wadao uncle yul mau d tmbak -,-
    Ottokhae? Aunty sica jg pingsan..

  11. ini permainan gunting batu kertas yg bklan bkin trauma brkepanjangan…
    moga aja yul bsa kyk pesulap yg d tipi yg bsa belokin peluru trus kenak jay

  12. siapa siapa yg tertmbak???
    dasar si jay,,gk da permainan yg lebih ectrim lg kah selain btu, hntng, kertass..aischhh..
    gmn ini misinya srmua ggl, thr s squad tertangkp basah…??
    kpn smua akn kembali indah tarra?? huftt

  13. Aaaiissshhh kampret sii jay permainan macem apa nihhhh… semoga yg di tmbak hyo itu jay kalopun si yul dia pst udh tw gmn prsis resiko kena tmbak hyo dn hyo ga mungkin nmbak yul di bagian yg merugikan yul….

  14. Ga mungkin yul yg ke tembak kn? Dia pasti bsa menghindari pelurunya trs yg kena jay kn? Aghh ayo lanjut thorr

  15. Boa masih idupkan ?
    Kalaupun itu yg trtembak yul, semoga cepat” ada bantuan yg datang, agar yul dan yg lain bs cepat trtolong.

  16. Pantas saja yul yang minta di tembak pertama. Ternyata dia sudah tau semua cara kerja senjata api , berpacu dengan waktu agar peluru tidak benar-benar mengenainya lalu pura-pura mati.

    Tapi apa Jay bisa segampang itu dibohongi ?

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s