9 Months [Chapter 2]

Yehet happy~

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 2

 

Apa yang salah dengan hidupnya? Semuanya. Pertama, ia hamil. Kedua, pacarnya meninggalkannya karena ia mengandung anaknya dan laki-laki itu sangat pengecut dan tidak mau mengakuinya. Lalu pernikahan mendadak yang ayahnya usulkan tadi malam. Ayahnya mengatakan bahwa dirinya tidak punya banyak pilihan. Ia mendesah.

FLASHBACK

“Sooyeon, duduklah. Ada yang ingin ayah katakan padamu.”

Jessica tidak terlalu memikirkannya sehingga ia duduk dan menunggu apa yang ingin dikatakan ayahnya. Daniel Jung memberikan seulas senyum yang paling hangat meyakinkannya bahwa dia hanya menginginkan yang terbaik untuk putrinya.

“Kau dengar apa yang dikatakan Dokter Ok kemarin? Kau hamil tiga minggu dan kau harus menjaga dirimu sendiri.”

“Aku tahu ayah. Aku juga menjaga diriku sendiri.”

Jessica membalas dengan seulas senyum di bibirnya. Ia merasa bahagia mengetahui ayah dan adiknya ada di saat-saat sulit seperti ini. Dari buku yang dibacanya ia mengetahui jika 2 bulan pertama masa kehamilan wanita akan terasa seperti di neraka.

“Tapi kau tahu Krystal sibuk dengan ujiannya dan ayah harus mengurus perusahaan. Terkadang ayah takut kami akan mengabaikanmu.”

“Ayah, tidak apa. Aku bisa mengurus diriku sendiri.”

“Kau butuh seseorang untuk mengurusmu.”

Jessica memandangi ayahnya dan melihat raut wajahnya tetap tenang terlepas dia sedang memaksakan kehendak. Jessica tidak dapat memahaminya.

“Apa maksud ayah?”

Daniel menarik napas dalam-dalam. Ia harus memberitahukan rencananya kepada putrinya.

“Anak itu membutuhkan sosok ayah, Sooyeon.”

Dada Jessica mulai terasa sesak setelah mendengarnya. Tyler tidak ingin menjadi ayahnya. Ia tidak bisa memaksanya.

“Tapi Tyler…”

“Ayah tidak membicarakan dia.” Daniel Jung langsung memotong ucapannya. Jessica menatap ayahnya dengan bingung. Apa yang dimaksud ayahnya?

“Kau masih ingat pamanmu Sang Woo?”

Jessica mengangguk ragu. Ia mengingatnya. Tapi sudah lama mereka pindah ke New York. Ia tidak pernah melihatnya lagi sejak ia tinggal di New York.

“Sooyeon, Yuri setuju untuk menikahimu.”

“APA?!”

“Tenanglah sayang. Dengarkan ayah dulu. Sang Woo memiliki seorang putra. Dia setuju untuk menikahimu dan kami sudah menceritakan semuanya padanya. Dia bersedia untuk menjadi ayah dari bayimu.”

“TIDAK!”

Jessica beranjak dari kursinya dengan ekspresi marah. Ia sama sekali tidak menyukai usulan ayahnya. Ke mana perginya dukungan ayahnya? Sekarang dia menyerahkan Jessica pada tangan orang asing? Daniel mulai merasa panik tapi ia harus meyakinkan putrinya.

“Kau tidak bisa membesarkan bayi seorang diri sayang. Yuri adalah anak yang baik.”

“Ayah membesarkan kami sendiri! Ayah membesarkan aku dan Soojung sendiri.”

“Memang, tapi itu sangat sulit. Ayah tidak tahu apa yang harus ayah lakukan saat kau pulang sambil menangis karena beberapa siswa menyebutmu jelek. Ayah tidak tahu apa yang harus ayah lakukan saat kau melalui masa-masa pubertas dan ayah tidak tahu apa yang harus ayah katakan saat kau mempunyai pacar pertamamu. Ayah tidak mau melihat cucu ayah mengalami hal yang sama denganmu. Ayah mohon Sooyeon, demi bayimu.”

Pernyataan itu membuat Jessica merasa sedih. Ia tidak tahu jika ayahnya melalui banyak kesulitan demi dirinya dan Soojung. Daniel melihat Jessica terdiam. Ia tahu putrinya sedang memikirkannya. Ia perlahan mendekati Jessica. Dengan lembut, ia menarik putrinya ke dalam erat peluknya.

“Ayah kenal Sang Woo sejak lama. Ayah tahu Yuri bisa menjadi ayah yang dibutuhkan bayi  ini. Mungkin butuh waktu tapi pada akhirnya kau akan membuka hatimu untuknya.”

“Tapi bagaimana kalau dia membenciku?”

Daniel melepaskan pelukannya dan memegang bahu putrinya, memerasnya sedikit. Dengan seulas senyum hangat di bibirnya.

“Dia sendiri yang setuju untuk menikahimu. Ayah yakin dia sudah memikirkannya.”

ENF OF FLASHBACK

~~~;~~~;~~~

Yuri memandang dirinya sendiri di cermin. Ia mengenakan kemeja polo dan jeans kasual. Ia baru saja memotong rambutnya kemarin karena ayahnya bilang ia harus merapikannya untuk hari ini. Ia bercukur sedikit. Ia tidak ingin kesan pertamanya terlihat buruk. Suara dering ponselnya menyadarkannya. Ia mengangkat ponselnya.

Ha Young.

Ia tersenyum lalu menjawabnya.

“Hai sayang.”

“Yul, aku merindukanmu.”

“Aku tahu. Kapan kau pulang?”

“Besok. Ayah bilang pekerjaanku di sini sudah beres. Maukah kau menjemputku di bandara?”

Yuri tersenyum.

“Tentu. Jam berapa?”

“Ermm…sekitar tengah malam?”

“Oke kalau begitu. Aku akan berada di sana sebelum pesawatmu mendarat. Hei, aku harus pergi.”

Yuri mendengarkan Ha Young yang memberinya kecupan dari ujung sana. Ia terkekeh dan mengakhiri panggilan. Ia menaruh ponselnya di dalam saku celananya dan kembali memandangi cermin. Sekarang ia merasa bersalah. Ia belum memberitahu Ha Young tentang pernikahannya yang mendadak. Ia berpikir untuk memberitahunya ketika dia pulang dari perjalanan bisnisnya nanti. Ia mendesah lagi.

“Apa yang aku lakukan?”

~~~;~~~;~~~

Jessica mendengarkan pilot yang mengumumkan kedatangan mereka di Bandara Incheon. Ayahnya memintanya untuk kembali ke Seoul untuk mengurus pernikahannya dengan Yuri dan menghabiskan waktu dengan orang asing itu. Ayahnya akan pergi ke Seoul setelah dia mengurus beberapa pekerjaan dan setelah ujian sekolah Soojung beres. Ia sendiri sudah meminta cuti panjang dan universitasnya menyetujuinya. Keuntungan menjadi putri seorang Daniel Jung.

“Selamat menikmati kunjungan Anda di Seoul. Terima kasih sudah mempercayai Korea Airways.”

Jessica menghela napas dan melihat pesawat yang ditumpanginya akhirnya mendarat. Inilah saatnya. Ia harus mengalah pada takdir yang tidak diduganya. Ia menunggu hingga semua orang turun dari pesawat sebelum berdiri dan turun. Setelah berada di luar, harus ia akui, ia rindu berjalan-jalan di Seoul, tanah kelahirannya. Ia mengurus imigrasi dan mengambil kopernya dan menaruhnya di troli. Keluar dari gerbang kedatangan, ia memakai kacamatanya dan memandang sekelilingnya, berusaha keras mencari Yuri. Harus ia akui, ia tidak begitu mengingat wajah di foto yang ditunjukkan ayahnya di New York.

“Di mana dia? Katanya dia akan menjemputku.”

“Hai.”

Suara serak itu menghentikan langkahnya. Berbalik, ia melihat laki-laki berkulit kecokelatan tersenyum padanya. Senyumnya membuat Jessica merasa hangat dan tidak jelas.

“Sica? Ini aku Yuri.”

Jessica mengingatnya, dulu laki-laki itu memangilnya dengan nama itu. Yuri melepas kacamata Rayban-nya. Jessica bersumpah dia tidak terlihat seperti ini ketika mereka masih kecil dulu. Seingatnya badan Yuri cukup gemuk. Salahkan ayahnya yang hanya punya foto buram Yuri. Yuri tidak berbadan tegap tapi dia ideal. Kemejanya terlihat pas dan cocok dengan selera Jessica. Dia tidak begitu tinggi; tinggi badan yang cocok dengan tipe ideal Jessica dan matanya indah. Dia terlihat tampan.

“Kwon Yuri?”

“Ya. Biar aku bantu.”

Yuri mengambil alih trolinya. Jessica membiarkan dia mendorongnya. Di sisi lain, Yuri terpesona dengan penampilan Jessica. Dia semakin cantik dan kecantikannya di luar perkiraannya. Dia terlihat sangat menawan dengan hanya mengenakan blouse dan celana jeans. Dia benar-benar cantik. Jessica melihat Yuri memandanginya. Ia berdeham.

“Bisakah kita pergi sekarang?”

“Y-Ya…maaf. Ikuti aku.”

Yuri memimpin jalan dengan Jessica mengekor di belakang. Ia bisa melihat punggungnya dengan baik. Punggungnya adalah pemandangan yang sangat indah. Ia selalu mengagumi laki-laki dengan punggung yang indah. Ia tidak tahu sudah berapa lama ia memandangi punggungnya ketika Yuri tiba-tiba berhenti.

“Ini mobilku. Kau boleh masuk duluan, aku akan menaruh kopermu di bagasi.”

Jessica hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil. Yuri mengemudikan GTi Golf. Ia terkejut dengan mobilnya mengetahui betapa kayanya keluarga Kwon. Ia mengira Yuri setidaknya akan mengemudikan Mercedes Sport. Mungkin ayahnya benar; Yuri adalah laki-laki yang sederhana. Yuri akhirnya masuk ke dalam mobil. Jessica mengabaikannya dan memandang ke luar. Yuri melihatnya menatap ke luar. Ia menyalakan mesin mobil dan ACnya. Ia tidak memajukan mobilnya. Hal itu membuat Jessica penasaran. Ia menoleh.

“Kenapa kita tidak berangkat?”

“Mari kita bicarakan tentang kita.”

Jessica tidak menduga Yuri akan membicarakannya sekarang. Ia mengangguk perlahan.

“Perjodohan ini. Aku yakin kau tidak menginginkannya. Benar?”

Jessica tidak memberikan jawaban. Ia terus menatap Yuri.

“Aku tidak menerimamu hanya karena Uncle Daniel. Tapi aku tahu bagaimana rasanya tumbuh dengan orangtua tunggal. Jadi jika kau ingin mengatakan sesuatu, tolong katakan sekarang.”

Jessica mengamati wajahnya. Laki-laki itu bersungguh-sungguh.

“Aku kehilangan ibuku ketika aku berusia 6 tahun. Aku tahu ayahku mengorbankan masa mudanya hanya untuk membersarkan aku dan adikku. Aku…”

Ia menaruh telapak tangannya di atas perutnya dan Yuri melihatnya.

“…tidak bisa membiarkan bayiku mengalami apa yang pernah aku alami. Oleh karena itu terima kasih.”

Yuri melihat matanya berkaca-kaca. Ia tersenyum.

“Aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Aku tidak akan mencampuri kehidupan pribadimu tapi aku akan merawatmu dengan baik. Jadi jika aku tidak sengaja mencampuri kehidupan pribadimu, beritahu aku dan aku akan berhenti. Aku ingin kau merasa nyaman.”

Jessica tidak bisa mengatakan dirinya tidak terkejut. Ia terkejut. Lalu apa status mereka nanti? Suami dan istri tanpa ikatan? Yuri, bagaimanapun juga menyadari kekhawatirannya.

“Aku ingin kita berteman. Seperti saat kita kecil dulu. Teman harus saling membantu satu sama lain ‘kan? Setelah bayinya lahir, aku akan menyerahkan keputusannya kepadamu, apa yang ingin kau lakukan selanjutnya. Hingga saat itu tiba, aku akan ada di sini bersamamu.”

Ayahna benar. Semua tentang Yuri membuatnya merasa tidak enak. Dengan lembut Yuri menggenggam tangannya dan ia tidak menolaknya.

“Selamat datang di keluarga Kwon, Sica.”

~~~;~~~;~~~

Sang Woo dengan bahagia menyambut Jessica di rumahnya. Ia tidak bisa menjemputnya bersama Yuri dan ia baru saja pulang. Ia sudah menyuruh para pelayan untuk membuat Jessica merasa nyaman begitu dia tiba di rumah. Yuri belum menunjukkan kamarnya karena ayahnya tidak bisa menahan untuk merayakan kedatangan Jessica.

“Kau tumbuh besar.”

Jessica tersipu merah ketika Sang Woo terus memujinya. Di sisi lain, Yuri membiarkan ayahnya kegirangan. Itu adalah pemandangan yang langka. Rumah mereka benar-benar membutuhkan kehadiran wanita di dalamnya.

“Ayah, dia lelah.”

“Oh, ayah lupa!”

Jessica hanya tersenyum sopan kepada Sang Woo. Pria tua itu lekas mendorong Yuri, menyuruhnya untuk menunjukkan kamar Jessica.

“Yul pergilah dan tunjukkan kamar Jessica.”

Yuri hanya geleng-geleng kepala dan mengantar Jessica ke lantai atas sambil membawakan kopernya. Mereka berhenti di depan pintu yang tidak terlalu jauh dari tangga.

“Di sinilah kita.”

Yuri membuka pintunya dan membiarkan Jessica masuk. Kamar itu sederhana dan Jessica menyukainya. Kamar itu juga luas. Yuri masuk ke dalam dan menaruh kopernya.

“Kau menyukainya?”

“Ya. Kamarnya nyaman. Terima kasih.”

“Tidak masalah. Ayah menyuruh orang untuk membersihkan kamar ini selama berhari-hari.”

“Dia terlihat sangat senang.”

“Memang. Rumah ini benar-benar membutuhkan sentuhan wanita.”

Jessica hanya tersenyum dan duduk di tempat tidur.

“Aku membeli kasur itu khusus buatmu karena Uncle Daniel bilang kau sangat mencintai kasurmu.”

Jessica tidak bisa menyangkalnya. Ia hampir mengeluarkan amarahnya kepada ayahnya untuk mengirimkan kasurnya. Yuri duduk di sofa. Jessica bertanya-tanya di mana letak kamar laki-laki itu.

“Kamarmu di mana, Yul?”

“Kamarku ada di sebelah. Jadi jika kau membutuhkan sesuatu, beritahu saja aku, oke?”

Jessica mengangguk. Ia menguap kecil.

“Kau harus beristirahat Sica. Ayah menyuruhku untuk melakukan persiapan untuk pernikahan kita  beberapa hari ke depan dan kalau kau mau kau juga bisa ikut denganku. Kalau kau benar-benar mau ikut.”

Pernikahan mereka. Ia hampir lupa. Ia mempunyai pernikahan impian. Impian seperti di negeri dongeng ketika ia masih kecil.

“Bolehkah aku…ikut?”

“Kau yakin?”

Ia sedang hamil. Ya. Ia akan menikahi laki-laki yang tidak dicintainya. Ya. Tapi ia ingin pernikahan itu persis dengan yang ia impikan sebelumnya. Double ya.

~~~;~~~;~~~

Yuri dibangunkan oleh suara berisik dari kamar Jessica. Ia menarik kaosnya yang menggantung di balik pintu dan mengenakannya. Ia menggosok-gosok matanya dan keluar dari kamarnya menuju kamar Jessica. Dengan pelan, ia mengetuk pintu kamarnya.

“Sica? Kau tidak apa?”

Tidak ada jawaban darinya. Yuri mendengar suara keras lagi. Merasa cemas, Yuri memutar kenop pintu dan pintu pun terbuka. Ia masuk ke dalam dan mendengar suara yang sama dari dalam kamar mandi. Ia mengintip ke dalam dan melihat Jessica muntah-muntah parah di toilet. Ia seketika berlutut.

“Kita pergi ke klinik.”

Jessica menggelengkan kepalanya dan kembali muntah. Yuri mengusap-usap punggungnya berharap itu bisa membantunya. Ketika Jessica merasa lebih baik, ia mencoba untuk berdiri dan hampir terjatuh ke lantai jika bukan karena Yuri yang menangkapnya tepat waktu. Jessica terlihat pucat dan ia merasa cemas.

“Sica, kau tidak terlihat sehat. Aku akan membawamu ke klinik.”

Ia membiarkan Jessica bersandar di dadanya sementara ia merangkul pinggangnya untuk menopang tubuhnya. Jessica perlahan menggelengkan kepalanya.

“Ini normal…”

Yuri mendesah. Daniel Jung sudah memberitahunya tentang Jessica yang mual-mual tapi dia tidak memberitahunya tentang muntah-muntah di malam hari. Ia menggendong Jessica dan kembali ke tempat tidur. Menidurkannya perlahan, Yuri lalu meraih gelas dan menuangkan air dari teko yang disiapkan oleh para pelayan. Ia kembali ke sisinya dan perlahan mengangkat tubuhnya.

“Ini, minumlah.”

Jessica menggelengkan kepalanya.

“Sica, kau harus minum ini. Kau mau minum susu?”

“Tidak. Aku hanya akan…muntah lagi.”

Dia cukup keras kepala. Yuri mengetahui hal itu tapi ia tidak menghiraukannya.

“Sedikit saja. Kumohon?”

Jessica menyerah dan meminumnya sedikit. Ia lalu mendorong gelas itu perlahan dan kembali berbaring menutup matanya. Yuri menaruh gelas itu dan menyelimutinya hingga area dada. Dengan lembut ia memijat-mijat keningnya berharap itu bisa meringankan rasa mualnya.

“Sudah merasa baikan?”

“Y-Ya.”

“Baguslah. Tidurlah.”

“Bagaimana…denganmu?”

“Aku hanya akan tidur di sofa. Kau mungkin akan bangun dan muntah-muntah lagi.”

Jessica membuka matanya dan melihat Yuri balas menatapnya dengan cemas. Dia sudah merawatnya dan ia tidak bisa bersikap kejam dengan membiarkannya tidur di sofa. Jessica menepuk ruang kosong di sampingnya.

“Tidurlah di sini.”

Yuri terkejut dengan tindakannya. Jessica memaksa Yuri untuk tidur di sebelahnya.

“Tidak apa-apa. Aku akan tidur di sofa.”

“Yuri…”

Melihat Jessica berbicara dengan susah payah, Yuri menyerah. Ia naik ke atas tempat tidur dan berbaring di sampingnya. Ia baru saja hendak berbicara lagi tapi mendengar suara dengkurannya, ia tersenyum. Dia sungguh suka tidur, huh? Yuri menutup matanya dan memasuki alam mimpi.

~~~;~~~;~~~

Yuri memiliki alasan mengapa ia tidak mau tidur di sampingnya; ia suka memeluk gulingnya dan tanpa gulingnya, ia akan memeluk apa pun yang ada di dekatnya. Jessica Jung. Merangkul pinggangnya, Yuri menariknya lebih dekat.

~~~;~~~;~~~

TBC

hoammmmmm =__=

oh ya HAPPY BIRTHDAY MY ULTIMATE BIAS, JESSICA!!! 

CgQOK4vVAAAnMQU

and also my babies got the first new  teaser, check it out 😀

byong~

credit: bluppy @AFF

Advertisements

58 thoughts on “9 Months [Chapter 2]

  1. Hbd mom jess yuhuuuuu
    Akhirnya yulsic ketemu duh daddy yul baik bnget bner2 laki2 idaman setiap wanita.. gw yakin sica bkal meleleh di buatnya hahahha…
    Eheem eheem adaa yg peluk2an niihhh..

  2. Saengil chukae sica….
    Ceritanya makin sweet aja.. saya suka saya suka…
    Lama kelamaan cinta pasti tumbuh diantara mereka.. hehehe
    Blom nih ja udah sweet apa lagi udah nikah.. hehhee

  3. Yul bak seorang malaikat👼👼 seandainyaaa gw nemuin cwo ky yuri yg baik hati ngerelain masa depan nya demi wanita lain, aduh gw ga bakalan nyianyian tu cwo hahahahha..

  4. yuri benar2 gentle.
    di pertemuan pertama sica sdh mengagumi yuri, dan mereka sdh mulai tdr bersama.
    yuri punya kekasih, bagaimana nanti dgn hubungannya dgn ha youn?. apakah hayoung akan menerima keputusan yuri untuk menikah dgn wanita lain?.
    #HAPPY BIRTHDAY TO ICE PRINCESS JESSICA JUNG SOOYEON. SEMOGA DIA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.

  5. Monkey Yul disini sweet bgt berharap badai yg nnti mereka lalui g akan memisahkan mereka. Penasaran gmna kelanjutan kehidupan mereka pas udah nikah sekrang aja sica dah peluk” hehe
    #HappyJessicaDay

  6. Saengil chukae jessica….
    Omg yuri oppa debaeekkk semoga lancar acara Nikahx 😄😄, kayakx akan ad Drama nih……yul oppa tentukan pilihan mu hahahaha #plakk

  7. Hbd sicababy 🙂 🙂
    Yuri itu emang idaman semua wanita, gak cuma keren tapi juga baik.
    Semoga hubungan yulsic bisa berjalan baik, dan semoga ha young bisa menerima hubungan yulsic.

  8. Happy birthday jessica jung…..

    Ternyata Yuri bener2 baik, kirain jessica bakal diperlakukan kasar… tp ternyata…Yuri memperlakukan jessica udh ky istrinya. Proud of you Yul ..

  9. Happy mommy day 😄
    Yakin deh pasti jesicca meleleh kalo diperlakuin kaya gtu ma yul,sweet…udah main ajak bobo bareng wk

  10. Wuidiihh, yg tanda2 cinta dluan sica neh kyaknya hihihihi
    Yuri baek cuma sbtas kawan
    Makin penasaran gmn lanjutan nya tuh yuri tdur peluk sica

  11. Happy b’day my ice princes…
    Khaa…yul bener” laki” idaman semua wanita….gentle banget n perhatiann…
    Perlahan” nant jg sica kyknya akan.jatuh cinta lagi nehhh…
    Tp yul hnya ingin ikatan sbgai teman biarpun dia menikah nanti..oh my god!!!
    But gw menikmati skli moment” manis yulsicc…
    Uhggg…yulsic forever sweet….
    Update soon jjee….l’ll wait here…

  12. Happy b’day my ice princes…
    Khaa…yul bener” laki” idaman semua wanita….gentle banget n perhatiann…
    Perlahan” nant jg sica kyknya akan.jatuh cinta lagi nehhh…
    Tp yul hnya ingin ikatan sbgai teman biarpun dia menikah nanti..oh my god!!!
    But gw menikmati skli moment” manis yulsicc…
    Uhggg…yulsic forever sweet….
    Update soon tarra..l’ll wait here…

  13. Wwwooaahh… hbd my jessie…. 🎉🎉🎉😂😂😂😂
    Waaah.. sweet moment nya mulai muncul meski masih pertama2 ketemu.. YULSIC JJANG😭😭😂😂 authornya juga JJANG!!😁😁😁
    Reader jahat yg baru nongol lagi.. jgn di getok ya.. *kabur….*
    Sica.. aku juga mao dong di ajak tidur disamping mu.. 😂😂😂 *dilempar mobil sana yuri*

  14. Yuri benar2 pria yg baik dia bs menerima sica tp yul punya pacar gmn reaksi pacarnya kl tau yul mau nikah sm wanita lain

  15. chapter ini bikin aq seneng banget..mngkin krn ni hari jenong jg ultah kali mkx di buat sweet..
    hbd buat jenong ku deh..

  16. hbd jessica jung 🙂
    wiiiihh yuri hero bgt,baek n perhatian,bnr2 idaman
    suka bgt sweet moment yulsic,kyknya sica akn bnrn meleleh ntr,
    tp worry jg,secara yul dh pny pacar,
    makin penasaran gmn ntr hub mrka??

  17. gw rada-rada gk suka cerita yg kayak gini… yuri harus ngalahlah.. jessica hamil sm cowok lain, tus yuri yang harus tanggung jawab,, sekali kali yuri kek yg bandel, dia hamilin cewek lain kek dan jessica harus nerima gituu… hahahahha…
    tapi ya sudahlahh… nunggu kelanjutannya aja.. sapa tw berubahh

  18. Romantis bwgd kan yul^^ gak mungkin kaum hawa tidak menyukai sikap gentle yuri😆
    Apa pun itu.. akan indah pd waktunya buat yulsic di 9bln jessi saat si malaikat kwon lahir.. banyak kisah kah^^ tanyakan sang author heeheheh😆

  19. whooaaa kwon yul manis bngt sih, jd gemes nih hehe
    ya ampun nih yul emng cowok baik bngt, sabar, ganteng, gak rugi deh sica dapetin yul drpd si laler
    yakin deh ntr sica yg klepek2 duluan deh kl sikapnya yul manis gitu, tp ntuh pacarnya yul kl tau soal yulsic gmn?

  20. ach….. manis na sI kwon.. sprti biasa knp hrs dia sll mngalah….? tp gk pp…. klo itu smua demi sica baby…. moga ja da cinta diantara mereka….makin bnyk moments manis na… krna dh kangen bngt ma yulyulsic momentsmoments…
    harus na nie genre yuri ea.. biar lebih gmn gtu…. hahahah

  21. Peluk yul.. Peluk.. Jangan lepas.. Terus peluk… Jangan hiraukan kokok’an ayam,,peluk..Peluk..Peluk… *berbisik-bisikalamalaikat* #apaansihhhhhhhh 😀

  22. Yaaaa kwon yuri hatimu terbuat dari apa sampai bisa bersikap semanis itu pada jessica????? Trus ha young dibawa kemana yul???

  23. Ketinggalan thor hehe. Udh chapter 2 aj. Kirain yuri bkalan gmn gt ama sica scara yuri punya pacar ternyata malah baik bgt. Untungnya ayah yuri setuju bahkan kyknya senang bgt

  24. Ini baru kwon yg keren ga ky yg onoh *ups 😝
    Ah yul oppa baik bgt am sica Gmna nasib pacar yuri nnti yaa? Sianan die ga jd am yuri

  25. Anjaayyy ada cowo segentle dan sehangat yuri. Gue lipet gue simpen, simpen dikamar gue hahaa
    Akhirnya pemeran utama ketemu yuhuu
    Woh ada hayoung juga hmm ya sudahlah bencana nanti

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s