9 Months [Chapter 3]

siiiiibbuuuukkkk soooorrrrryyyyy but-

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 3

 

Tak lama pagi pun menjelang. Yuri bergeser sedikit. Ia tetap memejamkan matanya dengan lengan masih memeluk ‘gulingnya’. Ia memeluk gulingnya lebih erat.

‘Kenapa gulingku terasa lebih enak dipeluk?’

Ia perlahan membuka matanya dan pemandangan di depannya sangat mengejutkannya. Cepat-cepat menarik lengannya dari pinggang ‘gulingnya’, Yuri mengangkat tubuhnya. Untungnya, Jessica adalah tukang tidur.

“Aish, bodoh.”

Yuri mengutuk dirinya berulang-ulang. Inilah mengapa ia benci tidur tanpa gulingnya yang asli. Ia cenderung memeluk benda-benda di dekatnya. Dalam hati ia mengingatkan dirinya untuk selalu menolak tawaran Jessica untuk tidur di sampingnya nanti.

“Tapi, nanti aku akan menikahinya.”

Yuri menggaruk-garuk kepalanya dan perlahan meninggalkan tempat tidur berharap Jessica tidak akan terbangun. Ia hanya mencoba mengangkat kaki kirinya dan menaruhnya di lantai ketika Jessica bangun. Matanya terbelalak begitu Jessica perlahan membuka matanya. Suasananya canggung. Dua orang yang tidak saling mengenal tidur di ranjang yang sama dan terbangun ketika orang yang satunya sedang mencoba untuk pergi. Sungguh canggung.

“YAH!”

Jessica melemparkan bantalnya ke arah Yuri dan membuatnya jatuh ke lantai dengan bokongnya yang mendarat lebih dulu. Yuri mengusap-usap bokongnya yang kesakitkan dan dengan tangannya yang bebas melindungi wajahnya dari serangan bantal yang dilemparkan Jessica.

“Sica! Ini aku!”

Satu bantal lagi memukul kepalanya. Yuri terhentak ke belakang.

‘Kenapa dia bisa sekuat ini?!’

“SICA!”

Bahkan tidak mendengarkan permohonan Yuri, Jessica lagi-lagi melemparkan bantal dan kali ini bantal itu memukul wajahnya dengan kekuatan penuh. Yuri sudah merasa cukup, ia menjauhkan bantal itu dan kembali melompat ke atas tempat tidur berhasil meraih lengan Jessica dan menariknya ke dalam pelukan eratnya.

“Sica, ini aku. Yuri.”

Jessica akhirnya menyadari siapa yang diserangnya. Saat ia bangun tadi, ia tidak melihat jelas siapa orang itu. Ia lupa sekarang dirinya tinggal di kediaman Kwon.

“Y-Yuri?”

“Ya. Ini aku.”

“Astaga!”

Jessica melepaskan pelukan dan menangkup wajah Yuri, memeriksanya takut-takut ia melukainya karena ia memukul wajahnya dua kali. Ekspresi fokusnya membuat Yuri tersenyum. Kenapa pacarnya tega meninggalkan dia? Yuri memegang tangan Jessica dan perlahan menjauhkannya dari wajahnya. Ia menggelengkan kepalanya.

“Tidak apa. Aku baik-baik saja.”

“Tidak. Maafkan aku. Aku lupa aku ada di rumahmu.”

“Rumah ayahku. Tapi sudahlah. Aku tidak apa-apa. Lihat?”

Yuri tersenyum lebar dan itu membuat Jessica tertawa kecil. Setelah Jessica berhenti tertawa, ia baru sadar kalau Yuri masih memegangi tangannya. Wajahnya merah tersipu. Yuri melihat Jessica memandangi tangan mereka dan ia langsung melepaskannya. Ia turun dari tempat tidur dan tersenyum kikuk. Ia harus mengatakan sesuatu.

‘Berpikir Kwon Yuri!’

“Kau mau sarapan?”

Yuri meneriaki dirinya dalam hati. Dari semua topik yang ada, ia menyebutkan sarapan? Bagus. Jessica masih tersipu tapi ia tahu Yuri mencoba mengganti topik. Ia mengangkat kepalanya dan tersenyum.

“Ya. Setelah muntah banyak tadi malam, sarapan kedengarannya bagus.”

“Baguslah. Bagaimana kalau kau mandi dulu sementara aku akan melihat apa yang sudah disiapkan pelayan kami.”

Yuri melihat wajah Jessica semakin memerah. Apa ia salah mengatakan sesuatu? Ia tetap berdiri di sana, tidak memahami situasi. Jessica berdeham.

“Ehmm, aku harus ganti baju kalau aku mau ke kamar mandi.”

Mengerti apa yang dia maksud, Yuri segera pergi dari kamar dan menutup pintu di belakangnya.

“Maaf!”

Jessica menertawakannya. Yuri terlihat sangat lucu dengan bertingkah polos seperti itu. Tapi sebelum Jessica sempat berdiri, pintunya sedikit terbuka dan Yuri mengintip ke dalam.

“Aku lupa. Selamat pagi Sica.”

Ia lalu menutup pintunya dan Jessica menertawakannya lagi. Harus ia akui, orang asing ini bisa membuatnya bahagia hanya dalam satu hari.

~~~;~~~;~~~

“Kau harus mulai mengambil tawaran itu. Pernikahan kalian tinggal 12 hari lagi. Banyak persiapan yang harus diselesaikan.”

Jessica memperhatikan kedua Kwon itu mengobrol. Ia duduk di samping Yuri dengan Sang Woo duduk di hadapan mereka. Merasa penasaran, ia bertanya.

“Tawaran?”

“Ayah bilang aku harus mengambil cuti selama satu bulan untuk menyiapkan pernikahan kita. Di tambah lagi kita harus mengumumkan pernikahan kita beberapa hari lagi.”

Bagaimana mungkin Jessica bisa melupakannya? Ia akan menikah dalam 12 hari dan ayahnya sudah memberitahunya jika dia akan datang ke Seoul sehari sebelum pengumuman itu dan akan kembali ke New York setelahnya. Yuri melihat Jessica merenung. Ia menyikutnya lembut tanpa sepengetahuan Sang Woo.

“Kenapa?”

Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali makan. Yuri tidak mau mendesaknya, ia membiarkannya. Sang Woo merasakan perubahan suasana di antara mereka. Berpikir ia harus meninggalkan mereka berdua untuk berdiskusi, ia berdiri.

“Oke, ayah berangkat kerja dulu. Jaga Jessica baik-baik, oke Yul?”

“Tentu yah.”

Setelah Sang Woo menghilang dari pandangan, Yuri sedikit berbalik menghadap Jessica.

“Hei, kau tahu, kau bisa menceritakan apa saja padaku.”

Hening lagi. Yuri tidak tahu apa yang harus dikatakannya sehingga ia menunggu. Jessica meletakkan garpunya dan memecah keheningan.

“Kau yakin dengan ini Yul?”

“Pernikahan kita?”

Jessica mengangguk ragu.

“Aku tidak akan menerima tawaran Uncle Daniel jika aku tidak yakin.”

“Aku tidak mau kau berkorban demi hal yang tidak penting. Ditambah lagi kita baru saja saling mengenal. Bagaimana jika setelah pernikahan ini, kau…”

“Tiba-tiba berubah pikiran?”

Jessica tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Ia yakin Yuri memiliki kehidupannya sendiri. Apakah tidak apa merampas kehidupan itu darinya? Ini bukanlah kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan oleh Yuri. Jessica menghindari tatapannya dan menunduk. Yuri tersenyum kecil.

“Hei, lihat aku.”

Jessica perlahan mengangkat kepalanya. Pandangan mereka bertemu.

“Kita tidak baru saling mengenal. Saat kita masih kecil dulu kita berteman, kau ingat? Jadi pada kenyataannya aku adalah temanmu. Aku bukan tipe orang yang suka mengingkari janjiku. Aku berjanji padamu kalau aku akan menjagamu sampai kau melahirkan. Setelah itu, aku akan membiarkan kau memutuskan apa yang ingin kau lakukan. Pernikahan ini hanyalah formalitas. Kita seperti dua teman sekamar yang pindah bersama.”

Jawaban Yuri menenangkan hatinya. Ia tidak banyak berharap dan ia berharap Yuri juga begitu.

“Yul, aku sudah memutuskannya.”

Pernyataan itu membuat Yuri penasaran. Ia menunggu Jessica melanjutkan kata-katanya.

“Aku ingin kau melanjutkan kehidupanmu seperti sekarang bahkan setelah kita menikah. Bisakah kau berjanji padaku?”

Jessica sudah lama memikirkan hal ini. Ia tidak bisa membiarkan Yuri meninggalkan kehidupannya demi dirinya. Kesediaan Yuri untuk menikahinya sudah cukup membuatnya bersyukur. Oleh karena itu ia memutuskan bahwa ia harus memberikan kebebasan ini pada Yuri.

“Kau yakin, Sica?”

“Ya, aku yakin. Kita hanyalah pasangan suami istri di atas kertas.”

“Tapi aku yang akan menjagamu.”

“Aku tahu tapi aku mau kau punya kebebasan juga. Itu saja.”

“Kalau kau bilang begitu.”

Yuri tersenyum hangat dan memahaminya. Ia lalu menyadari sesuatu.

“Bukankah kau selalu mual-mual saat pagi?”

Jessica tidak menyadarinya. Ia belum muntah. Pagi hari selalu membuatnya merasa tidak karuan. Tapi tidak hari ini.

“Aku tidak merasakannya.”

“Udara di Seoul sudah menyembuhkanmu.”

Penyataan yang dibarengi dengan ekspresi wajah yang lucu membuat Jessica tertawa. Melihat dia tertawa, Yuri ikut tertawa juga. Hari ini adalah awal yang baik bagi mereka.

~~~;~~~;~~~

Tiffany memandang sekeliling restoran begitu ia masuk.

“Di mana dia?”

Ia kembali mengedarkan pandangannya dan melihat sahabatnya melambaikan tangan padanya. Ia merasa kegirangan. Terakhir kali ia bertemu dengannya adalah setahun yang lalu karena ia sibuk menyelesaikan sekolahnya di Seoul. Ia berjalan menghampiri sahabatnya. Gadis yang menunggunya itu berdiri dan Tiffany melompat memeluknya erat.

“Jessi! Aku merindukanmu!”

“Aku juga!”

“Astaga!”

Kedua gadis itu menarik perhatian pelanggan-pelanggan yang lain. Merasakan tatapan mereka, Jessica segera menarik Tiffany duduk. Tapi tawa mereka belum reda.

“Astaga, Jessi! Apa kabar?!”

“Aku baik.”

Jessica merindukan sahabatnya. Ia tidak bisa sering-sering pergi ke Seoul dan sejak Tiffany pindah dari New York 5 tahun yang lalu, gadis tersebut bahkan tidak bisa mengunjungi Jessica di Amerika. Kadang-kadang mereka akan merencanakan liburan bersama hanya untuk bertemu dengan satu sama lain.

“Jadi bagaimana Seoul? Aku harap kau tinggal lebih lama di sini.”

“Sebenarnya, ada yang ingin aku katakan padamu.”

Tawa Tiffany mereda. Jessica belum mendapatkan kesempatan untuk memberitahunya. Sekarang adalah waktu yang tepat.

“Aku akan menikah.”

“APA?”

Mata terbelalak karena terkejut dan mulut menganga adalah apa yang didapat Jessica dari reaksi Tiffany.

“T-tapi…Siapa?”

“Kau mungkin kenal dia.”

“Aku?”

Jessica mengangguk. Tiffany bersandar di kursinya. Ia menyiapkan dirinya. Ia tidak kenal banyak laki-laki di Seoul selain pacarnya. Tidak mungkin dia kan? Tiffany menahan napasnya menunggu nama itu keluar dari mulut Jessica.

“Kwon Yuri.”

Tiffany menghela napas lega. Itu bukan pacarnya. Terima kasih tuhan. Tapi Yuri?

“Kalian berdua berpacaran? Kukira…”

“Tidak, kami dipaksa menikah. Lebih seperti dia yang dipaksa untuk menikahiku. Kurasa aku hanya ikut-ikut saja.”

Jessica memotong ucapannya. Tiffany masih tidak mengerti.

“Dipaksa? Kemana perginya Jessica Jung yang dingin seperti es? Kukira tidak ada seorang pun yang bisa memaksamu.”

Jessica menggigit bagian dalam pipinya. Haruskah ia berkata jujur? Mungkin ia harus.

“Aku hamil.”

Sekarang Tiffany tidak bisa berkata-kata. Berita ini sangat mengejutkan. Tapi mengenal Yuri, ini tidak mungkin. Yuri bukanlah malaikat tapi dia tidak pernah menjadi iblis.

“Yuri menghamilimu? Apa yang terjadi pada Tyler?”

Jessica menggelengkan kepalanya.

“Tyler menghamiliku. Dia tidak menginginkan bayinya.”

“DASAR BRENGSEK!”

Jessica menyuruh Tiffany memelankan suaranya. Suara nyaringnya menarik perhatian pelanggan-pelanggan lain. Memelankan suaranya, Tiffany kembali berbicara.

“Dia brengsek.”

“Thank you bestfriend.”

“You’re welcome. Tapi aku masih tidak mengerti kenapa Yuri terlibat dalam semua ini?”

“Dia setengah dipaksa oleh ayahku dan ayahnya sendiri. Tapi kemudian dia menyetujuinya. Jadi di sinilah aku, di Seoul dan sedang bersiap-siap untuk melaksanakan pernikahanku dalam 12 hari. Mereka akan mengumumkannya dua hari lagi.”

Tiffany bersandar di kursinya. Untuk sedikit informasi, ini terlalu berlebihan. Tapi dia adalah sahabatnya. Mereka berjanji untuk saling membantu tidak peduli apa pun yang terjadi.

“Wow, Jessi. Selamat atas pernikahan dan kehamilanmu?”

Tiffany tidak tahu bagaimana menanggapi kehamilan Jessica. Tapi itu bagus. Tapi bukan dalam situasi saat ini. Jessica membalasnya dengan senyuman. Jessica sudah bisa menerimanya.

“Jadi alasan kenapa aku memintamu untuk bertemu karena aku ingin kau menjadi pendamping pengantinku. Krystal tidak bisa datang tepat waktu jadi kau adalah pilihan terbaik.”

“Yah, kau menempatkanku sebagai pilihan keduamu!”

Jessica tersenyum lebar sementara Tiffany semakin merengek.

“Kau adalah yang pertama di daftar temanku.”

“Baiklah.”

Mereka berdua tertawa. Begitu mereka berhenti tertawa, Tiffany berpikir bahwa ia harus memberitahu Jessica.

“Hanya untuk memastikan Jessi, Yuri menyetujuinya begitu saja?”

Jessica mengangguk.

“Kenapa?”

“Apa kau tahu kalau Yuri sudah punya pacar? Namanya Oh Hayoung, pewaris Oh Group Manufacturing.”

Jessica tidak mengetahui hal itu. Tapi kemudian ia mengingat janji mereka pagi tadi.

“Tidak apa. Aku tidak keberatan.”

“Jessi, kau bisa terluka nantinya.”

Merasakan kekhawatiran sahabatnya, ia tersenyum menenangkan.

“Jangan mencemaskanku. Aku akan baik-baik saja.”

Tiffany tahu itu adalah aba-abanya untuk mengganti topik pembicaraan. Jessica tidak ingin membicarakannya.

“Oke, kapan kita akan belanja gaun pengantinmu?”

~~~;~~~;~~~

Yuri menunggu di gerbang kedatangan. Saat itu sudah lewat tengah malam tapi ia masih belum melihat Hayoung. Setelah memastikan Jessica baik-baik saja dan tertidur lelap, ia pergi diam-diam, tidak ingin seorang pun tahu kalau ia pergi keluar. Untungnya, ia tidak berpapasan dengan ayahnya ataupun para pelayan. Ia kembali melirik jam tangannya. Tiba-tiba ia merasakan sepasang lengan merangkul pinggangnya dari belakang. Ia tersenyum.

“Aku merindukanmu, Yul.”

Perlahan melepaskan rangkulannya, Yuri berbalik dan memeluknya.

“Aku juga merindukanmu.”

Hayoung mendekat namun Yuri sedikit enggan. Hayoung mengerutkan dahi.

“Tidak ada kecupan selamat datang untukku?”

“Aku antar kau pulang, oke?”

Ia memajukan bibirnya. Yuri hanya tersenyum dan mengecup bibirnya. Merasa puas karena ia tahu Yuri tidak suka keintiman di tempat terbuka, ia menggandeng lengan kirinya sementara Yuri membantu membawakan kopernya. Ia menyandarkan kepalanya ke lengan Yuri.

“Yul, aku lapar. Kita makan dulu ya? Dan aku juga merindukanmu. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu.”

Ia memberikan puppy eyes padanya sehingga dia menuruti permintaannya.

“Oke tapi setelah itu aku mengantarkanmu pulang oke?”

“Oke!”

~~~;~~~;~~~

Makan malam mereka sangat menyenangkan dan karena ia lapar, makanannya pun bahkan terasa lebih enak. Mereka kini sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Tak lama mereka pun tiba di rumahnya. Yuri memasukkan mobilnya dan memarkirkannya tidak jauh dari pintu depan rumah Hayoung. Hayoung mengencangkan gandengan lengannya di lengan Yuri menolak untuk melepaskannya.

“Kita sudah sampai.”

“Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu denganmu.”

Suara merdunya membuat Yuri tiba-tiba merasa bersalah. Ia harus memberitahunya.

“Hayoung, ada yang ingin aku katakan padamu.”

“Katakan saja.”

“Aku akan menikah akhir bulan ini.”

Hayoung melepaskan gandengannya dan Yuri melihat matanya meneriakkan kesakitan. Ia mencoba untuk meraih tangannya namun Hayoung mendorongnya. Dengan air mata yang tumpah keluar, ia menguatkan dirinya untuk mendengarkan kebenaran yang terasa pahit itu.

“Kenapa?”

“Ini rumit.”

“KENAPA?!”

“Sayang, aku mencintaimu. Sungguh. Kumohon percayalah padaku.”

Hayoung mendorongnya ketika Yuri mencoba mendekatinya lagi.

“Kau mencintaiku dan wanita lain?! Begitukah?!”

“Ayahku memaksaku. Dan kami berdua setuju kalau ini hanya formalitas. Tidak lebih. Setelah 9 belum aku berjanji aku akan menikahimu.”

“9-9 bulan? A-apa maksudmu?”

Ia berdoa keras semoga ini tidak ada hubungannya dengan apa yang ia pikirkan sekarang.

“Dia hamil.”

“HENTIKAN YUL!”

Air mata Hayoung akhirnya tumpah. Hati Yuri terasa sakit melihatnya seperti ini. Hayoung berniat membuka pintu tapi Yuri tidak bisa membiarkan dia pergi begitu saja. Akhirnya, ia berhasil meraih lengannya menariknya ke arahnya. Ia mencium Hayoung melukiskan cintanya yang abadi untuk gadis itu. Hayoung menolaknya namun akhirnya menyerah pada kelemahannya; Yuri. Yuri merangkul pinggangnya menariknya lebih dekat sementara Hayoung merangkul lehernya. Merasa kehabisan napas, mereka akhirnya mengakhiri ciuman itu dengan kening yang saling bersentuhan.

“Aku berjanji setelah 9 bulan aku akan menikahimu. Kumohon Hayoung, aku mencintaimu.”

Yuri tidak ingin menjelaskan kehamilan itu. Ia masih harus melindungi rahasia Jessica. Hayoung perlahan membuka matanya yang dibahasi air mata.

“Kau berjanji kalau dia tidak akan lebih dari sekadar itu?”

“Aku berjanji.”

Hayoung tidak menginginkannya tapi ia sangat mencintai Yuri dan tidak ingin melepaskannya. Ia sangat mempercayai Yuri. Jika Yuri meninggalkannya, ia bisa mati.

“Jangan tinggalkan aku Yuri.”

“Tidak akan.”

~~~;~~~;~~~

TBC

kalian di kubu siapa nih? Yul or Sic haha

credit: bluppy @AFF

byong~

Advertisements

63 thoughts on “9 Months [Chapter 3]

  1. kita di kubu yulsic hahaha…..
    aigooo pagi 2 sica udah blusing..
    apa yg akan terjadi selanjutnya?, sica udah memberi kebebasan ke yuri untuk menjalani hidup nya seperti biasa. bagaimana kelanjutan hubungan hayoung dan yuri?. ha….. penasaran nunggu next chapternya.

  2. Huff..nggak mungkin nih akan tidak apa2 selama 9 bln..ya kn?😊
    Diliat dr perhatiannya yul ke sica kyknya udh mulai ad rasa tu😊
    Tp si yul nggak bs lepasin hayong😥rumit nih..

  3. yah…yuri nya udh taken sodara sodara…tp masa si yulsic tinggal bareng slama 9 bln ga trjadi apa2 rasanya MUSTAHIL hehe…

  4. Gw di kubu yulsic selamanya hahahhaa…
    Aaaahh bkal tmbh rumit nihhhh knp yul hrus jnji kyak gtu ke hayoung duhhhh degdegan hati gw….

  5. hidup yulsic!!
    apaan sih yuri. pake berjanji mau mnikahi hayoung sgala. ntar prjalanannya msti ga bgini deh. yulsic psti bkal ada rasa. iyakan? lnjut!!

  6. so pasti di kubu yulsic donk, agak was was jg nih kalo ternyata sebelum 9 bulan salah satu diantara mereka ada yg cinta

  7. Yaahhh..yul, serius jah cmn 9 bulan…??? Hbis itu di tinggalin..maldo andweee…
    Gw gk rella klo yul balik ma hayoung…..huff…
    Tp gw ttp si garis yulsic….
    Always…forever yulsic 🙂 🙂 🙂 🙂

  8. Begini nih klo hrus memilih dianttra dua pilihan hhay #lebay
    Mungkin klo sica ga ksih kebebasan sma yul bisa jd yul putusin pacarnya bner ga tp karena sica yg minta jd yul berani janjiin bgtu sma pacarnya .. Aku berharap jgn sica duluan aja yg suka sma yul yg ada malah sakit hati dahh ..
    Fany udh nongol pasti tae juga nyusul dong #ngarep hhhe

  9. Knp jd begini emang bener yul d paksa kawin and dah punya pacar tp gak segitunya juga kali setelah nikah masih pny hubungan ama yg lain walau sica memberikan kebebasan d mana hatimu yul…..,

  10. RuRumiiiiit sinetron bngt huaaaaaa asik TIFF nongol pokokny HIDUP TAENY!!!!! HIDUP YULSIC!!! mksih update tnnyaaa 😀

  11. Waduh di situ yuri tipe orang yg gk mungkin ingkar janji, dia udh janji gtu ma pcarnya. Takutnya mlah ending nya yulsic gk brsama.. ngeri ah, klo bisa dibkin yuri dulu dahc yg suka ma sica 😁😁😁

  12. Makin seru nih ceritanya hehe
    Kalo di suruh milih ya pengennya sih kubu keduanya wakakakak
    Dan sepertinya sica yg akan tersakiti, krn dia nyuruh yuri tetap melanjutkan kehidupannya

  13. Rumit rumit rumit mudah mudahan j mreka bnrn g sling suka. 9 bln g baper kyk nya g mgkn aplgi sica. Smga aj pd dpt yg trbaik

  14. Hayoung siapa sih? Pemeran baru yah?? Gue kasih goceng,tuh olang bisa dimatiin ga thor??? #jahat 😀

  15. Kubu yul, jessnya biar tau rasa. Gaya bahasa lo lebih enak nih jadinya thor, gue suka. Semangat untuk kerjain ‘hal-lebih-penting’ ya thor.

  16. Kubu tae dgn ke byunanya hehe
    Berdoa di 9 bln pernikahan mereka nnti akan ada kejadian dmana merka saling ehem hehehe

  17. yul bisa aja nih pagi2 bikn anak orang merah2 hehe, waduh gawat nih kl yul udh bikn janji gitu ke hayoung, krn gak yakin kl slama 9 bulan yulsic gak ada apa2, yulsic kn slalu di takdirkn ada apa2
    hidup kubu yulsic, persatukan yulsic, cariin hayoung yg lain#iniharus
    bner bngt tuh yg di bilang ppany, teler emng brengsek

  18. Kubu dua2nya kekeke.. wahh.. sweet nya dpt pisang Thor.. trus juga itu.. yaahh… si yul.. yaahh… entr si sics tersakiti dong.. oh NO… andwae…. aku tidak mau… tolong… *lebay* #plak 😣😝😝😜😜 hehehe

  19. Hallaaahh ngpain sih uncle tamvan jnji” sgala ma hayoung 😒😣
    Aing sumvhin dah, plng dri rmh hayoung “kcelakaan” 😲 eh mksdnya jtuh cinta ma aunty ksyangn…
    .
    Duh si mommy g ush was” gtu kli 😁 daddy g bkal di ambil kok ma aunty >< daddy kn cmn mlik mommy seolang.. wkwkkw

  20. Gue di kubu yul dunk,tpi sumpah gue masih ga habis fikir knp yul ikhlas gitu mo nikahin jess??? Dan gue tau pernikahan ini ga hanya untuk 9 bulan,hehee

  21. ishh, yul knp buat janji ma si hayoung cb?
    gw di kubu YulSic.. knp jadi rumit bgini
    hayoung siapa si dia? pake peluk” manja ma yul kepunyaan sica.. ishh

  22. Halu..gw anak baru 😁
    Jujur gw baru baca cerita yg ini dari part 1 tapi gw sekalian nongolnya di part yg ini hehe maap

  23. Eaaa selamat datang drama 😁😁 yul jan janji2 dulu takutnya lu khilaf bener suka am sica 9bulan men pasti bakal ad rasa lah..
    Dan gue setuju am komentar salah satu reader jan ampe sica duluan yg punya rasa *gatega kitati ntar 😭
    Eaa ad panul bentar lg taeng muncul 😁😁

  24. Kubu fany juga ahh…. jadi kangen ntip 😢😢😢
    Eh, kok ngikut melenceng jg ya 😂😂
    Itu yuri kenapa janjiin nikah sama hayoung juga!!! Udah dicariin yg lebih oke juga. Terima sica aja napa sih….

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s