9 Months [Chapter 4]

Cheer Up!!

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 4

 

Jessica sama sekali tidak bisa tidur. Pikirannya kerap mengulang apa yang dikatakan Tiffany. Yuri sudah punya pacar dan rupanya dia sangat mencintainya. Haruskah ia menanyakan hal ini pada Yuri? Meskipun demikian, mereka setidaknya harus jujur kepada satu sama lain. Tapi ia sudah berjanji kepada laki-laki itu kalau dirinya tidak akan mencampuri kehidupan pribadinya.

“Mungkin aku harus membicarakannya dengan Yuri?”

Ia mendesah. Maukah Yuri membicarakannya? Jessica sama sekali tidak tahu. Tadi malam Yuri keluar rumah diam-diam. Ia merasakan Yuri keluar dari kamarnya dengan jalan berjingkat-jingkat dan dia tidak pulang bahkan setelah pukul 2 pagi. Mungkin dia sedang bersama pacarnya. Memikirkan hal itu membuat Jessica merasa bersalah. Hayoung tidak sepantasnya menerima semua kepiluan ini. Terutama kehilangan Yuri.

“Nona Jung?”

Jessica mendengar seorang pelayan memanggil namanya dari luar kamar.

“Ya?”

“Tuan Kwon memintaku untuk membantu Anda jika Anda membutuhkan bantuan.”

Jessica perlahan berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya, membukanya sedikit. Ia tersenyum kecil kepada pelayan itu sebelum menyuruhnya pergi dengan sopan.

“Tidak apa-apa. Aku akan turun sebentar lagi.”

“Tapi Nona Jung…”

“Tidak apa-apa. Aku akan beritahu Uncle Sang Woo kalau aku bisa mengatasinya sendiri. Kau boleh pergi dan melakukan pekerjaanmu. Terima kasih.”

Melalui ekspresi wajahnya, Jessica tahu pelayan itu enggan pergi tapi ia memberikan pandangan meyakinkan padanya, memberitahunya kalau dia boleh pergi. Dengan begitu pelayan itu pergi. Jessica perlahan menutup kembali pintu itu dan bergegas pergi ke tempat tidurnya. Ia berbaring menatap langit-langit kamarnya. Ia menutup matanya. Tiba-tiba ia merasa mual lagi. Ia segera lari ke kamar mandinya dan muntah di westafel. Ia kira dirinya sudah sembuh dari mual-mual tapi sepertinya tidak. Tenggorokannya terasa nyeri karena terlalu banyak muntah. Ia baru saja akan muntah lagi ketika ia merasakan usapan tangan di punggungnya. Itu adalah tangan Yuri.

“Kau muntah lagi?”

Jessica mengangguk lemas tapi kemudian muntah-muntah lagi. Dengan lembut Yuri mengusap-usap punggungnya dengan harapan dia akan merasa lebih baik. Jessica muntah sekali lagi dan menyalakan keran air membiarkan air itu mengalir. Ia berkumur-kumur. Yuri mengambil handuk kecil dan memberikannya kepada Jessica begitu dia selesai. Melihat wajah Jessica yang pucat, Yuri mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak muntah kemarin tapi bagaimana dia bisa mulai muntah-muntah lagi?

Yuri menahan Jessica dengan lengannya dan merangkulkan lengan kanannya di pundak gadis itu, menariknya lebih dekat. Jessica membenamkan wajahnya di dada Yuri dan membiarkan Yuri membawanya kembali ke tempat tidur. Yuri menuntunnya dengan hati-hati dan pelan-pelan membaringkannya di tempat tidur. Jessica menutup matanya. Yuri duduk di ujung tempat tidur di dekat Jessica.

“Mungkin kita harus pergi ke klinik, Sica. Biar dokter yang memeriksamu.”

Jessica menggelengkan kepalanya, tidak menyetujui rencananya. Yuri memastikan dirinya tidak jauh dari Jessica. Ia memegang tangannya dan menarik Jessica ke arahnya dengan punggungnya sendiri bersandar ke sandaran tempat tidur. Jessica meringkuk di pelukannya. Yuri melihat Jessica mulai merasa nyaman. Ia tersenyum.

“Sudah mendingan?”

“Ya.”

“Ingin muntah lagi?”

“Tidak.”

“Tidurlah sebentar. Aku akan membangunkanmu 30 menit lagi.”

Jessica mengangguk. Usapan laki-laki itu menenangkannya. Membuatnya lebih mengantuk dari sebelumnya. Ia tersenyum ketika ia mendengar Yuri bersenandung. Ia tidak tahu lagu apa itu tapi lagu itu membuatnya tenang.

“Yuri?”

“Hrmm?”

“Siapa Hayoung?”

Jessica merasakan tubuh Yuri menegang di sampingnya. Ia takut ia telah menyentuh topik sensitif jadi ia menolak untuk melihat reaksinya. Di sisi lain, Yuri tidak tahu kalau Jessica sudah mengetahuinya. Ia terlalu kaget untuk bereaksi. Jessica perlahan membuka matanya dan melihat Yuri balas menatapnya.

“M-Maaf Yul kalau itu topik yang  sensitif.”

Ekspresi wajah Yuri melunak. Ia tidak bisa berbohong terlalu lama. Rasanya tidak benar membohongi seseorang yang akan segera dinikahi.

“Tidak apa-apa. Seharusnya aku menjelaskannya padamu. Dia…pacarku. Kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Kau kenal dia. Dia putri Oh Sang Jin.”

“Kapan kau berencana untuk memberitahuku?”

Apakah ia mendengar nada sedih dari Jessica? Mengesampingkan pikiran itu, Yuri kembali berbicara.

“Aku tidak tahu. Mungkin setelah beberapa hari?”

Jessica perlahan melepaskan lengan Yuri dari tubuhnya dan menjauhkan diri. Yuri melepaskannya tapi matanya terus menatap gadis itu.

“Yul, aku tahu ini sulit bagimu. Aku sudah memberitahumu kalau aku akan menghargai keputusan apa pun darimu. Jadi kumohon jika ada sesuatu yang harus aku ketahui, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberitahuku.”

Jessica tidak main-main ketika ia mengatakan ia akan menghargai keputusannya. Ia berusaha keras untuk Yuri sebagaimana Yuri berusaha keras untuknya.

“Kami tidak putus dan aku…aku berjanji akan menikahinya.”

Yuri melihat Jessica menutup matanya sejenak dan menarik napas perlahan. Ia tidak tahu bagaimana reaksi Jessica nanti. Akankah dia marah padanya? Ia hanya harus menunggu.

Jessica membuka matanya menatap laki-laki itu.

“Yul, kau tidak perlu melakukan ini. Aku bisa meminta ayahku untuk menghentikan…”

Jessica tidak bisa melanjutkan kata-katanya ketika ia merasakan Yuri mendekatinya dan membungkam mulutnya dengan jari telunjuknya. Mereka saling berpandangan seolah-olah keheningan saat itu terasa benar.

“Aku tidak akan mengulang kata-kataku dan aku tidak mau mendengarnya sekarang. Kita bicarakan lagi setelah kau melahirkan bayimu. Jelas?”

Lalu Yuri tersenyum. Senyum hangat yang selalu ia berikan kepada Jessica. Jessica perlahan mengangguk. Yuri turun dari tempat tidur dan mengulurkan tangannya untuk Jessica.

“Kau sudah baikan ‘kan? Ayo kita makan. Setelah itu kita harus membeli beberapa barang untuk pernikahan kita.”

Jessica meraih tangannya dan berdiri mengikutinya. Ia melihat tangan mereka yang saling berpegangan dan kembali memandang pemandangan punggung laki-laki itu. Ia merasa beruntung karena memiliki laki-laki ini. Hanya dengan beberapa hari, Yuri sudah membuatnya merasa nyaman dan aman saat berada di dekatnya. Memiliki orang asing yang perhatian padanya seperti ini terasa baru bagi Jessica. Pasti akan sangat sulit untuk tidak jatuh cinta padanya.

‘Kenapa kau baik sekali Yul?’

~~~;~~~;~~~

“Kita mau pergi ke mana?”

Jessica memperhatikan Yuri yang mengemudikan mobilnya.

“Kita akan pergi ke kantorku dulu. Aku harus membereskan beberapa dokumen.”

“Uncle bilang kau sudah mengajukan cuti.”

Yuri tersenyum lebar dan melirik Jessica sekilas.

“Tapi aku masih harus membereskan beberapa dokumen penting Sica.”

Jessica menjawabnya dengan anggukan dan berbalik melihat pemandangan di luar. Suasana kembali hening. Yuri menyalakan radio dan memilih saluran secara acak. Untungnya beberapa lagu yang enak didengar diputar di sepanjang perjalan mereka ke kantornya. Yuri menghentikan mobilnya di depan pintu utama. Ia berbalik menghadap Jessica.

“Aku akan pergi ke atas. Kau mau menunggu di sini atau ikut ke dalam?”

“Bolehkah aku menunggu di lounge?”

Yuri tersenyum.

“Tentu.”

Yuri dan Jessica keluar dari mobil. Yuri menunggu Jessica dan menggenggam tangannya, sepenuhnya tidak menyadari rona merah di wajah gadis yang malu itu. Jessica tidak menduga Yuri akan menggandeng tangannya di tempat umum terutama ketika keluarga mereka belum mengumumkan pernikahan mereka. Mereka masuk ke dalam dan Jessica dapat merasakan pandangan orang-orang pada mereka. Tampaknya Yuri juga menyadarinya karena Jessica merasakan dia meremas tangannya. Mereka mencapai sofa dan Yuri membiarkan Jessica duduk. Ia melihat ke area resepsionis menyuruh resepsionis itu untuk menghampirinya. Pekerjanya segera menghampiri mereka.

“Ya Mister Kwon?”

“Pastikan Miss Jung merasa nyaman saat aku pergi ke atas.”

Ia lalu berbalik menghadap Jessica.

“Aku tidak akan lama.”

“Tidak perlu buru-buru. Aku akan baik-baik saja.”

Yuri mengangguk dan berjalan menuju lift utama meninggalkan Jessica bersama resepsionisnya.

~~~;~~~;~~~

“Ailee bilang kau ada di sini.”

“Pagi Fany.”

Tiffany duduk di depan meja Yuri. Ia memandang sekelilingnya. Tingkahnya diketahui oleh Yuri.

“Kau sedang mencari siapa?”

“Calon istrimu?”

Yuri mendongak dan mengangkat alisnya.

“Bagaimana kau…”

“Bagaimana aku tahu? Jessica Jung adalah sahabatku Yul.”

“Sungguh?”

“Ya. Aku menyelesaikan SMA-ku di LA, kau ingat?”

Yuri terkekeh. Bagaimana ia bisa lupa? Tiffany saat ini bekerja sebagai asisten pribadinya. Dia menyelesaikan kuliahnya yang harusnya tiga tahun menjadi satu tahun. Dia cukup ambisius.

“Aku tidak lupa, hanya tidak ingat.”

“Ngomong-ngomong di mana Jess?”

“Di lounge lobi. Dia tidak mau ke atas. Kau tidak memberitahunya kalau kau bekerja denganku?”

Tiffany menggelengkan kepalanya. Ia terlalu senang bertemu Jessica dan ia lupa menceritakan pekerjaannya sendiri kepada Jessica.

“Aku harus turun dan bertemu dengannya.”

“Sebelum itu, bisakah kau tolong beritahu pacarmu kalau aku masih harus menemuinya?”

“Apakah ini berbuhungan dengan kerjaan?”

“Tidak.”

Tiffany tersenyum licik.

“Beritahu saja sendiri.”

Tiffany lekas berdiri dan meninggalkan ruangannya. Yuri hanya bisa memandang Tiffany yang meninggalkannya menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Ia mendesah.

~~~;~~~;~~~

“Jessi!”

Jessica berbalik dan melihat Tiffany meneriakkan namanya.

“Fany?”

Tiffany memeluknya dengan erat. Jessica terlihat kebingungan. Apa yang Tiffany lakukan di sini? Jessica melepaskan pelukan dan menatapnya.

“Sedang apa kau di sini?”

“Aku? Aku bekerja di sini. Aku PA suamimu.” (t/n: PA = Personal Assistant)

“APA? Tapi kita baru 20 tahun! Bagaimana kau…”

“Yah! Itu penghinaan terhadap gen cerdasku. Aku lulus 2 tahun lebih awal.”

Tiffany terkekeh mengingat bagaimana orang-orang tidak mempercayainya. Dan sepertinya Jessica pun demikian.

“Ow ayolah Jessi. Kau tahu aku senang menyelesaikan semua hal lebih awal.”

“Tapi ini terlalu awal. Oke.”

Mereka berdua duduk di sofa. Ekspresi Jessica masih kebingungan. Tiffany mendesah.

“Yah, jangan dipikirkan! Ngomong-ngomong, kapan kita akan mencari gaun pernikahanmu?”

Mengesampingkan pikiran itu, Jessica bersandar di sofa.

“Yuri bilang dia sudah menjadwalkan fitting di hari Rabu. Kau bisa izin?”

“Aku akan mengikat suamimu di kursi kalau dia tidak mengizinkanku.”

Tiffany tertawa seperti iblis. Jessica geleng-geleng kepala.

“Kita belum menikah.”

“Sebentar lagi Jessi.”

“Terserah.”

Tiffany melihat Jessica memutar bola matanya. Di belakang Jessica, ia melihat Yuri keluar dari lift.

“Itu dia calon suamimu.”

Jessica berbalik dan melihat Yuri berjalan menghampiri mereka.

“Sudah?”

“Ya. Bisa kita pergi sekarang?”

“Oke.”

“Tiffany, telepon aku jika ada sesuatu yang tidak bisa kau tangani. Terima kasih.”

Tiffany melambaikan tangan ke Yuri dan Jessica. Ketika mereka menghilang dari pandangannya, ia tersenyum menyeringai.

“Kapan dua orang ini sadar kalau 9 bulan adalah waktu yang cukup lama untuk jatuh cinta?”

~~~;~~~;~~~

Yuri memasang dasi kupu-kupunya dan merapikan tuksedo-nya. Malam ini adalah saatnya. Malam ini, ia tidak akan mempunyai kebebasan yang sama lagi. Ia tidak mengkhawatirkan dirinya tapi ia mengkhawatirkan Hayoung. Hal terakhir yang diinginkannya adalah membuat Hayoung terluka karenanya.

“Mungkin aku harus putus dengannya.”

“Jangan.”

Yuri berbalik dan melihat Jessica berdiri di depan pintu kamarnya. Dia terlihat sangat cantik dengan gaun hitam yang mereka beli tadi. Gaun itu memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna menunjukkan tubuh idealnya. Yuri merasa terpesona akan kecantikannya. Bibirnya terangkat menampilkan senyum hangat dan tulus.

“Kau terlihat cantik.”

“Terima kasih.”

Jessica menjawabnya dengan wajah sedikit memerah, merasa malu dengan bagaimana Yuri menatapnya. Ia menghampiri Yuri dan membantu Yuri memasang dasi kupu-kupunya.

“Aku belajar memasang dasi kupu-kupu ayah sejak ibu meninggal.”

Yuri memperhatikannya tanpa suara ketika Jessica masih terfokus menyelesaikannya. Ia heran mengapa Tyler tega meninggalkannya menghadapi dunia ini sendirian? Ini sangat tidak adil bagi Jessica. Perlahan, Yuri meletakkan tangannya di bagian sisi wajah Jessica, menyelipkan helaian rambutnya ke belakang telinganya. Jessica mengangkat kepalanya dan pandangan mereka bertemu. Tangannya berhenti bergerak ketika Yuri menaruh tangannya yang bebas di pinggangnya.

“Yul..”

“Shh..”

Yuri membelai sisi wajah Jessica dengan ibu jarinya, membelainya lembut. Jessica tenggelam dalam mata Yuri seolah-olah mata cokelat yang terlihat hangat itu menariknya ke dalam. Yuri menurunkan pandangannya ke hidung Jessica lalu bibirnya. Ia perlahan mencondongkan tubuhnya yang bahkan ia sendiri tidak tahu mengapa. Seolah-olah tubuhnya memiliki pikiran sendiri. Jessica perlahan menutup matanya, menunggunya. Ia sendiri tidak tahu mengapa dirinya bereaksi seperti ini. Tinggal sedikit lagi hingga bibir mereka saling bersentuhan.

“Yul my boy!”

Jessica segera mendorong tubuh Yuri. Yuri menarik lengannya dari pinggang Jessica dan menjauhkan diri. Daniel Jung memasuki kamar bahkan tanpa menyadari dia baru saja menghentikan mereka. Yuri tersenyum kikuk dan membiarkan Daniel Jung memeluk dirinya sebelum memeluk putrinya. Jessica tiba-tiba merasa pipinya memanas karena malu.

“Apa kau senang tinggal di sini Sooyeon?”

“Ya ayah. Uncle Sang Woo dan Yuri memperlakukanku dengan baik.”

“Sungguh? Oh Yul!”

“Ya Uncle?”

“Terima kasih atas segalanya.”

Yuri lalu tersenyum sopan, memberitahu pria itu kalau ia tidak keberatan. Sang Woo lalu masuk.

“Kau sudah ada di sini Dan?”

“Aku naik taksi. Kau bilang mau menjemputku bodoh!” Kata Daniel main-main membuat Sang Woo tertawa. Yuri dan Jessica melihat kedua sahabat itu bercekcok di kamarnya. Yuri mendekati Jessica bahkan tanpa sepengetahuan dua orang itu dan menggenggam tangannya.

“Ayah, Uncle. Kita harus pergi sekarang atau kita akan terlambat.”

“Oh. Oke ayo kita pergi!”

~~~;~~~;~~~

Yuri memberikan Jessica minuman dan duduk di sampingnya. Tapi adakalanya kalian bisa melihat Yuri mencari-cari seseorang di antara kerumunan tamu undangan.

“Kawan!”

Yuri mengerang ketika seseorang baru saja memukul punggungnya dengan keras. Orang itu adalah Kim Taeyeon yang datang dengan pacar sekaligus PA Yuri, Tiffany.

“Apa-apaan Taeng.”

Taeyeon hanya tertawa dan duduk di salah satu kursi kosong bersama dengan Tiffany di sebelahnya.

“Ah, kau pasti Jessica Jung. Aku Taeyeon. Sahabat monyet bodoh ini.”

Jessica menerima sapaannya tapi ia terkekeh mendengar nama panggilan Yuri dan Taeyeon yang kekanak-kanakkan.

“Yah, midget!”

“Monyet!”

Yuri mendengus tidak senang.

“ByunTae!”

“Aku bangga dengan nama itu, oke?”

Mereka berdua tertawa, Jessica dan Tiffany geleng-geleng kepala melihat percekcokan mereka yang kekanak-kanakkan. Hingga mata Yuri menangkap seseorang, ia langsung berdiri.

“Erm, aku harus pergi sebentar.”

Ia tidak menunggu jawaban dari yang lain dan segera menghampiri targetnya. Ketiganya melihat Yuri berjalan menghampiri Hayoung yang baru saja datang bersama dengan orangtuanya. Tiffany melirik Jessica sekilas dan melihat matanya menunjukkan kesedihan. Sepertinya sahabatnya terpengaruh akan hal itu. Ia menggenggam tangan Jessica.

“Hei, kau tidak apa?”

Jessica segera menenangkan dirinya dan tersenyum kepada Tiffany.

“Aku baik-baik saja.”

“Kelihatannya tidak.”

Jessica menggelengkan kepalanya mengisyaratkan pada Tiffany jika dirinya tidak ingin membicarakannya. Taeyeon menyadari isyarat tersembunyi di antara Jessica dan Tiffany. Ia menoleh ke arah Jessica lalu kembali memandang Yuri yang saat itu menarik Hayoung pergi ke tempat lain.

‘Yah, dasar Kwon bodoh.’

~~~;~~~;~~~

Hayoung menciumnya dengan penuh gairah. Ia merindukan Yuri dan kehangatan tubuhnya. Ia merindukan keberadaan Yuri di dekatnya. Ia harus menerima bahwa dirinya harus berbagi Yuri dengan Jessica selama 9 bulan. Ia bisa berkorban selama Yuri kembali ke pelukannya setelah 9  bulan. Mereka melepaskan ciuman itu dengan enggan dan mata Yuri terpejam dengan satu tangan melingkar di pinggang Hayoung. Yuri membuka matanya dan tersenyum begitu matanya mendarat di mata gadis itu.

“Aku merindukanmu Yul.”

“Aku juga merindukanmu.”

Hayoung memeluknya dan bersandar di dadanya. Pemandangan taman itu terlihat indah tapi tidak ada yang bisa dibandingkan dengan kehangatan dari pelukan Yuri. Yuri menyandarkan dagunya di atas kepala gadis itu.

“Aku melihat Jessica bersamamu. Mereka akan mengumumkannya malam ini?”

Ia merasakan laki-laki itu mengangguk. Hayoung menyembunyikan rasa sakitnya dalam hati demi hubungan mereka. Ia menginginkan Yuri dan itu saja. Yuri tidak akan menyakitinya. Yuri tidak akan membuatnya terluka. Ia mempercayai laki-laki itu.

“Kau akan baik-baik saja?”

Suara Yuri terdengar cemas dan Hayoung tidak ingin laki-laki itu khawatir. Ia mengangkat kepala dan tersenyum.

“Aku siap. Tapi Yul, jangan tinggalkan aku oke?”

Laki-laki itu mengangguk sungguh-sungguh. Itu saja sudah cukup bagi Hayoung. Setidaknya untuk saat ini.

~~~;~~~;~~~

Yuri dan Jessica melihat ayah mereka naik ke atas panggung. Keduanya memasang senyum cerah mereka. Yuri melihat Jessica menunduk menatap pangkuannya. Ia diam-diam menggenggam tangan gadis itu. Mencondongkan tubuhnya, ia memastikan tidak ada seorang pun yang bisa mendengarkannya bahkan Tiffany dan Taeyeon.

“Aku ada di sini.”

Jessica benci melihat bagaimana Yuri dengan mudah membuatnya tertarik hanya dalam beberapa hari. Apa pun yang dikatakan laki-laki itu entah mengapa selalu membuat kekhawatirannya lenyap. Laki-laki itu terlalu mudah mempengaruhinya. Ia takut, bagaimana kalau tidak lama lagi laki-laki itu berhasil merobohkan dinding yang dibangunnya setelah Tyler? Jessica mengangkat kepalanya dan melihat Hayoung memperhatikan mereka berdua dengan kedua pasang mata yang terlihat sedih. Jessica merasa bersalah. Ia merampas Yuri dari Hayoung. Gadis itu tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini. Yuri menyadari ada sesuatu yang tidak benar sehingga ia melingkarkan lengan kanannya di pundak Jessica menariknya lebih dekat.

“Jangan khawatir Sica. Semuanya akan baik-baik saja.”

Tapi sebelum Jessica bisa balas menjawabnya, Sang Woo sudah memulai pengumumannya, memotong obrolan mereka.

“Saya ingin mengumumkan sesuatu. Saya dan Daniel ingin mengumumkan sesuatu. Kami sudah memutuskan untuk merestui putraku, Yuri dan putri dari Daniel, Jessica untuk menikah akhir bulan ini. Jangan khawatir, semua orang yang hadir hari ini akan diundang.”

Gemuruh tepuk tangan terdengar dari semua tamu undangan yang memandang Yuri dan Jessica, mengucapkan selamat kepada mereka di hari yang bersejarah ini. Yuri berdiri bersama dengan Jessica dan keduanya membalas dengan membungkuk sedikit sebagai tanda hormat. Mata Yuri beralih ke arah Hayoung, mata gadis itu memerah karena dia menahan air matanya. Yuri ingin pergi ke sana dan menenangkannya tapi saat ini prioritasnya adalah Jessica, calon istrinya.

‘Maafkan aku Hayoung.’

~~~;~~~;~~~

TBC

a/n: sorry gue baru nongol lagi, akhir-akhir ini emang lagi sibuk banget. 2 minggu kemaren ada study tour, minggu kemaren UTS, minggu ini ngerjain jurnal-jurnal. Sabar ya hehe Cheer Up!!!

btw album Jessica DAEBAK!~

byong~

credit: bluppy @aff

 

Advertisements

52 thoughts on “9 Months [Chapter 4]

  1. ya benar fany 9 bulan cukup buat jatuh cinta 😊
    dasar kwon pabo gimana bisa coba dia nyamperin hayoung pas lagi ada sica😭
    kan mommy gue sedih tu😫
    itu para appa ganggu aja ya hampir aja yul nyipok jessie ha..ha..

  2. Yap!!!
    Kapan 2 org ini menyadari bahwa 9 bln itu waktu yg cukup lama buat saling jatuh cinta,

    Ini aja bru beberapa hari sica udh tertarik ama yul, duh gmana 9 bln..

    Nasibmuu hayoungg.. Tabahlah..

  3. yah…dasar kwon bodoh. kenapa yul bersikap terlalu baik pada sica bikin sica memilki perasaan lebih terhadap yul.
    yah… sembilan bulan bukan waktu yg sebentar untuk mereka bisa saling jatuh cinta.

  4. Aahh kwon rda2 ngeselin nih… dia bkin sica jtuh cinta trlalu awal trus dia enggan lepasin hayoung yg ad mommy gw bkal mkan hati krn ga bsa berbuat bnyak… kwon yul babo….

    Dihhh si tatang bangga amat di panggil byuntae wkakakakakakaa..
    Semangat tarra gw maih setia menunggu ko😉😃

  5. ga usah nunggu 9 bulan, skrg aja kyknya sica udh mulai suka tuh dg yuri, tinggal yul nya aja yg bisa merubah dr rasa kasian ke rasa sayang, eeeaaaakk bahasa ku, wwkwkwk

  6. Aduuuhh pas ada nana hanyong apalah itu namanya langsung inget iya dia pacar yuri wkwkwkkw. Njiiir belibet gini ini cerita sica udah suka duluan saya yul, tapi si yul masih sama itu cewe n udah buat janji lagi bakalan nikahan dia astaga. Taeng bangga hangat ya dengan gelar byuntae kekekke

  7. yeah jessi mulai tertarik kah sama yul? dan yul perbuatanmu semakin membuat jessi enggan pergi nah, udah nikah beneran aja 😅

  8. Yoo yoo.. album nya emg daebak Thor.. wkwkk..
    Mmmhh.. yahhh.. jessie.. poor for you.. haadeeehhh… baru ge awal.. udah sedih gini..
    Itu beuh.. taeny di selipin.. wkwkwk..

  9. Gimane cwe pd ga baper sm tingkah yuri, wong baik gitu 😭😭😭 segitu jessicaa yg cpt bgt baper ape lg gua hahahaha. Dasarrr monyettt yuriiii lo bisa ajee yee bikin cwe seketika jatuh cinta dn nangis dlm wktu bersamaan good job.

  10. Aduh momy udh mulai falling in love ke yul 😍 kasian hayoung,,harusnya yul bisa tegas milih jgn dua2nya dipertahanin

  11. Yul jangan maruk gitu lah, pilih salah satu jessi ato hayoung??
    Yuri bener2 bikin baper, kalau semua cewek d perlakuin kayak gitu juga pasti bakal baper.

  12. Bkal mkan ati season 2 neh sica hahaha.. tu adegan kissing nya batal, yuri trllu ngasih harapan ke sica.
    Was was takut sad ending neh huhuhu

  13. Galon ni Yul d antara dua pilihan yg sama sama cantik.. Yul pilih hayoung ajj.. Drpd pilih Jessie udh bekas c kw..c kw kmna c tu mahluk ga bertanggung jwb ahmad.. Jangan sampe deh Yul jatoh cintrong sama Jessie

  14. Aaahhhhh……dasar yul knapa malah nemuin hayoung sih, Kan kasihan sicanya. Jadinya sica Kayak di PHP in gitu, Tapi gak apa2 sica 9 bulan pasti yul bakalan berpaling dari hayoung and jatuh cinta sama kamu.

  15. Yuuupzz bnr kata tiffany 9 bln itu bsa bikin mrka bnr2 saling jatuh cinta 🙂
    ini msh bbrp hr aj sica dh mlai terpesona …
    duuuhh kasian jg hayoung 😦

  16. hahahahaha taeng parah d panggl byuntae bangga …
    bnr tu kata tipanny 9 nln wktu yg lma, sica kyakx sudah mulai suka m yuri tinggal yuri saja yg harus membuat kputusan

  17. Yeyeee lalala yeyeee lalalaa , gk ada yg kaya yul di dunia ini , yul itu limited adition 😂😂😂 , njeessberuntung banget , gk bisa bayangin muka hayoung ! 😁 …

  18. gw sumpahin album jessica makin terbang … n gw brhrap author g lama updatenya wkwkwk dan buat kwon Y knpa makin ganteng… uhh gw hrap dsni sica g dibuat skit hati mulu…

  19. Sica dah jatuh kepesonanya yul pabo….icikiwirrr…
    Tp syang hati yul berbelah dua hahaha…

    Aischhh..awas jah yul nyakitin sicababy….gwe gk relaa..:'(
    Untung masih da si besttyyy…yg jd sandaran sica dikala sedihh…
    Ohh..pany..pany..pany…

  20. Woahh daebak paling setuju ma pendapat fany yulsic tidak sadar kalo 9 bulan itu semua bisa terjadi. Berharap yulsic bersatu. Moment taeny nya berharap nyelip

  21. Bagemana pun Jessie pasti ngrasa salah sama hayoung. Persona yup meluluhkan hati para wanita trutama Jessie,yulsic nikah stlahnya taeny moment #ngarep

  22. ishh,, yuri mah, gitu
    gini aja. pake coin.. tentuin tar siapa yg jadi istri muda ama istri tua..

    dan gw tetap berharap si hayoung orang ketiga..
    semoga taeny bs membantu hub mereka yg ‘9 bulan itu waktu yang cukup lama untuk jatuh cinta’ panny oh panny tumben lo bener

  23. Emng cm si monyet yg bs bikn sica klepek2, yul mah gitu, sica kn lama2 bs jatuh cinta bneran kl diperlakukn kyk gitu trus, tp tenang aja, bner tuh yg di bilng ppany, wktu 9 bln bisa kok bwt yulsic jtuh cinta, apa sih yg gak bwt yulsic
    Moga taeny bs bikn yulsic bneran jatuh cinta
    Ntr hayoung cariin jodoh yg lain deh thor, mo di apa2in yul tuh jodohnya sica 😊😊

  24. Hhhh bner yul jodohny sica trs taeyeon m tiffany bnr2 ky sinetron ni ff bkin cmpur aduk prasaan yg baca moga yulsic lks bersatu tq ff ny thor sehat sukses bhgia sll 😀

  25. Uncle yul plih aunty sica aj y? Si hayoung ptusin aj -_- udh nsibnya g bsa brstu dgnmu *tawajahat
    Njirr, daddy bangga banget dah di panggil byuntae.. Tp lucu ><
    Daddy ByunMi & Mommy Tippalay saranghae.. Wkwkwkw

  26. sory baru baca
    yul kynya lagi bingung dgn hatinya sendiri..enggan melepas hayong tapi mau juga ama sica..dlemma …

  27. Thor itu org tua haeyong emng gatau hub antara yul am anaknya??
    Emhh si monyet emng bodoh ye taeng ga peka dia 😂😂kekek
    Fany i agree with u 9 bulan waktu yg lama untuk jatuh cinta #asiiekk

  28. pernikahan yulsuc akhirx di umumkan tapi kasian bngt hayoung..susah bnget mau lepasin yul..
    mf thor..aq komenx mundur hehe

  29. 1 sisi kasian sama hayoung di 1 sisi lagi kasian sama sica 😔 hahh bingung maemunah 😔😔
    Thats right 9 bln wktu yg lama buat jatuh cinta. Elah jangankan 9bln bbrp hr juga udah dibkin klepek2 ckckck

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s