9 Months [Chapter 5]

Hi Hai!!

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

CHAPTER 5

 

“Jadi aku pendamping priamu?”

“Siapa lagi? Aku tidak punya banyak teman Taeng.”

Taeyeon melihat Yuri menghabiskan birnya dan menaruhnya di meja.

“Sejujurnya, kau tidak punya teman selain aku dan Yoong. Ngomongin anak itu, di mana dia?”

Yuri hanya mengangkat bahu. Si playboy Im itu tidak tinggal di tempat yang sama lebih dari satu bulan. Begitulah cara dia berurusan dengan semua mantan pacarnya. Seorang pelayan datang.

“Ada yang mau kalian pesan lagi?”

Taeyeon tersenyum menggoda.

“Melihatmu saja sudah cukup bagiku.”

Dalam hati Yuri mendengus mendengar gombalan basi Taeyeon. Taeyeon memain-mainkan alisnya. Pelayan itu hanya tersenyum.

“Tinggal menelepon Tiffany dan kau akan akan memohon belas kasihan dariku Taeyeon.”

“Oh, kau tidak asyik, Minah.”

“Salahmu sendiri.”

Pelayan bernama Minah itu menampar punggung Taeyeon dan meninggalkan keduanya. Yuri menertawakan Taeyeon sementara laki-laki yang lebih pendek itu mengerang kesakitan.

“Dia semakin hebat menyakiti orang-orang.”

Yuri memutar bola matanya.

“Dia hebat dalam memberikan pelajaran bagi para playboy, Taeng.”

Taeyeon tersenyum lebar dan meneguk birnya. Yuri meminta segelas bir lagi kepada bartender.

“Hayoung atau Jessica?”

“Huh?”

“Kau menunggu sms atau telepon?”

“Aku tidak mengerti apa maksudmu.”

Taeyeon mengesampingkan gelasnya dan meninju bahu Yuri menyebabkan laki-laki itu mengerang.

“Apa-apaan?”

“Setahuku, di antara kita bertiga hanya Yoong yang aktif menjadi playboy. Aku sudah pensiun dan dari dulu kau tidak pernah menjadi seorang playboy. Jadi kenapa sekarang kau memainkan hati dua gadis?”

Yuri menghabiskan birnya dalam sekali tegukan dan memutar bangkunya menghadap lantai dansa.

“Entahlah.”

Taeyeon terkekeh dan memutar bangkunya juga.

“Kau sadar kan kalau salah satu dari mereka akan terluka tidak peduli siapa yang kau pilih?”

“Aku tidak berencana untuk melukai siapa pun.”

“Jadi kau akan memilih dua-duanya? Kau egois.”

“Aku…aku tidak bisa menolak permintaan ayahku ditambah lagi Jessica adalah gadis yang baik. Rasanya seperti kembali ke masa kanak-kanak ketika aku…”

“Ketika kau selalu melindunginya?”

Yuri mengangguk. Samar-samar ia ingat kenangan-kenangan dirinya bersama Jessica dulu. Mereka dulu sangat dekat. Ia akan selalu melindungi gadis itu dari bahaya. Taeyeon bisa memahami isi hati Yuri. Temannya berada dalam masalah besar.

“Yul, aku tidak ingin merusak kebahagianmu tapi kau tidak bisa memiliki keduanya. Entah itu Hayoung atau Jessica.”

“Kau tidak mengerti Taeng.”

Yuri tidak bisa menyalahkan Taeyeon. Tidak ada yang tahu apa yang ia rasakan saat ini. Ia tidak tahu harus memilih siapa.

“Aku dan Jessica sepakat kalau kami akan tetap menjalani kehidupan kami seperti biasa bahkan setelah kami menikah. Aku rasa dia juga tidak ingin tinggal denganku. Setelah dia melahirkan, dia pasti akan pergi. Aku tidak mau terluka setelah 9 bulan itu berakhir.”

Taeyeon merasa simpati terhadap sahabatnya. Jika saja Jessica memiliki perasaan yang sama. Mungkin ia harus menanyakannya kepada Tiffany. Ya sudah seharusnya begitu.

“Tapi…”

“Bisakah kita menghentikan topik ini?”

“Oke oke.”

Merasa kalah, Taeyeon mengalah pada permintaan temannya.

“Kau sudah beritahu Yoong? Hanya tuhan yang tahu kapan anak itu akan pulang.”

“Ya, aku sudah mengirimnya email kemarin.”

Mereka berdua terdiam. Tubuh Taeyeon bergerak mengikuti alunan musik sementara Yuri memandang lantai dansa melihat orang-orang menari bersama kelompoknya dan pasangannya.

“Sedih bukan?”

Yuri menoleh ke arah Taeyeon dan mengangkat alisnya.

“Kau memiliki dua gadis cantik tapi kau malah duduk di sini bersamaku.”

Taeyeon meraih bahu Yuri dan mencondongkan tubuhnya ke depan.

“Apa kau jatuh cinta padaku Yul?”

Yuri mendorong Taeyeon dengan kasar menyebabkan laki-laki itu tertawa seperti iblis.

~~~;~~~;~~~

“Pagi Uncle.”

“Kau terlihat cantik hari ini Jessica.”

“Terima kasih Uncle.”

Jessica duduk di dekat Sang Woo dan mengambil seiris roti. Sang Woo memberinya segelas jus.

“Harusnya Daniel tinggal lebih lama di sini.”

“Ayah tidak bisa meninggalkan Soojung sendirian di New York lama-lama.”

Sang Woo mendesah. Jessica hanya balas tersenyum dan mulai mengunyah rotinya. Sang Woo memperhatikannya makan.

“Jessica, bolehkah Uncle mengatakan sesuatu?”

Jessica mengangkat kepala dan tersenyum cerah. Sang Woo membalasnya dengan senyuman.

“Apa kau tahu kalau pernikahan Uncle dengan ibu Yuri juga karena perjodohan? Kami sangat menolaknya. Di bulan-bulan awal pernikahan kami, kami sering bertengkar. Dia tidak bisa menghabiskan waktu berdua denganku tanpa bertengkar. Tapi seiring berjalannya waktu, kami belajar untuk hidup berdampingan dan akhirnya kami jatuh cinta. Uncle tahu pernikahan ini mungkin terlalu mendadak bagimu tapi Uncle sungguh berharap kau dan Yuri bisa melaluinya. Terkadang Yuri memang sulit dimengerti tapi dia anak yang baik. Uncle tahu dia akan menjagamu selama kau memberinya kesempatan.”

Jessica bisa melihat betapa tulusnya harapan Sang Woo bagi dirinya dan Yuri. Apa Sang Woo tahu kalau Yuri sudah punya pacar? Jessica berharap Sang Woo tahu kalau ini tidak semudah itu. Tapi ia tetap mengulaskan senyum.

“Aku akan berusaha Uncle. Aku tahu Yuri juga akan berusaha.”

Ia tidak sepenuhnya berbohong akan hal itu. Ia sudah bilang kalau ia akan mencobanya. Sang Woo tersenyum tulus. Jessica tidak sampai hati untuk merusak harapannya. Mungkin ia harus merencanakan sesuatu dan memberitahu Yul soal ini.

~~~;~~~;~~~

Tiffany setengah menarik Jessica dengannya ke dalam butik seperti yang sudah dijadwalkan Yuri. Pernikahan mereka hanya tinggal beberapa hari lagi. Ia terlihat lebih antusias daripada pengantin wanitanya sendiri.

“Fany, pelan-pelan.”

“Kau tidak senang Jess?”

Jessica hanya tersenyum melihat sahabatnya tenggelam dalam dunianya sendiri. Ia tersenyum menyeringai.

“Kau terlihat lebih bahagia daripada aku.”

Tiffany tidak memedulikannya dan terus memandangi semua gaun yang dipajang. Ia sungguh menyukai ide pergi ke sini. Seorang wanita yang mungkin berusia sekitar 30an keluar dari ruangan. Ia tersenyum pada keduanya. Jessica berdiri.

“Kau pasti Miss Jung? Mister Kwon memberitahuku kalau kau di sini untuk mengukur gaunmu.”

Jessica perlahan mengangguk. Tiffany mengulurkan tangannya kepada orang asing itu.

“Aku Tiffany Hwang, pendamping pengantinya.”

Orang itu tersenyum pada Tiffany dan menyambut sapaan gadis itu.

“Aku Park Jiyoung tapi aku lebih suka dipanggil dengan nama designer-ku, Kahi.”

Mata Tiffany terbelalak. Jessica melihat sahabatnya seperti kesulitan bernapas.

“Ada apa denganmu?”

“ASTAGA. Kau Kahi perancang busana terkenal itu? Astaga!”

Kahi mengangguk pelan dan Tiffany memekik lebih keras hingga Jessica menyikutnya. Mengabaikan sahabatnya, Tiffany terus berbicara.

“Pantas saja kau terlihat familiar!”

“Aku senang mengetahui kau mengenalku.”

Jessica sudah mulai kesal. Ia sengaja berdeham, menarik perhatian kedua orang itu.

“Saya minta maaf Miss Jung. Silakan duduk. Kita bisa mengukur gaunmu sekarang sambil menunggu Mister Kwon.”

Jessica hanya tersenyum dan duduk dengan Tiffany yang ikut duduk juga. Kahi memerintahkan seorang gadis yang Jessica pikir adalah asistennya untuk mengeluarkan gaunnya. Gadis itu perlahan menarik sesuatu yang besar ditutupi dengan kain abu-abu. Ia menduga itu adalah sebuah mannequin yang mengenakan gaunnya. Kahi beranjak dari kursinya dan berdiri di samping benda itu.

“Mister Kwon membantuku menentukan ukuranmu sehingga aku bisa menyelesaikannya sebelum kau tiba di Seoul.”

Jessica merasa berterima kasih kepada Yuri. setidaknya ia tidak perlu bersusah payah mengukur gaun pengantinnya. Ia berharap desainnya sesuai dengan yang diinginkannya. Kahi perlahan menarik penutupnya dan menampakkan sebuah gaun putih. Jessica mendengar Tiffany menghela napas kaget. Ia tahu mengapa; gaun itu sangat cantik dan sederhana dengan V top yang diakhiri dengan sentuhan manik-manik yang tidak terlalu berlebihan. Panjang gaun itu pun sesuai dengan keinginannya. Perlahan ia berdiri dan berjalan ke arah Kahi dan gaunnya.

“Kau menyukainya Miss Jung? Mister Kwon memberitahuku persis seperti yang kau inginkan.”

Tiffany melihat Jessica mengagumi gaun itu. Ia ikut merasa senang. Yuri melakukannya dengan baik. Ia mengingatkan dirinya untuk memuji Yuri nanti. Jessica terlihat mengagumi desain gaun itu. Gaun itu terlihat sempurna baginya dan seolah-olah dibuat sesuai dengan keinginannya; sederhana tapi elegan.

“Ya…gaunnya terlihat cantik…”

Kahi tersenyum puas.

“Kau harus mencobanya.”

Jessica membiarkan perancang busana itu mengajaknya masuk ke dalam sementara Tiffany menunggu di luar. Ia tahu ekspresi di wajah Jessica. Wajahnya menunjukkan kebahagiaan dan bagi Tiffany itu sudah cukup. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim SMS pada pacarnya.

ToTaeyeon

Kau di mana?

Beberapa saat kemudian ia mendapatkan balasan dari laki-laki itu.

From: Taeyeon

Di hatimu.

Tiffany terkekeh membaca SMS darinya. Ia baru saja akan membalasnya ketika ia merasakan sepasang lengan merangkul lehernya.

“Aku di sini.”

Tiffany melepaskan rangkulannya dan berbalik menghadap sepasang mata cokelat yang membuatnya jatuh cinta.

“Bukannya kau ada di hatiku?”

“Sekarang aku ada di depanmu dan memelukmu.”

Taeyeon tiba-tiba mengerang kesakitan mengejutkan Tiffany. Tiffany menengok ke belakang dan melihat Yuri dengan ekspresi jijik di wajahnya. Wajah Tiffany memerah. Taeyeon berbalik.

“Yah! Kenapa kau lakukan itu?!”

“Kau menjijikkan Taeyeon.”

“Di mana Sica?”

Yuri tidak memedulikan Taeyeon dan mengarahkan pertanyaannya kepada Tiffany yang terlihat mengusap-usap punggung Taeyeon di mana ia memukulnya tadi.

“Dia sedang ganti baju. Duduklah.”

Yuri membiarkan pasangan itu berada di dunia mereka sendiri sementara ia mengeluarkan ponselnya. Begitu ia melihat layar ponselnya, sebuah SMS masuk. SMS dari Hayoung.

Yul, aku merindukanmu.

Senyum lebar menghiasi wajah Yuri. Ia baru saja akan membalasnya ketika Kahi tiba-tiba keluar dan menyapanya.

“Akhirnya kau datang juga.”

“Maaf terlambat.”

“Kau datang tepat waktu. Miss Jung?”

Jessica perlahan keluar dari ruang ganti dan berhenti di samping Kahi. Yuri tidak berkedip dan matanya terus menatap gadis itu. Dengan seulas senyum malu-malu di bibirnya, Jessica perlahan berbalik.

“Bagaimana penampilanku?”

Tiffany menghampiri Jessica dan memekik gembira. Ia memegang kedua tangan Jessica.

“Kau terlihat fantastik bestie!”

“Sungguh?”

“Ya! Benar kan Taeyeon?!”

Taeyeon tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.

“Kau terlihat luar biasa. Gaun yang bagus.”

Mata Jessica beralih ke arah Yuri meminta pendapatnya. Yuri perlahan menaruh ponselnya dan berdiri. Ia berjalan menghampiri Jessica dan berhenti tidak jauh dari gadis itu sambil menatap matanya lurus-lurus.

“Kau terlihat…cantik.”

Mendengar pernyataan itu, Jessica tersipu. Jarak di antara mereka juga menambah rona merah di pipinya. Jessica menunduk menatap lantai berusaha keras agar Yuri tidak melihat wajahnya. Ia merasakan jari laki-laki di bawah dagunya perlahan mengangkat kepalanya dan sekali lagi pandangan mereka bertemu. Yuri lalu tersenyum.

“Kau adalah pengantin wanita tercantik yang pernah aku lihat.”

Kahi, Taeyeon dan Tiffany melihat mereka berdua yang sepertinya tenggelam dalam dunia mereka sendiri sambil saling berpandangan. Pandangan Yuri tidak pernah meninggalkannya dan begitu pula dengan Jessica. Seolah-olah waktu telah berhenti berputar. Kahi berdeham menarik perhatian keduanya. Yuri mundur beberapa langkah sementara Jessica memalingkan muka. Yuri menggaruk belakang kepalanya dengan kikuk.

“M-Maaf.”

“Tidak apa-apa Mister Kwon. Mengagumi tunanganmu sendiri itu hal yang biasa.”

“Y-Ya.”

Tiffany dan Taeyeon saling berpandangan dan tersenyum lebar.

“Apa kau memikirkan apa yang aku pikirkan Fany?”

Memastikan obrolan mereka tidak terjangkau oleh telinga Jessica atau Yuri, Tiffany balas berbisik kepada Taeyeon.

“Ini tidak akan lama.”

~~~;~~~;~~~

Yuri dan Jessica akhirnya kembali ke kediaman Kwon. Setelah mengunjungi perancang busana mereka, mereka pergi mengurus band, kue, dan catering untuk hari pernikahan mereka. Hari itu cukup melelahkan namun juga menyenangkan bagi Jessica karena ia bisa mengenal Yuri lebih dekat.

“Di mana Uncle Sang Woo?”

Jessica tidak melihatnya ketika ia masuk bersama Yuri. Yuri menyuruh salah satu pelayan untuk mengambilkan mereka minum.

“Ayah memberitahuku kalau dia harus pergi ke Cina selama 2 hari.”

Jessica hanya menganggukkan kepalanya. Ia mengambil gelas yang disuguhkan oleh pelayan dan meminumnya. Yuri melihat gadis itu berdiri sambil minum sehingga ia perlahan memegang pinggangnya.

“Duduklah Sica. Kau bisa tersedak.”

Gadis itu menurut dan duduk di sampingnya. Yuri melirik gadis itu dan harus ia akui gadis itu terlihat sangat lucu. Jessica akhirnya selesai minum dan menaruh gelas itu di atas meja. Ia bersandar di sofa. Yuri memalingkan muka dan menghabiskan minumnya. Ia menaruhnya di atas meja.

“Sica, kurasa-”

Ketika Yuri berbalik, ia terkejut melihat Jessica sudah tertidur nyenyak. Tanpa sadar ia tersenyum.

“Tidur pasti adalah hobimu.”

“Sica?”

Yuri memanggilnya dengan pelan berharap tidak mengejutkannya. Tapi sepertinya gadis itu tidak mendengar namanya dipanggil. Yuri berdiri dan menggendongnya ke kamarnya. Ia membaringkan gadis itu di tempat tidur sebelum menyelimutinya menutupi dada dan kakinya. Setelah selesai, Yuri perlahan membungkuk dan mengecup keningnya.

“Selamat malam sleepyhead.”

~~~;~~~;~~~

Hayoung berjalan mondar-mandir dan matanya terus menatap layar ponselnya. Yuri tidak meneleponnya seharian. Tidak sama sekali. Apakah dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia lupa membalas semua SMSnya? Atau mungkin dia bersama gadis itu?

“Tidak. Yuri tidak akan menyakitiku. Dia tidak akan selingkuh di belakangku.”

Ia kembali menatap layar ponselnya, sudah pukul 00.30 malam.

“Tapi bagaimana kalau dia bersama gadis itu?”

Mengumpulkan seluruh keberaniannya, Hayoung memanggil nomor Yuri. Ia menunggu laki-laki itu mengangkat teleponnya.

“Halo?”

~~~;~~~;~~~

Yuri merasa kasurnya bergetar. Dengan lelah ia mencari-cari benda yang sudah membangunkannya tengah malam begini. Itu adalah ponselnya. Dengan mata terpejam, Yuri mengangkatnya.

“Halo?”

“Yul…”

Mata Yuri terbelalak begitu ia mendengar suara itu. Ia melihat nama si peneleponnya dan mengutuk dirinya dalam hati.

“Sayang, maaf aku tidak membalas satu pun SMS darimu.”

“Aku membencimu.”

Mata Yuri melebar. Ia lekas mencoba turun dari tempat tidur hanya untuk menemukan kepala Jessica yang bersandar di dadanya dan lengannya memeluk tubuhnya. Kenapa gadis itu bisa memeluknya? Tapi Yuri tidak bisa melepaskannya. Memelankan suaranya, Yuri mulai berbicara.

“Hayoung, maafkan aku. Ada banyak hal yang harus kukerjakan tadi. Aku baru saja akan meneleponmu tapi aku lupa.”

“Apa kau tahu aku menunggu balasan darimu seharian?”

“Aku tahu sayang. Kumohon maafkan aku?”

Ia mendengar Hayoung mendesah.

“Jangan ulangi lagi.”

Mengetahui gadis itu sudah memaafkannya, Yuri tersenyum.

“Apa aku mengganggu tidurmu Yul?”

“Tidak. Aku senang mendengarkan suaramu.”

Yuri bisa membayangkan senyum malu-malu Hayoung. Ia tersenyum lebar. Jessica tiba-tiba bergerak sedikit dan menariknya lebih dekat. Yuri merangkul bahu gadis itu.

“Yuri…aku merindukanmu. Bisakah kita bertemu besok?”

“Hayoung, aku tidak bisa. Aku harus menyiapkan…”

Yuri tidak bisa melanjutkan kata-katanya khawatir ia menyakiti Hayoung lagi.

“Pernikahanmu?”

“Ya.”

Tidak terdengar suara di ujung sana dan Yuri membencinya. Tapi ia sungguh tidak bisa menemui Hayoung besok. Jadwalnya padat dengan persiapan pernikahan.

“Hayoung…”

“Aku mengerti. Tidak perlu mencemaskanku. Yuri?

“Hrmmm?”

“Aku mencintaimu. Aku ingin kau tahu kalau aku sangat mencintaimu.”

“Aku mencintai…”

Yuri tidak melanjutkan kata-katanya ketika tiba-tiba Jessica terbangun dan berlari ke kamar mandi muntah-muntah di westafel. Yuri meninggalkan ponselnya di tempat tidur dan segera mengikuti Jessica meninggalkan Hayoung memanggil-manggil namanya.

“Yuri?”

~~~;~~~;~~~

Yuri membantu Jessica berkumur-kumur. Setelah selesai, ia menarik Jessica tapi gadis itu terlihat sangat lemah dan itu membuatnya khawatir. Ia membiarkan gadis itu bersandar padanya sementara ia memeluk tubuhnya.

“Kau ingin muntah lagi?”

Gadis itu menggelengkan kepalanya. Yuri mengusap-usap punggungnya berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.

“Yuri, rasanya sakit sekali. Kapan semua ini akan berakhir?”

“Shhh, ada aku di sini.”

“Aku tidak bisa meneruskannya lagi.”

Yuri menarik Jessica sedikit sehingga ia bisa melihat wajah gadis itu.

“Sica, kau percaya padaku?”

Jessica menganggukkan kepala.

“Percayalah padaku karena aku akan mendampingimu melalui semua ini. Bisakah kau lakukan itu?”

“Tapi aku merasa…”

Yuri membungkam bibir gadis itu dengan jarinya. Dengan senyum yang tidak berubah, ia melanjutkan kata-katanya.

“Tidak. Percayalah padaku. Aku tidak akan pergi ke mana-mana.”

~~~;~~~;~~~

“Tidak. Percayalah padaku. Aku tidak akan pergi ke mana-mana.”

Mata Hayoung terbelalak. Ia sedang menunggu Yuri tapi informasi baru ini sangat-sangat menyakitinya. Jadi Yuri dan Jessica tidur di tempat tidur yang sama? Hayoung melemparkan ponselnya ke dinding kamarnya dan berteriak histeris. Kedengarannya seperti dirinya sangat kesakitan. Air matanya tumpah ketika tangannya ditempelkan di dada di mana rasa sakitnya terasa lebih hebat.

“Aku tidak akan membiarkanmu merampas dia dariku!”

Teriakannya sangat keras hingga membangunkan seisi rumah. Tapi Hayoung tidak peduli lagi. Ia tidak akan membiarkan Jessica memiliki Yuri. Tidak akan.

~~~;~~~;~~~

TBC

long time no see, readers~ 😀 I’m going to update more often and I decided not to ditch this blog anymore lol.

ah btw. Twitter gue yang lama deactivated. Kalou mau minta pw tinggal mention ke @nabongs2224

See u~

credit: bluppy @AFF

 

Advertisements

39 thoughts on “9 Months [Chapter 5]

  1. sebentar lagi ( ? ).
    apa yg akan di lakukan hayoung?. apa dia akan berniat merusak pernikahan yulsic?.
    oya thor, kalau minta pw lewat email masih bisa?, hehe aku ga punya twitter. 😁

  2. Udh deh hayoung gak ush gangguin yuri lg, awas aja kl gangguin yulsic
    Emng nih si yuri baik bngt, gmn sica gak jatuh cinta, udhlah yul gak ush mikirin hayoung lg
    Diihh si tae mulai ngegombal hehehe

  3. Tp ujung2nya bakalan sm sicca, bagaimanapun jg klo tinggal serumah dn ketemu tiap hari yg awalnya ga cinta bakalan bs jatuh cinta,beda lg klo awalnya cinta bisa kemungkinan jd benci, ud yul gpp wlpn sicca bunting anak org lain lo tinggal bikin anak dr sicca hahahahaha

  4. Wuidih kmna tarra lama tak update.. Sibuk kah?!.. Benih benih cinta mulai muncul ni yulsic.. Jgn sampe hayoung menggagalkan rencana pernikahan yulsic deh

  5. Mulai ada rasa suka tuh si yul..
    Tp masa yul nggak mau ngelepasin dua2nya..egois nggak tu??
    Jangan bilang hayoung mau nyelakain sica..
    Oh iya emailnya apa thor?

  6. Bona dan long long…
    Dedek hayoung kok lama2 nyeremin yh,,,pdhl yulsic baru tumbuh bibit-bibit Cinta masa mau dirusak lagi,tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

  7. Wah wah akhirnya lo update juta tar hahahha.. lama tak bersua yaa hehehe…

    Jleb kyak di tusuk pedang tu si hayoung tau yul bobo sma sica hahahha..
    Ampun dah si yul emank lelaki idaman gimna sica ga klepek2 sma dia…
    Plis donk hayoung relain yul buat sica jgn bkin rusuh yaa..

  8. Ya ampyuunn..akhirnya update lagi chinguu..udh jamuran nunggunya..
    Hhehe..btw thanks ya..

    Hayoung ternyata…
    Duhh..yul kmu harus milih satu ga boleh poligami!!
    Tapi simpenan juga gpp sih hhaha..plakk maunya apa coba??

    Update soon..fighting!

  9. Lama tak jumpa disini tarrr…akhirnya update yg ditunggu” hihi

    Apasihhh hayoungg marah” kyk orng gilaa…suka” yul dung nemenin sicaa…
    Aww..sudah seranjang nehhh…
    Aws luu yull, gk jg sica bener”,,,
    Poor sica hmil muda memang bikin ssuatuu..
    Lanjutin tarr..gw hrp nt yul milih sica yg lebih membutuhkannya hiks..hiks…

  10. bener kata fany. ini tidak akan lama. diantara yulsic emang uda ada getaran2 cinta. hasyah……
    hadeuh yul… kuq ga dimatiin dulu sih. tuh kan hayoung denger. marah kan dia. sica terancam deh…..

  11. Diiiiihhh ngebayangin sica pake wedding dress pasti cantiiiikkk bgt,most beautifull bride in the world,hehehe.hayoung maaf ya,aku ngerti perasaan kmu tpi yulsic emang uda tercipta untuk satu sama lain jadiiii ikhlasin aja yeeer

  12. lamaaaaa bgt ga update, akhirnyaaaaa. duuhh itu hayoung pnya rencana apa? jgn2 dia mau nyakitin sica ya?? udh deh ikhlasin aja yul nya, hehheheh

  13. salah satu ff yg gue tunggu2.. dan akhir nya muncul jg,,

    bagus Hayoung, jangan biarkan dia merampasnya dari mu!!!
    jatuhkan dia dan jika perlu hancur kan dia!!!

    #tawajahat

    dengan begini Yuri akan semakin peduli dan melindungi sica, kadang cinta gk perlu untuk dimengerti cukup dirasakan..

  14. omooo…hayoung marah2 tuh…apa hayoung mau merebut yul dari sica??kangen sama ff ini nihh..kngen juga sama authorx hehe

  15. Uncle yul udh mulai ada rasa nih sma emak..
    Yaelah daddy, gombal cwek mulu..
    Ntr klo mommy bnran tau, g dpat jatah loh.. wkwkwk
    .
    .
    hahaha entahlah, kok aing jngkel bngt ya ma hayoung.. serasa dia tuh pnghncur hbungn yulsic.. pdhal sbnrnya dia yg dhncurin (?) ma emak… wkwkw

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s