The Queenka and The Nerd [One Shot]

My first post. Lemme introduce myself 😀

I’m myouimine

Genre: GirlxGirl

Characters: Im Nayeon and Chou Tzuyu

Status: Completed

Translator: myouimine

Author: myouitrxsh

Source: Asianfanfics

Original link: The Queenka and The Nerd

****

Istirahat makan siang, semua siswa berkumpul di kantin tak terkecuali si kutu buku, Chou Tzuyu. Bahkan seorang kutu buku pun butuh makan dan mereka juga menyantap makanan tidak hanya buku. Saat itu Tzuyu memeluk bukunya di dada ketika Nayeon, si queenka di sekolah itu menyandung kakinya, menyebabkan gadis malang itu terjatuh mencium lantai.

“Oops maaf aku tidak melihatmu.” Kata Nayeon angkuh, memandangi Tzuyu di lantai sebelum menertawakannya.

Tzuyu berdiri tanpa kata, membenarkan letak kacamatanya sebelum perlahan berjalan ke tempat di mana ia biasa duduk – jauh dari siswa lainnya. Jauh dari Nayeon. Ia melemparkan lirikan ke arah Nayeon yang terlihat bercanda gurau dengan teman-temannya. Kenapa kau sangat membenciku? Apa aku pernah berbuat salah padamu, Im Nayeon? Tzuyu menghela napas. Dia sungguh ingin menanyakan hal itu keras-keras, tidak hanya di dalam hatinya.

***

Nayeon bersandar di lokernya, memandang berkeliling. Ketika ia melihat Tzuyu berjalan di sepanjang koridor, berjalan sambil melihat ke lantai – seperti itulah cara Tzuyu berjalan. Ia lekas berdiri di tengah-tengah koridor.

“Aduh, apa kau buta?” Sahut Nayeon ketika Tzuyu menubruknya, menarik perhatian orang-orang. Tzuyu yang dikejutkan oleh suara nyaring Nayeon, mengangkat kepalanya sebelum mengucapkan permintaan maaf dengan gugup kepada gadis itu. “Aku minta maaf…”

“Apakah kacamata tebal itu tidak cukup membantumu untuk menyadariku di sini?” tanya Nayeon, menunjuk kacamata Tzuyu.

“Maaf…” kata Tzuyu, membungkuk 45 derajat padanya.

“Bodoh.” Kata Nayeon sebelum berlalu pergi, meninggalkan Tzuyu yang masih membungkuk 45 derajat.

***

“Nayeon, aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa menemanimu pulang. Aku ada kumpulan keluarga hari ini.” Jeongyeon memasang ekspresi penuh maaf.

“Ah, tidak apa-apa. Aku bisa pulang sendiri.” Kata Nayeon, mengulaskan senyum menenangkan.

“Kau yakin?” tanya Jeongyeon cemas. Ia tidak pernah membiarkan Nayeon pulang sendiri sebelumnya sehingga ia merasa cemas.

“Yah, aku bukan anak kecil lagi oke! Aku bisa pulang sendiri.” Kata Nayeon, meyakinkan Jeongyeon yang masih memasang ekspresi cemas di wajahnya.

“Oke kalau begitu, hati-hati.”

Dengan itu, mereka berpisah di depan gerbang sekolah. Nayeon berjalan pulang ke rumah seorang diri. Ketika ia sedang berjalan, ia mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Memegangi selendang tasnya, ia mempercepat langkahnya. Ia berhenti ketika orang di belakangnya terbatuk-batuk, menyebabkan dirinya berbalik.

“Kenapa kau mengikutiku?” tanyanya, melipat tangan di depan dada sambil menatap orang di depannya.

“Huh? Rumahku arah jalan ini kok.” Kata Tzuyu, lebih kepada dirinya sendiri karena ia tidak memandang ke arah Nayeon. Ia tahu Nayeon berjalan di depannya sehingga ia berusaha keras agar Nayeon tidak menyadarinya tapi suara batuknya tadi menggagalkan semuanya.

“Terserah, aku tidak percaya padamu. Lebih baik kau mengaku sekarang.” Kata Nayeon.

“Huh? Mengakui apa?” Tzuyu kebingungan. Jika Nayeon ingin ia mengakui kalau dirinya mengikuti gadis itu, ia tidak ingin mengakuinya. Rumahnya memang berada di jalan ini. Mungkin Nayeon tidak mengetahui hal ini, tapi mereka berada di lingkungan yang sama. Rumah Tzuyu berjarak 100 meter dari rumah Nayeon.

“Mengakui kalau kau sedang mengikutiku.” Nayeon kini bersandar ke dinding, menatap Tzuyu.

“Aku tidak mengikutimu.” Bantah Tzuyu. “Aku tidak menyukaimu.” Harus Tzuyu akui, Nayeon memang cantik dan terkenal tapi ia merasa ia tidak begitu menyukainya untuk sampai mengikutinya seperti ini.

“Apa?” Nayeon menatapnya, terkejut. Sudah kubilang kacamata tebal itu membuat dia lebih buta dari sebelumnya. Nayeon berjalan mendekat, terlalu dekat bagi Tzuyu sehingga ia berjalan mundur.

“A-apa yang kau lakukan?” tanya Tzuyu gugup. Nayeon memegang tangannya, mencegahnya bergerak. Ia meraih kacamata Tzuyu dan melepasnya.

“Kau harus melepas kacamatamu sehingga penglihatanmu akan – sial!” Nayeon mengumpat sebelum lekas memalingkan muka.

“A-aku harus pergi, sampai jumpa.” Katanya sebelum berlari pergi.

“Kenapa dia?”

***

*Pelajaran Olahraga*

“Yang memakai kacamata, tolong lepas sekarang juga. Permainan ini sedikit berbahaya bagi kalian yang memakainya.” Mr. Lee mengingatkan siswa-siswinya sebelum memulai permainan.

“Sir. Aku sakit perut.” Kata Nayeon, mencengkeram perutnya. “Bolehkah Tzuyu menemaniku ke UKS?” kata-kata Nayeon membuat semua orang terkejut, termasuk Tzuyu sendiri. Bukankah dia membenci Tzuyu, kenapa dia ingin Tzuyu menemaninya? Mereka, termasuk Tzuyu ingin mengetahui alasannya.

“Tzuyu, antar dia ke UKS.”

“Y-ya.”

“Yah bodoh, bantu aku. Aku sedang sakit, tahu.” Dengan ragu Tzuyu memegang tangan Nayeon untuk membantunya berjalan. Setelah mereka jauh dari pandangan guru, Nayeon berjalan seperti biasa. Ia menarik Tzuyu ke bangku sekolah.

“Kau tidak boleh kembali ke sana.” Kata Nayeon setelah hening sejenak. Ia tidak ingin Tzuyu kembali ke sana, melepas kacamatanya dan membuat semua orang mengaguminya. Ia tidak peduli jika orang-orang menyebutnya serakah, ia tidak ingin membagi penampilan baru Tzuyu dengan orang lain.

“B-bolehkah aku menanyakan sesuatu?” Tzuyu menatapnya ragu. “Kenapa kau membenciku?”

“Siapa bilang?” Nayeon balas bertanya, mengangkat alis kanannya.

“Kau selalu membully-ku.”

“Itu caraku untuk mendapatkan perhatianmu.” Kata Nayeon sederhana sebelum tersenyum lebar.

“Huh? Kenapa?”

“Kenapa? Karena aku menyukaimu.” Aku Nayeon, tersenyum pada Tzuyu. Ia merasa lega setelah akhirnya dapat mengungkapkan perasaannya.

“Suka? Aku justru sudah mencintaimu.” Kata Tzuyu, “Kelinci kecil di kebun wortel.” Tzuyu menyanyi, membuat Nayeon menatapnya terkejut.

“Yoda?”

“Hmm.” Ia menganggukkan kepalanya. Nayeon berdiri dari bangku, memeluk Tzuyu erat-erat. Ia tidak tahu kalau si kutu buku di sekolahnya ini adalah teman masa kecilnya, Yoda. Seingatnya, dia tidak punya masalah penglihatan.

“Kenapa kau memakai kacamata?” tanyanya setelah melepaskan pelukan.

“Alasannya sama dengan kenapa kau menarikku ke sini.” Kata Tzuyu angkuh membuat Nayeon memutar bola matanya. Ia tidak percaya si kutu buku ini berubah menjadi angkuh dengan sangat cepat.

“Kau harus terus menjadi kutu buku.”

“Tidak. Aku tidak ingin orang-orang mencemooh pacarku karena berpacaran dengan si kutu buku.” Tzuyu mengedipkan sebelah matanya sebelum mencuri ciuman dari pipi Nayeon.

“Dan siapa pacarmu itu?” tanya Nayeon main-main.

“Im Nayeon, si queenka sekolah.”

****

END

credit: myouitrxsh @AFF

Advertisements

5 thoughts on “The Queenka and The Nerd [One Shot]

  1. untung cuman di dunia cerita, membully hanya untuk mencari perhatian. kalau di dunia nyata mah malah balik nyerang. wkwkwk…😂

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s