9 Months [Chapter 8]

sorry I was sick~

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 8

 

Jessica memandangi bayangan dirinya di cermin. Ia terlihat berbeda dari biasanya. Rambutnya ditata dengan gaya yang ia inginkan dan riasan wajahnya tidak terlalu tebal. Semuanya persis seperti yang diinginkannya. Ia memandangi dirinya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Siapa yang mengira kalau gaun putih sangat cocok dengannya?

“Kau terlihat sempurna bestie.”

Jessica melihat bayangan Tiffany di cermin. Dia berdiri di belakangnya sambil tersenyum. Tiffany mendekat.

“Kau akan menikah.”

Jessica tersenyum pada gadis itu. Satu jam yang lalu, pernikahannya hampir dibatalkan. Ia bahkan berencana untuk meninggalkan Seoul hari ini. Tapi kemudian Yuri datang dan meyakinkannya kalau dia menginginkan pernikahan ini lebih dari apa pun. Laki-laki itu menginginkannya. Air mata tiba-tiba membayang di matanya mengingat betapa kebingungannya Yuri tadi malam. Ia sudah siap mengorbankan kebahagiaannya demi kebahagiaan laki-laki itu. Ia sudah siap menghadapi dunia ini sendirian. Tapi laki-laki itu datang dan meyakinkannya kalau dia menginginkan pernikahan ini. Tiffany melihat mata sahabatnya digenangi air mata. Ia buru-buru mengambil tisu dan membantunya menghapus air matanya khawatir itu bisa merusak riasan wajahnya.

“Jess, kenapa kau menangis? Berhentilah menangis, kau akan merusak riasan wajahmu.”

“A-aku akan menikah Fany.”

Melihat mata Jessica dipenuhi kebahagiaan membuat senyum Tiffany semakin mengembang. Ia menangkup wajah Jessica.

“Ya dan aku ingin kau bahagia.”

Jessica perlahan menganggukkan kepalanya dan membiarkan Tiffany menariknya ke dalam pelukan hangat.

“Unni!”

Krystal masuk ke dalam mengejutkan keduanya. Krystal tersentak begitu matanya mendarat pada Jessica.

“Ya tuhan. Kau terlihat mengagumkan!”

“Benar ‘kan?”

“Wow.”

Krystal mengamati Jessica dari ujung kepala sampai ujung kaki sebelum berputar-putar mengelilingi kakaknya sambil mengaguminya. Tiffany tersenyum lebar sementara Jessica tersipu malu.

“Kahi unni hebat!”

“Benar ‘kan? Sudah kubilang dia designer terkenal!”

“Oke, aku akan menyewanya untuk pernikahanku.”

Krystal tertawa. Jessica geleng-geleng kepala.

“Kau masih muda Soojung.”

Krystal melirik ke arah Jessica dan menyibakkan rambutnya sendiri dengan main-main.

“Kau bahkan belum dewasa Unni. Aku ingin Kahi merancang gaun pernikahanku.”

“Pernikahan siapa?”

Daniel datang begitu ia mendengar kata pernikahan. Krystal menelan ludah dengan gugup sementara Tiffany menertawakannya.

“Krystal bilang dia ingin segera menikah uncle.”

“Apa?!”

Mata Daniel terbelalak. Krystal bersembunyi di balik Jessica dan mendorong kakaknya.

“Unni, selamatkan aku.”

“Rasakan.”

Jessica memutar bola matanya dan melangkah ke sisi kirinya meninggalkan Krystal menghadap ayah mereka secara langsung. Daniel geleng-geleng kepala.

“Pergi ambil barang-barangmu sekarang Soojung. Kita akan segera pergi.”

“Tapi ayah…”

Daniel menatap Krystal dengan tajam. Krystal mendengus tidak senang.

“Oke tapi aku mengajak Fany unni bersamaku!”

Krystal meraih pergelangan tangan Tiffany dan menariknya bersama. Tiffany meronta-ronta tapi Krystal tidak menyerah. Menerima kekalahan, ia memandang Jessica.

“Aku akan menunggu di luar dengan anak ini.”

“Unni! Aku bukan anak kecil!”

“Kau anak kecil.”

“Bukan!”

Jessica dan Daniel masih bisa mendengar keduanya bercekcok bahkan ketika mereka sudah menutup pintu di belakang mereka. Jessica terkekeh.

“Ayah rasa ayah terlalu memanjakan adikmu.”

“Sedikit ayah.”

Daniel Jung pura-pura mendesah kalah. Jessica hanya memperhatikan ayahnya yang ikut bermain-main. Jessica mendekat dan membantu merapikan dasi kupu-kupu ayahnya. Daniel memperhatikan wajah serius putrinya saat membantunya merapikan dasinya.

“Kau tahu Sooyeon, ibumu pasti akan sangat bahagia hari ini.”

Jessica mengangkat kepalanya dan melihat ayahnya balas menatapnya dengan senyum hangatnya.

“Aku tahu ayah.”

“Waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin ayah menggendongmu di pelukan ayah. Dulu kau sangat kecil. Ayah menyanyikan lagu nina bobo saat kau tidak bisa tidur. Ayah membelikanmu es krim setiap saat.”

“Ayah sudah merawatku dan menyayangiku. Itu sudah cukup ayah.”

Daniel memegang pipi putrinya perlahan mengusap-usapnya.

“Tapi setelah hari ini, orang lain akan menggantikan ayah. Rasanya seperti mimpi ketika kau harus merelakan putrimu jatuh ke pelukan laki-laki lain.”

Jessica memahami maksud ayahnya. Ia merangkul ayahnya dan membiarkan ayahnya menariknya ke dalam pelukan seperti yang selalu dilakukannya. Daniel mengusap-usap rambutnya.

“Berbahagialah bersama Yuri. Hanya itu yang ayah inginkan.”

“Aku menyayangi ayah.”

“Ayah juga menyayangimu Sooyeon.”

~~~;~~~;~~~

Yuri berjalan mondar-mandir. Ia merasa gugup dan berlari dari lantai ke lantai hanya untuk pergi ke kamar Jessica membuatnya semakin gugup. Untungnya Jessica masih menginginkannya. Yah, ia yakin ia tidak bisa melepaskan gadis itu. Tidak ketika ia menyadari kesalahannya. Ia pergi ke sini begitu ia menyelesaikan masalahnya dengan Jessica. Ia mengangkat kepala dan menghela napas lega. Tidak turun hujan ataupun semacamnya dan langitnya cerah. Taeyeon memperhatikan Yuri yang terus berjalan mondar-mandir. Ia memutar bola matanya.

“Bisakah kau berhenti? Kau membuat kepalaku berputar-putar.”

“Aku sangat gugup! Aku tidak bisa tenang!”

Taeyeon melompat dari kursinya dan menutup mulut Yuri dengan telapak tangannya berhasil menghentikan teriakan laki-laki itu dan menarik perhatian tamu-tamu undangan yang sudah tiba dan menunggu beberapa meter dari mereka. Taeyeon segera menarik kembali tangannya ketika ia merasakan Yuri menjilat telapak tangannya.

“Ewww. Apa-apaan Yul?”

Yuri meraih blazer Taeyeon dan menariknya. Taeyeon berusaha keras untuk lepas darinya.

“Aku gugup. Bagaimana kalau Sica tidak datang?”

“Yah! Dia akan datang! Kau hampir menabrakkan wajahmu ke depan pintu kamarnya! Sekarang lepaskan aku! Kau terlalu dekat denganku! Menjauhlah!”

Taeyeon mendorong wajah Yuri menjauh darinya. Yuri melepaskannya tapi ia kembali berjalan mondar-mondir. Taeyeon merapikan pakaiannya dan memelototinya.

“Tenanglah. Apa yang terjadi dengan Kwon Yuri yang sangat tenang?”

“Dia mengemasi barang-barangnya dan melarikan diri?”

“Apa?”

Taeyon tidak mengerti apa yang dimaksud Yuri. Dari kejauhan, ia melihat Sang Woo berjalan ke arah mereka. Taeyeon menarik napas dalam-dalam. Sekarang atau tidak sama sekali. Ia menampar Yuri, menarik perhatian laki-laki berkulit sawo matang itu. Itu bukan tamparan yang keras namun Yuri memasang ekspresi kesakitan yang palsu hanya untuk diabaikan oleh Taeyeon.

“Kalian berdua siap?”

“Aku sudah siap tapi Yuri belum. Dia mungkin akan mengompol di celananya nanti.”

Sang Woo memandang Yuri dan melihat putranya kelihatan gelisah.

“Kau benar. Seharusnya aku biarkan dia minum beberapa gelas alkohol sebelum datang ke sini. Salahku.”

“Ayah!”

Sang Woo dan Taeyeon tertawa terbahak-bahak. Yuri mendengus tidak senang melihat mereka berdua berskongkol menggodanya.

“Kalian…”

Yuri mendengking begitu ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang dan mengangkatnya dan kakinya teruntai di udara.

“Yuri! Selamat!”

“Yah Yoong! Kau baru pulang sekarang?!”

Taeyeon memukul punggung Yoong membuat laki-laki termuda di antara mereka bertiga mengerang. Yoong menurunkan Yuri dan memeluk Taeyeon. Karena dia lebih kuat dan tinggi daripada Taeyeon, ia dapat dengan mudah mengangkat Taeyeon.

“Turunkan aku! Turunkan aku!”

Yoona tertawa terbahak-bahak bersama dengan Yuri. Ia tiba-tiba merasa lebih hidup lagi melihat kedua sahabatnya di sampingnya. Ia tidak terlalu gugup.

“Kau terlihat sempurna Yul.”

“Terima kasih. Kenapa kau baru datang sekarang?”

Yoong tersenyum lebar.

“Yah, pendamping pria harus datang terlambat. Sudah tradisinya seperti itu.”

“Tradisi pantatku.”

“Ow Taeyeon ayolah. Aku merindukan kalian berdua! Sekarang Yuri akan menikah, siapa yang akan membantuku mendapatkan gadis-gadis?”

Taeyeon geleng-geleng kepala. Si playboy Im Yoong.

“Kau masih bermain-main dan mematahkan hati para gadis Yoong?”

Yoong hanya mengangkat bahu. Menyadari topiknya semakin berat, Yuri segera menyela obrolan mereka

“Ngomong-ngomong, sekarang keluargaku sudah lengkap.”

Sang Woo yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya bisa tersenyum. Ia sudah biasa melihat tingkah laku mereka bertiga.

“Yul, Daniel sedang dalam perjalanan kemari. Bersiap-siaplah, oke?”

Yuri menganggukkan kepala. Yoong agak kebingungan.

“Siapa Daniel?”

Taeyeon menjawabnya.

“Calon ayah mertuanya.”

“Bukankah ayah Hayoung itu Oh Sanjin? Kapan dia mengganti namanya?”

Yuri benar-benar terkejut dengan pertanyaan mendadak Yoong. Taeyeon mengutuk Yoong dalam hati dan baru saja akan mengomelinya. Yuri tersenyum pada Taeyeon sebelum menjawab pertanyaan Yoong.

“Aku tidak menikah dengan Hayoung. Aku menikahi Jessica.”

Alis Yoong terangkat.

“Jessica? Maksudmu pewaris keluarga Jung? Kukira dia pacar Tyler. Maksudku apakah dia keliru antara kau dan Tyler karena kalian berdua memiliki marga yang sama?”

Yoong menertawakan leluconnya sendiri tapi berhenti ketika Taeyeon dan Yuri tidak tertawa.

“K-Kau sungguh akan menikahi Jessica? Wow.”

“Ya aku akan menikahinya.”

Yoong terlihat merenung tapi begitu ia berbicara lagi, Taeyeon mengumpatnya dalam hati.

“Dipikir-pikir lagi, aku mendengar rumor Tyler menghamili Jessica. Taecyeon memberitahuku saat aku berpapasan dengannya di New York. Dia juga bilang kalau Tyler menyebarkan rumor itu…”

“Yoong.”

Dalam hati Yoong mengumpat mulut besarnya. Ia melihat kesedihan terpancar di wajah Yuri. Taeyeon menatapnya memaksanya untuk menghentikan ucapannya dan ia menurutinya.

“Yul…aku tidak…”

“Yuri. Kita harus memulainya sekarang.”

Yuri segera berbalik begitu ayahnya memanggil namannya. Senyum sedih terpampang di wajahnya dan ia meninggalkan Taeyeon bersama Yoong. Taeyeon memukul punggung Yoong.

“Ow, kenapa kau memukulku?”

“Lain kali tutup mulut besarmu itu, oke?”

“Apa? Aku tidak tahu. Harusnya kau memberitahuku sebelumnya kalau dia menikahi Jung bukan Oh.”

“Kau…pergi dan duduklah Yoong. Aku akan mengurusmu nanti.”

Taeyeon meninggalkan Yoong yang mengusap-usap daerah yang dipukul Taeyeon tadi. Ia mengumpat dirinya dalam hati. Ia bahkan tidak mengetahuinya. Ini semua salah Taeyeon. Bukan salahnya.

~~~;~~~;~~~

Yuri berdiri di hadapan para tamu tapi ia kehilatan tidak memperhatikan sekelilingnya. Taeyeon menepuk pundaknya pelan-pelan.

“Hei, jangan pikirkan apa yang dikatakan Yoong tadi.”

Yuri mengangguk lemah dan memalingkan muka. Taeyeon mendesah. Ia akan memberi Yoong pelajaran nanti. Sudah sepantasnya anak itu belajar menjadi orang dewasa. Menarik napas dalam-dalan, Taeyeon melihat ke belakang ke tempat di mana mempelai wanitanya muncul. Getaran dari ponselnya hampir mengagetkannya. Ia mengeluarkan ponselnya dan membaca SMS yang baru saja masuk.

Angkat kepalamu TaeTae.

Taeyeon menaruh ponselnya dan mengangkat kepalanya. Terlihat beberapa langkah darinya, Tiffany berdiri dengan mengenakan gaun pengiring wanita berwarna pink pastel. Ia yakin Tiffany mempengaruhi Jessica untuk memilih gaun itu. Ia tersenyum kepada pacarnya. Tapi kemudian pandangannya mendarat pada mempelai wanitanya sendiri. Ia menepuk pundak Yuri.

“Dia di sini.”

Taeyeon menggerakkan dagunya ke arah di mana Jessica berada. Yuri mengangkat kepalanya dan saat itu, ia merasa jantungnya berdebar-debar. Jessica terlihat sangat mempesona dan ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu. Semua tamu undangan berdiri. Orkestra mulai memainkan lagu yang telah dipilih langsung oleh Jessica sendiri.

Play this song

Daniel membiarkan Jessica menggandeng tangannya dan perlahan berjalan di sepanjang karpet merah menuju panggung utama bersama dengan Tiffany dan Krystal yang berjalan di belakang. Setiap langkah yang diambilnya, Jessica merasa jantungnya berdebar semakin kencang. Ia tidak tahu mengapa jalan yang pendek ini terlihat sangat jauh. Hal ini membuatnya semakin gugup. Tapi ketika pandangannya bertemu dengan pandangan Yuri, semua kegugupannya menghilang. Ia merasakan lututnya yang lemah kembali memiliki kekuatan baru. Mata laki-laki itu memiliki kekuatan yang tak terlihat yang menariknya dan memberinya kekuatan untuk menghampirinya. Lalu laki-laki itu tersenyum. Senyumnya yang sangat mempesona.

FLASHBACK

“Oppa, apa yang mereka lakukan?”

Jessica menunjuk ke arah pengantin wanita yang tengah berjalan menuju pengantin pria. Yuri dan Jessica duduk berdampingan dengan ayah mereka di samping mereka.

“Aku tidak tahu Sica.”

“Bisakah kita melakukan itu juga oppa?”

Yuri berpikir sejenak lalu tersenyum padanya.

“Oke tapi kau harus melakukannya denganku.”

“Oppa berjanji?”

“Janji!”

Mereka mengaitkan jari kelingking mereka.

END OF FLASHBACK

Samar-samar Jessica mengingat masa lalu mereka. Tapi itu adalah masa lalu. Ia ada di masa sekarang dan Yuri sedang menunggunya. Setelah berjalan di jalanan yang terasa panjang, mereka akhirnya berhenti. Daniel meraih tangan kanan Jessica dan menempatkannya ke dalam tangan kanan Yuri.

“Jaga putriku dengan baik.”

“Aku akan menjaganya uncle.”

Daniel meninggalkan mereka dengan Krystal mengikutinya. Tiffany berdiri di belakang menghadap Taeyeon. Yuri terus tersenyum kepada Jessica sementara gadis itu sedikit tersipu. Mereka perlahan berbalik menghadap pendeta. Orkestra berhenti memainkan musik dan semua tamu duduk di kursi masing-masing.

“Keluarga dan sahabat terkasih, selamat datang dan terima kasih telah berkumpul di hari yang  bersejarah ini. Kita berkumpul bersama untuk merayakan cinta yang sangat luar biasa antara mempelai wanita dan pria dengan menyatukan mereka dalam pernikahan…”

Yuri dan Jessica tenggelam dalam dunia mereka sendiri dengan saling menatap satu sama lain sepenuhnya melupakan sekeliling mereka. Yuri menggenggam tangannya dengan erat.

“…tanpa berlama-lama, izinkan saya mengakhiri pidato saya dan melanjutkan upacara pernikahan ini. Kwon Yuri, apakah Anda bersedia untuk mengambil dia sebagai istri yang sah, untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup Anda?”

Yuri tidak menunggu lama untuk menjawabnya.

“Saya bersedia.”

“Jung Jessica. Apakah Anda bersedia untuk mengambil dia sebagai suami yang sah, untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup Anda?”

Jessica merasakan Yuri meremas tangannya.

“Saya bersedia.”

Pendeta itu tersenyum. Yuri dan Jessica mengambil cincin yang diberikan oleh Taeyeon dan Tiffany, dan menukarkannya. Mereka saling membantu memasangkan cincin.

“Dan sekarang, melalui kebajikan yang dikuasakan kepada saya, saya mengumumkan Anda sebagai suami dan istri. Sekarang kalian boleh berciuman jika kalian mau.”

Kalimat terakhir itu membuat semua orang tertawa. Wajah Yuri dan Jessica memerah malu. Tapi Yuri mencondongkan tubuhnya dan mengecup bibirnya. Itu hanyalah kecupan di bibir tapi itu adalah ciuman pertama mereka. Taeyeon tersenyum menyeringai.

“Naif?”

Tapi pendeta itu belum selesai.

“Saya mempersembahkan pasangan pengantian baru, Mr. dan Mrs. Kwon.”

~~~;~~~;~~~

Yuri dan Jessica sedang berbahagia. Yuri tidak pernah menyangka bahwa pernikahan bisa membuatnya bahagia. Wedding garden yang telah mereka rencanakan ternyata berjalan dengan meriah. Sekarang semua orang kelihatan bahagia. Dan sejak dari tadi pemain orkestra memainkan lagu-lagu yang bagus. Para tamu undangan terlihat saling mengobrol, berdansa dan menyantap hidangan. Di sisi lain, sejak dari tadi Yuri belum melepaskan tangan Jessica. Ia terlihat ingin terus menggenggam tangan gadis itu. Lagu kembali berganti. Daniel menghampiri mereka dan mengulurkan tangannya pada Jessica.

“Maukah kau berdansa dengan ayah?”

Senyum di wajah Jessica kian mengembang. Yuri akhirnya melepaskan tangan Jessica dan Daniel menuntunnya ke panggung utama. Sang Woo memperhatikan ayah dan anak itu sebelum menoleh ke arah putranya.

“Ayah tidak bisa mengajakmu berdansa, ya?”

“Ayah.”

“Hanya bercanda Yul.”

Yuri membiarkan ayahnya bercanda-gurau.

“Bisa saja tapi jangan berpegangan tangan oke?”

“Kau serius?”

“Ya kenapa tidak? Ayah juga berperan sebagai ibu.”

Mereka berdua menarik perhatian semua orang ketika mereka berdansa dengan irama cepat sepenuhnya tidak mengikuti irama lambat dari lagu yang dimainkan. Taeyeon dan Yoong ikut juga bersenang-senang membuat Tiffany mendesah melihat pacarnya bertingkah konyol lagi. Tapi pandangannya lebih tertarik kepada hal lain. Ia melihat Oh Sanjin dan istrinya tapi tanpa Hayoung. Mungkin Yuri memang sudah mengakhiri hubungan mereka. Ia merasa tidak enak kepada gadis itu tapi ia berharap Hayoung akan baik-baik saja. MC mereka hari itu berdeham.

“Dan sekarang izinkan pengantin baru ini berdansa.”

Play the song

Daniel kembali menyerahkan Jessica kepada Yuri yang mana ia menerimanya dengan senang hati. Jessica merangkul lehernya dan lengan laki-laki itu melingkar di pinggangnya. Mereka saling berpandangan.

“Hai.”

Wajah Jessica semakin memerah. Sisi baru Jessica ini membuat Yuri kegirangan.

“Sekarang aku menjadi milikmu.”

“Sungguh.”

“Aku tahu kita baru memulainya lagi tapi aku berjanji, aku mungkin bukan yang pertama bagimu tapi aku ingin menjadi yang terakhir.”

Mereka berada di dunia mereka sendiri. Mata Yuri sangat memikat dan mata Jessica terlihat sempurna baginya. Seolah-olah waktu berhenti berputar. Yuri perlahan mengusap-usap bagian samping pinggang gadis itu.

“Kalau begitu aku juga milikmu.”

“Sica apa pun yang terjadi, percayalah padaku.”

“Aku akan percaya padamu sebagaimana kau percaya padaku.”

Yuri tersenyum dan perlahan mencondongkan tubuhnya mengecup bibir yang sudah diincarnya sedari tadi. Ia mencicipi bibir yang diidam-idamkannya sejak hari pertama. Ciuman ini mungkin adalah ciuman kedua mereka tapi bagi Jessica rasanya seperti ciuman yang pertama.

~~~;~~~;~~~

Hayoung memandang berkeliling. Ia telah duduk di tempat ini selama berjam-jam menghabiskan 4 gelas kopi dan memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang di depannya. Ia sama sekali belum meninggalkan kafe ini. Ia sedang tidak ingin pergi ke mana-mana. Saat ini, ia sedang patah hati. Di hari pernikahannya, Yuri mengirimkan SMS padanya memintanya untuk bertemu. Tapi entah mengapa ia tahu kalau laki-laki itu akan melepaskannya. Jessica sudah memenangkan hati laki-laki itu dan mematahkan hatinya. Ini bahkan bukan kesalahannya. Setetes air mata bergulir menuruni pipi Hayoung. Tega-teganya laki-laki itu melakukan ini padanya. Laki-laki itu berjanji bahwa ia akan selalu menjadi satu-satunya orang yang dicintainya.

“Semua laki-laki pembohong.”

Hayoung memegang gelasnya dengan lebih erat.

“Kau berjanji padaku Yuri. Kau sudah berjanji padaku.”

Hayoung tidak repot-repot menghapus air matanya. Ia ingin semua orang melihat hasil dari pengkhianatan Yuri. Laki-laki itu mengkhianati cintanya. Hayoung baru saja ingin melemparkan gelasnya ketika tangan seseorang memegang pergelangan tangannya menghentikannya melepaskan amarahnya.

“Kau mungkin tidak ingin menarik perhatian orang-orang terhadapmu.”

“Kenapa kau peduli?”

Hayoung menarik tangannya dengan  kasar. Orang itu duduk di hadapannya. Dia melepas kacamatanya dan tersenyum padanya.

“Kau Hayoung ‘kan? Putri Oh Sanjin?”

“Bagaimana kau bisa mengenalku?”

“Yah, aku mengenal banyak orang.”

Hayoung melipat tangan di depan dada.

“Siapa kau?”

Orang itu tersenyum lebar.

“Aku Kwon Tyler, mantar pacar Jessica Jung.”

~~~;~~~;~~~

TBC

you like it? hahaha

credit: bluppy @AFF

Advertisements

41 thoughts on “9 Months [Chapter 8]

  1. Wkwkwkw ahh, si mantan menjadi pengganggu saja.. ett dahh baru juga mo di mulai tuh sweet sweet nya si yulsic.. 😒 semangat yulsicc.. moga badai di depan kalian bisa kalian hadapi.. 😚😃🎉🎉🎉

  2. Bahagianya yulsic..akhirnya merit juga 👏😊
    Yul lucu pas gugup ..sica tersipu sipu tuh ha..ha..lucu..
    Jangan bilang si laler am gayung sekongkol..mau ngapain tuh??😠

  3. waduh waduh waduh….. tyler bertemu hayoung. apa yg akan di katakan tyler pada hayoung?. apa tyler berencana merusak kebahagian yulsic dgn mengajak hayoung?. andweeee…
    lgu nya keren abis, apalagi lagu cristina perri. gila lagu itu benar2 nyentuh banget. A THOUSANDS YEARS. YEARS.

  4. wooww kyknya masalah besar akan muncul nih, tyler dateng dan dia deketin hayoung??? jgn2 mereka mau ada rencana jahat buat yulsic, oh tidakkkk

  5. Akhirnya nikah juga si yulsic.. pertengahan yg bahagia dri pilihan yg sderhana..
    Gw rsa bkal mulai ad konfli neh di part selanjutnya secara si laler udah nongoll…
    Pasti dia punya rencana sma hayoung.. semoga yulsic tahan banting di saat badai menerjang.. hahahahha

  6. Itu so mantan jessica ma yuri ktemu, wah jngn _jngn mau bkin berantakan hubungan yulsic, jngn sampe deh kan yulsic baru ngejalanin awal yg sweet

  7. akhir’y bersatu jga cieee cieeee
    ketika mantan ketemu mantan psti ad niat busuk dri teler buat nghasut si hayoung buat gangguin yulsic

  8. Senengnha yulsic merrid, mrk bahagia, yul akhirnya milih sica.. tp knp si laler dtg lg, jgn blg laler sm hayoung mau bikin rencana jahat, gw gak relaaa

  9. Halah, apalagi ini. Hayoung ketemu dengan tyler. Pasti deh mereka bakal bersekongkol jd trouble maker. Iya kan? Hadeuh…..

  10. Ealah itu kenapa si tyler muncul coba? Selamat buat yul n sica untuk menempuh hidup baru keekeke taeng sama fany kapan nyusul?

  11. Duuuhhh senengnya yg akhirnya merid#colekyulsic. Taeny bntar lg ikutan merid kyknya😆
    Yulsic emng kudu sling percaya apapun ntr yg bakaln trjadi di pernikahn mereka, gak akan ada yg bs pisahin mereka apapun ntr rencna yg di bikn sm para mantan bwt menghancurkn yulsic, fighting
    Diihhh sica pake malu2 gitu hehehe
    Haduh yoong tuh mulut ember bngt, untng aja ada tae

  12. YulSic akhirnya married…gila si laler. udah bikin Jessie berbadan 2, ga mau tanggung jawab, pake nyebarin berita kalo dia yang bikin Jessie tekdung pula 😠😠😠😠😠
    Ngapain sih dia masih muncul thor?

  13. Aishhhhh baru dua kali kisse si laler udah dateng lagi.. hadehhhhhh pengganggu ini wajib di musnahkan tarra…
    Nanti Liang lahatnya aku siapin.. hahaha

  14. Chukae yulsic…..
    Seneng lihat sica n yul bahagia….hiks..hiks…
    Omoonaa!!!! Ngapain sih kwon jidad muncul di hri bersatunya yulsic, trus ktemu ma hayoung pula…jng bilng mreka merencankn ssuatu yg gk baik…
    Lindungi hub. Yulsic GOD…

  15. ciyeeee yg baru menikah cieeee…

    yakkk,, ngapain dia muncul, bukannya dia tidak mau mengakui anaknya, dan sekarang muncul?
    hayoung jangan dekat” tar kamu ketularan jaat nya.. hush.. hush… hempaskan jau jau sana..

    maap entah napa kalo baca nama dia pingin nimpuki pake sendal jaa,,

  16. wah ceritanya bikin penasaran . pengen cepat2 lanjut baca . thanks author yg sdh nge translate in nih fanfic . ditunggu kelanjutannya .

  17. waduhhhh..para mantan ngumpul..kayakx mau rencanain yang jelek deh..mudah mudahan aja yulsic gak bakal kena badai..
    semoga langgeng ya..jadi keluarga mawada..:-D 😀

  18. Yah akhirnya yuri menetapkan pilihan buat pegang tangan sica 👏👏 finally mereka nikah juga 👏👏👏
    Wew para mantan udah kumpul tinggal badai pasti bentar lagi

  19. Salam kenal thor….gw reader baru lo. Gw baru baca ff lo yg 9 months, maklum lah thor gw YulSic shipper.
    Gw langsung komen di chap ini ya thor, soalnya gw keasikan baca jadinya gw lanjut2 aja.
    Giliran gw mw lanjut next chap, waduh digembok nih thor 😢😢😢
    Bagiin gw pw nya dong thor….plisss….plisss… 🙏🙏🙏
    Gw udah follow twitter lo, tp msh nunggu persetujuan lo.
    Twitter gw @soshigorjezz

  20. Yaelah, bru aj emak memulai hidup baru dgn uncle yul, msa tyler kamvret muncul jg -,-
    Idih.. pasti mau hasut hayoung nih buat nghncurin hbungnx emak..
    .
    Huhuhu, smoga emak & uncle yul bsa melwati badai yg akn dtng dlm kluarga kcilnya nnti..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s