9 Months [Chapter 9]

enjoy

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 9

 

Tyler mengambil roti dan mengoleskan selai di atasnya. Hari masih pagi untuk berangkat kerja, mengapa tidak sekalian sarapan dulu. setidaknya ia tidak perlu menunggu hingga jam makan siang dan kelaparan. Ia baru saja akan menyantap roti itu ketika seseorang membanting sesuatu di atas meja. Ia mengangkat kepala dan melihat ayahnya balas menatapnya dengan tatapan penuh amarah.

“Ayah?”

Kwon Jiyoung mengambil koran itu dan mendorongnya ke depan Tyler.

“Baca berita utamanya.”

Tyler tidak berani berdebat dan mematuhi perintah ayahnya begitu saja. Ia perlahan mengambil koran itu dan membaca halaman pertamanya. Matanya terbelalak kaget.

KWON DAN JUNG; DITAKDIRKAN UNTUK BERSAMA?

Seoul – Seperti yang terlihat. Kedua keluarga ini mengikat sebuah ikatan yang lebih kuat. Daniel Jung dan Kwon Sang Woo, sebelumnya bersahabat dan kini menjadi keluarga; menikahkan anak-anak mereka kepada satu sama lain. Jessica Jung yang saya yakini tidak lagi menggunakan nama itu. Dia kini menjadi Jessica Kwon, istri dari Kwon Yuri. Dengan tema pernikahan yang elegan, rasanya seolah-olah kalian menyaksikan pernikahan yang sempurna. Pernikahan itu sempurna dan penampilan keduanya saat mengucap janji suci mereka di altar menyimpulkan semuanya; mereka adalah pasangan yang ditakdirkan untuk bersama. Kami berbicara dengan Mister Daniel Jung dan sambil bergurau beliau mengatakan; saya berharap segera memiliki cucu. Di sisi lain, Mister Kwon terlihat sangat bahagia. Beliau mengatakan jika melihat putranya menikah dan bahagia adalah impian mendiang istrinya. 

Kepada pasangan pengantin baru Mr. & Mrs. Kwon, SOSHIPAPER dan seluruh anggota dan staff mendoakan yang terbaik dan semoga kalian hidup bahagia untuk selama-lamanya dan kami berharap untuk segera melihat foto sebuah keluarga bahagia.

Tyler kembali mengangkat kepalanya.

“Bagaimana…”

“Bisa kau katakan pada ayah kenapa pewaris Metex Enterprise menikah dengan Kwon yang berbeda?”

“Ayah, aku  bisa jelaskan.”

“Jelaskan? Apa kau pernah berniat memberitahu ayah sebelumnya? Rasanya memalukan megetahui berita semacam ini muncul di koran ketika semua orang tahu kalau putraku memacari Jessica!”

Tyler tidak berani menghadap ayahnya sekarang. Ia sudah berencana untuk memberitahu ayahnya lebih cepat tapi ia takut. Haruskah ia memberitahu ayahnya tentang ia menghamili Jessica? Ia memutuskan tidak akan memberitahunya.

“Dia h-hamil.”

Mata Jiyoung terbelalak. Dia melemparkan koran itu ke lantai. Semua pelayan segera pergi dari dapur meninggalkan mereka berdua sendiri.

“Dia hamil?! Apa itu anakmu?!”

Nada suaranya terdengar menakutkan. Inilah apa yang sangat ia hindari. Bayangkan jika dirinya menyetujui permintaan Jessica. Ini akan menjadi malapetaka baginya.

“Bu…bukan. Itu bukan…bayiku.”

“Lalu siapa ayahnya?!”

“Y-Yuri…”

“Apa?”

Sekarang atau tidak sama sekali.

“Dia selingkuh di belakangku ayah. Aku baru mengetahuinya saat dia memberitahuku beberapa minggu lalu.”

“Kau yakin nak?”

Mrs. Kwon yang baru saja turun dari kamarnya memandang putranya. Ia mengenal Tyler dan sungguh sulit dipercaya Jessica bisa bersikap serendah itu. Tyler memasang ekpresi sedih palsu dan menganggukkan kepala.

“Itu sebabnya Daniel tidak menghadiahiku penawaran pertambangan itu. Terkutuklah laki-laki itu!”

Tyler menelan ludah dengan gugup dan perlahan menganggukkan kepalanya. Mrs. Kwon memandanginya tapi menyingkirkan pikiran itu jauh-jauh. Apalagi Jessica sudah menikah. Tidak ada yang bisa ia lakukan. Jiyoung duduk di kursi kosong dan menatap putranya.

“Kita kehilangan banyak uang dari penawaran itu.”

“Aku minta maaf ayah.”

“Ini bukan salahmu Tyler. Ini salah keluarga Jung yang congkak itu.”

Tyler memutuskan bagaimana cara ia membalas ucapan ayahnya. Di saat seperti ini, diam akan lebih baik.

“Apakah kita rugi banyak ayah?”

Jiyoung mendesah. Ia harus mengatakan yang sebenarnya. Bagaimanapun juga Tyler adalah pewaris tunggal.

“78 juta tepatnya. Sekarang ayah harus mencari cara untuk mengumpulkan setengahnya untuk dibayarkan ke bank.”

Jiyoung memaksakan seulas senyum dan berdiri. Ia menepuk bahu putranya.

“Jangan khawatir. Kita akan menemukan cara untuk keluar dari kekacauan ini. Ayah yakin kita bisa keluar dari masalah ini.”

Tyler melihat ayahnya meninggalkan ruang makan. Mrs. Kwon menaruh nasi di piringnya. Tyler kembali melihat halaman pertama koran itu.

‘Ini semua adalah salahmu.’

~~~;~~~;~~~

Yuri melihat-lihat bagian dalam pesawat jet dan ia tidak bisa menahan kekagumannya terhadap desain interior pesawat tersebut. Siapa yang menyangka bahwa suatu hari nanti ia berkesempatan menaiki pesawat ini. Pesawatnya mewah dan nyaman. Jessica yang duduk di sebelah Yuri tidak bisa menahan senyumnya melihat laki-laki itu. Mungkin seharusnya ia memberitahu ayahnya untuk tidak memaksa mereka naik pesawat ini. Sekarang Yuri dibutakan oleh desain interiornya.

“Yuri?”

“Oh?”

Mata Yuri masih terpaku pada desain. Jessica terkekeh dan menangkup pipi laki-laki itu sebelum menolehkan wajah Yuri ke arahnya.

“Kau sudah terlalu lama mengagumi desainnya.”

“Tapi Sica… ini mengagumkan.”

“Dan aku tidak?”

Yuri melihat ekspresi sedih di wajahnya. Ia cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

“Kau tidak bisa membandingkan pesawat dengan manusia Sica.”

“Aku tahu. Aku hanya menggodamu.”

Jessica menarik kembali tangannya dan bersandar di sandaran kursinya. Sudah lama ia tidak menggunakan jet pribadi ini. Ia lebih suka berpergian menggunakan pesawat biasa daripada jet milik keluarganya. Ditambah lagi ia hanya menggunakan pesawat ini untuk kepentingan bisnis. Ia memejamkan matanya merasakan kelembutan alas duduknya.

“Sica?”

“Hrmm?”

“Buka matamu.”

“Kenapa?”

Ia merasakan sensasi hangat di dahinya dan membuka matanya hanya untuk terhalang oleh tubuh Yuri dengan bibirnya di dahinya. Jantungnya berdebar sangat kencang dan pipinya memerah.

“Y-Yuri..”

Yuri perlahan menarik diri tapi ia tidak menjauhkan dirinya dari Jessica dan memastikan pandangannya sejajar dengan mata gadis itu. Begitu pandangan mereka bertemu, ia merasakan dirinya tenggelam dalam mata gadis itu. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya bersama Hayoung. Rasanya seperti mimpi. Yuri menggenggam tangannya dan menempelkan telapak tangan gadis itu di dada kirinya. Jessica menggigit bibir bawahnya ketika ia merasakan dadanya. Rasanya hangat sama seperti mata cokelatnya.

“Kau bisa merasakannya Sica?”

“Ja-jantungmu berdebar keras.”

“Aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Hingga akhirnya kau datang. Kenapa?”

“A-aku tidak tahu Yul.”

Yuri mendekat. Jessica bisa merasakan wajah laki-laki itu semakin mendekat ke arahnya. Embusan napas laki-laki itu menerpa wajahnya dan pandangannya tetap terpaku padanya.

“Mungkin karena itu kau.”

Bibir mereka bertemu untuk yang ketiga kalinya hari itu. Jessica merangkul lehernya dan menariknya lebih dekat sementara Yuri menaruh tangannya di pinggang Jessica. Yuri mengusap-usap pinggangnya.

“Yu…ri…”

Merasakan Jessica kehabisan napas, Yuri melepaskan ciumannya dan melihat mulut Jessica setengah terbuka dan matanya terpejam. Napasnya tak beraturan. Yuri menangkup wajahnya dan membiarkan kening mereka bersentuhan. Suasana di antara mereka pun diselimuti keheningan yang menyenangkan. Jessica perlahan membuka matanya dan melihat pandangan penuh cinta Yuri padanya. Entah mengapa itu membuatnya malu.

“Aku selalu ingin menciummu.”

Yuri sangat blak-blakan tapi itu terdengar lucu di telinganya. Mengapa ia tidak kembali ke Seoul dari dulu? Jika ia kembali dari dulu mungkin mereka akan melanjutkan api cinta mereka yang hampir padam. Berkat Yuri, ia dapat merasakannya lagi setelah bertahun-tahun.

“Yuri, terima kasih.”

“Aku melarang kau mengucapkan kata itu.”

“Tapi kenapa?”

“Karena kau tidak perlu berterima kasih. Aku sekarang suamimu dan kau adalah istriku. Kita akan menjalaninya pelan-pelan.”

Yuri menunduk melihat ke perut Jessica. Ia mengusap-usap perutnya.

“Aku berharap bayi ini adalah bayiku.”

Pernyataan itu bisa saja menyakiti perasaan Jessica tapi tidak. Ia mengetahui posisinya dan Yuri berhak mengatakan hal itu. Tapi kata-kata selanjutnya yang keluar dari mulutnya mengejutkannya.

“Tapi aku berjanji kalau aku akan memperlakukannya seperti bayi kita sendiri. Tidak peduli apa pun itu, dia akan menjadi bayiku.”

Jessica terharu. Apa yang sudah ia lakukan untuk mendapatkan laki-laki seperti dia? Laki-laki itu sudah banyak berkorban demi bayi dan dirinya. Kau tidak akan menemui laki-laki seperti ini di jaman sekarang. Yuri adalah salah satunya.

“Yuri, jika kau ingin mengakhiri hubungan kita ini aku ingin kau tahu bahwa aku akan menghargai keputusanmu. Aku tidak ingin kau menderita karenaku…aku hanya…”

Yuri membungkamnya dengan ciuman. Hanya kecupan di bibir tapi itu tetap membuatnya merasa seolah-olah jantungnya melompat keluar. Ketika dia menarik diri, Jessica melihat laki-laki itu tersenyum padanya.

“Aku tidak menderita. Kenapa aku menderita ketika aku menginginkan semua ini? Aku menginginkanmu. Bukan yang lain.”

“Kalau begitu…aku tidak menginginkan yang lain. Hanya kau.”

“Baguslah kita sepakat dalam hal ini.”

Yuri mendekat sekali lagi. Secara otomatis, mereka berdua memejamkan mata mereka. Bibir Yuri bertemu dengan bibirnya. Tunggu…bukan bibirnya. Yuri membuka matanya dan melihat sebuah koran di antara dirinya dan Jessica.

“Bisakah kalian tidak bercumbu di depan kami?”

Yuri mengambil koran itu dan mengerang ketika Taeyeon tersenyum licik padanya. Di sampingnya, Tiffany ikut menggoda bosnya.

“Hei!”

Yuri mengerang tidak senang. Wajah Jessica semakin memerah terutama ketika ia lupa kalau di pesawat itu terdapat satu pasangan lain. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Yuri.

“Kalian benar-benar akan bercinta kalau aku tidak menghentikan kalian.”

“Kenapa kau bahkan ada di sini Taeyeon?!”

“Apa? Unlce Sang Woo bilang aku harus membantu acara bulan madu kalian. Kita tahu seberapa payahnya kau dalam mencari jalan.”

Wajah Yuri memerah. Jika Taeyeon bukan sahabatnya, ia akan memukulnya habis-habisan. Tiffany memutuskan untuk bergabung dalam obrolan mereka.

“Aku tidak mau melihat porno gratis. Dan tahan hormonmu Yul. Jess sedang hamil.”

“Sejujurnya hormon wanita hamil justru lebih gila.”

Suara lainnya terdengar dari kabin pramugari. Yuri memutar bola matanya. Yoong tersenyum menyeringai. Ia menduga anak ini baru saja selesai menggoda awak kapal keluarga Jessica.

“Kenapa kalian semua ada di sini?!”

“Ow diamlah Yul. Simpan tenagamu untuk nanti malam.”

Wajah Jessica semakin tersipu merah. Ia sudah bertemu dengan Yoong di resepsi pernikahan mereka tadi. Dia adalah laki-laki yang lucu tapi harus Jessica akui, dia bersikap genit padanya.

“Jess, apakah dada Yuri senyaman itu?”

Tiffany tertawa pada leluconnya sendiri. Jessica segera menarik diri dan melemparkan koran di tangan Yuri kepada Tiffany. Gadis itu cepat-cepat menggunakan Taeyeon sebagai perisainya berhasil menghentikan serangan sang ice princess.

“Hwang Miyoung!”

“Jung Sooyeon!”

“Perkelahian gadis-gadis seksi. Aku menyukainya. Aku akan mengambil popcorn untuk menonton ini. Kau mau Yul? Taeyeon?”

“Diam!”

Tiffany dan Jessica memberikan tatapan tajam mereka pada laki-laki itu. Yoong mengangkat tangannya, menyerah.

“Oke. Kalian berdua teruskan perkelahiannya. Aku akan bercinta dengan seorang pramugari. Ketuk dulu sebelum masuk.”

Taeyeon geleng-geleng kepala sementara Yuri mengabaikan kata-kata Yoong. Inilah si playboy Im. Dia melakukan hal-hal yang dia inginkan.

“Ngomong-ngomong Jess, beberapa malam yang lalu aku membaca sesuatu.”

“Apa?”

Yuri dan Taeyeon bahkan ikut mendengarkan mereka. Tiffany tersenyum licik dan entah bagaimana Jessica tahu gadis itu memiliki sesuatu di balik senyum jahatnya itu.

“Aku dengar hormon wanita hamil itu tinggi.”

Tiffany menunjuk ke arah Yuri.

“Kau bahkan mungkin memohonnya untuk berhenti menyerangmu.”

Taeyeon tertawa bersama Tiffany. Wajah Yuri berubah pucat. Ia perlahan menunduk dan melihat wajah tersipu Jessica dan jari-jarinya menelusuri dadanya perlahan. Ia menelan ludah. Sial.

~~~;~~~;~~~

“Mantan pacar Jessica? Pergilah.”

Tyler tersenyum licik. Ia sudah mempelajari beberapa hal tentang Hayoung sebelum bertemu dengannya hari ini.

“Aku dengar dia menikahi Jessica?”

Hayoung memandangnya.

“Jika kau kemari untuk mengingatkannya padaku, lebih baik kau pergi. Suasana hatiku sedang tidak baik.”

“Jadi dia memilih Jessica? Aku ingin tahu kenapa.”

Hayoung sudah merasa muak. Ia tiba-tiba berdiri bersiap-siap untuk pergi namun Tyler menahannya.

“Aku bisa membantumu mendapatkannya kembali jika kau membantuku.”

Hayoung melihat Tyler tersenyum jahat. Ia tidak menyukai senyum ataupun motifnya. Ia sudah merasa muak dengan orang-orang yang mencoba memanipulasinya. Ia menarik tangannya kembali dengan kasar.

“Lakukan saja sendiri. Aku sudah tidak ada urusan lagi dengan Yuri ataupun Jessica. Mereka bisa bercinta sesuka hati dan aku tidak peduli lagi.”

“Bagaimana jika aku memberitahumu kalau aku tahu mengapa dia menyetujuinya? Maukah kau membantuku?”

Pernyataan itu menarik perhatiannya. Hayoung tidak pernah mendengarkan Yuri menjelaskan alasannya. Dia bilang Jessica hamil dan itu adalah bayinya tapi cukup sampai di situ.

“Katakan.”

“Duduklah.”

Hayoung memutar bola matanya. Ia kembali duduk dan melipat tangan di depan dada.

“Dia hamil.”

“Aku tahu. Yuri memberitahuku. Itu adalah bayinya.”

“Tapi aku bertaruh kau tidak mendengar bagian di mana Jessica menggodanya di tempat tidur saat dia mabuk di New York beberapa bulan lalu?”

Tyler melihat Hayoung berpikir-pikir. Ini adalah kesempatan untuk menariknya.

“Dia sudah mencintai Yuri sejak awal Hayoung. Dia menginginkan Yuri untuk dirinya sendiri. Saat dia mendengar tentang kau dan Yuri, dia datang ke Seoul dan memerasnya. Kenyataannya bayi itu bukanlah bayi Yuri. Bayi itu adalah bayi Im Yoong. Jessica menggunakannya untuk memeras Yuri dan mengetahui Yuri, dia terlalu mudah dibohongi.”

“Yoong? Tapi dia sahabat Yuri.”

Tyler memainkan perannya dengan baik. Ia tersenyum dalam hati. Hayoung jatuh ke dalam perangkapnya.

“Dia tidak mau bertanggung jawab. Daniel Jung memaksakan pernikahan ini demi putrinya dan Yuri hanyalah kambing hitam yang siap untuk dikorbankan.”

Hayoung merasa murka dan frustrasi pada dirinya sendiri. Seharusnya ia tetap tinggal dan berjuang demi Yuri. Tyler melihat tangan Hayoung bergetar dengan penuh amarah.

‘Rencana A, sukses.’

~~~;~~~;~~~

Yuri melihat Jessica membongkar isi koper mereka. Berbagi koper dengan Jessica terasa aneh baginya. Ia biasa memakai kopernya sendiri. Tapi karena mereka baru saja menikah dan sekarang sedang dalam tahap bulan madu, mungkin berbagi sesuatu bisa memperkuat hubungan mereka. Ia duduk di lantai di sebelahnya.

“Masih belum beres?”

“Kau terlalu banyak membawa pakaian Yul.”

“Aku tidak tahu harus memakai apa di sini jadi kukira…”

Jessica hanya bisa terkekeh mendengarkan alasan basinya. Yuri hanya tidak peduli dan memasukkan pakaian apa saja dengan sekali dorongan. Kebiasaan Yuri. Jessica sedang fokus mengeluarkan semuanya ketika ia merasakan Yuri merangkul pinggangnya dan menariknya lebih dekat hingga punggungnya menyentuh dada laki-laki itu. yuri memelukya dari belakang.

“Teruskan saja.”

Napas Jessica tidak beraturan ketika Yuri menciumi lehernya.

“Aku tidak bisa…tidak dengan seperti ini.”

“Apakah aku mengganggumu?”

Jessica menggigil ketika laki-laki itu menciumi wajahnya sebelum kembali menurunkan ciumannya ke leher. Tangannya masuk ke dalam blousenya dan mengusap-usap perutnya. Jessica semakin menyandarkan kepalanya ke belakang. Yuri menggunakan tangannya yang bebas dan perlahan menarik blousenya menuruni bahunya. Ia menciumi bahu Jessica yang terekspos membuat gadis itu memanggil namanya.

“Yuri…”

“Ya Sica?”

“Aku harus mengeluarkan baju-baju dari koper…kau tidak m-membantu…”

Yuri tersenyum dan terus menciumi bahunya. Tangannya bergerak semakin ke atas. Ketika tangannya mencapai dada gadis itu, Jessica segera meraih tangannya.

“Kau ha-harus berhenti…”

“Bagaimana kalau aku tidak mau?”

Tangan kirinya bergerak ke bagian bawah sementara tangan kanannya meraih dada gadis itu. Jessica menutup matanya ketika ia merasakan tangan Yuri di antara kakinya.

“Sica, maukah kau menjadi milikku?”

~~~;~~~;~~~

TBC

credit: bluppy @AFF

 

Advertisements

29 thoughts on “9 Months [Chapter 9]

  1. fyuuhhh… akhir nya tbc datang menggangu. hahaha……
    yulsic tambah mesra aja, dan pengganggu taeyeon, ish.. merusak moment romantis yulsic.
    si teler tuh ngapain sich, bukan nya dia yg ngelepas jessi karna ga mau tanggung jawab, sekarang datang dan mau menghancurkan hubungan yulsic lewat hayoung. ck.

  2. ya tuhaaannn tuh manusia kadal tyler emng bner2 ya pembohong besar, iiishhh bener2 gregetan ngeliatnya. dasar yoong bener2 playboy nih pramugari baru kenal aja lgsng di “makan”wkwkwkwk, aduuhh yulsic mau ngapain itu ya? mudah2 an taeng ga gangguin mereka lg deh. wkwkwkwkw

  3. Tbc nya g tepat huuff…
    s teler knp malah nuduh yoong yg nge hamilin sica sih. Dia nya jg g mau tanggung jawab knp malah ganggu yulsic yg lg mesra2 nya. Yulsic honeymoon kok bawa pengganggu sih wkwk..

  4. Aaaahhh tbc dtang di saat yg tdak tepat…
    Uaaseeem banget si laler kamprett gw bner2 benci sma tu kwon imitasi arrgghhhhh dasar pengacau..
    Gw harap yulsic tahan banting….
    Apa yoong bkal trus jdi playboy?? Knp dia ga sma krys aj??

  5. Ya..ya..ya…lg asik menikmati momentnya kok dah TeBeCe jah sich torrrr….
    Hahaha…😁😁😁😁
    Kasian lihat pasangan taeny tuh pasti ngiler ” 😂😂😂😂
    Aischhh…apa yg direncnkan laler ma hayoung tuhhh. ????
    Smoga mreka gk g3 honeymoon yulsicku..

  6. haissss kurang panjang momen yulsic x thor apa lgy dlm rangka honymoon hehehehehe…
    si laler pengen gue jambak rambutx sampek botak

    part selanjutx NC yulsic nanggung thour hehehehehe

  7. Tuh sikwonjidat beneran harus dibantai kayaknya awas aja klo macem macem ma pasangan yg lagi bhagia ditunggu lanjutanya semangat tarra

  8. Suka sedih kalo sica ngomong ” kau bisa mengakhiri hubungan ini yul” preett padahal hbs itu nangis2 hahaha
    Wuh yulsic semakin romantis euii bikin senyam senyum dewe hahaha
    Nah kan udah ketebak laler mulai merancang kejahatannya hmm

  9. Hahahaha.. tontonan porno gratis.. fany fany tanpa nonton pun kmu bisa meraktekin sama tae. Wahhhhh pandai bersilat lidah nih si laler… pngn gue sumbangin tuh lidah si laler buat raffi ahmad biar bisa ditanyakan sama orang” hahahaha lanjut kak

  10. wah haha dibilang reader baru juga bukan sih tapi gue sempet baca ff lo beberapa dan termasuk yg ini, sayangnya kwon gadungan berhasil menghancurkan mood gue seketika alhasil gue udahin baca tapi berakhir baca lagi.

    sebenernya gue kasian bgt sama hayoung dicampakin *gue ngebayangin itu gue* tapi apa daya gue kelewat ngeship yulsic. tapi karakternya yul yg biasanya player tiba2 jadi manusia baek2 wkwk, caught on my eyes.

    biar gue lanjutin lagi ya bacanya haha

  11. yulsic so sweet banget . selamat yg udah nikahh , wkwkwkwk . tpi sebel gue sama tyler , udah ninggalin sica aja , masi mau ganggu sica lagi dan kompori hayoung lgi buat misahin yulsic .

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s