9 Months [Chapter 12]

keep on reading guys ^^

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 12

 

“Ya ayah. Aku mengerti.”

Hayoung memutar bola matanya begitu ayahnya, Oh Sangjin meneleponnya dan memberitahunya jika melarikan diri bukanlah solusi yang bagus untuk mengobati luka di hatinya. Ayahnya merasa tindakan itu sangat kekanak-kanakkan. Di sisi lain Hayoung merasa ayahnya tidak masuk akal. Ia lalu melihat Tyler berjalan masuk ke dalam kafe dan menghampirinya.

“Ayah, aku harus pergi. Aku akan pulang beberapa hari lagi. Dah.”

Hayoung meletakkan ponselnya begitu Tyler duduk di hadapannya. Ia melihat laki-laki itu menaruh amplop cokelat di atas meja.

“Apa itu?”

“Aku baru saja datang dan kau tidak akan memesankan kopi untukku Hayoung?”

Tidak menerima tanggapan dari gadis itu, Tyler mengangkat tangannya mengaku kalah.

“Oke. Amplop itu untukmu. Ambil saja.”

Hayoung menatapnya namun Tyler hanya tersenyum. Ia menuruti perintahnya dan mengeluarkan isi dari amplop tersebut. Ia menyesali tindakannya. Itu adalah foto-foto Yuri dan Jessica yang mungkin sedang berada di Jeju. Mereka terlihat intim dan foto terakhir membuat hatinya terasa sakit seakan diremas-remas. Yuri tengah mencium Jessica sebagaimana dia biasa menciumnya dulu.

“Kenapa kau menunjukkan ini padaku?”

Tyler mengangkat bahu.

“Aku hanya memastikan kalau persekutuan kita masih berlanjut.”

Tyler melihat Hayoung menyeka air matanya. Hayoung kembali menaruh foto-foto itu ke dalam amlop dan meletakkannya sebelum mendorongnya ke arah Tyler.

“Aku sudah mengirim SMS pada Yuri seperti yang sudah kita rencanakan. Berhentilah memberiku informasi tentang apa pun yang mereka lakukan.”

Tyler tersenyum menyeringai dan menjejalkan amplop itu ke dalam jaketnya.

“Aku ingin menguatkanmu sehingga kau tidak akan mundur setelah kita kembali ke Korea. Tapi harus aku akui, sejauh ini kau melakukannya dengan baik.”

Tyler memanggil pelayan dan memesan sesuatu. Hayoung mengalihkan pandangannya dari Tyler ke pemandangan di luar. Ia mendesah.

‘Apakah aku melakukan hal yang benar?’

‘Dia sudah menyakitimu. Mereka pantas mendapatkan kebencian.’

“Pantaskah?”

“Apa?”

Tyler kembali bertanya ketika ia mendengar gadis itu seolah-olah berbicara padanya. Hayoung kembali menoleh ke arah Tyler dan menggelengkan kepalanya.

“Tidak apa-apa. Orangtuamu menyutujui kau pulang?”

“Ya. Ditambah lagi ayah membutuhkan seseorang untuk mengawasi cabang perusahaan kami di Korea.”

“Oke.”

Tyler merasakan gadis itu menyembunyikan sesuatu. Ia memegang tangannya.

“Hei, kau tidak apa?”

Dari nada suaranya, Hayoung dapat menebak jika laki-laki itu mencemaskannya. Memberinya seulas senyum kecil, ia menjawab.

“Tidak apa-apa. Sungguh.”

“Kalau kau bilang begitu.”

Makanan Tyler datang dan ia lekas melahapnya. Hayoung memandanginya. Entah mengapa pertanyaan yang sama kerap berputar-putar dalam benaknya.

‘Apakah aku melakukan hal yang benar?’

~~~;~~~;~~~

Jessica langsung tidur ketika Yuri meninggalkan kamar hotel mereka pagi ini. Sekarang, mengikuti instingnya, sisi kirinya terasa kosong. Kehangatan dari suaminya kini tidak terasa. Lengan kirinya menjelajahi sisi yang biasanya ditiduri Yuri. Membuka matanya perlahan, ia menyadari kalau Yuri tidak ada di tempat tidur. Kembali berbaring, ia menoleh ke sampingnya dan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 9 pagi. Di mana Yuri sepagi ini?

“Yul?”

Ia mengangkat tubuhnya dan melirik ke arah kamar mandi. Tidak ada seorang pun di sana karena kamar mandi itu berbentuk empat dinding yang terbuat dari kaca tebal. Dan gordennya tidak berubah.

“Di mana dia?”

Jessica menyingkirkan selimutnya dan berdiri. Ia mengenakan kaos kotak-kotak Yuri yang diberikan oleh laki-laki itu sendiri. Wajahnya memerah saat mengingatnya. Mengesampingkan pikirannya, Jessica berpikir mungkin Yuri pergi keluar untuk bertemu dengan Taeyeon dan Yoong.

“Haruskah aku pergi mencarinya?”

Ia memandang sekeliling kamarnya dan melihat lantai yang berantakan gara-gara mereka tadi malam. Ia mendesah. Mungkin ia harus pergi dan mandi sebelum mencari Yuri. Ia tidak boleh keluar dengan keadaan seperti ini. Orang-orang mungkin akan mengiranya gila. Ia tidak ingin itu terjadi. Dengan begitu ia memantapkan hatinya.

“Mandi dulu lalu aku akan mencarimu.”

Ia melepaskan kaus Yuri yang menutupi tubuhnya saat itu dan melemparkannya. Ia pergi ke ruang shower dan melihat bath tub-nya telah diisi air dan di dekat bath tub itu, ia melihat selembar catatan kecil. Ia membacanya keras-keras.

Air hangat untuk ratuku.

Bibir Jessica membentuk senyum terkonyol yang belum pernah dilihat siapa pun. Yuri sungguh perhatian. Laki-laki itu selalu bersikap manis padanya.

“Terima kasih rajaku.”

Jessica menghabiskan waktunya di kamar mandi. Setelah cukup lama, ia akhirnya keluar. Ia berjalan menuju lemari pakaian mereka sambil mengeringkan rambutnya. Karena tidak ada orang lain selain dirinya di sana, ia tidak repot-repot menutupi tubuhnya. Ia membuka pintu lemari dan melihat catatan lain menempel di gantungan.

Jangan repot-repot berdandan cantik untuk orang lain. Kau akan selalu terlihat cantik di mataku.

“Kwon Yuri, apa yang sedang kau rencanakan huh?”

Meskipun demikian, catatan itu semakin membuat senyumnya mengembang. Seolah-olah catatan yang Yuri tinggalkan di kamar mandi tidak dapat membuatnya terkekeh-kekeh, catatan ini berhasil membuat hatinya berbunga-bunga. Mengesampingkan catatan itu, ia mengambil gaun berpola penuh bunga sepanjang lutut dan mengenakannya. Setelah selesai, berjalan menuju meja rias di samping lemarinya, ia melihat catatan lain yang sejajar dengan pandangannya.

Kau cantik apa adanya.

Jessica mengambil catatan itu dan ia tidak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya. Entah bagaimana Kwon Yuri bisa membuat jantungnya berdebar bahkan tanpa harus berada di depannya. Hanya dengan catatan-catatan kecil dari laki-laki itu saja sudah cukup membuat paginya menyenangkan.

“Kau membuatku tersipu.”

Jessica hanya berdandan sedikit dan pergi ke pintu ketika ia melihat catatan lain menempel. Kali ini, ia yakin ia tidak perlu pergi mencari laki-laki itu.

Buka pintunya dan aku akan berada di sana.

Jessica terkekeh dan memutar kenop pintu. Di hadapannya berdiri seorang laki-laki berkulit kecokelatan dengan sebuket mawar di tangan dan seulas senyum yang mempesona. Yuri menyodorkan mawar tersebut padanya. Jessica menerima bunga dari laki-laki itu namun ia dapat merasakan pipinya yang mulai memanas. Ia mengangkat mawar itu dan menciumnya perlahan. Mawar itu tercium wangi dan ia menyukainya.

“Be my valentine?” Yuri mengulurkan tangannya.

“Tapi sekarang bukan hari Valentine.”

“Bersamamu, setiap hari adalah hari Valentine.”

Jessica mendorong bahu laki-laki itu dengan main-main membuat senyum laki-laki itu semakin mengembang. Ia menyambut uluran tangan Yuri menerima tawaran Valentine darinya. Yuri merasakan jantungnya hampir meledak dan ia bisa saja melompat-lompat merayakannya tapi agar tidak memalukan dirinya sendiri, ia tetap tenang. Yuri mencondongkan tubuhnya dan berhati-hati agar tidak  menghancurkan sebuket mawar tadi dan memastikan dirinya berhenti di samping wajah gadis itu.

“Bolehkah aku mengajak ratuku berkencan?”

Suara serak laki-laki itu membuat tubuhnya menggigil mengingatkannya bahwa laki-laki itu berada sangat dekat dengannya. Ditambah lagi nada suaranya yang terdengar tulus. Itu adalah ajakan yang sempurna. Yuri menarik diri dan melihat gadis itu perlahan mengangguk setuju. Sambil bergandengan tangan, Yuri membantu gadis itu menutup pintu di belakang dan mengajaknya keluar di hari yang telah ia rencanakan untuk gadis itu. Semoga gadis itu menyukainya.

~~~;~~~;~~~

Yuri menginginkan kencan seperti orang biasa. Bukan kencan di antara dua pewaris dari dua perusahaan terbaik. Ia bisa saja menelepon ayahnya dan memintanya untuk memudahkan mereka di sini tapi ia ingin melakukan hal-hal normal seperti kebanyakan orang. Jessica menggandeng lengan Yuri dan menyandarkan kepalanya di bahu laki-laki itu. Mereka kini sedang berada di dalam mobil yang telah disewa Yuri untuk hari ini. Jesssica tidak tahu ke mana mereka akan pergi. Oleh karena itu ia bertanya.

“Kita mau pergi ke mana?”

“Lihat saja nanti.”

Yuri yang bersikap hati-hati sungguh tidak membantu. Tapi gadis itu tidak memedulikannya dan memandang keluar jendela saat mobil mereka melaju.

“Apa kau akan menculikku Kwon?”

Yuri menoleh ke sebelah kanannya dengan mata terbelalak.

“Bagaimana kau bisa tahu?!”

“Oh aku sungguh akan melaporkannya.”

“Mrs. Kwon, kurasa kau tidak bisa melapor. Ferry-nya berjalan.”

Yuri terkekeh ketika Jessica mengalihkan pandangannya dan memandang keluar. Ketika gadis itu sedang bermain-main, Yuri telah naik ke dalam ferry dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju pulau Udo. Jessica merajuk karena Yuri menertawakannya. Yuri yang menyadari hal itu akhirnya berhenti tertawa. Ia mencondongkan tubuhnya dan menangkup wajah gadis itu sebelum mengecup pipinya.

“Sekarang kau curi-curi ciuman juga?”

“Pembayaran macam apa yang kau mau?”

Jessica merenung sejenak dan itu membuat Yuri terkekeh. Ia bersandar di sandaran kursi pengemudi dan merangkul lengan gadis itu menariknya ke pelukannya.

“Saat ferry ini bergerak, kau bisa menggunakan dadaku sebagai bantal dan pikirkan bayaran apa yang kau mau. Oke?”

Pernyataan itu menghasilkan tamparan di dadanya tapi tamparan itu tidak menyakitkan. Mungkin karena ia sangat mencintai gadis itu untuk menyadari betapa kerasnya tamparan gadis itu.

~~~;~~~;~~~

“Kita sudah sampai!”

Teriakan Yuri mendapatkan pandangan dari orang-orang. Jessica memelototinya tapi Yuri terlalu kegirangan namun untuk menyenangkan Jessica, ia meminta maaf. Mereka sudah memarkirkan mobil mereka di pelataran parkir.

“Oke, ayo kita pergi!”

Yuri menunggu Jessica untuk keluar dan menariknya ke arah tempat penyewaan ATV. Mata Jessica terbelalak.

“Yuri, aku tidak bisa mengendarainya.”

Suara bisikan gadis itu cukup keras untuk bisa didengar Yuri tapi tampaknya laki-laki itu mengabaikannya. Mengerikannya, laki-laki itu hanya menyewa satu ATV. Yuri mengambil helm pink dan membantu Jessica memakainya sebelum ia memakai helmnya sendiri. Ia naik dan menyalakan mesinnya.

“Aku duduk di mana?”

Yuri menepuk-nepuk ruang kosong di belakangnya. Jessica mengerutkan dahi.

“Tapi kakiku ditaruh di mana? Kakiku akan sakit kalau aku membiarkannya menggantung di benda ini.”

Yuri geleng-geleng kepala mendengarkan rengekan terus-menerus dari istrinya. Jessica benar tapi Yuri sudah memikirkan semuanya. Ia turun dan cepat-cepat menggendong Jessica. Gadis itu hampir tersenyum tapi menahannya karena tidak ingin menjadi pusat perhatian. Yuri mendudukkan gadis itu dan menaruh kakinya di platform kecil. Ia lalu naik dan menaruh kakinya sendiri di atas kap mesin. Jessica tersenyum mengerti. Ia merangkul pinggang Yuri dan menyandarkan dagunya di bahu laki-laki itu.

“Sekarang kau merasa nyaman Sica?”

“Kau benar-benar laki-laki yang unik Yul.”

“Aku selalu unik. Terutama untukmu.”

Jessica memutar bola matanya dan Yuri hanya tersenyum lebar.

“Pegangan yang erat. Kita akan berangkat.”

Dan mereka meninggalkan tempat itu dengan pandangan iri dari orang-orang yang melihat pasangan muda itu.

~~~;~~~;~~~

Jessica memeluk tubuh Yuri sambil mengagumi pemandangan di sepanjang perjalanan mereka. Sebenarnya cuaca saat itu terasa sedikit panas tapi pemandangan di sini sangat mengagumkan. Mengapa ia bisa melewatkan semua ini saat terakhir kali ia datang ke sini?

“Sica, lihat ke sana.”

Yuri menunjuk ke arah sesuatu sehingga Jessica melihatnya. Di padang rumput sana terlihat beberapa kuda.

“Apa itu kuda jinak Yul?”

“Yah bisa jadi.”

“Dulu aku selalu ingin menunggangi kuda tapi aku tidak punya waktu.”

Nada suaranya terdengar sedih dan Yuri menyadarinya.

“Aku penunggang kuda yang baik. Lain kali aku akan mengajarimu oke?”

“Sungguh?” gadis itu terdengar antusias dan Yuri mengangguk merasa lucu.

“Yeay!”

Yuri menertawakan kelakarnya. Jessica merasa sangat senang dan tidak memedulikan tawa Yuri. Tampaknya ia berpikir bahwa mengendarai ATV ini dengan Yuri adalah keputusan yang benar. Sedikit demi sedikit ia mulai menikmatinya dan ia bisa mengetahui hal-hal baru tentang Yuri.

~~~;~~~;~~~

Mereka berhenti di kedai terdekat. Yuri membantu Jessica melepas helmnya. Ia melihat butiran keringat di dahi gadis itu. Ia mengeluarkan sapu tangan dan mengelapnya. Jessica tersipu.

“Kau berkeringat.”

“Cuacanya panas…”

Jessica cemberut. Itu benar. Hari ini cuacanya panas. Yuri berpikir-pikir sejenak.

“Ah! Tunggu di sini!”

Jessica tidak sempat bertanya ketika Yuri masuk ke dalam kedai kecil. Ia duduk di ATV dengan tangan di paha menopang dagunya dan menunggu laki-laki itu kembali. Tidak lama kemudian Yuri keluar dan mengulurkan es krim rasa jeruk untuknya. Laki-laki itu tersenyum lebar.

“Apa kau tahu Jeju menghasilkan salah satu jeruk terbaik? Ini.”

Jessica menggigit es krim tersebut dan senyum puas tersungging di bibirnya. Dinginnya es krim itu membantu suhu tubuhnya menurun. Yuri terus menyuapinya sambil kadang-kadang menggigit es krimnya. Mereka akhirnya menghabiskan es krim itu. Mereka berdua kembali ke ATV dan mengendarainya meninggalkan kedai hingga akhirnya mereka tiba di sebuah tempat bernama Seongsan Sunrise Park. Di tempat ini kendaraan tidak diperbolehkan masuk. Dengan begitu mereka turun dan Yuri menaruh helm mereka di ATV. Ia menggenggam tangan Jessica dan mereka berjalan-jalan bersama. Hari ini banyak orang yang datang kemari. Jessica melihat sebuah batu dengan kata-kata yang terukir di atasnya. Ia menarik Yuri ke arah batu tersebut. Ia lalu mengerutkan kening.

“Kita tidak bisa melihat matahari terbit.”

Yuri merasa bersalah. Ia lupa tentang matahari terbit itu. Ia meremas tangan Jessica.

“Kita tidak bisa tinggal di sini tapi aku berjanji lain kali kita ke sini, aku akan mengajakmu untuk melihat matahari terbit.”

“Sungguh?”

“Sungguh.”

“Janji?”

Jessica mengacungkan jari kelingkingnya. Yuri terkekeh dan mengaitkan jari kelingking mereka.

“Janji.”

Jessica memberikan senyumnya yang paling tulus kepada laki-laki itu dan senyum itu membuatnya tertegun sesaat. Tapi ia lalu tersadar dan balas tersenyum. Mereka meninggalkan batu itu dan berjalan-jalan lebih jauh. Terlepas panasnya terik matahari, embusan angin sepoi-sepoi membuat perjalanan mereka terasa menyenangkan. Pemandangannya mengagumkan. Dari sini kau bisa melihat luasnya lautan dengan pantai yang berpasir putih. Mereka melewati dua batu. Dari bentuknya, kedua batu itu terlihat seperti orang tua. Yuri melihat ekspresi bingung di wajah Jessica. Ia tahu Jessica sudah pernah pergi ke Jeju sebelumnya tapi ia tidak tahu gadis itu belum pernah menjelajaji pulau ini.

“Mereka menyebut batu ini dengan sebutan malaikat pelindung pulau Jeju.”

“Malaikat pelindung?”

“Ya, jika kau menyentuh bahu mereka, kau akan mendapatkan kesehatan. Jika kau menyentuh perut mereka, kau akan mendapatkan kekayaan dan jika kau menyentuh hidungnya…”

Yuri sengaja mendekat ke arah Jessica dan membisikkan kalimat terakhir.

“…kau akan mendapatkan seorang putra.”

Jessica tidak bisa menghitung sudah berapa kali dalam satu hari ini wajahnya merah tersipu hanya karena laki-laki itu berbicara padanya. Yuri tersenyum lebar merasa lucu.

“Jadi bagian mana yang ingin kau sentuh?”

Tanpa sadar Jessica meletakkan tangannya di perutnya. Haruskah ia meminta anak laki-laki? Tapi ia tidak tahu mana yang disukai Yuri. Dia mungkin tidak akan menyukai permohonannya. Dengan begitu Jessica memilih bahu.

“Aku akan menyentuh bahunya sehingga kita bisa tetap sehat. Kau?”

Jessica menunggu dengan sabar. Tiba-tiba Yuri meletakkan tangannya di atas tangan Jessica di perutnya.

“Aku ingin anak laki-laki.”

Dan pernyataan itu membuatnya semakin jatuh cinta kepada Yuri.

~~~;~~~;~~~

“Ughh…tadi itu…tidak dapat dipercaya.”

Taeyeon menoleh ke samping dan melihat wajah Yoong berubah pucat. Ia mendengus.

“Oh ayolah Yoong. Lihat dirimu. Kau jauh lebih gombal daripada Yul. Kau harus dengar omonganmu sendiri saat kau berbicara pada para gadis. Apa yang dikatakan Yul itu tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu.”

Taeyeon memutar bola matanya ketika Yoong memasang ekspresi terluka dengan main-main.

“Oh hyung, itu menyakitkan.”

“Casanova Im.”

“Mungkin aku harus mengajari Yuri bagaimana cara menjadi seorang casanova. Dia pasti akan terkenal.”

Taeyeon menampar bagian belakang kepala Yoong menyebabkan laki-laki yang lebih muda itu mengerang.

“Kenapa kau memukulku?”

“Jangan ajarkan hal-hal aneh pada Yuri, Yoong.”

“Gaya casanovaku tidak aneh Taeyeon. Aku menyebutnya genit.”

“Genit pantatku. Pergilah.”

“Baiklah. Aku akan pergi dan mencari Tiffany noona mungkin dia akan mengizinkanku untuk mengencaninya hari ini.”

Yoong tertawa licik namun Taeyeon terlihat menggerutu marah. Ia kembali memukul bagian belakang kepala Yoong.

“Hyung!”

“Tiffany off limit untukmu. Ditambah lagi dia masih lelah gara-gara tadi malam.”

Yoong menggigil ketika ia melihat wajah mesum Taeyeon.

“Euhhh Taeyeon! Jangan ceritakan hal-hal seperti itu padaku! Menjijikkan!”

Taeyeon tidak memedulikan rengekan Yoong namun senyum mesumnya tidak lenyap dari wajahnya, mungkin dalam beberapa jam. Siapa tahu.

“Kenapa aku setuju bergubung denganmu untuk memata-matai Yuri?”

~~~;~~~;~~~

Yuri dan Jessica berdiri di dekat sebuah karang yang terjal. Tangan Jessica bertumpu pada pagar pembatas. Pemandangan dari atas sana sangat mempesona. Yuri melingkarkan tangannya di pinggang Jessica dan menariknya lebih dekat. Jessica membiarkannya dan menikmati keheningan saat itu.

“Jessica?”

Mereka berdua berbalik ketika mereka mendengar seseorang memanggil nama Jessica. Yuri mengernyitkan keningnya begitu ia melihat orang itu.

“Taecyeon?”

“Wow, aku tidak pernah tahu kita akan bertemu di sini.”

Jessica hanya tersenyum sementara Yuri memeluknya lebih erat. Ia ingat apa yang dikatakan Yoong padanya di malam ketika ia meninjunya. Kenapa Taecyeon ada di sini?

“Oh Yuri? jadi rumor itu benar? Kau sudah menikah?”

Yuri tidak membiarkan Jessica menjawabnya. Ia angkat bicara.

“Ya, kami sudah menikah.”

“Kenapa aku tidak diundang? Aku pasti akan datang.”

“Maaf. Itu pernikahan tertutup.”

“Ow ayolah Yuri. Setengah dari grup kita tidak diundang. Mereka ingin tahu kenapa.”

Jessica merasakan bahwa Yuri sedang menahan amarahnya dan senyum licik Taecyeon tidak membantu sama sekali.

“Kau sudah dengan rumor itu? Aku dengar ‘itu’ bukan punyamu.”

Jessica memegang lengan Yuri dengan erat. Hal terakhir yang ia inginkan adalah drama. Apalagi saat bulan madu mereka. Taecyeon menyisir rambutnya dengan jari-jarinya.

“Yah, senang bertemu kalian di sini. Aku akan sebarkan berita kalian berdua dan selamat menempuh hidup baru Jessica, Yuri.”

Mereka berdua memandang Taecyeon yang meninggalkan mereka di sana. Yuri menggertakkan giginya. Dulu ia membenci Taecyeon dan sekarang ia sungguh membencinya.

“Yuri…”

“Aku tidak apa. Ayo.”

~~~;~~~;~~~

Yoong meraih bahu Taecyeon setelah dia sendirian. Taeyeon telah kembali ke hotel ketika Tiffany memanggilnya, meninggalkan Yoong memata-matai Yuri sendiri. Ia lalu melihat Taecyeon menghampiri Yuri dan Jessica.

“Kau juga ada di sini Yoong? Sungguh mengejutkan.”

“Menjauhlah Taecyeon. Aku peringatkan kau.”

Yoong menatapnya tajam dan tatapan itu mengintimidasi Taecyeon. Ia tidak pernah ingin berurusan dengan Yoong. Tidak ketika orangtuanya menangani beberapa proyek dari Im Industry.

“Aku hanya mengucapkan selamat.

“Kau tahu apa yang bisa kulakukan dan kau tahu aku akan melakukan apa saja untuk teman-temanku. Hentikan semua rumor itu atau aku pastikan kau akan menderita.”

Taecyeon tahu dia tidak main-main. Seorang Yoong yang player tidak pernah serius tapi ketika dia serius, dia bersungguh-sungguh. Taecyeon mengangkat lengannya tanda kalah dan mundur.

“Hei, aku bukan penyebarnya. Tyler dan teman-temannya yang melakukannya. Aku hanya mendengarnya.”

“Kau harus memastikannya atau jika tidak…kau tidak ingin mengetahuinya.”

Yoong mengenakan kacamata Rayban-nya dan pergi meninggalkan Taecyeon yang memandanginya dengan kebencian. Tapi ia kemudian sadar ia harus berhenti sekarang atau ia tidak hanya akan mendapatkan ancaman dari Yoong.

~~~;~~~;~~~

TBC

credit: bluppy @AFF

Advertisements

28 thoughts on “9 Months [Chapter 12]

  1. apa sih maksud tyler tuh, sica hamil dia ga mau tanggung jawab eehh giliran sica udh nikah malah dia mau ngehancurin, emng dasar ya. ya tuhaaann itu yoong am taeng kurang kerjaan bgt ya pake acara mata2 i yulsic segala, ampun deh liat mereka, tp ada untung nya jg ding, krna yoong jadi tau kalo ada taecyeon yg gangguin yulsic

  2. cowok kaya yuri, ada nya cuman di dunia khayal?, di dunia nyata?, itu mustahil. walau pun ga ada yg ga mungkin di dunia ini.
    haaaa…~ iri nya ama Jessica. 😔

  3. isssss si laler emang bikin orang emosi saja…..

    yull oppa cocwiett bingit hehehehe sica beruntung dech dpt nikah sama yull dary pda sma s laler sya gk ridho banget hehehehe #plak

  4. Yulsic So sweeeewetnyaaaa 😘😘
    Reader aja tersipu sipu bacanya 😊
    Yoong ama taeng kurang kerjaan ya jadi mata2 segala ha..ha..tp ada bagusnya juga jd mereka ngejagain yulsic..
    Tinggal laler ama gayong aja nih yg mesti d singkirin biar nggak ngeganggu yulsic…
    Heran sm laler sica hamil nggak mau tanggung jawab pas sica nikah dia nggak suka…(maumintapitesnihorang) 😠😈

  5. Uasem kampret si laler dasar pecundang…. arrrghhhh gregetan gw sma lu sumpah pen gw sumpel mulutnya pke sambel…
    Semoga yulsic tahan badai dan bsa mempertahankan kebahagiaan mreka.. dan yul sll jaga sica..
    Yoong emang keren dah i love you full hahahahhahaha

  6. Yampun akhirnya update juga yah hmm
    Gue ga kuat angkat tangan 🙌 itu yulsic astaga ga bisa santai pacarannya ha ? Gilak bikin diabet diabet 😢
    Pantesan tante2 pada nempel kek perangko ke yul *eh ada hubungannya ? 😂

  7. Ini yg honeymoon siapa sih kok taeny ikut2an haha. S taecyeon muncul2 ngerusak suasana sweet yulsic aja. Tp lucu jg ngebayangin taecyeon yg takut sma yoong wkwk..

  8. Yoong jjang!!! taecyeon bisa keder gtu sama dia.
    yulsic kayanya harus lbih sabar nih ngadepin semuanya. semoga hayoung segera sadar n ga ikut2an tyler bwt ngancurin yulsic. lanjuut!!

  9. Duo racun mo bikn ulah apaan nih?awas aja kl smpe knp2 sm yulsic, emng kudu dibasmi tuh duo racun.
    Duuuhhh yg msh mesra2an trus, emng nih yul slalu bikn sica klepek2, ada aja klakuannya😊😊
    Nah lho taeny abis ngapain tuh??
    Untung ada si casanova im, kl gak taec bs bikn ribut tuh

  10. Hayoung sebenarnya org baik tp pengaruh dari tyler, emm. .wajar hayoung marah ama si njess tp kliatanya dia asli nya baik sih,
    YulSic ttep romantis yaa, 😍😘😘 TaeNy jg. .

  11. Makin brabe yah makin kesini. Setelah mencampakkan trus datang lagi. Tyler kampret. Ntuh si taec perlu d bonyokin dulu? Yulsic akan badaiiii…. badaiiii….
    Taeny akan kah ada badai???
    Ah… sera lo dah.
    See ya thor n hwataenggg!!!

  12. gue diabetes baca nya yulsic so swet banget gilaaa. Selain diabetes gue juga darah tinggi apalagi pas yang si es teler sama si tacon tapi gue gak peduli yang penting yulsic janggg

  13. siapa yg gak akan klepek2 kalau yuri udah beraksi dengan sikapx yg sweet..jessica aja tersipu2 gitu..
    teler emang gak bisa lht yulsic bahagia..gk mau tanggung jwab..tpi gk mau jessica bahagia..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s