Dear Diary [Chapter 10]

Hello 🙂


Chapter 10: Someday (Nayeon’s special)

 

Nayeon POV

Hari ini adalah hari yang normal, seperti biasanya, sangat membosankan. Aku memutuskan untuk pergi keluar dan memburu wanita-wanita cantik. Aku berjalan di sepanjang jalanan yang sibuk. “Hari ini sangat banyak orang. Aku bisa mendapatkan tangkapan yang besar.” Pikirku. Aku terus berjalan dan mengamati setiap gadis yang berpapasan denganku.

“Oohh…gadis itu memiliki kaki yang indah.” Aku memandangi kakinya dan perlahan mengalihkan pandanganku ke wajahnya. Aku memasang tampang jijik. “Pffttt. Dia terlihat jauh lebih tua dariku. Dia bahkan terlihat lebih tua daripada ibuku. Cari lagi.” Aku melanjutkan pencarianku.

“Yang ini wajahnya terlihat cantik. Sayangnya dia sedang bersama pacarnya. Sayang sekali.” aku mendesah kecewa. Aku kembali mencari dan mencari hingga aku mulai menyerah. Aku duduk nyaman di bangku dekat kedai kopi karena kelelahan. Aku menghela napas. “Hari ini sungguh tidak menyenangkan.” Aku meniup poniku. Aku memandangi orang-orang yang berlalu lalang. “Aku mulai bosan.” Tiba-tiba, seorang gadis berambut pendek berjalan melewatiku. Aku tertegun dan duduk membeku. Itu dia. “Jungyeon.” Gumamku. Aku langsung berdiri dan mengikuti ke mana arah tujuannya. Dia masuk ke kedai kopi. Aku mengikutinya.

Dia duduk di meja kosong. Aku juga duduk di meja kosong di mana dia tidak bisa melihatku. Kurasa dia sedang menunggu seseorang. Aku yakin orang itu Momo. Sudah 10 menit berlalu dan dia masih sabar menunggunya. Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku berdiri dan duduk di hadapannya. Dia menatapku kaget.

“Sedang apa kau di sini?” tanyanya.

“Aku mengikutimu.” Jawabku seketika.

“Kenapa kau mengikutiku?”

“Karena aku menyukaimu.” Aku tidak berpikir dua kali dan langsung mengeluarkan apa yang ada dalam benakku.

Dia menatapku sesaat sebelum akhirnya memberikan balasan. “Kau bercanda?”

“Tidak. Dan kau harus menyukaiku juga.” Kataku dengan penuh percaya diri. Dia mulai merasa kesal.

“Aku sedang tidak ingin bercanda. Pergilah. Aku sedang menunggu seseorang.” Dia tetap tenang meskipun sedang merasa kesal.

“Kau menunggu Momo? Kau menyukainya? Jangan buang-buang waktumu. Dia tidak akan membalas perasaanmu. Dia hanya tahu soal makanan.”

“Dan aku juga tidak akan membalas perasaanmu. Kumohon pergilah.”

Aku tidak pernah menduga dia akan mengatakan hal seperti itu. Rasanya seperti sebuah pukulan di wajahku. Wajahku berubah pucat.

“Aku-”

“Hey guys!” sapa Momo yang berjalan menghampiri.

“Aku tidak tahu Nayeon unnie akan bergabung dengan kita hari ini.” Kata Momo sambil duduk di samping Jungyeon.

“Aku hanya bertemu dengannya di sini. Dia baru saja akan pergi. Bukan begitu?” Jungyeon memelototiku.

Aku tersenyum menyeringai. “Suatu hari nanti, kau juga akan menyukaiku.” Aku berdiri. Momo menatapku bingung. Aku meninggalkan kedai kopi dengan wajah datar.

***

TBC

credit:  chaenk_you @AFF
Follow chaenk_you on Twitter: @enchaengted

Advertisements

4 thoughts on “Dear Diary [Chapter 10]

  1. WHAT THIS???.
    lama ga updet, pas updet, pendek banget, ga ampe 1 mnt aku baca. sekilas aja seperti cewek2 yg lewat saat nayeon lagi haunting girl. 😂😂😂

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s