9 Months [Chapter 13]

Chapter 13

Yuri memandangi Jessica yang mengemas pakaian mereka ke dalam koper. Seminggu telah berlalu dalam sekejap. Sebelum mereka sadari, ternyata inilah saatnya untuk pulang. Ia tersenyum ketika ia melihat istrinya menghela napas untuk yang ketiga kalinya. Sejauh ini Jessica terlihat sangat menikmati bulan madu mereka. Ia berdiri dan menghampiri Jessica dan duduk di samping gadis berambut pirang tersebut.

“Kita akan ke sini lagi lain kali.”

Jessica menoleh padanya dan menghela napas sebelum kembali memusatkan perhatiannya pada tugasnya.

“Sayang.”

“Hentikan.”

“Ow ayolah Sica. Aku berjanji padamu kalau kita akan kemari lagi lain kali.”

Jessica berhenti mengemas pakaiannya dan berbalik menghadap suaminya. Bibirnya yang cemberut sungguh menggoda Yuri.

“Setelah kita kembali ke Seoul, kau akan sibuk dengan pekerjaanmu dan ayah ingin aku melanjutkan sekolahku. Kita akan sangat sibuk sehingga mungkin…”

Ia tidak melanjutkannya. Ia takut apa yang dikatakannya menjadi kenyataan. Perlahan Yuri menggenggam tangannya. Ia menatap matanya lurus-lurus.

“Mungkin apa?”

“…Mungkin kau tidak akan mencintaiku lagi.”

Ia akhirnya mengatakannya. Setelah bertemu dengan Taecyeon, Jessica menyadari sesuatu. Ancaman untuk memisahkan mereka masih ada di mana-mana. Bisa jadi Hayoung, Tyler, atau mungkin Yuri sendiri. Bagaimana jika Yuri menyadari kalau semua ini adalah kesalahan. Bagaimana jika seseorang berhasil menghasut Yuri dan memberitahukan hal-hal yang bisa membuat laki-laki itu membenci dia…dan bayinya. Bayinya. Yuri mengernyitkan dahi. Ia melepaskan tangan Jessica dan menangkup wajahnya.

“Kukira kita sudah menyelesaikan masalah ini Sica? Aku milikmu dan kau milikku. Kau akan tetap bersamaku selamanya.”

Jessica ingin berdebat lagi namun melihat Yuri menatap tegas padanya, ia tidak berani melanjutkannya. Yuri mengusap-usap wajahnya dengan ibu jarinya. Ia mendekat dan mencium bibirnya. Sentuhan bibir Yuri menjauhkan semua kekhawatiran dalam hatinya. Jessica bisa merasakan cinta Yuri untuknya dalam ciuman itu. Berada di posisinya saat ini mungkin adalah impian setiap gadis. Untuk dicintai. Mereka akhirnya melepaskan ciuman. Yuri menatapnya dengan penuh cinta.

“Selalu menjadi milikmu.”

~~~;~~~;~~~

Tiffany membiarkan Taeyeon menarik koper mereka sementara ia berjalan di depan. Ia juga merasa kalau liburan mereka ini terlalu singkat. Tapi jika Yuri pulang, ia tidak punya pilihan selain melakukan hal yang sama. Bagaimanapun juga ia adalah asisten pribadi si bos.

“Tae, cepatlah. Aku lapar.”

“Kenapa buru-buru Fany?”

Tiffany cemberut dan meninggalkan Taeyeon yang mengurus koper sendiri ketika ia melihat Yuri dan Jessica duduk berdekatan di sofa yang bertempat di tengah-tengah lounge. Jessica melihat sahabatnya berjalan ke arah mereka dengan langkah buru-buru dan berhenti tak jauh darinya dengan tatapan mematikannya.

“Kenapa aku harus pulang bersamamu Kwon?”

Yuri mengangkat alisnya setelah mendengar Tiffany. Ia terkekeh licik.

“Kau adalah asisten pribadiku Tiffany. Aku akan pulang. Begitu juga denganmu.”

“Sungguh? Kau bisa sekejam apa Yul?”

Tiffany memberi tekanan pada namanya dan semakin memelototinya. Jessica tidak bisa menahan senyumnya melihat sahabatnya bertingkah seperti ini. Ia mengetahui tentang email yang Yuri kirimkan pada Tiffany tadi malam yang memerintahkannya untuk pulang bersama mereka.

“Yah, kau terlihat bahagia mengikuti perjalanan bulan madu aku dan Sica. Jadi sekalian saja aku membawa kalian pulang.”

Tiffany mendengus tidak senang. Taeyeon menatap Yuri dengan tajam dan laki-laki berkulit sawo matang itu tersenyum menyeringai padanya. Taeyeon menghela napas melihat nasibnya yang kejam. Ia menaruh koper dan duduk di sebelah Tiffany. Ia menariknya dan membiarkan gadis itu memeluknya dari samping.

“Sudahlah Fany. Kita akan pergi liburan nanti.”

“TaeTae…Yuri adalah bos yang kejam.”

Jessica memutar bola matanya melihat aegyo putus asa sahabatnya.

“Kau tidak selucu itu Fany. Hentikan.”

“Kau hanya iri padaku Jess.”

“Iri padamu dan orang ini?”

Mata Taeyeon terbelalak ketika Jessica menunjuknya.

“Yah! Orang yang kau sebut ini punya nama.”

Yuri dan Jessica hanya bisa menertawakan ledakan random dari Taeyeon. Taeyeon memperagakan gerakan memotong leher dengan jarinya menunjukkan ancaman pada Yuri sebelum menenangkan Tiffany yang ingin mengeluarkan amarahnya lagi. Yuri melihat sekelilingnya sebelum kembali memandang pasangan di depannya.

“Di mana Yoong?”

Tepat saat itu, Yoong muncul dari sudut lorong di hadapan mereka dengan kacamata Rayban yang menutupi matanya membuat penampilanya terlihat keren. Ia melangkah di sepanjang jalan dan berhenti di depan mereka.

“Apa yang kita tunggu? Ayo kita pulang.”

Yuri hanya menggelengkan kepalanya ketika Yoong melepaskan kacamatanya dan mengedipkan sebelah matanya pada resepsionis hotel. Melihat resepsionis itu malu, Yuri menyimpulkan kalo si playboy Yoong sudah kembali. Ia mengabaikannya dan berdiri bersama Jessica.

“Ayo.”

~~~;~~~;~~~

“Suami pertamaku!”

Jessica melompat ke kasurnya namun cukup berhati-hati karena ia tidak mau menyakiti bayinya. Yuri hanya tersenyum dan menaruh koper mereka. Mereka baru saja tiba di rumah tapi para pelayan memberitahunya kalau ayahnya masih belum pulang dari kantor. Ia mengeluarkan ponselnya; menyalakannya dan mengetik SMS untuk Sang Woo.

Kami sudah pulang yah.

Ia melihat banyak panggilan tak terjawab dari beberapa nomor namun nama Hayoung lebih menarik perhatiannya. Ia tahu cepat atau lambat ia harus menghadapinya. Tapi tidak malam ini. Ia menaruh ponselnya di meja di samping pintu kamar mandi dan melihat Jessica berguling-guling di kasurnya dengan senyum senang di wajahnya.

“Jadi aku tetap suami keduamu?”

Jessica membalasnya dengan anggukan. Yuri pura-pura sakit hati.

“Oh hatiku yang malang.”

Jessica hanya menertawakannya. Yuri tersenyum begitu Jessica berguling-guling lagi. Ini adalah sisi baru dari Jessica yang Yuri ketahui dari bulan madu mereka. Sisi tegar yang ditunjukkan Jessica di depannya sebelumnya hanyalah sebagian kecil dari dirinya. Jessica juga memiliki sisi yang lucu dan Yuri merasa senang melihat Jessica semakin terbuka padanya. Yuri duduk di tempat tidur lalu ia teringat akan sesuatu.

“Kau tidak mual-mual selama bulan madu.”

Jessica berhenti berguling-guling dan berbaring telungkup dengan tangan menopang dagunya.

“Kau benar.”

“Kuharap ini permanen.”

“Aku juga. Aku tidak sanggup melihatmu muntah-muntah seperti dulu.”

Jessica memeluk tangan Yuri sambil tetap berbaring. Yuri mengusap-usap punggungnya dan itu membuatnya mengantuk.

“Sayang, jangan tidur.”

“Tidak bisa. Kau membuatku ngantuk Yul.”

“Tapi aku tidak mau kau tidur. Sekarang baru jam 7 sayang.”

Jessica membuka matanya dengan paksa. Rasanya sulit tapi suara memelas Yuri membantunya tetap terjaga meskipun tidur adalah hobinya.

“Ngomong-ngomong, kapan kau akan mendaftar di universitas baru?”

Jessica menguap malas namun masih memeluk lengan Yuri.

“Ayah bilang dia sudah mengurus semuanya dan semua keperluanku sudah dipindahkan. Jadi mungkin Senin minggu depan.”

“Ah kalau begitu kita masih punya waktu bersama.”

“Kau akan kembali kerja besok.”

“Aku tahu tapi kita bisa menghabiskan waktu di sela-sela kesibukanku karena kau belum sibuk dengan aktifitas kuliahmu.”

Jessica berpikir sejenak. Yuri benar. Lebih baik digunakan semaksimal mungkin. Yuri menjatuhkan dirinya ke kasur dan menarik Jessica ke arahnya. Ia merangkul Jessica. Jessica menelusuri dada Yuri yang tertutup baju dan tanpa sadar menggambar lingkaran di atasnya.

“Yul?”

“Ya?”

“Kapan kau akan menemui Hayoung?”

Jessica merasakan tubuh Yuri sedikit tegang. Ia tahu Yuri mencoba menyembunyikan panggilan tak terjawab dan SMS dari Hayoung berulang-ulang kali tapi ia ingin Hayoung mendapatkan penjelasan tentang mereka berdua. Tidak adil bagi Hayoung jika Yuri tidak mengakhirinya dengan benar. Jessica berhutang itu padanya.

“Yul, dia tidak salah apa-apa. Bisakah kau berbicara padanya? Kumohon?”

Ia mendengar desahan samar dari Yuri.

“Oke. Mungkin dalam beberapa hari.”

Jessica tidak membahasnya lagi. Ia membiarkan Yuri memutuskannya sendiri. Bagaimanapun juga, ini adalah urusan Yuri dan Hayoung.

~~~;~~~;~~~

Yuri mengecup bibirnya dan berpamitan. Ia masuk ke mobil Golf GTi-nya dan memundurkan mobilnya. Sebelum ia pergi, ia melayangkan ciuman pada Jessica. Jessica membalasnya dan Yuri menangkapnya membuat Jessica tersenyum malu.

“Sampai jumpa nanti. Love you. Dah.”

Ia melajukan mobilnya dan Jessica masuk ke dalam sementara tukang kebun keluarga Kwon menutup gerbang utama. Sang Woo melihat menantunya berjalan menuju ruang makan dengan ekspresi muram. Ia menaruh korannya, ia tahu apa yang ada dalam pikirannya.

“Yuri jarang sarapan bahkan sejak ia masih kecil. Tidak perlu mencemaskannya Jessica.”

“Tidak bisa yah, maksudku aku memang harus khawatir, kan?”

Sang Woo menuangkan secangkir teh dan menyerahkannya pada Jessica yang duduk di sebelahnya.

“Kau boleh khawatir tapi jangan terlalu memikirkan hal-hal tidak penting seperti ini.”

“Aku tahu. Maaf yah.”

Sang Woo mengusap-usap kepalanya dengan lembut seperti ayahnya sendiri. Jessica terlihat nyaman memanggilnya dengan sebutan ayah meskipun sebelumnya ia malu.

“Mungkin kau harus pergi dan makan siang dengannya? Ayah yakin Yuri pasti senang.”

Jessica menyukai ide itu. Yuri akan terkejut. Ia tersenyum. Sang Woo menggeleng-gelengkan kepalanya.

‘Orang-orang kasmaran.’

“Ngomong-ngomong Jessica, ini.”

Jessica mengerutkan kening saat Sang Woo memberikan sebuah kunci padanya. Sebuah kunci mobil. Ia mengangkat kepalanya dan hendak mengatakan sesuatu ketika Sang Woo memotongnya.

“Jangan bilang apa-apa. Ini adalah hadiah pernikahanmu dari ayah dan tentu saja ayahmu. Ayah ingin mengganti mobil Yuri tapi dia sungguh menyukai mobilnya jadi kami memutuskan kalau kami harus membelikan mobil ini sebagai hadiah untukmu. Sekarang, kau bisa pergi dan mengunjungi Yuri di kantor.”

“Terima kasih yah.”

Air mata Jessica mengancam jatuh. Keluarga Kwon sangat baik padanya. Sang Woo mengusap-usap kepalanya dan menyunggingkan senyum yang paling tulus.

“Sama-sama Jessica. Selama kau nyaman tinggal di sini, kau sudah membuat ayah bahagia.”

~~~;~~~;~~~

“Tidak Nona Oh. Anda tidak boleh masuk.”

“Dan siapa kau berani-beraninya menghentikanku?”

Nana mundur selangkah. Ia tahu posisinya dan ditambah lagi ini adalah pertama kalinya ia melihat Hayoung bersikap kasar dan semacamnya.

“Biarkan aku bertemu dengannya.”

“Tapi Nona Oh, Tn. Kwon sedang mengadakan rapat penting.”

“Aku tidak peduli.”

Hayoung mendorong Nana dan memaksa masuk ruang rapat mendapatkan tatapan-tatapan ingin tahu dari setiap orang yang menghadiri rapat. Tiffany lekas berdiri namun Hayoung menatapnya tajam. Ia lalu melihat ke arah Yuri dengan penuh kebencian.

“Aku harus bicara padamu Yuri.”

Yuri berdiri meskipun semua mata tertuju padanya.

“Hayoung, kumohon. Aku sedang rapat. Nana? Tolong antar Nona Oh ke ruanganku.”

Nana menunjukkan jalan menuju ruangan Yuri ketika tangan Hayoung menggebrak meja menarik perhatian beberapa orang.

“Sekarang Kwon Yuri.”

Tiffany dan Yuri saling berpandangan sekilas sebelum ia mendesah. Ia tahu Hayoung tidak akan menyerah. Ia memandangi setiap orang di ruangan tersebut.

“Saya minta maaf atas keributan ini. Nona Hwang akan memimpin rapat ini. Kalian sudah pernah bekerja sama dengannya sebelumnya. Terima kasih atas kerja sama kalian.”

Yuri buru-buru meninggalkan ruangan rapat sambil menarik Hayoung bersamanya. Ia membiarkan Hayoung masuk sebelum membanting pintu di belakangnya. Jika bukan karena masa lalunya bersama Hayoung, ia pasti sudah akan membentaknya. Tapi bukan itu masalahnya. Ia menenangkan dirinya dan menyisir rambut dengan jarinya.

“Kau memang bajingan Yuri!”

“Aku?”

“Brengsek dan bajingan! Kau memainkan perasaanku dan menikahinya?! Sekarang apa lagi?!”

Yuri memijat-mijat keningnya namun tetap pada posisinya.

“Hayoung maafkan aku. Maafkan aku atas apa yang sudah terjadi. Aku tahu aku sudah berjanji padamu kalau aku akan menikahimu tapi kenyataannya, aku tidak bisa. Aku mencintai Jessica dan aku minta maaf kau harus mengetahuinya dengan cara seperti ini. Maafkan aku.”

Hayoung mengepalkan tangannya dengan penuh amarah. Apa yang dikatakan Tyler itu benar. Yuri akan meninggalkannya demi Jessica. Jessica sudah menggoda Yuri dan memanfaatkannya. Dasar wanita jalang.

“Kita putus?”

“Maafkan aku. Aku tidak berniat menyakitimu.”

‘Ingat. Kau harus tetap tenang. Jika kau mengeluarkan amarah, kau tidak akan pernah berhasil mengalahkan Jessica.’

Hayoung mengingat apa yang dikatakan Tyler sebelum dia datang hari ini. Ia mengendalikan emosinya sekuat mungkin untuk tidak bereaksi separah itu.

‘Keluarkan air matamu. Yuri pasti akan merasa bersalah.’

Yuri melihat air mata jatuh di pipinya dan itu membuatnya merasa bersalah. Ia berjalan menghampirinya namun menahan diri agar tidak menyentuhnya, ia takut jika dirinya akan bertindak kelewatan.

“Selamat menempuh hidup baru Yuri.”

Hayoung mendorongnya dan keluar dari ruangannya meninggalkan Yuri yang tertegun. Berbagai emosi berkecamuk dalam hatinya; marah, cinta, dan rasa bersalah. Ia melihat Hayoung menghilang dari pandangannya.

“Maafkan aku.”

~~~;~~~;~~~

Tyler menyalakan rokoknya dan menunggu. Sudah 15 menit berlalu hingga ia melihat Hayoung datang menghampirinya dan masuk ke dalam mobilnya. Ia tersenyum menyeringai.

“Bagaimana?”

“Kau benar. Si wanita jalang itu sudah menghasutnya.”

“Kubilang juga apa. Sekarang kau benar-benar percaya padaku?”

Hayoung mengangguk dan Tyler melihat amarah di matanya. Ia tersenyum lebar.

‘Semuanya berjalan dengan lancar.’

“Sekarang setelah kau bertemu dengan Yuri, waktunya untuk menjalankan rencana B.”

~~~;~~~;~~~

TBC

credit: bluppy @AFF

Advertisements

22 thoughts on “9 Months [Chapter 13]

  1. rencana B. apalagi yang akan di lakukan oleh teyler dan hayoung untuk berusaha menghancurkan pernikahan yulsic? .
    ckck… yulsic yg Bulan madu kenapa tiffy yg marah krn harus ikut pulang. hahaha….

  2. Udh deh hayoung gak ush deket2 yuri, jauh2 aja skalian gk ush nongol lagi. Ppany lucu deh, lha bos nya aja udh mo pulang eh msh mo liburan aja, ntr lain kali lbran sndiri sm taeng aja
    Seneng deh kl akhirnya sica udh mulai terbuka sm yul, moga aja hubngn yulsic baik2 aja.
    Dihhh tuh makhluk jadian2 mo bikn rencna apalgi sih??

  3. Gue udah lupa aja Thor ini cerita kekekeke, pasukan patah hati (tyler n hanyong) mantan emang jangan di undang pad nikahan bisa gawat kekekke

  4. Apa lagi.tuh rencana laler dan gayung …knp nggak jadian aja sih biar nggak ngangguin yulsic lagi…😠😡
    Fany marah krn liburannya nggak lama ama tae..ha..ha..
    Yul emang kejam 😋😊

  5. Akhirnya update jg thor,hehhehe,lama bgt loh nunggu nya.aduuuhh rencana apalagi sih yg mau dijalankan si laler lain itu.benar 2 ya dia itu ga bisa liat hidupnya yulsic tenang

  6. Rencana apa lagi tuh yg mereka buat? itu s laler kerjaan nya ngerusak hidup org Mulu. Yul terlalu baik sih jd org. jgn smpe masuk jebakan s Hayoung ntar, kasian sica.

  7. Ihh si tyler minta di kasih racun kah, nyebelin bkin hayoung jadi licik..
    Yuri, jngn menyerah,tetap dengan jessica. Bertahan dgn jessi

  8. Hii..tarra…lm gk update nehhh..tp ttp gwe tunggu.cerita lu…
    Ntwbplan B Apa neh laler n hyoung rencankn..??? Awas jah smpe nyakitin sica…
    Duhjj….jng smpe yul ragu” lg dg keputusannya stelah ktmu hyoungh….
    Awas jah ntr yul ninggalin sica…
    Gwe ckr” ,tuh wjah hyoung yg sok.cantikk..aishhhh…
    Update soon ya tarra..jng nunggu thn bru lgi updatenya…hehehe….peace…

  9. Kyaaa tarraaaa akhirnya terkabul juga ye doa gue buat update crita ini 😭😭😭 sangag ditunggu2 kelanjutannya
    Jangan bikin mati penasaran pliss, karna gue kangen sama yulsic plus wp lu ini 😢😢😢
    Tetep update dong 🙇🙇🙇

  10. dasar LALERR….mau’a tuch apa ..??😬😠udah bkin sica hmil tpi g mau tnggung jwab…tpi stelah jessica udh bhgia ma yuri mlah gangguin rmh tngga yulsic..😬😬😤🙅

  11. Welcome back thor… Lama banget updatenya, gw udah lumutan nunggu kelanjutan kisah Yulsic yg ini.
    Gw harap next chap, cinta Yulsic makin kuat. Plan B – Z, dr Tyler & Hayoung gak bakal mengganggu hubungan Yulsic.
    Gw udah gak sabar nungguin baby Yulsic udah lahir. Pasti bakal lebih seru lg thor.
    Ok…sekian cuap2 gw, next chapnya jgn kelamaan ya thor 👍

  12. hai,, annyeongg
    aku hampir lupa ama ff satu ini, krna terlalu banyak halll yg ada,
    dan ff yg paling aku tunggu2..

    ketawa2 ndiri pas adegan panny disuruh pulang ama bosnya.. wkwkwk
    kalo gk suka makanya jadi bos jangan jadi sekretarisss..

    and finally, aku mau lihat sehebat apa sii hayoung dan si laler itu, krn secara hukum mrka uda menikah (yulsic)

  13. Lalerrr piciknya dirimu menggunankan hayoung buat lawan yulsic.. krn jika lu yg lawan bkal gagal. Bner2 otak pecundang aaaarrggghhh bnci gue ama laler…
    Semoga yul ga goyah..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s