Dear Diary [Chapter 12]

maaf ya aku baru beres UAS…


Chapter 12: Confrontation

 

Aku menyesali apa yang terjadi kemarin. Seharusnya aku menenangkan diriku terlebih dahulu sebelum bertindak. Sialan. Sekarang bagaimana cara menjelaskan semuan ini pada Tzuyu? Dan yang lebih parahnya lagi, bagaimana kalau dia sudah memberitahukan kejadian kemarin kepada Chaeyoung? Oh tidak.

Aku berjalan mondar-mandir di kamarku. Aku tidak bisa diam. Aku merasa sangat gugup sehingga tubuhku berkeringat. “Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukaaaannnn?” gumamku.

Beberapa saat kemudian, ponselku berdering. Aku semakin panik saat melihat nama Chaeyoung di layar ponsel.

“Ha-halo?” kataku.

“Mina unnie. Temui aku di taman.”

“O-o-oka-y.” kataku terbata-bata. Aku menutup teleponnya dan diam sejenak. Ini adalah pertama kalinya aku tidak mau bertemu Chaeyoung. Dengan enggan aku mengenakan baju yang rapi dan pergi ke sana. Tubuhku berkeringat meskipun cuacanya tidak panas. Aku bisa melihat Chaeyoung dari kejauhan. Dia melambaikan tangan.

Aku balas melambaikan tangan dan tersenyum gugup. Kami berjalan saling mendekat.

“Hai unnie.” Sapa Chaeyoung.

“Ha-ii.” Sapaku gugup.

Dia berubah cemas. “Kau sakit unnie? Wajahmu pucat.”

“Hah? Tidak. Aku-tidak apa-apa.” Dia menatapku penasaran. “Kenapa kau ingin bertemu denganku?” tanyaku.

“Aku hanya ingin bertemu denganmu.” Jawab Chaeyoung sambil menunduk malu-malu.

Apa? Dia hanya ingin bertemu denganku? Jadi ini berarti Tzuyu belum menceritakannya pada Chaeyoung? Aku menghela napas lega. Haaahhh. Untuk saat ini, aku selamat.

“Oh. Kalau begitu ayo kita jalan-jalan.” Undangku. Dia tersenyum dan mengangguk.

Kami berjalan-jalan di taman. Sejujurnya aku sudah bosan dengan tempat ini tapi selama aku bersama Chaeyoung, aku akan tinggal di sini selamanya. Seperti biasanya, kami berjalan-jalan sambil mengobrol canggung. Setelah beberapa saat, kami kelelahan dan duduk di bangku biasa.

“Kita duduk di sini lagi.” Kata Chaeyoung. “Ya.” Aku terkekeh.

“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Chaeyoung. Aku mengeluarkan ponsel dan earphone dari saku. Aku menawarkan satu sisinya pada Chaeyoung. Dia keheranan namun tetap menerimanya. “Kau penggemar Justin Bieber, kan?” tanyaku sambil menelusuri ponselku.

“Darimana kau tahu?” tanyanya.

“Bukankah kau pernah mengatakannya?”

“Sungguh?” dia meragukannya namun hanya mengangkat bahu.

Aku akhirnya memutar lagu yang kucari. (aku memainkan lagu ‘That Should Be Me’ dari Justin Bieber). Dia memandangku bingung begitu dia mendengar musiknya. Aku tidak balas memandangnya dan hanya menatap pemandangan di depan dengan tatapan kosong. Bagian pertama lagunya terputar. Dia memalingkan muka.

~Everybody’s laughing in my mind. Rumor’s spreading ‘bout this other guy. Do you do what you did when you did with me? Does he love you the way I can? Did you forget all the plans that you made with me? ‘Cause baby I didn’t.~

Sebelum bagian chorus, aku menatapnya dalam-dalam. ~That should be me, holding your hand~ dia lalu balas memandangku ketika dia mendengar baris pertama ~That should be me, making you laugh. That should be me, this is so sad. That should be me. That should be me.~

Tatapan kami bertemu. Tatapan mataku seolah-olah sedang berbicara dengan matanya. Dia menatapku seolah-olah memahami apa yang dimaksud oleh tatapanku. Lagunya terus terputar dan kami tetap saling berpandangan. ~That should be me, feeling your kiss. That should be me, buying you gifts. This is so wrong. I can’t go on. Til you believe, that should be me.~ Aku tersenyum sedih. Pandangannya terpaku padaku.

Setelah bagian chorus berakhir, aku memalingkan muka dan mengembalikan pandanganku ke pemandangan di depan. Dia melakukan hal serupa dengan ekspresi bingung. Lagunya terus berputar dan kami hanya menatap pemandangan dengan tatapan kosong.  Kami berdua terdiam sambil mendengarkan lagu itu. setelah lagunya berakhir, aku memutar lagu-lagu yang dia sukai dan kami hanya fokus mendengarkannya sambil memandangi pemandangan. Setelah beberapa saat ponselnya bergetar dan memeriksa siapa yang mengirimnya SMS.

“Unnie. Aku harus pergi.” Katanya. Aku menoleh ke arahnya. “Bosku menyuruhku untuk pergi ke kantor.” Jelasnya. Untuk sesaat aku mengira itu adalah SMS dari Tzuyu yang mencoba untuk mengacaukan hariku lagi. “Ahh, begitu. Kalau begitu hati-hati di jalan.”

Dia melepaskan earphone dari telinganya dan berdiri. “Maaf unnie. Kita bertemu lain kali saja.” Dia meminta maaf. “Tidak apa-apa. Sampai jumpa lagi.” Aku tersenyum. “Oke unnie. Kau juga hati-hati. Dah.” Dia berpamitan dan berlalu pergi.

Dia meninggalkanku yang tersenyum lebar. Aku memutuskan untuk tetap duduk di bangku itu. Wajahku memerah setiap kali mengingat apa yang terjadi hari ini. Aku tersadar dari lamunan ketika mendengar suara langkah kaki mendekati. Aku memiringkan kepala. Aku sedikit terkejut namun tetap bersikap biasa dan tersenyum kecil padanya.

“Bolehkah aku duduk di sini?” tanya Tzuyu.

“Tentu.” Kataku. Dia duduk di sebelahku.

“Tentang yang terjadi kema-” aku mulai berbicara ketika dia memotongnya.

“Aku melihat kalian berdua di sini. Aku sudah mencoba sabar denganmu karena aku dengar dari Chaeyoung kalau kau sedang terkena musibah. Tapi berhentilah mendekati Chaeyoung hanya karena mereka memiliki nama yang sama. Dia berbeda.”

Apa yang dia katakan bagaikan sebuah tamparan di mukaku. Aku terdiam sejenak.

Aku tersenyum menyeringai. “Kau berbicara seolah-olah kalian berdua berpacaran. Kau tidak memilikinya. Jangan memberitahuku apa yang harus kulakan.” Jawabku.

“Kami akan seperti itu segera. Jadi lebih baik kau menjauh darinya.” Katanya dingin dan seketika pergi dari taman.

Aku sudah seperti pecundang. Kata-kata itu seolah menampar harga diriku. Aku terkejut dan merasa konyol secara bersamaan sehingga aku tersenyum takjub.

Raut wajahku tiba-tiba berubah serius dan hatiku mengamuk.

***

TBC

credit: chaenk_you @AFF
Follow chaenk_you on Twitter: @enchaengted

Advertisements

3 thoughts on “Dear Diary [Chapter 12]

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s