Dear Diary [Last Chapter]


Chapter 16: The Last Page [Final]

 

2 Mei, 2016

Dear Diary,

Minggu-minggu berlalu dan aku masih tidak bisa tidur nyenyak. Setiap kali aku mencoba untuk tidur, aku tidak bisa berhenti memikirkan apa yang akan terjadi. Sekarat mungkin akan terasa lebih mudah bagiku. Dan sejak aku kehilangannya, hidupku sudah tidak berharga lagi.

Yang tersisa hanyalah penyesalan. Aku tidak ingin hidup di dunia di mana dia tidak mengetahui jika kenangan-kenangan kami bersama itu pernah ada. Karena itulah aku menulis diary ini sebagai surat terakhir untuk diriku sendiri. Ini akan menjadi kata-kata terakhirku di dunia ini: “Chaeyoung, maafkan aku, dan aku mencintaimu.”

Aku menulis kata-kata itu tanpa ragu. Aku bahkan tidak berubah pikiran. Aku sudah memantapkan hatiku. Aku menatap halaman diary itu sebelum menyelipkan kedua diary itu di balik baju. Tak ada lagi air mata yang tersisa dan aku sama sekali tidak menyesali apa yang akan aku lakukan sekarang.

Aku berdiri dari kursi meja tulisku dan berjalan menuju pintu yang mengarah ke rooftop. Begitu kubuka pintunya, aku bisa merasakan embusan angin yang menerpa pipiku. Langit kelam yang pernah kupandangi sebelum aku bunuh diri saat itu kini terlihat cerah. Aneh.

Aku mencapai tepi rooftop. Sekali lagi, seperti hari itu, aku melihat mobil-mobil yang tampak kecil dan orang-orang yang berlalu lalang di bawah sana. Bagi mereka, hari ini sama seperti hari biasanya. Tidak ada yang berubah.

Kurasa takdir tidak akan bermain-main lagi denganku. Aku sudah muak.

Aku melangkah lebih dekat. Aku berdiri tegak dan merentangkan kedua tanganku.

Aku memejamkan mata. Aku menitikkan air mata.

Aku baru saja akan menjatuhkan diriku ketika aku merasakan seseorang memelukku dari belakang.

“Jangan lakukan itu.”

Aku langsung mengenali suaranya.

“Sedang apa kau di sini?” tanyaku.

“Aku bilang jangan lakukan itu.” sahut Chaeyoung sambil memelukku lebih erat.

“Oke, ayo kita bicara. Lepaskan aku sekarang.” Kataku tenang.

“Tidak mau. Aku takut.” Dia mulai menangis.

“Percaya padaku.” Kataku. Dia tiba-tiba berhenti sejenak dan melonggarkan pelukannya dan akhirnya menurunkan tangannya. Aku berbalik untuk menghadapnya.

“Bagaimana kau tahu kalau aku ingin….” Tanyaku.

“Nayeon Unnie.” Jawabnya.

Nayeon pasti mengingat tanggal di mana aku akan melompat dari rooftop ketika dia membaca diaryku. Aku menghela napas. “Lalu sedang apa kau di sini?” tanyaku.

“Aku mencintaimu.”

Kata-kata itu mengejutkanku. Sudah lama aku tidak mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya. “Apa? Kukira Tzu-”

“Aku keliru. Saat aku bertemu dengan Tzuyu, aku mulai percaya kalau kami ditakdirkan bersama. Aku sangat yakin kalau kami berjodoh hingga aku bertemu denganmu. Saat aku bertemu denganmu, aku merasakan hal yang berbeda. Aku tidak bisa melenyapkanmu dari pikiranku. Alasan kenapa aku tidak pernah menyatakan perasaanku padamu adalah karena kukira kau hanya mendekatiku karena aku mengingatkanmu pada Chaeyoung-mu yang telah pergi. Aku selalu merasa cemburu padanya. Tapi aku menahan sakit hatiku hanya untuk bisa bersama-sama denganmu. Tapi suatu hari aku merasa kalau aku harus menghentikannya karena aku tidak bisa menahan rasa sakit ini lebih lama lagi, karena itulah aku menerima Tzuyu. Tapi tetap saja, aku tidak bisa melupakanmu. Meskipun itu salah, aku tetap menemuimu. Dan saat kau menciumku, aku harus berpura-pura kalau aku tidak menginginkannya karena aku merasa bersalah pada Tzuyu. Aku tidak punya pilihan lain selain melepaskanmu. Aku berusaha dan berusaha tapi aku masih tetap merindukanmu. Aku memutuskan untuk bertemu dengan Tzuyu di kafe untuk mengakhiri hubungan kami. Dia tidak menerimanya dan pergi dariku. Aku mengejarnya dan akhirnya dia menerimanya. Aku memeluknya erat sebagai permintaan maaf atas segala yang pernah aku lakukan padanya. Setelah kami putus, aku mencoba untuk menghubungimu dan mengirimmu SMS tapi kau tidak pernah menjawabnya. Kau bahkan tidak datang di hari ulang tahunku.” Dia cemberut.

“Maafkan aku.” Jawabku.

“Karena kau tidak pernah mengangkat teleponku, aku memutuskan untuk mengunjungimu hari ini. Dan dalam perjalanan kemari, aku melihat Nayeon unnie berlari menuju apartemenmu. Dia tidak melihatku sehingga dia hanya berlari melewatiku. Aku memanggilnya. Dia berbalik. Dia terlihat lega saat dia melihatku. Aku bertanya kenapa dia begitu buru-buru lalu dia memberitahuku kalau kau akan melakukan hal yang bodoh. Dia bilang dia baru saja mengingatnya hari ini jadi dia buru-buru ke apartemenmu. Dia bilang kalau akulah yang harus pergi dan menghentikanmu. Jadi di sinilah aku.” Dia menyelesaikan kalimatnya dengan helaan napas.

Aku tersenyum.

“Kau bahkan tidak akan bilang apa-apa?” tanyanya dengan nada kesal.

Aku memeluknya. “Aku tahu ini egois, tapi bisakah aku menjadi seorang Chaeyoung yang kau cari-cari?” tanyanya sambil tetap dalam pelukanku.

Aku melepaskan pelukannya dan tersenyum. Aku mencolek pipinya. “Kau sungguh tidak tahu apa-apa, Son Chaeyoung.” Aku lalu mengecupnya. “Aku juga mencintaimu.” Kataku. Dia tersenyum.

“Ngomong-ngomong, apa yang ada di dadamu itu? Aku merasakannya saat aku memelukmu.” Tanyanya.

Aku mengeluarkan diary dari balik bajuku dan menatapnya dalam-dalam. Lalu aku melemparkannya dari rooftop.

“Kenapa kau membuangnya?” tanyanya bingung. “Itu hanyalah cerita yang kutulis.”

“Lalu kenapa kau membuangnya? Kau bisa saja menyimpannya.”

“Aku tidak suka akhir ceritanya. Aku ingin menulis kisah yang baru…bersamamu.” Aku tersenyum.

TBC

credit: chaenk_you @AFF
Follow chaenk_you on Twitter: @enchaengted

Advertisements

2 thoughts on “Dear Diary [Last Chapter]

  1. akhirnya, chaemin barsatu lagi.
    kasian juga ama tzuyu harus patah hati.
    mina membuang diary nya. itu berarti mina sdh membuang masa lalu nya. dan memulai menulis kisah yg baru yg lebih Indah.
    selamat mina, chaeyoung udah kembali lagi. 😁

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s