You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 10]

Hi…

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Title1d

Chapter 10: Black Pearl

 

Perjalanan ke kandang kuda itu cukup cepat. Hanya memakan waktu tiga puluh menit dari istana untuk dapat mencapai tempat tersebut. Sekali lagi, Jessica terkesan dengan kekayaan dan status keluarga kerajaan saat mereka memasuki kompleks berkuda. Semua fasilitas di sana berkualitas tinggi.  Padang rumput yang hijau dan trek berkuda yang luas, dan belum lagi, area khusus untuk olahraga panahan kuda tradisional Korea, salah satu olahraga yang merupakan keunggulan sang pangeran.

Bahkan ada sebuah taman cagar alam kecil yang terhubung dari kandang, seperti yang ditunjukkan oleh Pangeran Jin ketika mereka sedang dalam perjalanan, 5 menit dari kandang.

“Sepertinya kita sampai duluan…bagaimana kalau kau menunggu mereka di area sana sementara aku berbicara dengan para pelatih? Aku harus memastikan kuda-kuda itu berada dalam kondisi baik sebelum ditunggangi.” Pangeran Jin lalu menyuruh anak buahnya untuk mengawal Jessica ke platform ber-AC, sementara ia berjalan ke daerah kandang kuda dengan ajudannya yang lain.

Dengan sabar Jessica menunggu yang lainnya sambil ia berkeliaran di platform penonton tanpa tujuan, orang-orang yang berpakaian setelan hitam, mengikuti di belakangnya.

“Mm… Kalian semua boleh beristirahat…”

“Yang Mulia, ini adalah perintah dari Yang Mulia Pangeran…kami harus memastikan keselamatan anda.”

“Tapi… di sini aman…”

Sebelum pengawal Pangeran Jin bisa memberikan jawaban lainnya, ia mendengar suara keras yang datang dari luar.

“Yah! Masuk saja!” Kata Sooyoung putus asa sambil menarik Yuri ke dalam kompleks berkuda.

Yuri berusaha menahan Sooyoung karena ia masih belum siap menghadapi Jessica setelah insiden ciuman mereka tadi malam. Namun, ketika ia melihat pandangan Jessica yang tertuju pada mereka, ia segera berhenti, menyebabkan ia tersandung ke depan sedikit. Namun, ia segera kembali ke posisinya dan bersikap normal seperti biasa.

“Mm… halo!” celoteh Yuri riang, menyembunyikan batinnya yang tegang.

Jessica memberi respon malu-malu.

“Hari yang indah, bukan?” Tambah Sooyoung. Ia bertekad untuk membantu saat ia teringat buku cinta milik G. “Langkah 1, pastikan mereka merasa nyaman di depan satu sama lain! Tak seorang pun akan membuat langkah pertama jika mereka terus berada dalam posisi canggung.”

“Hari yang cocok untuk rekreasi berkuda!”

Yuri menatap Sooyoung, berharap dia akan menutup mulutnya. Hal terakhir yang ia butuhkan adalah bantuan sukarela Sooyoung, yang mana untuk beberapa alasan yang tak diketahui mungkin akan berubah menjadi suatu bencana.

“Ahhh, ya ampun, aku kelaparan!” Kata Yuri sengaja saat ia melihat orang-orang yang mengerumuni meja panjang yang menyajikan beberapa makanan, dalam upaya untuk mengalihkan perhatian sang Food Devastator.

“Ooooh itu penghidangan makanan yang bagus…”

“Makanan!?!”

Mata Sooyoung berbinar ketika kata fovoritnya disebutkan.

“Tunggu sebentar, YAH! Kwon Yuri! Kau sangattt licik…”

Di luar dugaan Yuri, bukannya pergi menghampiri cinta sejatinya, Sooyoung malah menghampiri Jessica dan meraih lengannya.

“Yang Mulia! Mari kita memilih kuda-kuda!” Ucap Sooyoung berseri, memegang tangan Jessica seolah-olah mereka adalah sahabat yang sangat dekat yang tengah berbelanja.

Jessica, yang dikejutkan oleh tindakan Sooyoung, sedikit tersentak dengan tindakan antusiasnya. Tapi setelah melihat wajah Sooyoung yang ceria, ia menyerah, tersenyum dalam menanggapi pendekatannya yang ramah.

“Yang Mulia,” kata Sooyoung, mengacu pada Yuri yang masih berdiri dekat pintu keluar, “Apa yang kau tunggu! Memimpin jalan!”

Yuri menatap Sooyoung yang menanggapi dengan menjulurkan lidahnya. Jessica tertawa melihat reaksi mereka dan untuk sejenak, ada perasaan cemburu melihat hubungan yang luar biasa di antara Sooyoung dengan sang Pangeran.

Sooyoung segera menarik Jessica bersama hingga seseorang datang ke pandangannya, menghalangi dia dari jalan keluar.

“Maaf, Yang Mulia, tapi Anda tidak boleh pergi. Pangeran Jin telah memerintahkan agar Anda tetap di sini sampai beliau kembali.” Itu adalah pengawal pribadi Pangeran Jin, Kang In, yang dikenal Sooyoung sebagai senior ramah namun ketat selama masa-masa pelatihan mereka dulu. Namun, persahabatan mereka menjadi tegang ketika Kang In ditugaskan di bawah perintah Pangeran Jin, sementara Sooyoung tetap di istana, dipersiapkan untuk menjadi pengawal kerajaan untuk Yuri di bawah perintah ayahnya, Sir Choi, Kepala Keamanan Kerajaan.

Yuri turun tangan untuk meredakan perseturuan yang mungkin terjadi di antara Sooyoung dan Kang In yang keras kepala.

“Apa kau mempertanyakan kemampuan pengawalku untuk melindungi Putri?” Yuri mengangkat alisnya, “atau kau mempertanyakan otoritasku untuk membawa tunanganku kencan?” Yuri mengakhiri pernyataannya dengan tenang.

“Tunanganku…”

Itu adalah pertama kalinya Jessica mendengar Yuri menyebut dirinya dengan istilah tersebut. Jantungnya berdebar tak terkendali.

Kang In memasang ekspresi serius, “Saya tidak akan berani, Yang Mulia. Yang Mulia Pangeran Jin hanya menginginkan tuan putri untuk beristirahat dalam ruangan nyaman sampai beliau kembali…”

“Omong kosong…” Sooyoung mengumpat dalam hati.

“Sica, kau sudah cukup beristirahat kan?” Kata Yuri kekanak-kanakan.

Jessica menarik napas tajam, terkejut dengan nama panggilan tak terduga dan tiba-tiba dari Yuri. Baru saja beberapa detik yang lalu ia mendengar kata ‘tunanganku’ darinya dan sekarang, Yuri baru saja memanggilnya dengan nama singkat yang belum pernah dimilikinya. Ia selalu dipanggil Jess atau Jessie saat di Amerika dulu. Tidak ada yang pernah memanggilnya Sica, setidaknya tidak ada sampai sekarang.

Di balik penampilan tenangnya, pikiran Yuri berlari-lari liar. Ia tidak tahu apa yang membuatnya memanggil Jessica dengan panggilan kasih sayang itu.

“Mungkin, aku mencoba untuk membiarkan para pengawal tahu hak-hakku sebagai tunangan Jessica? Atau mungkin hanya mencoba untuk memamerkan seberapa lovely dovely-nya kami?”

Itulah alasan yang ia dapat dengan putus asa, meskipun ia tahu tak satu pun dari alasan itu benar.

Suasana hening sejenak, setelah Jessica pulih dari kejutan awal, ia lalu menjawab dengan anggukan lembut.

“Aku tidak keberatan pergi keluar untuk mendapatkan sedikit sinar matahari, udara di sini semakin dingin.”

Setelah melihat perubahan ekspresi Kang In, ego Yuri sedikit membengkak. Ia mengulurkan tangan terbuka dalam sikap mengundang Jessica yang menerima dengan malu-malu, menyembunyikan kegembiraannya. Baru saja ia akan memimpin Jessica ketika wajah yang tidak ia lihat selama tiga tahun muncul di ambang pintu.

“Yul! Senang kau di sini! Kau sungguh pangeran yang sibuk!” Sapa pamannya hangat ketika ia menyadari suasana yang serius. Ia menatap Kang In dan langsung mengetahui jawabannya.

“Maafkan aku karena pengawalku bersikap over-protektif. Akulah yang memerintahkan mereka untuk mengawasi Putri Mahkota. Aku tidak ingin sesuatu terjadi di bawah pengawalanku… Kang In, minta maaflah kepada Yang Mulia.”

Yuri menyadari sindiran halus dengan pilihan kata-kata Pangeran Jin. Mengalamatkan Jessica sebagai Putri Mahkota hanyalah cara lain untuk menyiratkan posisi Yul sebagai Putra Mahkota.

Yuri bisa merasakan cengkeraman di tangannya semakin erat. Di belakangnya, Jessica merasa tegang, khawatir jika dirinya akan menjadi penyebab kesalahpahaman mereka.

“Yang Mulia, saya mohon maaf atas kekasaran saya-” Yuri menghentikan Kang In dari membungkuk meminta maaf. Tidak perlu meminta maaf hanya karena mengikuti perintah terutama ketika itu bukan keputusannya sendiri.

“Aku yakin Paman melakukan itu demi kepentingan kami…” dengan bijaksana Yuri mengalihkan isu sensitif mengenai urutan pewaris takhta dengan tetap menghormati martabat Pangeran Jin.

Pangeran Jin tertawa hangat.

“Yah, kami di sini untuk berkuda. Kuda-kuda sudah siap. Jadi, mari kita menikmatinya…Oh Yuri, ini adalah kali pertama untuk Jessica, jadi tolong sedikit lebih lembut padanya.” Ia melemparkan tatapan penuh arti pada pasangan muda itu sebelum tertawa riang.

Jessica segera mengalihkan pandangannya ke lantai membosankan mencoba untuk menyembunyikan perasaan malunya sementara Yuri mencoba untuk menganggapnya sebagai lelucon.

“Tentu saja…” Yuri tertawa bersama.

“Tidak, tunggu… itu tidak terdengar benar…”

*****

“Jangan khawatir, Black Pearl tidak akan menggigit. Dia sangat lembut!” Yuri telah meyakinkan Jessica untuk kesepuluh kalinya sambil menggenggam tangannya yang gemetar, membawa Jessica lebih dekat dengan kuda hitam itu.

Black Pearl meringkik sebagai balasannya.

“Bukankah Black Pearl membenci sang pangeran? Sejak dia memberi makan kuda itu dengan beberapa mentimun beberapa tahun lalu?” Salah satu pelatih di sisi kandang bertanya ingin tahu.

Pelatih yang lain menggeleng tidak yakin, “Itu kuda Putri Yuri… kurasa Black Pearl merindukan pemiliknya dan senang karena Putri Mahkota akan menungganginya hari ini…”

Tentu saja, tanpa sepengetahuan mereka, Black Pearl telah mengendus aroma sang pemilik, terlepas penampilan Yuri yang aneh, yang sangat terlihat seperti kembarannya yang tidak disukai Black Pearl.

Kuda itu menyenggol sang Pangeran dengan bersemangat, membuat para pelatih itu tercengang.

“Lihat! Dia lembut!” Yuri menyentuh kepala Black Pearl dengan penuh kasih sayang.

“Ikuti saja caraku,” Yuri memandu Jessica, menempatkan tangannya di atas jas hitam di bagian leher kuda. Jessica lalu menepuk kuda itu dengan hati-hati. Ia merasa takjub pada sentuhan beludru halus di bulunya. Kuda itu meringkik lembut sebagai bentuk persetujuan.

“Kau benar-benar baik… Black Pearl sudah menyukaimu,” goda Yuri saat Jessica terus menepuk kuda itu dengan lembut. Di bawah bimbingan Yuri, Jessica menjadi lebih terbiasa dengan kuda itu dan melemaskan posisinya yang tegang saat ia bergerak ke arah samping, mengelusnya.

“Kau benar-benar kuda yang baik hari ini!” Yuri menepuk kepala kuda itu dengan lembut. “Bersikaplah lembut pada Jessica.”

Setelah menyebutkan namanya, Jessica berbalik ke samping dan menatap Yul yang tengah membujuk kuda tersebut, laki-laki itu tidak menyadari sekitarnya saat perhatiannya sedang terpusat pada kuda. Baginya, melihat seorang Yul yang berdedikasi adalah pemandangan yang lebih segar yang belum pernah terlihat sebelumnya. Ia melihat betapa memukaunya mata gelap sang pangeran, dilengkapi dengan kulit yang agak kecokelatan. Tatapannya menelusuri lebih bawah, melihat Yul yang memiliki bentuk wajah yang kecil dibandingkan dengan pria Korea lainnya yang pernah ia lihat. Meskipun ia lebih suka seseorang yang kuat, tidak ada yang benar-benar penting karena ia terus mengagumi fisik Yul. Mungkin itu karena bentuk wajah yang kecil yang membuatnya tampak menawan, seolah-olah dia baru saja keluar dari halaman manga. Jika dia bukan Pangeran Mahkota Korea, Yul bisa dengan mudah berada dalam peringkat atas di antara para top model atau selebriti.

Jessica tidak menyadari bahwa dirinya menatap dengan penuh perhatian pada Yuri sampai teriakan jauh membawanya kembali ke bumi.

“Yang Mulia, kau sudah siap?” Suara nyaring Sooyoung membahana di seluruh kandang saat mendekati mereka berdua dengan mengendalikan kuda yang lain. Kuda putih itu meringkik keras, menampilkan kegembiraannya.

“Cloud! Aku merindukanmu!” Yuri menepuk kuda itu. Sebaliknya, Cloud merespon dengan mengangkat kepalanya dengan angkuh. Jessica memasang ekspresi khawatir saat ia melihatnya dari samping.

“Kau marah padaku?” Goda Yuri. Beberapa saat kemudian, kuda itu menjilati wajahnya dan dengan lembut menggigiti telinganya. Yuri tertawa akan sensasi geli di wajahnya. Lalu ia menangkap ekspresi kekhawatiran di wajah Jessica sebelum beralih ke ekspresi lega.

“Dia mengkhawatirkanku?”

Meskipun ia ingin menertawakan Jessica yang tidak berpengalaman dengan kuda, jauh di lubuk hati, Yuri menghargai kekhawatirannya.

“Baiklah, kau sudah siap untuk menunggang kuda?” tanya Yuri sambil berjalan menuju Jessica. Jessica melihat sang Pangeran yang berjalan mendekat dengan raut wajah cemas yang terlihat jelas.

“Jangan khawatir, aku akan ada di sini.” Suaranya yang meyakinkan menenangkan kegelisahan Jessica.

“Tunggu!” Jessica menghentikan sang pangeran saat dia berjalan di depan kuda hitam dan berbisik pelan di telinga kuda tersebut.

“Miss Black Pearl, aku Jessica. Ini adalah kali pertama aku menunggang kuda… tolong bersikaplah lembut padaku,” ia memperkenalkan dirinya ke kuda itu dengan sopan.

Yuri tersenyum pada tindakan lucunya. Ketika Jessica kembali, Yuri berpura-pura memalingkan muka.

“Baiklah, letakan kaki kirimu di sanggurdi.”

“Pegangan ke sebelah sini,” Yuri menepuk punggung kuda itu, menunjukkan Jessica daerah yang tepat. Jessica mengikuti instruksinya dengan jelas.

“Oke, selanjutnya, cobalahlah angkat badanmu dan ayunkan kaki kananmu ke atas. Jangan khawatir aku akan membantumu.” Jessica mendorong dirinya tetapi ia tidak memiliki kekuatan untuk menaikinya. Hanya ketika ia pikir dirinya akan jatuh ke bawah, ia merasakan tangan Yuri di pinggulnya, memberinya dorongan tambahan. Dengan bantuan Yuri, Jessica berhasil mengayunkan kakinya ke atas dengan mudah.

“Bagaimana?”

“Oke kurasa…” Jessica bergeser nyaman di pelana, “Ini aman kan?”

“Pakai ini…” Yuri menyerahkan helm pengaman pada Jessica yang langsung mengenakannya.

“Bagaimana denganmu?” Tanya Jessica ketika ia melihat Yuri tidak mengenakan pelindung apa pun.

“Aku tidak membutuhkannya.” Yuri tersenyum sambil mengambil kendali kuda dan yang mengejutkan Jessica, Yuri naik ke kuda itu dan duduk tepat di belakangnya.

“Santai saja, aku akan menunggang denganmu…” Wajahnya tersipu merah saat dia berbicara dengan lembut di dekat telinganya.

*****

Sepuluh menit dengan berjalan-jalan lambat, akhirnya Jessica dapat menguasainya.

“Kau menikmatinya?”

Jessica mengangguk, “Ini cukup menyenangkan…”

“Hmmm, aku yakin Black Pearl ingin yang lebih menyenangkan…kan?” Yuri meremas bagian sisi kuda dengan betis bawahnya. Black Pearl menanggapinya dengan mendengus lucu. Saat berikutnya, kuda itu mulai meligas dengan cepat.

“Yah!” Jessica yang tidak terbiasa dengan kecepatan yang meningkat berpegangan pada tangan Yuri sambil meremasnya dengan erat. Melihat Jessica yang ketakutan, Yuri memperlambat kuda tersebut.

Setelah kuda itu berhenti sepenuhnya, Jessica berbalik dan menatap dingin pada Yuri yang berusaha menahan tawanya.

“Yah! Kau-”

Black Pearl mendompak angkuh, menyebabkan Jessica mendengking. Dia jatuh ke pelukan hangat Yuri, menekan dadanya. Dengan kontak tubuh mereka yang sesaat, Jessica mengira dia merasakan sesuatu di dada Yuri, tapi ia segera menyingkirkan pikiran itu saat ia segera mendorong dirinya dari posisi memalukan mereka. Yuri yang merasa cemas dengan kontak tubuh mereka, dengan cepat mengalihkan perhatian Jessica dengan sengaja mendesak kuda itu untuk berjalan lagi, membuat Jessica kembali fokus sepenuhnya pada kuda.

Sooyoung yang mengamati mereka tersenyum senang.

“Bahkan kuda itu mencoba untuk membantu!”

*****

Jessica mengamati dengan penuh perhatian ketika Yuri menunggangi Black Pearl, menderapkan kudanya di padang terbuka. Cloud, si kuda putih, juga berderap bersama dengan mereka. Seperti pemandangan dari negeri dongeng di mana sang pangeran menunggang kuda yang lembut dalam perjalanan untuk menyelamatkan Putri yang diculik dari negeri yang jauh. Jessica tersenyum, membayangkan adegan yang diputar di kepalanya.

“Kau mau minuman dingin?” Sooyoung menyerahkan soda di depannya, menyebabkan ia melompat kaget saat ia kembali dari fantasinya.

Sooyoung tertawa kecil melihat reaksi Jessica. Ia telah mengamati Jessica sesaat sebelum memecahkan lamunannya dengan memberikan minuman. Ekspresi Jessica ketika memperhatikan Yuri adalah tanda yang jelas menceritakan kisah cinta yang sedang bermekar.

“Jadi dia merasakan sesuatu pada Yuri…”

Sooyoung berhenti sebelum bertanya pada Jessica.

“Bagaimana perasaanmu mengenai sang Pangeran?”

Terkejut, Jessica tersedak seteguk soda setelah mendengar pertanyaan yang tak terduga dari Sooyoung.

“Woah… kau tidak usah gelisah begitu…” Sooyoung menepuk punggung Jessica terus menerus saat dia batuk tak terkendali. Butuh beberapa saat sebelum Jessica pulih dari batuknya.

“Ya?”

“Apa?”

Jessica setengah berharap Sooyoung akan berhenti bertanya padanya, tetapi di bawah bujukan gigih waspada Sooyoung, ia mengalah.

“Yul adalah pria yang baik …”

“Dan?”

“D-Dan…semacam…suka menolong?”

“Kau menyukainya?”

“Eh?”

Sooyoung menyenggol Jessica dengan bahunya.

“Aigoo… jangan malu-malu, kita berdua sama-sama perempuan…kau bisa bercerita padaku…”

“A-aku…eh…”

“Lanjutkan.”

“Aku tidak tahu!” Jessica menghindari tatapan tajam Sooyoung.

“Eh?”

“Aku tidak tahu! Berhentilah menanyaiku…”

“Apa yang kau lakukan? Mengganggu Jessica?” Teriak suara yang tak asing lagi dari jauh.

Jessica langsung mendongak dan melihat Yul menderapkan kudanya ke arah mereka, sangat mirip dengan adegan yang dibayangkan di kepalanya, sang pangeran yang ramah datang untuk menyelamatkannya.

“Kenapa? Kau takut aku akan menculiknya?” Sooyoung menggenggam lengan Jessica dengan lembut, berpura-pura untuk menyandera Jessica.

Yuri melompat turun dari kuda dalam gerakan lambat dan mengangkat kedua tangannya, menirukan aksi memegang pistol.

“Dor!”

“Tidak kena! Dan sekarang, rasakan ini! Dor!”

“Dor! Dor! Dor!”

Jessica menontonnya, merasa terhibur oleh perilaku konyol mereka, ketika keduanya terus menghindari peluru dari masing-masing.

“Urghhhh…” Yuri berpura-pura tertembak dan jatuh ke tanah berumput dalam gerakan sangat lambat.

“Hahahahaha… sekarang gadismu adalah milikku!” Sooyoung membuat pose kemenangan sambil mengangkat lengan Jessica.

“Mm…Jessica, kau harus menangis tersedu-sedu…”

“Tidak mau…sungguh…tidak mau…”

“Pangeranmu sedang sekarat! Dan kau tidak menangis?”

“Apa aku harus melakukan ini?”

“Bleh, kau tidak menyenangkan…” Sooyoung mencibir Jessica.

“Lepaskan…dia…” Teriak Yuri dengan suara parau, melanjutkan aktingnya.

“Tidak mau! Hahahahahaha…” Sooyoung melanjutkan tawa jahatnya sampai suara batuk keras mengganggu permainan mini mereka.

“Apa rumputnya senyaman itu?” tanya Pangeran Jin, terheran-heran oleh aksi keponakannya dan pengawalnya.

*****

“Cuaca yang indah untuk berkuda…” komentar Pangeran Jin saat mereka berkuda di sepanjang pacuan yang dinaungi oleh pepohonan tinggi sedikit jauh dari kompleks utama.

“Ya…” jawab Yuri linglung sambil terus mengawasi Jessica. Meskipun dia adalah seorang pemula, dia cukup mengesankan, setelah mampu menangkap inti dari berkuda dalam hitungan jam. Tentu saja, Black Pearl yang jinak memainkan peran penting dengan bersikap lembut.

Setelah berkuda selama tigapuluh menit, Pangeran Jin memutuskan untuk beristirahat di pos istirahat di sepanjang jalan. Yuri turun dari kuda dan mengekang kudanya. Dia mendekati Jessica sambil mengulurkan tangannya, menawarkan untuk membantunya turun.

“Tidak apa-apa… kurasa aku akan tetap di sini.”

“Kau yakin? Perjalanan pulang masih cukup jauh.”

“Aku masih ingin berkuda…”

“Kau sudah menguasainya.”

“Kenapa kalian tidak pergi duluan? Hahaha, orang tua ini perlu istirahat lebih lama.”  Pangeran Jin mendesak dua anak muda itu untuk melanjutkan perjalanan tanpa dia.

Tidak mau membiarkan Jessica menunggang sendirian, Yuri memutuskan untuk mengikuti saran pamannya.

“Baiklah kalau begitu.”

Yuri menaiki kuda putih dengan lompatan cepat dan mulai menjalankan kuda bersama-sama dengan Jessica.

Setelah ia yakin pasangan muda itu tidak terlihat, Pangeran Jin mengeluarkan ponsel dan menelepon seseorang.

“Bersiaplah…”

~~~;~~~;~~~

TBC

kira-kira apa yang direncanain Pangeran Jin ya???? 😀

comment please, or i’ll protect the next chapter one~ Nah, Just Kidding ^^

credit : choki @SSF

boiboi~

Advertisements

58 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 10]

  1. Wuikk…ancamannya mengerikan??
    Jgn di protek…gw dh komen kan?
    Heheheheheh

    Yulsic smakin mesra…Jessica smakin sering mengamati Yuri…waahh…bahaya kalo dia tau gender Yul yg sbnernya….
    Ehmm…sinyal-sinyal masalah ne…pangeran Jin ngerencanain apa?kita bakar rame-rame kalo sampek dia mencelakai Yulsic…
    Hahahahahaah

  2. Untng aja sica nggak ikut gila kya’ yul n soo wkwkwk….
    Jangan” pangeran jin ngerencanain sesuatu yg bruk lgi buat yulsic.

  3. Hahahaha…..soori konyol ny gk ketulungan ye….
    Sica merhatiin yul mulu jd d godain soo kan….
    Wah bhya klo sica tau yul sbnrny cwek…
    Si jin mo ngerencanain apa tuch moga2 yulsic baek2 aja….
    Lanjut thor n jng d protec donk….
    Semangat….

  4. Ohmaygot!! Rili rili laik dis 😀 yulsic co cwit bgt.
    Pangeran Jin mo ngpain tuh. Ngsh surprise bwt yulsic y biar mkin apet?!
    Next chapterx d’tunggu dgn sgra y thror ^^

  5. annyeong….

    Semua moment YulSic nya unyu bangeeeettt >_<
    SooRi sumpah lah,kalian Pangeran & Pengawal terkoplak 😀
    Pangeran Jin rencanain apa sih? Bisa ga kalo dia di blakclist aja dr ini ff *Lol*

  6. Bersiaplah TBC thor? Hadeehh-__- duh om jin jan sakitin mereka!! Oia ini jgn2 si pangeran jin tau kalo yul itu yuri?? Wohaaaa ga sabar nih next chapternya!

  7. Haduh…Pasangan yulsic selalu bikin ane senyum-senyum gaje.Suka ama persahabatan yul ama soo yang sama-sama konyol.kekeke….Uh..Pangeran jin kyknya ni org bener-bener jahat.Sama persis kayak namanya JIN!

  8. Soo ama yul selalu lucuk kelakuannya kekkek
    Ahahay sica malu”mencurigakan nih*eh
    Iya apa yg akan di lakukan pangeran jin nih mencurigakan banget deh hmmm penasaran banget deh.
    Thanks tara 🙂

  9. Pangeran jin ngerencanain apaan sich duch moga-moga bukan hal buruk dech buat hubungan yulsic
    Soori bener-bener konyol dech ada-ada aja kelakuannya

  10. Jangan2 paman jin mau melakukan sesuatu ya
    Panik saat bca adegan Sica gg sengaja pegang dada Yuri tkut ketahuan lanjut thor

  11. Waaahhh…. Sooyoung bnr2 pgn bgt bikin yulsic cpt jadian yeh… Lucu sih pas adrgan SooRi pas maen tembak2n trs soo mnta jessica nangis….
    Nah tdnye gue pkir si Jin bkln ngelakuin apa gtu ama kudanye yuri atau jessica gti. Misalkan kaya bkn tuh kuda jd bringasan trs ngamuk pas lagi di narkin. Tapi nih biasa aja. Tp pas dengr line trakhir kayanya emng iya nih… Bakalan ada kejadian yg gk ngenakin pasti nya….
    Baru juga kmrn gue koment rh skrng udh nongol chap 10 nye… Yeesss…. Jd kn gk nunggu lama2 bht gtu….
    Oklah di lanjut ya taraaa….

  12. apa yg dilakuin pngeran jin pd yulsic???
    cpetan lanjut thor..

    suka bget liat kdekatan yulsic..
    yulsic jjang.. author daebak

  13. wahh pstii pangeran jin mau jahatin yul yaa???
    hayoo sica ngerasain apa didadanya yull??? #ketawaEvil

  14. Cih, jangan bilang pangeran tua bangka itu akan menyelakai YulSic?!
    Awas aja kalo sampe terjadi sesuatu kepada my royal couple.. I’ll kill you Jin ahjussi.. -,-
    eh chap depan diprotek?

  15. lama2 yulsic romantis jga yak:))
    ati2 lho yul jgn ceroboh..ntar ketauan sica mampuslah kau,kyknya bakal drama banget..
    bersiaplah…

  16. Sica udh mulai ada rasa nih ama yul,, hmm… Qira” apa yg direncanain sama pangeran jin ya? Jgn” dy mncelakakan yuri.. Jgn sampai deh..
    Next chap jgn lama” ya…

  17. yulsic sweeet nya >3<
    haha si duo prankster kocak bgd..syg sica ga mau berpartisipasi utk menangisi pangeran yul..,
    tuh kan bener kecurigaan ku terhdp pangeran jin sejak pertama kali dia muncul di epep ini.,kyk nya akn ada sesuatu yg terjd ama yulsic…

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  18. Chap. Ini Asik daripd chap asik lainnya.. Yg plg asik waktu JJ gak sengaja ngelendot#bhs.Jawa Yuri
    msih pnsrn dngn Jin itu

  19. Annyeong…

    Sweet nya wktu mreka berkuda bareng…

    Lcu tuh wktu adgan tmbak2an Yuri n Soo,,,ancur dah tuh kredibilitas putra mahkota di mata dunia.hahaha….

  20. SooRi emng gak ada matinya kl udh urusan brcanda, slalu bikn ngakak
    aigoooo yulsic knp bikn ane snyum2 sndiri, so sweet
    jessica kyknya udh mulai ada rasa suka tuh sm yuri
    itu pngeran jin iprit bikn rncana apa ya??

  21. makin lama perasaan suka yulsic makin muncul ya..
    bagus deh..
    kocak, yul oppa youngie oppa paling bisa buat orang tertawa..
    aduh sica onnie malu-malu ni yeh..
    aduh bersiap apanya toh ??
    sebenarnya pangeran jin itu baik apa jahat sih ??
    penasaran..
    lanjut chingu…selalu ditunggi ya..
    see you..

  22. hahaha…… yulsoo aigooo…. benar2 kocak mereka berdua. jessi ga asik, coba ikut bermain pasti seru.
    yulsic soo romantis.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s