Unlike Him [Chapter 15]

Haii….

enjoy~

~~~ ~~~~~ ~~~~

Chapter 15

 

Jessica membeku di posisinya setelah mendengar suara serak yang tak asing lagi.

“Tiffany, lihat mereka akan… hei, ada apa?”

“Unnie,” serunya lagi, tidak mendengar kata-kata khawatir dari pendampingnya. Perlahan ia berjalan menuju sosok yang masih membeku di sebelah sopir mereka. Air matanya mulai mengalir dari matanya, saat ia tiba-tiba bertemu kembali dengan kakaknya, “Unnie.”

“Nona,” tanya Mr. Kim cemas.

Gadis itu langsung memeluk Jessica dari belakang saat ia telah memastikan bahwa itu adalah kakaknya. “Unnie, aku sangat merindukanmu, apa kau tidak tahu selama ini aku mencarimu? Di mana kau selama ini?” Serunya.

Pada saat yang sama Jessica sedang menangis sambil mengencangkan pelukan adiknya.

Sementara itu, Taeyeon melihat Mr. Kim berjalan ke arahnya, memberikan waktu pada mereka. Keduanya tersenyum.

Juga di sisi lain…

“Daddy, kenapa mommy menangis?” Tanya Jisoo.

“Daddy juga tidak tahu,” katanya sambil menggelengkan kepala. Mengenali gadis yang bersama Jessica, Donghae tahu ia juga harus memberi mereka waktu. Bersama-sama dengan Jisoo, ia duduk di bangku terdekat setelah membeli popcorn. Ia mendudukkan Jisoo di pangkuannya dan melirik ke arah  Jessica berada.

“Di mana mommy?” Tanya Jisoo.

“Mommy sedang berbicara dengan seseorang jadi kita harus memberi mereka waktu berdua,” jawabnya.

“Mommy mau popcorn juga?” Tanyanya sambil memegang popcorn di tangan.

“Tentu saja, mommy menyukainya. Kita akan membelikannya nanti,” Donghae tersenyum.

Kembali ke Jessica dan Tiffany, keduanya akhirnya berhenti menangis.

“Aku merindukanmu, Unnie.” Tiffany tersenyum.

“Aku juga, Tiff, aku sangat merindukanmu.”

“Selama ini kau berada di sini? Seharusnya dulu aku dan Taeyeon oppa datang ke sini. Aku tidak pernah berpikir kau akan melarikan diri ke sini ke Amerika. Banyak yang harus kau ceritakan. Bagaimana kalau kita pergi ke restoran?”

“Tentu.”

“Oppa!” Panggil Tiffany. Taeyeon langsung berlari ke sampingnya dan tersenyum. “Oppa, aku mengajak unnie untuk pergi ke restoran, kau tidak keberatan ‘kan?”

Dia langsung setuju. “Tentu saja, aku ingin mengobrol dengannya juga, bukan begitu Nona Blondie?” Godanya.

Jessica tertawa, “Tentu saja, aku juga merindukanmu, Taeyeon.” Lalu ia memeluknya.

“Ada sesuatu yang ingin kami ceritakan padamu juga, ayo?” kata Tiffany bersemangat begitu mereka berdua melepaskan pelukan.

“TUNGGU!” Kata Jessica saat ia teringat pada pendampingnya. Ia menoleh ke kanan kiri mencari Donghae dan Jisoo. “Di mana mereka?” Gumamnya.

“Siapa?”

“Tunggu di sini,” gumam Jessica dan mulai berlari mencari mereka. Tapi Tiffany tidak mendengarkan kakaknya dan meraih Taeyeon bersamanya, tidak ingin kehilangan kakaknya dari pandangannya.

“Jess!” panggil Donghae menghentikannya berlari.

“Hae, di sini kau rupanya,” katanya sambil tersenyum, ia berjalan ke arahnya. Donghae menariknya ke bangku terdekat setelah melihat napasnya yang terengah-engah. “Di mana Jisoo?”

“Di sana,” ia menunjuk ke arah anak mereka yang sedang berjalan ke arah mereka. “Jisoo, cepatlah, mommy di sini!” panggil Donghae.

Mendengar bahwa ibunya ada di sana, Jisoo tersenyum lebar dan berjalan lebih cepat.

Menyadari butir-butir keringat di dahi pacarnya, Donghae mengambil saputangan dan mengusapnya.

Jessica tersenyum, napasnya telah kembali normal, “Terima kasih.”

“Unnie, ternyata kau di sini. Kenapa kau… oh, halo,” sapa Tiffany begitu ia melihat seorang laki-laki duduk di samping kakaknya.

Donghae segera berdiri, ia menyapanya dan membungkuk, “Halo.”

Taeyeon muncul dari belakang Tiffany dan melambaikan tangan dengan kekanak-kanakan kepadanya.

“Mommy!” teriak Jisoo begitu ia menghampiri ibunya, memeluk kakinya.

Jessica tertawa dan mengangkatnya untuk duduk di pangkuannya. “Jisoo dari mana?” Tanyanya sambil merapikan rambut anaknya. Ia membuka mulutnya begitu ia melihat popcorn di tangan kecilnya. Jisoo tersenyum dan menaruh beberapa  popcorn ke mulut ibunya. “Daddy dan Jisoo membeli popcorn untuk mommy. Lalu kami balapan.” Ucapnya gembira.

Donghae tersenyum dan mengangguk kepadanya.

“Siapa yang menang?” Tanyanya, mengunyah popcorn di mulutnya.

“Aku! Aku! Aku!” Donghae mengangkat tangannya dengan kekanak-kanakan seolah meminta perhatian gurunya.

Jessica mendengus dan memutar bola matanya, ia kemudian teringat dua sosok yang berdiri di samping Donghae, yang sedang menatap kaget ke arah mereka.

Jessica berdeham dan mengubah suasana canggung.

“Hae, dia Tiffany, adikku, dan dia pacarnya, Kim Taeyeon. Tiff, Taeng, ini pacarku, Donghae.”

“Jisoo! Jisoo!” Katanya sambil mengangkat tangannya seolah memperkenalkan dirinya.

Jessica tertawa dan mencium pipinya, membuat anaknya juga tertawa. “Ya, juga Jisoo.”

Pasangan itu masih melihat anak kecil yang duduk di pangkuan Jessica.

“U-unnie, anakmu?”

“Ya, Jung Jisoo,” jawabnya malu-malu. “Dia hampir tiga tahun.”

“Mommy, apa itu unnie?” Tanya Jisoo, meraih wajah ibunya.

Jessica tersenyum dan menepuk kepalanya, “Unnie itu saudara perempuan.”

“Apa itu saudara perempuan?”

Jessica tertawa lagi sebelum menjawabnya, tapi kemudian Donghae mengambil Jisoo ke dalam pelukannya.

“Mommy akan menjawabnya nanti.” Katanya sambil tersenyum kepadanya.

“Dia lucu,” Tiffany tersenyum. “Kalian terlihat mirip.”

“Tingkah mereka juga sama. Tukang tidur, benci mentimun dan masih banyak lagi.” Goda Donghae sementara ia mengalihkan perhatian Jisoo dengan ponselnya. Jessica mendengus dan memandang Jisoo yang tengah sibuk.

“Kita benar-benar harus mengejar ketinggalan itu,” kata Tiffany dengan nada melamun. Lalu ia cepat tersentak kembali ke kenyataan, “Ini sangat bagus, ayo kita pergi makan malam?”

“Tentu.”

Keluarga Jessica berjalan bergandengan tangan dengan Jisoo di tengah-tengah mereka sementara Taeyeon dan Tiffany mengikuti mereka. Tiffany tidak bisa menahan kebahagiaannya dan merasa lega mengetahui kakaknya sudah memiliki keluarga tapi sesuatu terasa aneh baginya. Ia mengamati mereka dengan cermat dan mencoba untuk mencatat bukti-bukti dari beberapa rumusan teori yang ada di dalam benaknya.

“Ada apa, Tiffany?”

“Oh, tidak,” katanya sambil tersenyum. “Aku hanya masih tidak percaya kalau unnie ada di sini dan sudah memiliki keluarga.”

“Tidak apa-apa, aku juga kaget. Tapi sekarang waktu yang tepat, kita bisa mengundang dia ke pernikahan kita. Aku yakin ibu dan ayah akan senang melihat mereka terutama Jisoo sejak mereka terus meminta cucu.”

Keduanya tersenyum. Tiffany mempererat genggamannya di tangan Taeyeon. “Sekarang, akhirnya semuanya selesai.”

“Fany-ah! Taeng!”

“Ya!”

“Kalian tidak masuk?”

“Kami datang!”

Saat mereka menunggu pesanan mereka datang, tidak ada seorang pun yang berbicara. Suasana sedikit canggung bagi mereka untuk sekadar memulai percakapan. Donghae tiba-tiba mempermisikan dirinya untuk pergi ke kamar kecil.

“Mommy, Jisoo ingin mencuci tangan,” kata Jisoo.

“Oke, ayo.”

“Oh, kurasa aku akan pergi bersamanya. Aku harus pergi ke kamar kecil, juga.” Kata Taeyeon. “Ayo kita pergi sobat kecil?”

Jisoo menatap aneh pada ibunya. Jessica tersenyum dan mengangguk padanya.

Meninggalkan kedua gadis itu berdua saja, Tiffany berdeham. “Unnie, aku tidak tahu entah aku hanya berhalusinasi atau semacamnya dan kumohon jangan keberatan dengan pertanyaanku, tetapi apakah Donghae itu ayahnya Jisoo?”

Jessica membeku. Saat Tiffany menyadari bahwa kakaknya tidak akan menjawab ia melanjutkan. “Aku hanya berteori, apakah alasan kau pergi meninggalkan kami karena… uhm… kau… kau tahu, kau hamil waktu itu?” tanya Tiffany gugup.

Jessica tidak menjawab lagi sampai ia menghela napas. “Aku tahu kau cerdas dan sensitif dengan hal-hal seperti ini, Tiff. Teorimu selalu benar dan sepertinya aku tidak bisa menemukan cara untuk menyembunyikan sesuatu darimu,” dia tertawa pada dirinya sendiri.

“Jadi…unnie…maksudmu…”

“Ya,” jawabnya membalas tatapan Tiffany. “Hari itu adalah hari ketika aku tahu aku hamil. Aku merasa seperti aku sudah mengecewakan ibu dan ayah, kehamilanku juga akan membuat reputasi keluarga menjadi buruk, memiliki seorang anak yang tidak berguna sepertiku,” ia menahan air mata yang mengancam keluar dari matanya.

“Unnie… kumohon jangan berkata seperti itu. Kau tahu ibu dan ayah tidak akan berpikir seperti itu. Kau tidak tahu seberapa suramnya suasana rumah sejak kau pergi. Kami merindukanmu.”

“Tidak apa-apa Tiff, yang lalu biarlah berlalu. Aku bahagia dengan keluarga yang kumiliki sekarang. Donghae merawatku dan mencintaiku. Dia tidak pernah meninggalkanku dan ketika Jisoo lahir, Jisoo membuat hidup kami lebih indah dan lengkap meskipun memiliki dua laki-laki di rumah itu merepotkan,” katanya sambil tertawa.

“Jadi… teoriku yang kedua benar, kan? Bagaimana dengan teori yang pertama, aku benar juga? Jika tidak lalu siapa ayah Jisoo?”

Ayah Jisoo, ia mengulangnya. Ia kemudian mulai melamun, memikirkan Yuri.

Tiffany berdeham lagi saat ia melihat perhatian kakaknya yang menerawang jauh. Jessica kembali menatap Tiffany dan cepat menunduk, merenungkan apakah ia akan menceritakan kebenarannya atau tidak.

“MOMMY!” Teriak Jisoo, Jessica dan Tiffany tersenyum kepadanya ketika anak kecil itu berlari ke arah mereka dengan pacar masing-masing di belakangnya. Tidak lama setelah itu makanan mereka datang.

“Jadi… sudah berapa lama kalian berpacaran?” Tanya Taeyeon pada pasangan di depan mereka sambil memotong-motong steak untuk Tiffany.

“Sudah hampir 3 tahun,” jawab Donghae sambil menyuapi Jisoo dan Jessica bergantian. Di sisi lain Jessica mengangguk sambil mengunyah steak dalam mulutnya.

“Bagaimana dengan kalian berdua?” Tanyanya.

“Hampir empat tahun,” jawab Taeyeon dan menukar piringnya dengan piring Tiffany.

“Terima kasih.”

“Kau kerja di mana?” Tanya Taeyeon kepada Donghae.

“Aku seorang bartender,” jawabnya ketika Jessica menawarkan untuk menyuapinya.

“Kau tidak terlihat seperti orang Amerika, kau orang asing?” Tanya Tiffany.

Donghae mengangguk sambil mengunyah, “Aku orang Amerika yang lahir di Korea. Nama lengkapku Donghae Lee.”

“Pantas saja kau lebih terlihat seperti orang Asia.”

“Bagaimana dengan pasangan Taeny? Ada kemajuan?” tanya Jessica dan meraih segelas air.

Tiffany dan Taeyeon saling bertukar pandang dan tersenyum. “Sebenarnya kami akan menikah.”

Jessica hampir menyemprotkan air yang diminumnya tetapi akhirnya tersedak. Ia terbatuk-batuk sambil berdeham. Dengan cemas Donghae mendekat di sampingnya.

“Kau tidak apa-apa?” Tanyanya saat Jessica akhirnya berhenti batuk.

“Ya, terima kasih.”

“Unnie… kau tidak apa-apa?” Ulang Tiffany.

“Yah! Aku hampir mati mendengarnya! Kalian benar-benar akan menikah?”

Tiffany mengangkat tangannya di mana cincin berlian berkilauan tersemat di jarinya yang ramping. Mata Jessica melebar dan meraih tangan Tiffany.

“Kau akan menjadi pengiring pengantin. Kau harus ada di pernikahanku.”

“Aku tidak percaya. Kau benar-benar akan menikah?”

“Apa sih Jess, jangan berlebihan. Kau, memiliki seorang anak lebih mengejutkan.” Goda Taeyeon. Donghae tersenyum, dan mengangguk sendiri.

“Kapan?”

“Beberapa minggu lagi, kau tahu, kami benar-benar beruntung sudah menemukanmu. Sekarang aku tidak sabar untuk menjadi Mrs. Kim,” kata Tiffany dan Taeyeon sambil membungkuk untuk berciuman.

“Yah! Jangan berciuman di sini! Tidak di depan anakku!” teriak Jessica sambil menutup mata Jisoo dengan tangannya. Tiffany dan Taeyeon tidak bisa menahan tawa mereka.

Saat keduanya akhirnya melepaskan ciuman, Jessica melepaskan tangannya dari mata Jisoo.

“Hei, sobat kecil, apakah mommy dan Daddy berciuman?” Tanya Taeyeon. Jisoo mengangguk tanpa berpikir membuat pasangan TaeNy meledak dalam tawa sementara Donghae dan Jessica tersipu.

“Mommy mencium Daddy di pagi hari,” jawab Jisoo sambil bermain dengan sendok.

“Lucunya,” kata Tiffany.

*****

“Kau sudah menyetujuinya, oke? Kau akan berada di pernikahanku. Tanggal 1 Agustus, di ulang tahun Tiffany, tepat 2 minggu dari sekarang.” Taeyeon tersenyum lebar. Mereka telah menyelesaikan makan malam mereka. Taeyeon dan Tiffany tengah menunggu Mr. Kim yang membawa mobil mereka.

“Tentu, tentu.”

“Kau juga harus datang, Donghae.” kata Tiffany. “Aku yakin ibu dan ayah akan senang melihatmu dan Jisoo kecil kami.”

“Siapa ibu dan ayah?”

“Ibu dan ayahnya mommy,” jawab Tiffany sambil berlutut di depan Jisoo dan tersenyum.

“Ibu dan ayahnya mommy?” ulang Jisoo dan menatap ibunya dengan bahagia.

“Seseorang bersemangat, bukan?” Kata Taeyeon.

“Aku yakin mereka akan senang melihat cucu terlucu ini,” kata Tiffany sambil memeluk Jisoo.

“Sampai jumpa nanti, Tiff,” kata Jessica sambil memeluknya begitu Tiffany selesai memeluk Jisoo.

“Kalian tidak ikut bersama kami? Kami bisa mengantar kalian pulang?” tawar mereka berdua.

“Tidak usah, kami bisa pergi ke stasiun bus, jangan khawatir.” kata Jessica.

“Kami bersikeras.”

“Tidak apa-apa, Tiff, Dah!” Jessica tersenyum dan melambaikan tangan pada mereka sementara Donghae membungkuk sebelum mengikuti pacar sersannya.

Setibanya di rumah, Donghae langsung pergi ke kamar Jisoo sementara Jessica pergi mandi. Kemudian setelah ia selesai mandi, Donghae mengambil gilirannya. Dalam perjalanan ke kamar Jisoo, ponselnya berdering.

“Halo, dengan Jessica Jung.”

“Halo unnie!”

“Tiffany, ada apa? Kau sudah sampai di hotel?”

“Ya, kami baru saja sampai. Bagaimana denganmu? Kau sudah ada di rumah?”

“Ya.”

“Baguslah, aku hanya ingin tahu apakah kau tiba di rumah dengan selamat. Kau tidak tahu betapa aku sangat merindukanmu unnie,” kata Tiffany.

“Aku juga,” katanya sambil tersenyum saat ia berbaring di samping anaknya. “Aku merasa senang kau akan segera menikah.”

“Ya, aku sedikit bersemangat tapi pada saat yang sama juga merasa takut,” aku Tiffany.

“Apa yang ibu dan ayah katakan ketika kalian berdua mengumumkannya?”

“Mereka bahagia, semua orang bahkan kau tahu seberapa besarnya Taeyeon dan aku saling mencintai.” Jessica bisa mengatakan bahwa adiknya sangat bahagia bahkan hanya dengan mendengar suaranya.

“Aku ikut senang, Miyoung-ah.”

“Kau benar-benar harus datang. Aku akan memberitahu ibu dan ayah, aku yakin mereka akan senang melihatmu.”

“Jangan,” tukas Jessica. “Jangan dulu memberitahu mereka. Aku akan ke sana, aku janji.”

“Oke, seperti yang kau katakan. Berjanjilah kau akan datang, oke?”

“Ya, ya aku akan datang. Dan kau tahu aku tidak bisa membiarkan adikku berjalan menyusuri altar tanpa aku.” Jessica tertawa.

Tiffany juga tertawa. “Terima kasih unnie.”

“Oh… Sampai nanti, Unnie. Dah!”

Jessica mendengus dan menatap ponselnya. “Aunty Tiffany cukup aneh, bukan?” Bisiknya kepada anaknya. “Aunty ingin kita pulang. Apakah menurutmu itu hal yang baik?” Tanyanya masih memikirkan keputusannya sambil memainkan jemari kecil anaknya. “Karena kita akan pulang, kita akan bertemu dengan nenek dan kakek Jisoo.”

Dan mungkin Appa Jisoo, pikirnya.

*****

Jessica bersenandung sendiri saat ia sedang menyiapkan sarapan mereka mengetahui bahwa sebentar lagi pacarnya akan pulang.

Hanya ketika Jessica selesai mandi, pintu pun terbuka. Ia tersenyum sendiri dan cepat mengenakan pakaiannya. Semua barang-barang mereka telah disiapkan untuk keberangkatan besok. Ia tidak bisa menahan kegembiraannya ketika orang-orang yang dicintainya akan melihat tanah tempat kelahirannya.

“Aku pulang,” kata Donghae pelan sambil berjalan masuk.

“Selamat pa… Hae?” Suara bahagianya mendadak terhenti saat ia melihat luka di bibir Donghae dan beberapa luka memar di wajahnya. Ia buru-buru berlari ke arahnya dan membelai wajahnya. “Ap-Apa yang terjadi…”

“Salah satu rekan bartenderku terlibat perkelahian tadi malam dan dia ditikam. Dia di rumah sakit sekarang,” Jessica terkesiap saat ia mendengar apa yang terjadi.

“Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka di tempat lain?” tanyanya cemas.

“Hei, jangan panik Sayang, aku baik-baik saja,” ia tersenyum lebar.

Jessica berada di ambang tangisnya, mengerutkan kening padanya, ia menatapnya hingga entah berapa lama kemudian ia memutuskan untuk mendudukannya di sofa mereka. “Tunggu aku.” Ia berjalan menuju kamar mereka dan mengambil kotak obat.

“Kalau kau ingin membantu maka seharusnya kau melindungi dirimu sendiri juga,” tegurnya saat ia kembali dan duduk di sampingnya. “Ini akan sedikit menyengat,” bisiknya dan menerapkan obat di lukanya.

Donghae mengernyit diam-diam dan mengencangkan cengkeramannya ke sofa.

Jessica segera meniupi lukanya untuk mengurangi rasa sakitnya. Jessica tidak bisa menahan tawannya. “Kau lucu,” ia tertawa lagi.

Donghae mendengus dan tersenyum. “Menurutmu aku lucu ketika aku bertindak seperti bayi yang ketakutan?”

Jessica mengangguk, “Bersyukurlah tidak ada  sesuatu yang buruk terjadi padamu.”

“Ya… tapi…” ia menunduk, mencoba menyusun kata-kata. “Aku punya kabar buruk, aku tidak bisa pergi. Maafkan aku.”

Jessica mengerutkan kening dan menatap wajahnya dengan aneh mencoba untuk memahami apa yang dia katakan. “Apa?”

“Aku tidak bisa pergi ke Seoul denganmu, aku minta maaf.”

“Kenapa? Kukira mereka sudah menyetujui cutimu?” Tanyanya. “Apa karena…”

“Ya. Karena keributan tadi malam dan karena kami kekurangan bartender, mereka membatalkan cutiku. Aku benar-benar minta maaf.”

“Kalau begitu kita tidak akan pergi.”

“Kau harus pergi, Jung.” Donghae tidak menyetujuinya dan membuat Jessica menatapnya. “Aku tahu kau takut, takut dan cemas tapi kau tahu, mungkin sudah waktunya untukmu menghadapi semua yang sudah kau tingggalkan di sana? Tidakkah kau berpikir demikian?”

Jessica menggelengkan kepalanya dengan kekanak-kanakan.

Donghae mendengus, “Kau sudah berjanji pada adikmu.”

“Tapi tidak tanpamu,” katanya cepat.

“Kau harus pergi. Dan Jisoo, dia juga harus bertemu dengan orangtuamu. Jika perlu aku akan meneleponmu setiap menit atau setiap jam, kumohon?” Ia meyakinkan Jessica.

Jessica memelototinya.

“Ayolah Jung.” Ia lalu mendapatkan sebuah ide. “Oke, aku akan mencoba meyakinkan mereka untuk membiarkanku pergi bahkan hanya untuk hari pernikahan itu sendiri sehingga kita bertiga akan kembali bersama-sama, kumohon, kumohon, kumohon?”

Keduanya saling bertatapan.

“Baiklah.”

“Bagus, aku tahu kau bisa melakukannya. Jangan takut.”

“Aku tidak takut…hanya…hanya merasa khawatir dengan apa yang mungkin dikatakan orang-orang akan mempengaruhi reputasi keluarga.”

“Kau harus pergi…” bisiknya sambil memeluknya.

Juga berarti, aku harus merelakanmu pergi, lanjutnya dalam hati.

Secepat mungkin….

~~~;~~~;~~~

TBC

well ada sesuatu yang kalian gak tau dari seorang Donghae 😀

credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

56 thoughts on “Unlike Him [Chapter 15]

  1. annyeong …..

    ohh .. heyy,spertinya aku kmren komenan slah dikit ya …. ak lupa dsni adek nya jessie tiffany … kkee

    oh hey ,, jadi apa yng ak gk tau dri donghae lee ….??? hmm penasaran dah ….. kkee
    oh ayolah,pngen cpet” ktmu Yul ,apa kbar dngan nya itu…..kkee dtunggu next chap nya aja ….
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  2. Yul lama amat munculx duh jessica bklan brat nih buat blik lgi sma yul spertix jessica udah tergantung bnget sama donghae…

  3. ternyata fany menyadari kalo hae bukan ayah jisoo dan apa rahasia yg disembunyikan hae dari sica
    ditunggu next chapternya mudah2 jisoo ketemu ayahnya

  4. Yyyeeeaaahhhh…..
    Dong2 sgra relakan sica pergi….
    Sica bkal ketemu yul……
    Yulsic bz kombek dech….
    Lanjut thor….

  5. yul nya mn thor kgn ma yulsic momentny
    sica dh bnr bnr cinta m hae trus gmn m yul ya ost yul bkln kcwa bgt….thor bkin yulsic brsatu lg ya
    yh cpt sica dh lp m yul ksian m yul oppa

  6. yeaahh akhir’a ada jg ksempatan buat yulsic comeback. kngen yulsic moment gw.
    smoga si donghae nglepasin sica buat yul.

    lanjutkan..gw tggu next chapter nya

  7. Omo..!! Ih gatau knp aku malah mikir donghae itu semacam suruhan nya yul/taeny buat ng’jaga sica selama dia gada, soalnya rada aneh di scene taeny yg mau ke restoran. Trus donghae bibirnya luka pasti bukan karna temen bartender nya tp any smthing gt, tp gatau deh smthing nya itu apa wkwkwk ini sih menurut aku aja 😀

  8. donghae bikin penasran, apa mksudnya ngomng kyk gitu
    moga sica ktemu seobangnya, kangen nih sm yulsic
    waahhh taeny chukae

  9. apa nnti jisso bkal ketemu appany d seoul? yulsic ketemu yaa plisssss…. u.u

    itu yakin donghae babak belur gegara tmen bartenderny berkelahi???
    kyny alasanny bkn itu dehhh…
    ada sesuatu dr dri donghae kyny ini (?)

  10. aha akhr nya taeny menemukn sica…
    tp kok kyk nya ada yg ganjil yah…
    gw kurang percaya klo hae it bartender…
    moga” sica ktemu yul di pernikhn taeny nnti…

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  11. Akhirnya panny mnemukann sicca,,, dan sicca bkl dtg ke Seoul buat jadi pndamping panny dan itu berarti yul akan bertemu sicca,semoga #harus
    Apa tae ngomong sesuatu ke si hae pas di toilet sehingga ga prgi ikut,, yessss

  12. hmmmm jangan-jangan donghae orang suruan yul untuk jaga si jungjenong? *imajinasitingkattinggi*
    oh iya, newreader yg baru comment *bow*

  13. sii donghae punya niat buat nyerahin sica ke yul kah??author punya rahasiaa dibalikk kemesraan donghae dan sica..

  14. Ya mudh”an yang gue gk tau dari donghae adalah sesuatu yang bisa membuat hubungan haesic berphenti!!!#Evilsmirk

  15. Sica bntr lg plg ke korea dan bertemu dgn yul yeayy.
    Apa yg disembunyikan hae oppa ? Sprt nya hae oppa da tau dia bkl kehilangan sica .

  16. ada apa ini ada apa???
    smakin rumit saja..
    apakah hae merelakan jess untuk pergi dr hdupnya jg???
    lnjut thor!!!!

  17. Tarra, tau nggak sih lo *nggaaak. Smnjak ikan mncul d sni, ni ff blum gue bca lo.msih gue save.bkan nya gak mau bca. Gue bca nya ntar se x an aja klo Yul udh mncul. Jdi gue mau ninggalin jejak dlu aja. N lagi2 gue lngsung coment di mari.Mian…

  18. Duhh.. Masih aja SicaHae.. YulSic nya mana niihh.. Huuu~~
    Kangen YulSic kak,buka SicaHae-_-
    “ada sesuatu yang kalian gak tau dari seorang Donghae” kita nggak akan tau klo authornya nggak kasi tau.. Haha

  19. ah beneran itu fanny onnie..
    akhirnya sica onnie jumpa sama keluarganya .
    fany onnie pinter bener ya nebak semuanya..
    sica onnie pliase kembali ke seoul..
    pliase jangan pernah lari lagi..
    emang namja ikan itu kenapa tarra ??
    apakah ada sesuatu ??
    aduh yul oppa masih belum nongol juga ya ??
    lanjut tarra..
    selalu ditunggu..semangat..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s