30 September 2020 [Chapter 1]

first chapter 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

~FRIENDSHIP MEANS UNDERSTANDING, NOT AGREEMENT. IT MEANS FORGIVENESS NOT FORGETTING. IT MEANS THE MEMORY LAST EVEN IF CONTACT IS LOST~

-ANONYMOUS-

Cerita ini ditulis berdasarkan sudut pandang dan pendapat penulis. Tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun atau golongan manapun. Murni berdasarkan asumsi dan imajinasi penulis.

May this story help friends mend a broken friendship.

15th December 2014 Bluppy


CHAPTER 1: THE START

 

30 September 2020.

Yuri berjalan memasuki barnya dan menaruh paket yang baru diambilnya dari kotak surat. Mengetahui pasti surat itu berasal dari kakaknya, Joon, Yuri tidak buru-buru membukanya. Ia melepaskan jaket dan tas dan menaruhnya di dalam salah satu loker karyawan. Meskipun ia merupakan pemilik dari bar tersebut, Yuri memastikan bahwa ia juga mematuhi peraturannya sendiri. Ia bahkan tidak pergi memeriksa daftar inventaris dan persedian-persedian lainnya karena ia telah melakukannya sebelum menutup bar kemarin. Ia duduk di salah satu kursi bar dan memandangi paket tadi.

“Kali ini apa, Joon?”

Yuri menghela napas. Ia meninggalkan Korea Selatan sekitar tahun 2018 dan pergi ke Los Angeles hanya satu bulan setelah perpanjangan kontrak 3 tahunnya dengan SM entertainment berakhir. Mereka telah menawakan kontrak baru kepadanya namun Yuri sudah bosan dengan ketenaran. 10 tahun bersama Girls’ Generation saja sudah cukup. Ia merindukan kehidupan normal tanpa paparazzi di sekitarnya. Tidak ada skandal dan tidak ada gossip. Sesekali Yuri pergi mengunjungi orangtuanya. Namun kini ia telah tinggal di LA selama 2 tahun dan bahkan membuka sebuah bar gay di sana. Akhirnya ia bisa menjadi dirinya sendiri dan tidak perlu berbohong kepada fansnya tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

“Kakakmu mengirimkan paket itu?”

Yuri hanya mengangguk. Ia tidak perlu berbalik untuk mengetahui siapa yang baru saja datang. Alice mengambil sekaleng bir dari lemari es dan membukanya. Ia menyesap sedikit dan duduk di samping Yuri.

“Kado untuk ulang tahunmu?”

“Begitulah. Tunggu, sedang apa kau di sini?”

Alice mengabaikan pertanyaannya dan mengambil paket itu. Ia menggoncangkannya pelan-pelan.

“Hei, jangan lakukan itu!”

“Dekorasi. Aku yakin.”

Yuri hanya geleng-geleng kepala dan mengambil paket itu dari temannya. Alice tertawa.

“Kenapa kau tidak pulang saja dan mengunjungi mereka? Sudah setahun, Yul. Bahkan Shane menanyaiku tentang hal itu.”

“Shane? Si playgirl yang tidak bisa apa-apa itu?”

“Hei, jangan berbicara seperti itu. Kau hanya merasa tidak senang karena dia mengambil gadismu tadi malam.”

“Aku marah karena dia meninggalkanku saat bermain bilyar hanya untuk ‘bersenang-senang’ dengan seorang gadis. Aku tidak peduli dengan gadis-gadis.”

“Wow. Si playgirl Kwon Yuri bersabda.”

“Hentikan.”

Alice terkekeh dan memerhatikan Yuri yang sedang membuka paket tadi. Yuri mengeluarkan isinya dan menaruhnya di meja.

“Bola kristal? Semakin kesini kakakmu semakin aneh.”

“Tetap saja aku tidak bisa membuangnya.”

Yuri merenungkan apa yang harus dilakukannya dengan bola itu. Setelah membuat keputusan akhir, ia menaruh bola kristal itu di atas mejanya.

“Setidaknya kau masih bisa menemukan tempat yang layak untuk benda itu.”

“Ya. Ngomong-ngomong, hari ini kau datang lebih awal. Bergosip?”

Yuri pergi ke belakang mejanya dan mengeluarkan beberapa cangkir dan gelas. Sebelum jam buka, ia selalu memastikan kalau barang-barangnya bersih.

“Kau mau ikut bermain?”

“Permainan seperti apa?”

Alice tersenyum menyeringai dan segera mengeluarkan ponselnya. Yuri melihat dia menelepon seseorang dan menyalakan mode speaker.

“Halo?”

“Hei TJ! Dia ikutan.”

“Ikutan? Apa yang kau bicarakan, Al?” Yuri berhenti mengelap gelas-gelasnya dan memutuskan untuk menyela obrolan mereka.

“Kau ada di situ juga, Yul?”

“Ya dan kami ada di sini, di barnya.” Jawaban riang Alice membuat Yuri semakin penasaran, dua orang ini selalu merencanakan sesuatu.

“Bagus. Jadi kau ikut bermain?”

“Permainan apa? Alice tidak bilang apa-apa tentang permainan.”

“Shasa pamer ke temannya kalau dia bisa mengajak seorang gadis tidur dalam 5 menit.”

“Lalu? Biarkan saja dia. Dia memang selalu begitu.”

“Tidak. Kita akan menghancurkannya malam ini. Dan kau temanku, kau akan memainkan permainan ini.”

Yuri menghela napas. Harus berapa kali lagi ia mengingatkan mereka kalau ia tidak tertarik lagi?

“Jangan libatkan aku.”

“Apa? Ow ayolah, Yul. Kau adalah playgirl terbaik di kota ini! Iya ‘kan, Al?”

Alice mengangguk. “Dia benar. Kau punya banyak bakat.”

Yuri memutar bola matanya.

“Ajak saja Shane. Aku yakin dia lebih bersedia untuk bergabung.”

“Dia salah satu yang terbaik tapi kau temanku, kau yang terhebat. Ditambah lagi, kau tidak ingin melihat Shane kesal malam ini?”

Yuri menoleh ke Alice dan melihat senyum khasnya yang menakutkan.

“Baiklah. Hanya untuk malam ini.”

Teriakan nyaring dapat didengar dari suara di iPhone dan Alice sendiri. Bunyi klik terdengar dan panggilan berakhir. Yuri mengambil remote TV dan menyalakan TV barnya. Ia mengganti salurannya ke saluran berita entertainment dan melihat wajah Taeyeon muncul dengan tulisan ‘Asian sweetheart: bisakah dia melangkah lebih jauh? Alice menghabiskan birnya.

“Aku dengar dia akan mengadakan tour konser di New York. Dia sangat kaya.”

“Ya, aku juga mendengarnya.”

“Apa kau pernah bertemu dengannya ketika kau masih seorang idol?”

Yuri melihat Alice mengambil kaleng bir lagi. Sebenarnya, tidak satupun teman-temannya yang sekarang mengenal Yuri sebagai Kwon Yuri SNSD. Ia adalah salah satu member yang telah dilupakan orang-orang. Bukannya mengeluh tapi sekalipun dengan ketenaran GG, ketika mereka mengakhiri aktivitas mereka sebagai grup dan memutuskan untuk melangkah di jalan mereka masing-masing, hanya beberapa member yang cukup beruntung untuk bisa diingat sebagai mantan member.

Orang-orang seperti Taeyeon, Seohyun, Tiffany dan Yoona adalah mereka yang beruntung. Ia dengar Sunny masih aktif sebagai MC untuk acara talk show dan variety show tapi mereka yang terlibat langsung dengan musiklah yang lebih diingat. Lihat saja Taeyeon, ketika perpanjangan kontrak 3 tahun mereka berakhir, kiprah solo kariernya berkembang lebih baik dari yang diperkirakannya. Tiffany dan Seohyun juga terkenal di Korea dan Asia. Kepopuleran Yoona meningkat karena produksi film dan dramanya. Sooyoung tidak begitu terkenal namun dia masih membintangi drama dan proyek film di Korea. Terakhir kali Yuri dengar, Hyoyeon telah membuka cabang studio tarinya yang ke-3. Lalu Jessica. Jessica Jung. Ia menghela napas.

“Kau tahu, kau menghela napas lebih dari 3 kali dalam jangka waktu satu jam. Itu rekor baru.”

“Terserahlah, Al. Daripada datang kemari hanya untuk makan dan minum secara cuma-cuma, lebih baik kau pergi ambilkan keripik kentang itu, oke?”

Alice tidak membantahnya dan melakukan apa yang diperintahkan Yuri. Yuri menyusun peralatan barnya dan memeriksa keran birnya, memastikan alat itu bekerja sempurna. Yuri ingat ketika mereka semua (SNSD) memutuskan untuk melangkah di jalan yang berbeda dan karena itulah GG mengakhiri promosi grupnya. Ia sangat merindukan member-member yang lain. Beberapa bulan setelah perpisahan itu, mereka akan mengobrol secara rutin di salah satu group chat atau saling menelepon. Tapi seiring berjalannya waktu rutinitas itu semakin berkurang hingga tidak ada sama sekali. Bukannya mengeluh namun Yuri dapat memahaminya.

Bagaimanapun juga mereka semua mencoba menjalani kehidupan yang mereka lewatkan dalam 18 tahun ini. Ketika 7 member lainnya tetap berada di industri dunia hiburan, Yuri meninggalkan Korea Selatan dan pergi seorang diri ke LA. Dia bahkan tidak memberitahu Tiffany mengenai hal itu dan tidak pernah sekalipun berpapasan dengan gadis itu di jalan. Untungnya, tidak ada seorang pun yang mengenali dia sebagai Yuri SNSD. Hanya Kwon Yuri. Ia sudah terlalu lama hidup di bawah sorotan. Sekaranglah saatnya untuk hidup sebagai orang biasa lagi. Yuri mengangkat kepalanya dan melihat Taeyeon menyanyikan lagu SNSD yang di-request oleh si pembawa acara. Ia tersenyum.

“Complete.”

~~~;~~~;~~~

“Hei Yul.”

“Hai Bette. Di mana Tina?”

Yuri menuangkan bir ke dalam gelas dan menyerahkannya kepada Bette.

“Dia ada rapat. Jadi kami memutuskan untuk bertemu di sini.”

“Dia sedang sibuk, huh?”

“Ya, bisa dibilang. Klien barunya tidak waras.”

Yuri terkekeh. Bette menghabiskan minumannya dan memintanya lagi. Yuri mengisi gelasnya dan menyerahkannya kembali.

“Dia tidak boleh terlalu banyak pikiran. Ibu hamil seharusnya banyak beristirahat.”

“Aku tahu. Kami akan membicarakannya.”

Yuri hanya tersenyum. Bette berbalik dan melihat Shane tengah bermain bilyar dengan seorang gadis yang tak dikenalnya.

“Bukankah Shane sedang diburu?”

Yuri mengangkat kepala dan menggelengkannya.

“Kurasa begitu. Kenapa orang-orang berasumsi kalau akulah playgirl ‘terbesar’ ketika Shane berganti pacar seperti berganti pakaian?”

“Kau tahu kenapa, Yul.”

Yuri menatap Bette, menunggu dia melanjutkan kata-katanya.

“Pertama, kau seksi. Kau melelehkan hati para gadis dengan wajah cantik sekaligus tampan itu. Kedua, gadis-gadis lebih merasa aman ketika berada di dekatmu daripada Shane. Meskipun kalian berdua mencampakkan mereka di hari berikutnya, mereka tetap merasa nyaman bersamamu. Dan ketiga…”

Ucapan Bette terpotong ketika seorang gadis duduk di sampingnya dan tersenyum manis kepada Yuri.

“Hai Yul.”

“Hai Lauren. Minum?”

Yuri mengeluarkan senyum khasnya membuat Bette memutar bola matanya. Di sisi lain, wajah Lauren merah tersipu.

“Ada yang ingin kau tawarkan padaku?”

Yuri tersenyum menyeringai dan mencondongkan tubuhnya ke depan. Wajahnya dan wajah Lauren hanya berjarak beberapa inci.

“Kau bisa mengatasinya?”

Rona di wajah Lauren semakin memerah. Ia mengangguk. Yuri menegakkan tubuhnya dan memberikan segelas tequila padanya.

“Seharusnya kau tidak minum, Lauren. Kakakmu mungkin akan membunuhku nanti.”

“Tapi dia tidak ada di sini.”

Yuri kembali tersenyum. Ia menunjuk dengan kepalanya. Lauren berbalik dan melihat apa yang dimaksud Yuri.

“Aku melihat dia datang beberapa menit setelahmu. Pergilah dan duduk dengannya.”

Lauren enggan melakukannya namun senyum Yuri mendorongnya. Sehingga dia pergi menghampiri kakaknya. Bette terkekeh.

“Apanya yang lucu?”

“Seperti yang ingin aku katakan, ketiga, tidak seperti Shane, kau perhatian.”

“Jadi aku yang jinaknya?”

“Kau tahu gadis-gadis menyukai laki-laki yang setia dan romantis sebagai pacar mereka, bukan? Begitu juga dengan lesbian. Kami semua mencoba mencari seseorang seperti dirimu.”

“Jadi apakah pesonaku memikatmu?”

Bette hanya tertawa dan menghabiskan minumannya.

“Tidak mungkin, Yul. Kenapa tidak berkencan dengan Alice saja?”

Yuri menuangkan minuman untuk pelanggan lain.

“Aku tidak mengencani teman.”

“Tapi kau pernah berkencan dengan Dana.”

“Dan mematahkan hatinya beberapa hari kemudian.”

“Kudengar kalian menyebut namaku.”

Yuri dan Bette mendongak dan melihat Dana dan Alice duduk. Yuri memberi mereka segelas martini.

“Kalian datang di saat yang tepat.”

“Kami sibuk dengan beberapa persoalan. Di mana Tina?”

“Rapat. Jangan tanya.”

Alice menatap Yuri dan melihat gadis berkulit kecoklatan itu menggelengkan kepala. Itu adalah tanda untuk mengganti topik pembicaraan. Yuri baru saja akan pergi ketika Alice meraih tangannya.

“Apa?”

“Permainan, ingat?”

“Aku tidak melihat Shasa datang.”

Dana memberitahu Yuri. Shasa dan korban barunya berdiri di sudut terjauh.

“Kapan dia datang?”

“Aku melihat dia saat aku datang. Pergilah.”

“TJ?”

Alice memandang mencemooh dan mendorong Yuri. Dia membisikkan ‘Aku akan menangani TJ’. Yuri menghela napas dan merapikan kausnya. Ia mengambil jaket dan mengenakannya sebelum berjalan menghampiri Shasa. Namun langkahnya terhenti ketika matanya mendarat pada gadis yang sedang berbicara dengan Shasa.

“Jessica?”

Suara musik di bar tersebut cukup keras namun Yuri bersumpah kalau Jessica mendengar namanya dipanggil karena gadis itu berbalik dan Yuri melihat ekspresinya sendiri di wajah Jessica.

“Yuri?”

Shasa tercengang. Bagaimana mungkin dua orang ini saling mengenal? Yuri terdiam kaku di tempatnya dan pandangannya tidak berpaling dari Jessica. Sudah berapa lama? 3 tahun?

“Jessica, kau kenal dia?”

Jessica tidak menjawab namun kakinya melangkah maju berjalan menghampiri Yuri. Ia akhirnya berhenti beberapa inci dari gadis berkulit kecoklatan itu.

“Akhirnya, aku menemukanmu.”

Yuri sangat merindukannya. Ketika Jessica meninggalkan SNSD untuk mengejar mimpinya, Yuri merasa hancur. Ia harus menjalankan grup dengan hanya 8 member setelah kepergian Jessica. Dan sekarang melihat gadis itu di hadapannya, rasanya seperti mimpi. Jessica memeluk Yuri seolah-olah memberitahu gadis itu jika dia juga merindukannya. Shasa melihat semuanya dan merasa muak ketika ia melihat teman-temannya tersenyum menyeringai padanya. Ia berjalan dengan menghentakkan kakinya dan menarik Jessica dari Yuri. Yuri akhirnya kembali tersadar. Ia mendorong Shasa dan menarik Jessica ke balik badannya.

“Jangan sentuh dia.”

“Aku sudah muak denganmu, Yul!”

Dia mengambil sebotol bir dan memukulkannya ke meja bar. Yuri menjauhkan dirinya dari Shasa dengan Jessica yang berpegangan erat di balik badannya. Semua orang berhenti bergerak dan musik berhenti bermain. Semua mata tertuju pada Yuri.

“Tenanglah. Taruh botol itu.”

“Kau takut?”

“Aku lebih khawatir padamu. Letakkan botol itu dan aku akan melupakan peristiwa ini.”

“Kau tidak berani, Yul?!”

Shasa mengayun-ayunkan botol bir pecah itu untuk menakut-nakuti Yuri. Yuri melihat Shane dan TJ yang berada tak jauh di belakang Shasa. Ia menggelengkan kepala khawatir teman-temannya akan terluka. Alice mungkin sudah menelepon polisi.

“Turunkan. Aku memperingatkanmu.”

Alice melompat ke depan dengan Bette di belakangnya. Ia mengeluarkan iPhone-nya.

“Aku akan menelepon polisi kecuali kau menurunkan botol itu dan keluar dari bar ini.”

Shasa melihat semua orang menontonnya. Ia menggertakkan gigi dan melemparkan botol itu ke lantai. Yuri telah melingkarkan lengannya di pinggang Jessica.

“Sekarang pergi!”

Suara Bette bergema di dalam bar membuat Shasa segera pergi. Yuri menghela napas lega. Ia melihat berkeliling dan mengisyaratkan DJ untuk kembali memainkan musiknya. Semua pengunjung kembali berpesta. Yuri menarik diri dari Jessica dan menarik gadis itu ke ruang VIP. Ia memeriksa keadaan gadis itu khawatir dia terluka namun Yuri tidak menemukan luka apa pun.

“Syukurlah kau baik-baik saja.”

“Yuri?”

Yuri mengangkat kepalanya dan melihat Jessica tersenyum hangat kepadanya. Dengan kikuk ia mundur selangkah.

“Kau tidak tahu sudah berapa lama kami mencarimu. Aku mencarimu kemana-mana, Yul.”

“Aku tidak mau ditemukan.”

“Kenapa?”

Yuri tidak menjawabnya dan berdiri.

“Kau harus pergi.”

Jessica lekas berdiri namun Yuri kembali mundur. Seolah-olah ia tidak ingin Jessica mendekatinya.

“Aku merindukanmu, Yul.”

“Tidak. Jangan pernah mengatakan itu. Kau harus pergi Sica.”

Jessica tidak bisa memercayainya. Yuri yang dikenalnya tidak akan menyuruhnya pergi.

“Tapi aku baru saja menemukanmu. Kami semua merindukanmu. Aku merindukanmu.”

“Pergilah.”

Yuri keluar dan mengambil tas dari lokernya. Dana melihatnya dan hendak menghentikannya namun Yuri terus berjalan. Alice meraih pundaknya.

“Kau mau ke mana?”

“Bisakah kau tutup barnya nanti, Al? Kurasa aku tidak akan pulang malam ini. Thanks.”

Yuri meninggalkan Alice, Bette dan Dana tercengang. Mereka melihat Yuri keluar dari pintu belakang. Kemudian mereka melihat gadis yang ditarik Yuri tadi keluar dari ruang VIP. Dia terlihat seperti akan menangis. Bette menghampiri gadis itu.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian berdua tapi aku tidak pernah melihat Yuri seperti ini. Mungkin kau harus pulang. Dia bilang dia tidak akan kembali sampai besok.”

“Tapi-”

“Kau bisa datang lagi besok. Kau terlihat butuh istirahat juga. Pulanglah.”

Jessica enggan pulang namun tidak ada yang bisa dilakukannya. Ia mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya kepada Bette.

“Tolong hubungi aku ketika dia pulang. Aku mohon. Terima kasih.”

Dengan berat hati, ia meninggalkan bar itu. Bette memandangi kepergian gadis itu. Ia menghela napas dan melihat kartu namanya. Matanya terbelalak.

Jessica Jung

CEO and Founder,

BLANC & ECLARE

“Tidak mungkin.”

“Apa?”

Shane mengambil kartu tersebut dan membacanya. Ia memiliki ekspresi yang sama dengan Bette.

“Tadi itu Jessica Jung? Jessica Jung?”

“Wow.”

TJ tidak tahu apakah malam ini mereka beruntung atau tidak. Semua orang tahu siapa itu Jessica Jung tapi apa hubungannya dengan Yuri? Alice membacanya dengan Dana.

“Jadi Yuri kita ini adalah teman Jessica Jung?”

“Menurutku kelihatannya lebih dari sekadar teman.”

~~~;~~~;~~~

TBC

how????

See You next week XD

boiboi~

credit: bluppy @AFF

Advertisements

123 thoughts on “30 September 2020 [Chapter 1]

  1. Aku yang pertama comment bukan????
    Duh jadi gimana gitu liat yulsic disini, berasa sedih gitu 😦
    Berharap yulsic bener2 ketemu lagi kayak d ff ini.
    Di tunggu cerita selanjutnya tarra 🙂

  2. Kayaknya aku baru pertama kali muncul di wp ini, anyeeong thor syaa pendatang baru di sini. Sedikit sakit hati baca nya gara2 snsd bubar, tp gak papa lah kan cmn ff. Bagus banget thor ceritanya, kece . lanjut thoor

  3. wooww ceritanya seru bgt diluar dugaan gw , cerita awalnya aja udh seru gini apalgi kelanjutannya . suka bgt ama jalan ceritanya bs ngeliat masa depan mereka . dan disini yuri bner2 frustasi di tnggal sica keluar snsd n stelah kontrak beress dia menghilang gtu aja ?? kereen . pkoknya daebak dah nih ceritanya , bahasa tulisannya jg bagus , berkelas gtu . lanjuutt thor ☺☺☺☺

  4. top markotop…
    bluppy emg keren ya bkin cerita kyk kejadian bneran gtu yg bklan trjadi dimasa depan… trbuai sma critany
    makasi tar udh nerjemahin nih crita

  5. huhuhu…keren!tpi semoga uri soshi masih me perpnjang kontrak di 2018 nanti

    penasaran gimana perasaam yul saat ninggalin sica???
    cepet update ya tarra!!

  6. waaaahh seru banget kehidupan yuri setelah keluar dari SNSD dan tinggal di LA, kereeeeeenn
    tarra…… cerita nya gw suka… gak sabar nunggu kelanjutan nya ^_^

  7. Keren ceritanya laen dri yg laen, awalnya kgk trllu suka genre yuri.
    Awal crta menarik, suka khidupan yul 😁😁😁😁

  8. Berasa potek baca nya -_-
    Tpi lnjut aja dah gmna jadinya ituu yulsic.. ?
    Pnasran.. knp tdi jessica bilang ke yurinya “kami” merindukanmu berarti bkan jessica aja dong yang rindu? Ahayyy mkin rumit nih.. 😁 cpet lnjut dong 😀

  9. duh ngapa yuri menolak bertrmu sicanya sih ? ada apa yul ?padahal udah sma2 rindu, sedih liat mereka yang pisah2 mudahan nanti yul juga bertemu member yang lain

  10. aiiihh menarik bgt ini cerita’a *o*
    yul kenapa ngehindarin sica?
    nama-nama temen’a yuri gue brasa kenal deh.kaya nama-nama karakter di film ntu hehe#kalo ga salah

  11. Hai thor aq reader bru izin baca y.

    Andai ja yulsic beneran mau ktemuan di dunia nyata psti bkalan mantep, gx kaya sekarang mkin rumit ja ma hubungan mereka semua.

  12. Annyeong
    Heheheh awl2 bca ny menghayati dlu prckppan yul dkk,,,,pas bgian ktmu sica huaaaaaaa yulsic,,,waeee yul mngndar dri sica,,,hadeuhhhh pnssran bnget,,,ktwa jga ad lht wjah bego tmn2 yul saat tau siapa sica hahahaha
    Next dech d tungguin
    Ttap smngattttt tarraaaaaa
    Gomaomao,,

  13. kasian bgt ya yuri ga di inget lg sm fans2 nya, sakit bgt liat sica digituin yuri, tp pasti yuri punya alasan knp dia sampe berbuat kyk gitu ke sica. next chap ditunggu bgt ya thor

  14. awal yg nyeseekk..stlah yulsic ketemu yul jadi cueek gitu(?)
    penasaran sma kisah member yg lain?? ditunggu thor^^

  15. Duhhh suka sama cerita awal nya semoga di chap berikutnya bagus juga:) thorrr penasaran banget sama chap berikutnya jangan lama lama ya thor nongolnya. Huhu kangen yulsic

  16. Udah baca yang versi aslinya bluppy. Tapi mau baca yang diterjemahin manatau ada yang silap gitu. Hahahahaha. Makasi ya thor udah nerjemahinnya..

  17. woooowww seru seru nih ceritanya penasaran sama yg akan terjadi lagi ke depannya gimana antara yulsic + member yg lain

  18. Woowww setelah beberapa minggu nunggunya akhirnya update juga …..

    Btw yurii berani gitu buka gay bar dan apa yang buat jessica ke bar ituu ? Daan penasaran apa taeny masih bersama ? Adakan moment taeny nya thor disini

  19. Wiih baru part 1 udah langsung ketemu jessica, jadi penasaran kenapa yuri ngehindar gitu Thor sama njess. Bagus Thor ffnya kekekeke

  20. baca nih ff serasa masuk dunia mimpi.. mimpi yusic comeback again 🙂 crtanya seru dan bikin penasaran.. lanjut thor 🙂 ditunggu 🙂 yulsic nya

  21. yuri jadi mandiri.dpt tmn baru tpi ttp aja gallow karna sica.
    malu atau tkt inget yul, maen kabur2 aja.
    ceritanya ngefeel.^^

  22. Nge feel banget sama ceritanya berasa kayak ini yang bakalan terjadi waktu mommydeul udah lepas kontrakk
    Mereka saling merindukan tapi nggak tau harus ngapain… masak yuldad nggak ada yang ngenalin sihh.-. Apa yuldad makin tamvan yakk jadi nggak ada yang tau kalok dia mantan member GG.-.#plakkk
    Ah yuldad kenapa ninggalin jessmom kasian tuh jessmom #pelukjessmom*plakkkk
    Ditunngu next chapternya^^

  23. cerita yg menarik, jarang ada yg mengisahkan cerita kehidupan setelah pd keluar dr snsd, masih menanti cerita selanjutnya knp yuri menghindari jessica

  24. annyeong authornim,reader br niich,ijin baca yaaakk 🙂
    wiiih kereen ni critanya,part pertama dh disuguhi yulsic,mrka ketemu stlh lama pisah,tp penasaran napa yul malah menghindar dr sica,dtnggu next chap nya 🙂

  25. Akhirnya update juga th0r, keren ceritanya yul kenpa menghindar dari sica sih, penasaran di tunggu part 2nya th0r . .

  26. Part 1 masih blom jelas kemana arahnya…
    tp kalo untuk part 1 ini udh keren..
    kenapa yul juga ikut mengasingkan diri ke LA???
    ditunggu part selanjutnya aja dech..

  27. Hai tarra sblm’a saya pernah komen di ff km tp yg apa saya jg lupa skrg baru nemu lg nih ff .
    Waow keren cerita’a , awal’a ajah bikin greget lanjut ah jgn lama” ..

  28. yul appa pasti shock bgt liat istri tercintanya itu.. makanya dia gak tau mau ngapain.. dia pergi buat menghilangkan keterkejutannya dulu x ya 😀 ..

    mommy ayo deketin appa lagi.. #semangat :-*

  29. Wahhh ff baru nih..
    Sepertinya menarik!!
    Senangnyaaaa ☺☺☺

    Pasti bakal saya ngikutn nih ff..
    Segera di update yah thorr!! Chap 2 nya…
    Thank u 😉

  30. Hi! I just read the first translation and i can say that you did a good job. I mean i’m not an indonesian but i do understand it. So hats off for your efforts. I hope your readers would appreciate your efforts on translating this story cause i know it is not easy when you try to rewrite a whole story into a different language. You’re that awesome cause i couldn’t have done it myself. Kudos. Oh n thank you for sharing this story to your indonesian readers. I hope they enjoyed it and maybe learnt a lot from it. Like i said, may it inspired a broken friendship to once again be friends. Goodluck.

  31. Hiii thor…
    Ya ampun yul nya kok dingin amet ama sica
    Kan sica udh rela2in nyari2 seobang nya kekekkkkk…
    Ah…walau blom ada sweet moment nya tp ttp aja kliatan sweet mereka berdua

  32. Ff nya bagus thor…kok yuri mlh menghindar dr sica,padahal mereka sama2 salg merindukan satu sama laen..berhrp yulsic ketmu…

  33. Mwo ?? Tbc ?? Andwe…
    Huhuuhu seru thor. .
    Jd mreka gk tau clo yuri itu mntan personil snsd yak…
    Salam aq reader baru

  34. wahhh nemu ff yulsic lagi… berkat mbah gugel yg bae hati… hehe salam kenal thor… ijin baca… saya reader baru… crita awalx nyesek bgt… baper bgt dah… tpi jdi penasaran sma crita mmber2 yg lain… semangat terus thor.. d tunggu chep selanjutx…

  35. Kyaa baca chap awal aja udah kebawa feelnya gmna nextchap nntinya
    Ni cerita bkalan royal shipperkan ditunggu momen yulsicnya dan berharap taeny juga ada
    Semangat author

  36. Hallooo…gw new reader,,baru nemu wp ini,itu juga dari temen
    Ceritanya berasa nyata
    Meski bukan di korea,ternyata kwon yuri masih terkenal d kalangan para wanita
    Gw tunggu kelanjutannya thor

  37. May gawd… Rasanya aneh,cerita ini ‘salah’.. TAPI KALAU TENTANG YULSIC,SEMUA TERASA BENAR !!!! #apaini 😀 Good job author…Jjang (y) next!!!!!

  38. Kayaknya bakalan seruu dehhh. Disini Yurinya yg keliatan cuek gituuuu, penasarann ;3 lanjutt thorr lanjutttt! Jangan lama-lama ;v

  39. Wowwww smngat ya thor mskpun moment YulSic ud g ad tp au brharap para Royal Shipper ttep hdup 😀 YulSic forever

  40. waw,, ceritanya keren banget,, sangat menarik!! 😀
    meskipun hati agak sdikit tersentil(?) memgingat kejadian ‘itu’,, tapi over all aku suka ceritanya,, next part ditunggu yaa!! ^o^

  41. sebenrnya gw dah baca cerita yg english version tapi gw tetep nunggu yg indonesia version karena memang ceritanya sangat bagus dan keren
    ditunggu next chapternya tarra

  42. wow! kayaknya seruu!!
    gue gak bisa banyangin apa yang akan terjadi di thun 2017 :3
    ditunggu chap selanjutnya 🙂

  43. Eeyyy yul menyendiri ga mw di ganggu lgi sma dunia hiburan..
    Gw greget liat yulsic disini ga sabar nunggu next partnya

  44. hai author gw reader baru
    salam kenal
    ceritanya menarik bgt thor,jarang” ada yg kyk gini
    okay di lanjut thor
    semangat!!!
    annyeong

  45. woww ceritanya bikin delusi makin akut 😀
    yul keren playgirl terhebat di kotanya kkk duh yul kenapa malah nolak sica

  46. Ahhh apa nanti snsd setelah 10th juga milih masing2 yaaa??
    Semoga aja yulsic setelah lama misah bisa ketemu seperti di ff ini lagi..
    Trus juga taeng masih jadi penyanyi jugaaaa

  47. Annyeong…

    Wow… Bru part 1 aja udah menarik gni, jdi ngebayangin real life mreka bkalan kyak gni…
    Bagus Tarra,, thx ya udah nransletin ff ini…
    Gue lnjut bca dlu ya…

  48. bagus bNget thor ff ini,,,ceritanya itu byangan snsd slsai kontrak semua ya…yg gwe heran,disitu sica yg pertama nemuin yul duluan,,smoga kenyataannya nti begthu mreke bisa berkumpul bersama lgi…
    bikin kepo gw jah neh…lanjuten dech thor critanya n buat series, kyknya seru dech hehe

  49. YUhuu ini crtanya snsd dah hbis kontrak dan sii yul melih untk g jdi artis lagii..tp kok dia kyk g mau ktmu sma sica sihh wae yul??

  50. Yah miris lhat yul bgtu..
    N yulsic akhirnya ketemu…
    N sikap yul tiba2 aja dingin nie ke sica..
    Ditunggu kelanjutannya..
    Gomawo..
    N semangat..

  51. Baaammmm… Reader baru!! Halooo, udh berapa lama gw follow nih wp yaa, tpi baru baca+comment, hehehee, sorry yaaa thor:)))
    Lanjut baca deh thor^•^

  52. ni ceritanya shosi udah bubar, and yul jd pmlik bar gay kkkk

    cie yg akhirnya ktemuan koq mlah jd gini bukanya kangen2an mlah sica dsuruh pergi ckck yul loe knpa gtuin sica tau ma yg laen nanti jg kyak gtu T,T

    ff nya keren thor gue trmasuk slah seorang readrs yg suka ff kyak gini gmbarin seolah kejadian aslinya kkk

    ok thor lnjut mau baca lgi

  53. Annyeong thor.. Reader baru nih ijin baca yah ff baru nya yah.. Nih ff bagus konsepnya thor suka baget deh…. Bagian feel yulsic nya dapet bingo … Like it !!!

  54. wihhh keren ,tapi berasa ikut sedih masa .. Oh ia thor aku penghuni lama sih tapi baru bisa komen sekarang ,,hehehe mian yah udah jadi pembca gelap selama ini .eaaa

  55. Anyong thor!!!
    Gue reader baru nih, ijinin ya buat baca karya lo 😀
    Gue usahain tiap karya lo yang gue baca, gue bakal ninggalin jejak. Dan krna ini karya lo yang pertama gue baca, gue pengen ngoceh dikit ah 😀
    Mungkin lo udah bosen kali ya baca komen yang bilang kalo cerita lo keren, cool, ato yang lainnya. Tapi emang gue setuju sama readers yang bilang kek gtu. Di part ini ceritanya belum terlalu jelas, tapi gue bisa ngerti dikit lah tentang hubungan yulsic sekarang. Disini yul juga ceritanya seorang playgirl ? Ah mungkin yul jadi playgirl gara gara tragedi 30 september itu?! *sotoy mode on*
    Di ahir part yul pergi ninggalin sica gtu aja bkin gue kebawa badmood.. gue langsung cus ke part 2 ah, moga aja ada yulsic moment yang bkin mood gue ilang

  56. Huhu setelah lama tidak pernah bca fanfic dan akhinya mencba untuk membaca lagi.,,
    bru ini yang pertama kali aku dapat feelnya.,, sebelumnya aku biasa jja bca ff lainnya.,,
    tpi ketika aku bca ini buat aku tertarik lagi untuk bca fanfic 😀
    ini sangat menarik.,,

  57. hai Thor masih ingat aku kan?. (^-^)
    aku reader baru, yg baru ngikuti dua cerita ff di wp mu.
    Thor aku izin baca semua ff mu di list. dan untuk awal aku baca ff 30 september ini. ceritanya sepertinya bagus dan seru.
    oke Thor ditunggu lanjutan ff 9 monts nya.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s